novel ini sedang direvisi.
Menceritakan kisah Nana yang tumbuh di tengah keluarga yang berantakan.
Membuatnya hidup tanpa aturan, menjadi gadis yang liar mencari kebahagian.
Namun, suatu hari Nana harus menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki Ibu tiri. Siapa sangka Nana yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu, kini mendapatkannya dari wanita simpanan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMIMPIKAN MU
"Maksud kamu?" tanya Melinda.
"Dengar ya Mas, dari dulu sebelum menikah aku udah bilang kalau aku mau jadi wanita karir bukan wanita yang kerjaannya uprek di dapur kasur sumur!" bentak Melinda.
"Dulu kamu tidak mempermasalahkan kenapa sekarang sibuk melarang ini dan itu hah?" tanya Melinda.
"Bukan begitu Mel, aku kasihan sama Nana kaya anak yang kurang perhatian dan kasih sayang dari ortunya, kalau aku yang mundur dari kerjaan apa kata orang istri yang kerja suami yang di rumah gitu? kata Brian.
"Aku capek ya Mas setiap hari mbahas masalah yang sama yang nggak ada ujungnya ini lagi dan ini lagi," ucap Melinda seraya bangun dari duduknya.
Melinda mengambil selimut dan bantal memberikannya pada Brian lalu Melinda mendorong Brian keluar dari kamar.
"Tidur di luar!" ucap Melinda yang kemudian menutup dan mengunci pintu kamar itu.
"Mel...Meel!" teriak Brian yang diabaikan oleh Melinda.
Brian merasa diinjak harga dirinya oleh istrinya yang memandangnya sebelah mata.
Brian melihat sofa ruang tengah lalu Brian menjatuhkan dirinya di sofa.
___________________
"Jadi di sini lo tinggal?" ucap Anton yang mengagetkan Amara.
Amara yang sedang membuka pintu pagar villa Brian menoleh kearah sumber suara. "Anton," gumam Amara.
"Ngapain kamu? Pergi atau aku teriak!" kata Amara yang sedikit mengancam.
"Oke gue pergi tapi gue pasti balik," ucap Anto seraya menatap kagum villa Brian.
"Besar juga nih, bisa-bisanya dia tinggal di tempat mewah kaya gini," gumam Anton dalam hati.
Setelah kepergian Anton, Amara bergegas masuk dan mengunci kembali pagar itu.
"Bisa-bisanya dia nemuin aku di sini," gumam Amara.
Lalu Amara masuk kedalam kamarnya dan mencuci wajahnya, Amara juga menggosok giginya.
Setelah itu ia mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya.
____________
"Gila! Kalau kaya gini terus aku bisa stres," gumam Brian yang sedang menatap langit langit rumahnya.
Tak mau ambil pusing karena memang Brian sudah terbiasa tidur di luar apabila Melinda mengusirnya dari kamar.
Sekarang Brian mencoba memejamkan matanya tetapi tiba-tiba saja ada bayangan wanita yang usianya jauh lebih muda darinya, ia adalah Amara.
"Kenapa aku membayangkannya, apa karna sudah lama aku tak melihatnya dan ya aku lupa memberikannya uang, sudah seharusnya aku merawatnya seperti anak sendiri karena aku harus menggantikan Almarhum Ibunya," gumam Brian.
____________
"Ummbh," lenguhan Amara yang yang sedang tertidur.
Tidak lama kemudian Amara membuka matanya dan meraba seluruh tubuhnya.
"Astaga, mimpi apa itu," gumam Amara yang kemudian menyentuh bibirnya.
''Bibirnya,'' gumama Amara yang kemudian menggelengkan kepalanya.
"Bisa-Bisanya aku mimpiin Om kaya gitu, Astaga," lanjut Amara yang menoyor kepalanya sendiri.
"Ini pasti gara-gara obrolanku tadi sama Windi."
Setelah itu Amara menarik selimutnya menutupi dirinya hingga ujung kepalanya.
Amara masih belum dapat memejamkan matanya karena mimpi tersebut, mimpi yang baru pertama kali Amara alami.
_____________
Ke esokan paginya.
Brian, Melinda dan Nana sedang berada di meja makan. Melinda mengolesi roti selai untuk Nana membuat Nana merasa senang karena di perhatikan oleh Mamahnya.
Setelah itu Melinda melihat kearah suaminya yang senyum-senyum sendiri lalu Melinda bertanya pada Brian.
"Kamu kenapa Mas?" tanya Melinda, Melinda merasa heran dengan Brian yang semalam di usirnya tetapi pagi ini terlihat sangat segar dan bahagia.
"Hmm, bukan apa-apa," jawab Brian.
"Kamu akan marah Mel kalau tau aku memimpikan wanita lain," gumam Brian dalam hati.
"Oh iya nanti aku ada pekerjaan di luar kota dan tidak pulang selama satu minggu," kata Brian.
Nana hanya memperhatikan saja obrolan dari kedua orang tuanya.
"Hah? Baguslah aku bisa santai kalau kamu tidak ada di rumah untuk sementara waktu, aku juga lelah terus bertengkar denganmu," kata Melinda dalam hati.
"Hhmm, iyah. Kamu hati-hati," kata Melinda.
"Kalau Papah pergi selama satu minggu Nana pasti bakal kesepian," kata Nana dalam hati.
Bersambung.
soalnya ini kenapa tiba2 si nana meninggal? trus melinda sakit? sama amara berhubungan sma brian? dan brian tiba2 udah cerai sma melinda?
ini apa gue yang ngelengkah2 bacanya apa gimna sii😭
tapi perasaan gue liat ulang kagak salah bacanya🥲