NovelToon NovelToon
Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: SHIRLI

Jangan dibaca karena ini memang cerita
yang alurnya tidak jelas. Karena saya pengarangnya jadi suka-suka saya mau nulis apa.

Brian Haris Abdullah

Aku akan melindungi istriku meski aku harus mengorbankan nyawaku sebagai taruhannya. Karena aku tak akan membiarkan siapapun melukainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHIRLI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gedung Tua

Mayang pamit pulang pada Silvi setelah mengakhiri pembicaraan. Ia tersenyum manis pada wanita hamil yang tengah melambaikan tangannya, lantas mengendarai motornya keluar dari halaman rumah berukuran sedang itu.

Mayang mengendarai motornya dengan kecepatan pelan. Ia pun hanyut dalam kelana angan. Di saat ia begitu santai dalam hal hal berumah tangga, mengapa justru orang lain yang sibuk memikirkan masa depannya? Come on, Baby. Dua puluh empat tahun itu belum terlalu tua, kan? Kata-kata ini lah yang selalu ada di benaknya.

Saat melewati sebuah gedung tua yang berada di kampungnya, mendadak Mayang menghentikan laju motor tepat di depannya. Matanya memicing, menatap begitu penasaran. Setelah sekian lama gedung tak terawat itu tak pernah disinggahi seseorang, kini tiba-tiba ada beberapa mobil warna hitam terparkir di sana dengan posisi cenderung tersembunyi.

Curiga, ia pun mendorong motornya untuk mendekat agar bunyinya tak menarik perhatian. Melihat hal aneh di depan mata, seketika jiwa penasarannya meronta-ronta. Mayang sengaja menempatkan motornya di sisi jalan setapak, bertujuan untuk memudahkannya saat melesat nanti. Tentunya dengan pengamanan menutupi nomor seri motornya terlebih dulu agar tak bisa dilacak. Berjaga-jaga itu lebih baik, bukan?

Setelahnya, Mayang memasuki gedung itu dengan langkah mengendap-endap. Ia berusaha berhati-hati agar bisa mendapatkan informasi. Entah mengapa lobus frontalnya mengatakan ada hal tidak beres yang terjadi di dalam sana.

 ***

Lima belas menit berada di dalam, akhirnya Mayang keluar dari gedung tua itu dengan tergesa-gesa. Wajahnya tampak tak baik-baik saja, itu terlihat dari tubuhnya yang gemetaran menahan ketakutan.

Secepat mungkin ia membawa dirinya menjauhi tempat itu menggunakan motornya. Gadis itu beruntung, sebab, beberapa orang pria yang mengejarnya hanya bisa kembali ke gedung tua dengan tangan kosong.

Sampai di halaman rumah, Mayang langsung memasukkan motornya ke dalam garasi. Tak lupa menutup pintunya rapat-rapat, begitu pula dengan gerbang besi rumah orang tuanya. Gadis itu celingukan menatap keluar untuk memastikan tak ada yang melihatnya sebelum kemudian memasuki rumah.

Perilaku Mayang ini jelas tak biasa. Sebelum-sebelumnya Mayang akan selalu memarkirkan motornya di pelataran jika memang cuaca tidak sedang hujan. Begitu juga dengan pintu gerbang yang baru akan ditutup dan dikunci bila hari sudah malam. Hal ini tentu saja mengundang tanya sang ibu kandung yang melihat sendiri dengan mata kepalanya tingkah aneh putrinya. Terlebih wajah Mayang kini terlihat pucat tak berseri.

“May, kamu baik-baik saja? Kamu sakit?”

Rasa penasaran Asmia hanya mendapatkan jawaban gelengan kepala dari putrinya. Tak patah arang, wanita paruh baya yang baru menyiram bunga di taman itu mengikuti putrinya yang hendak menaiki tangga.

“Mayang,” panggilnya penuh penekanan. Usahanya berhasil menghentikan langkah si gadis hingga mau berbalik badan dan menunjukkan senyuman. Ya, walaupun terlihat dipaksakan.

“Mayang baik-baik saja, Ibu. Mayang nggak sakit,” jelas Mayang meyakinkan.

“Terus, kenapa jam segini sudah nutup pintu pagar? Kamu dikejar-kejar orang?” tebak Asmia, dan tanpa ia sadari sang putri membelalak karena tebakannya itu ternyata benar adanya.

“Mayang ... emm ... Mayang dikejar anjing, Bu. Mayang takut, makanya pintu gerbang Mayang tutup,” dustanya. Terpaksa ia membohongi ibunya agar wanita dengan khimar panjang itu tak ketakutan dan mengkhawatirkannya.

Benar saja, seketika Asmia menghela napas lega mendengarkan jawaban putrinya.

“Owalah, anjing to? Ibu mikirnya apa. Tapi kamu nggak papa, to?” tanyanya memastikan.

 “Nggak papa, Bu. Ibu lihat sendiri, kan. Tubuh Mayang masih utuh, hehe.” Seketika Mayang memutar tubuhnya di depan sang ibu dan bersikap baik-baik saja.

1
Dijah Dijah
hebat juga itu emak emak.kompak
Dijah Dijah
sepertinya yg ngidam mangga muda jadi suaminya😄
Dijah Dijah
semangat kak thor.lanjuuut....
Dijah Dijah
ada ada saja mayang.mungkin keinginan janin ya
Dijah Dijah
semoga janin dan ibunya kuat.lancar sampai melahirkan...
Dijah Dijah
jangan ada penculikan lgi dong thor.atau ssuatu yg mmbuat mayang kguguran
Dijah Dijah
pasti itu suruhan alex ya thor.diculik lagi
Dijah Dijah
ya...gimana alex gak sakit hati coba.kalau kekasihnya direbut.
Dijah Dijah
oh...dikira lena itu mayang.karena wajahnya mirip
Dijah Dijah
oh.pantas saja alex dendam.karena lena adalah kekasihnya
Dijah Dijah
manusia gila itu sadar juga ya.ternyata orang yg ingin dia bunuh berhati pemaaf dan sangat baik
Dijah Dijah
aduuuh.kelupaan kalau lgi mnggang steak.😂😂
Dijah Dijah
mungkin seribu satu suami yg seperti itu ya di dunia ini
Dijah Dijah
siapapun wanitanya.pasti sngat beruntung kalau punya suami sperti brian...hampir sempurna.krna takkan ada yg sempurna ddunia ini
Dijah Dijah
duuuuh...bahagia benget 😘😘
Dijah Dijah
akhirnya.jadi juga malam pertamanya....seneng banget.lnjutkan thor
Dijah Dijah
buat si hans tersiksa thor.dan mati perlahan".iiih...
Dijah Dijah
jika punya mertua yg seperti itu.benar" sangat beruntung mayang
Dijah Dijah
ahh...muter" melulu .alur ceritanya kok jdi begini thor.
Dijah Dijah
berbelit belit thor.masa mlam pertama gak jadi". terlalu lama
SHIRLI: karena saya bikinnya dalam rangka ramadhan, jadi part malam pertamanya terpaksa pending dulu ya😅🙏
bisa skip ke part-part selanjutnya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!