NovelToon NovelToon
Unexpected Marriage

Unexpected Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Action / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: chiechi

Cerita berlatarkan negara luar

Meira seorang gadis berusia 21 tahun, ia tinggal bersama seorang ayahnya yang hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya telah berpisah saat Meira masih berusia 7 tahun. Ibu Meira menikah lagi dengan seorang aktor terkenal, sementara Meira menjalani kehidupan seperti biasa bersama ayah nya yang hanya memiliki satu perusahaan kecil.

"Meira.. tolong teruskan perusahaan itu demi papa." ucap papa Meira, dan menjadi pesan terakhirnya sebelum ia meninggalkan putrinya untuk selamanya.

*
Suatu saat perusahaan mengalami penurunan drastis hingga Meira harus meminta pertolongan pada perusahaan besar yang di pimpin oleh pria dingin.

"Permohonan mu saya terima dengan satu syarat." ucap si pria itu.

"A-apa?"

"Menikahlah dengan ku."

Ucapan itu membuat Meira terkejut bagaikan di sambar petir di siang bolong. Namun rencananya terhalang oleh seseorang.

Simak yuk 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Setelah kejadian malam itu, Meira pulang kerumah nya dengan keadaan mabuk. Setelah tidur cukup lama, mentari pagi menampakkan sinarnya dan menerobos masuk ke dalam kamar seorang gadis yang menyilaukannya dan membuat ia terbangun dari tidurnya. "uukkkhhh..." Meira mengeliatkan tubuhnya dengan tangan kanan meraba ke samping bantalnya untuk meraih ponsel dan melihat jam.

Waktu menunjukkan pukul 06.45 Meira segera bangun dan bergegas menuju kamar mandi dengan keadaan yang masih sedikit linglung. Hanya butuh waktu 15 menit untuk ia menyelesaikan mandinya, gadis itu segera memakai baju dan merias sedikit wajahnya. 

Disela-sela sedang memasangkan make up, ia terus melihat ponselnya berharap seseorang dari yuanxian group menelponnya dan memberi kabar tentang permohonan yang ia ajukan. Namun harapannya hanyalah sia-sia, tak ada satu panggilan masuk pun yang ia terima. 

"Haaahhh..." Meira mengela nafas beratnya. Ya bagaimana tidak? Ia harus membagi waktu antara kuliah dan urusan kantornya. Bahkan mungkin untuk beberapa hari kedepan ia akan mengajukan cuti kuliah dan fokus pada perusahaan peninggalan papa nya sampai semuanya stabil kembali.

"Bagaimanapun juga aku harus bisa mendapatkan bantuan dari yuanxian group." Ucap Meira sambil melangkah keluar dari kamarnya dan bergegas menuju perusahaan. 

*

Sesampainya di perusahaan ia telah di sambut dengan beberapa karyawan yang kini hanya berharap pada Meira agar mereka tidak kehilangan pekerjaan nya. Gadis itu langsung menuju ruangannya dan mengecek email berharap ada pesan dari yuanxian group. Namun lagi-lagi harapan nya sirna ketika ia melihat tak ada satupun email yang masuk. 

"Bagaimana nona, apa mereka telah memberikan jawaban atas pengajuannya?" Tanya sekretaris Bai.

Maira hanya menggelengkan kepalanya sambil menggigit ujung kukunya. Pikiran ia terus berputar hingga rasanya hampir meledak memikirkan bagaimana caranya ia mendapatkan persetujuan dari pria dingin bernama Alexi itu.

"pak Bai tenang aja, aku pastikan akan mendapatkan bantuannya secepat mungkin." 

Meira beranjak dari duduknya dan mengambil hand bag nya yang ia katakan di atas meja lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut. "Kemana nona akan pergi?" Tanya sekretaris Bai yang melihat Meira melangkah pergi. 

"Aku akan kembali mendatangi perusahaannya." Ucap gadis itu tanpa menoleh sedikitpun.

"Semoga berhasil." Teriak sekretaris Bai.

*

Sesampainya di perusahaan Yuanxian, Meira memberanikan diri dan memaksa untuk masuk menemui tuan Lexi meski tidak membuat janji terlebih dulu. "Tunggu nona, anda tidak boleh masuk tanpa membuat sebuah janji terlebih dulu." Ucap salah seorang resepsionis. 

Sementara itu di ruangan pribadi tuan Lexi, ia melihat pergerakan Meira dari sebuah kamera cctv yang terhubung langsung dengan laptopnya. Terlihat raut wajah yang begitu senang yang ia keluarkan ketika melihat pergerakan gadis tersebut yang begitu berani. "Benar-benar gadis yang bernyali besar." Ucap Alexi si pria dingin.

"Apa perlu saya mengusirnya tuan?" Tanya Nino yang selalu setia berada di samping Alexi. 

"Biarkan dia masuk, saya ingin melihat seperti apa dia sebenarnya." Ucap pria itu sambil menyeringai. 

Tak lama setelah berkata seperti itu, pintu ruangan itu pun terbuka lebar, dan terlihat sorang gadis berdiri dengan begitu kesal yang di susul oleh beberapa bawahan tuan Lexi. "Maaf tuan, saya sudah memberinya peringatan namun nona ini tetap memaksa untuk masuk." Ucap wanita di sebelah Meira. 

"Pergilah, biarkan dia masuk." Ucap pria dingin itu dengan tingkat percaya dirinya yang begitu tinggi. 

Tanpa ragu Meira melangkahkan kakinya menghampiri meja pria dingin itu. Tatapan yang dikeluarkan gadis itu membuat Lexi semakin menarik terhadapnya. "Katakan apa tujuan mu datang kesini?" Tanya Lexi tanpa sebuah ekspresi.

Tanpa pikir panjang, Meira berlutut di hadapan meja tuan Lexi dan memohon untuk mengabulkan permohonan nya itu. "Saya mohon tuan, perusahaan mendiang papa saya kini hanya bisa berharap pada bantuan yang tuan berikan." Ucap Meira dengan wajah yang begitu memelas. 

"Apa keuntungan bagi saya jika saya mengabulkan permintaan mu itu? Wahai nona kecil." 

"Semuanya sudah tertulis jelas di surat pengajuan yang saya berikan, jika masih kurang tuan boleh menambahkannya." 

"Apapun itu?"

"Ya, apapun." 

Karena merasa menang, Lexi beranjak dari duduknya dan menghampiri Meira yang masih berlutut. "Baiklah, kalau begitu menikahlah dengan ku." Ucap tuan Lexi sambil mengangkat dagu Meira dan menatapnya dengan tatapan yang begitu intens. 

"A-apa?" 

"Menikah? Aisshh.. sungguh benar-benar gila." 

"Ya, jika tidak menemukan ide gila bukan Alexi namanya." Ucap pria itu sambil kembali berdiri dan kembali ke tempat duduknya. 

"Saya akan melakukan apapun, kecuali menikah gimana? Saya masih muda masih kuliah jika harus menikah bagaimana dengan masa depan ku?" Jelas Meira sambil memasang baby face berharap mendapat belas kasihan dari pria itu. 

Di saat pria itu sedang memikirkan rencananya untuk mendapatkan Meira, tiba-tiba ponsel gadis itu berdering dan ternyata sekretaris Bai lah yang menelponnya.

"Tunggu sebentar, saya akan menerima telpon dulu." Ucap Meira mengangkat sebelah tangannya. 

Meira mengambil beberapa langkah dan menjauh dari mereka berdua.

"Gimana menurutmu? Dia gadis yang unik bukan?" Tanya pria itu pada asisten nya. 

"Ya tuan, jarang sekali gadis yang menolak di nikahi tuan muda seperti anda." Saut Nino. 

Setelah beberapa menit berbicara di telpon, Meira kembali ke hadapan pria itu, dan belum sempat Alexi memberikan jawabannya, gadis itu langsung membatalkan semuanya begitu saja. 

"Maaf tuan, saya tarik kembali permohonan saya, karena sepertinya ada orang yang lebih dermawan yang akan membantu saya tanpa sebuah imbalan apapun, permisi." 

Meira bergegas berlari kecil meninggalkan ruangan direktur dingin itu dan buru-buru kembali ke perusahaannya. 

"Sial! Siapa yang berani bersaing dengan seorang Alexi?" Ucap pria itu dengan tampak kesal.

"Nino!!" 

"Ya tuan?" 

"Cari tau siapa yang akan membatunya secepat mungkin."

"Baik tuan, permisi." Nino pun bergegas pergi untuk mencaritahu siapa yang akan membantu NH group dengan tanpa sebuah imbalan. 

"Berani bersaing dengan seorang Alexi, bersiaplah menerima konsekuensinya." Gumam pria itu sambil menyeringai. 

Belum sempat Nino keluar dari ruangan atasannya tiba-tiba gadis pemberani itu datang kembali dan hampir bertabrakan dengan Nino di ambang pintu.

"apa kamu berubah pikiran gadis kecil?"

"bukan, aku baru ingat kalau kamu pria yang waktu itu dan aku akan mengembalikan jas mu besok, permisi." ucap Meira dengan nafas yang ngos-ngosan.

Ia pun kembali membungkukkan tubuhnya dan pamit pergi meninggalkan Alexi.

"buang saja jas nya... aku sudah tidak membutuhkan nya..!!!" teriak Alexi.

"ch, baru kali ini seorang Alexi di permainkan seorang gadis kecil."

"Nino cepat bergerak!"

"baik tuan."

Alexi mengepalkan tangannya karena kesal telah ada yang mengusik rencananya.

***

Bersambung. . .

 

Mohon dukungannya .. bantu like, fav, gift, komen ya ...

makasih 🙏

1
Jiong Fauziyah
thor apa kamu mengantuk
Jiong Fauziyah
katanya pinterrr gimana seh
Jiong Fauziyah
harusnya ayumy kan
Jiong Fauziyah
Meira Meira
katanya gadis pintar tapi kok bodoh
selalu bertindak tanpa pikiir terlebih dahulu
Jiong Fauziyah
kadang suka keuheul ka tokoh cerita anu hese di bejaana.
Jiong Fauziyah
aseek suthornya ngantuk ya harusnya Lexy thoor bukan Nino😁🙏
Jiong Fauziyah
apakah ruang Presdir bisa dengan mudah ditemukan oleh orang yang baru pertama kali memasuki kantor?
meski Meira udah 2 kali ke kantor Lexi ttp aja yang pertama kan dia hanya di bagian depanperusahaan
Ni MadeRose Kartoediharjoe
aku nangis thor...nyesek banget ya😭
Anita Kumala Sari
meira juga oon dh punya laki msu aja diajak pergi cwo, biar kt sodara jg bisa jahat ah P. A
Anita Kumala Sari
hhaahh gampang amat, apa dksh obat tidur...
fian widy
👍🏻
Marhaban ya Nur17
ih g kelar" konflik 😀 cmn muter" itu doank
Marhaban ya Nur17
y kan akting
Marhaban ya Nur17
masuk perangkap lu berdua wkwkkw
Marhaban ya Nur17
alexi lg ekting kali y 😁 pura" tuh ama yuri
Marhaban ya Nur17
lagian lakinya udh bilang supaya jangan dekat" ama devan eh malah msh mau aja diajak keluar 🤔 oon padahal kuliah huufff
Marhaban ya Nur17
apakabar Lexi tuh di bar
Marhaban ya Nur17
sukurin lu sok" an se , lembek lu g tegas sikapnya
Marhaban ya Nur17
klasik ,,, di campur sesuatu keminuman
Marhaban ya Nur17
meira sok"an tau se klo ada apa" diem bae g bilang" uh capek kaya gini mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!