Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Ujian Pertama, Batu Penguji Bakat
Alun-alun Pusat Kota Azure Wood hari ini layaknya lautan manusia. Lebih dari tiga puluh ribu remaja dari berbagai pelosok wilayah selatan berkumpul, menciptakan atmosfer yang begitu sesak dan menegangkan. Di tengah alun-alun, berdiri sebuah panggung megah yang terbuat dari batu giok putih. Di atas panggung tersebut, berjejer sepuluh pilar batu hitam setinggi lima meter yang memancarkan aura kuno dan dingin.
Itu adalah Batu Penguji Bakat (Batu Roh Langit). Alat ini digunakan untuk mengukur tingkat kepadatan Qi, umur, serta potensi tulang kultivasi seorang kandidat.
Di barisan depan panggung, duduk beberapa pria dan wanita paruh baya dengan jubah sulaman awan perak yang megah. Mereka adalah para Tetua Sekte Pedang Azure yang bertindak sebagai juri mutlak. Di antara mereka, ada juga beberapa perwakilan dari sekte lain yang diundang untuk menyaksikan, termasuk seorang pria berwajah sangar dengan jubah merah menyala—seorang Tetua dari Sekte Api Langit.
Lin Tian berdiri di tengah kerumunan, berdampingan dengan Ye Chuan yang kini telah mengenakan seragam resmi murid dalam miliknya. Kehadiran Ye Chuan di sisi Lin Tian tak pelak memancing pandangan iri dan benci dari ratusan pemuda di sekitar mereka.
"Ujian pertama ini sangat sederhana, namun kejam," Ye Chuan berbisik di samping Lin Tian, menjelaskan dengan nada serius. "Setiap kandidat cukup meletakkan telapak tangan mereka pada Batu Roh Langit dan mengalirkan Qi mereka. Batu itu akan memancarkan cahaya dengan warna yang berbeda berdasarkan bakat: Merah (Rendah), Kuning (Biasa), Hijau (Unggul), Biru (Jenius), dan Emas (Legendaris). Hanya mereka yang mencapai warna Hijau ke atas yang berhak lolos ke babak berikutnya."
Lin Tian mengangguk paham. Di dunia kultivasi Benua Azure, bakat adalah segalanya. Seseorang dengan bakat Merah atau Kuning seumur hidupnya mungkin hanya akan tertahan di Ranah Pengumpulan Qi.
"Ujian dimulai! Pendaftar nomor satu sampai sepuluh, maju!" suara seorang diaken sekte menggelegar, menggunakan gelombang suara Qi yang membungkam keributan di alun-alun.
Satu per satu remaja maju dengan tubuh gemetar. Ketika mereka menyentuh batu hitam tersebut, pilar-pilar batu mulai merespons.
"Nomor 3, Bakat Merah! Gagal!"
"Nomor 7, Bakat Kuning! Gagal!"
"Nomor 9, Bakat Hijau! Umur 16 tahun, Ranah Pengumpulan Qi Level 4! Lolos!"
Sorak-sorai dan tangisan frustrasi bersahut-shutan di setiap detiknya. Dari seratus orang pertama yang maju, bahkan tidak sampai lima orang yang berhasil memicu cahaya Hijau. Ini membuktikan betapa tingginya standar yang diterapkan oleh Sekte Pedang Azure.
Di tengah jalannya ujian, sebuah keriuhan mendadak terjadi di barisan depan. Sosok pemuda berjubah sutra merah berjalan maju dengan dagu terangkat tinggi. Tangannya yang kemarin sempat terluka oleh Lin Tian kini tampak telah dibalut dengan kain perban obat yang mahal.
Itu adalah Gu Wei.
"Lihat! Itu Tuan Muda Gu Wei dari Sekte Api Langit! Kenapa dia ikut ujian seleksi Sekte Pedang Azure?" bisik beberapa orang di kerumunan.
"Klan Gu akhir-akhir ini sangat kuat. Kudengar dia ingin menguasai teknik pedang ganda dari kedua sekte!"
Gu Wei berjalan melewati kerumunan dan sempat melirik tajam ke arah Lin Tian yang berdiri jauh di belakang. Tatapannya dipenuhi dengan kebencian mendalam sekaligus rasa superioritas. Dia seolah ingin berkata: Lihat bagaimana seorang jenius sejati bersinar!
Gu Wei melangkah ke atas panggung, lalu meletakkan telapak tangannya pada pilar batu nomor lima. Dia menarik napas dalam, memutar Qi elemen apinya yang membara, lalu menghantamkannya ke dalam batu hitam tersebut.
WUZHHH!
Pilar batu hitam itu bergetar hebat. Detik berikutnya, cahaya hijau pekat meledak keluar, dan dalam sekejap, warna itu berubah, bergeser menjadi rona Biru yang terang dan jernih!
"Bakat Biru! Umur 17 tahun, Ranah Pemurnian Meridian Level 2! Luar biasa!" teriak diaken penguji dengan mata berbinar.
Para Tetua Sekte Pedang Azure di panggung utama tampak mengangguk-angguk puas. Seorang jenius dengan Bakat Biru di ranah Pemurnian Meridian adalah aset berharga yang jarang ditemukan di kota sekecil ini. Di kursi undangan, Tetua dari Sekte Api Langit tampak tertawa bangga, merasa wajah sektenya terangkat tinggi oleh pencapaian Gu Wei.
Gu Wei menurunkan tangannya, tersenyum pongah ke arah penonton, lalu berjalan turun dengan langkah angkuh. Saat melewati barisan peserta, dia sengaja mendekati posisi Lin Tian.
"Sampah desa tetaplah sampah desa," desis Gu Wei dengan suara rendah yang penuh ancaman. "Kekuatan fisik mentahmu kemarin tidak ada artinya di depan bakat spiritual yang sesungguhnya. Aku akan menunggumu di babak pertarungan, jika... kamu bahkan bisa lolos dari batu penguji ini."
Lin Tian bahkan tidak melirik Gu Wei. Baginya, tingkat pemikiran Gu Wei terlalu dangkal. Fisik Suci Yang Terbalik miliknya adalah sesuatu yang melampaui logika dunia fana ini. Dia justru mengkhawatirkan hal lain: Apakah Batu Roh Langit ini mampu menahan bobot energi dari fisik sucinya tanpa hancur?
Waktu terus berjalan, hingga akhirnya diaken penguji meneriakkan nomor registrasi Lin Tian.
"Nomor 2450, Lin Tian! Maju!"
Mendengar nama itu disebut, beberapa pasang mata yang kemarin menyaksikan keributan di jalan kota langsung menoleh dengan penuh minat. Ye Chuan menepuk pundak Lin Tian perlahan. "Semoga berhasil, Saudara Lin. Tunjukkan pada mereka."
Lin Tian berjalan dengan langkah tenang. Jubah hitamnya yang sederhana tampak kontras dengan pakaian mewah para tuan muda klan besar di sekelilingnya. Namun, pembawaannya yang tegak dan tatapan matanya yang sedalam lautan memberikan kesan misterius yang tak bisa diabaikan oleh para Tetua di panggung.
"Bocah itu... aura tubuhnya sangat aneh. Mengapa aku tidak bisa mendeteksi fluktuasi Qi-nya dengan jelas?" salah satu Tetua Sekte Pedang Azure mengernyitkan dahi, merasa ada yang tidak beres dengan persepsi spiritualnya sendiri.
Lin Tian tiba di depan pilar batu nomor tiga. Dia menatap permukaan batu hitam yang dingin itu selama beberapa detik. Di dalam tubuhnya, garis-garis perunggu kuno di bawah kulitnya mulai bergetar samar, seolah merasakan tantangan dari alat penguji tersebut.
‘Tenang... tekan energinya, jangan biarkan seluruh esensi Fisik Suci keluar sekaligus,’ batin Lin Tian mengingatkan dirinya sendiri. Jika dia melepaskan seluruh kekuatan Fisik Suci Yang Terbalik tanpa ditahan, dia khawatir panggung giok ini akan rata dengan tanah.
Lin Tian perlahan mengangkat tangan kanannya, lalu menempelkan telapak tangannya pada permukaan Batu Roh Langit.
Satu detik... dua detik... pilar batu itu tetap gelap gulita. Tidak ada cahaya yang keluar sama sekali.
Melihat hal itu, Gu Wei yang menonton dari bawah panggung langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Lihat! Jangankan warna merah, batu itu bahkan tidak merespons! Dia benar-benar sampah tanpa sepeser pun Qi di tubuhnya!"
Beberapa penonton juga mulai berbisik kecewa, mengira bahwa rumor tentang kehebatan Lin Tian kemarin hanyalah isapan jempol belaka.
Namun, para Tetua di panggung utama justru berdiri dari kursi mereka dengan wajah yang dipenuhi ketakutan yang luar biasa. Sebagai kultivator tingkat tinggi, mereka tidak melihat kegelapan pilar batu sebagai kegagalan. Mereka mendengar sesuatu yang tidak didengar oleh orang biasa.
KRETEK... KRETEK...
Permukaan Batu Roh Langit yang sekeras baja meteorit itu tiba-tiba mulai memunculkan retakan-retakan kecil yang menjalar bagaikan jaring laba-laba. Batu itu bergetar hebat, bukan karena mengalirkan energi, melainkan karena menahan beban tekanan yang teramat sangat masif dari telapak tangan Lin Tian!
‘Gawat, energinya terlalu padat!’ Lin Tian menyadari hal itu. Dia segera menarik kembali tangannya setengah inci.
Tepat saat tangan Lin Tian mengendur, energi yang sempat tertahan di dalam batu meledak keluar dalam satu kejutan instan.
BOOMMMM!!!
Bukan cahaya merah, hijau, atau biru yang keluar. Melainkan sebuah pilar cahaya Emas Kuno yang sangat pekat dan murni melesat lurus ke atas menembus awan, membelah langit siang Kota Azure Wood menjadi dua bagian! Tekanan ilahi yang dihasilkan dari cahaya emas itu begitu kuat hingga membuat ribuan kandidat di alun-alun secara tidak sadar berlutut ke tanah karena kaki mereka lemas.
Bakat Emas! Bakat tingkat Legendaris yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun di Benua Azure!
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉