Halo semuanya 👋😁
Perkenalkan ini novel pertamaku. Jadi mohon pengertiannya ya, kalau novel ini belum sebagus novel-novel yang lain.
Karena jujur, aku masih dalam tahap belajar menulis yang baik dan benar nih guys 😄
Jadi mohon pengertiannya, untuk semua readers yang mampir disini 😘😘
👇👇👇
Demi membayar hutang kelurganya Siska harus masuk di Universitas terbaik se Indonesia yaitu; Universitas Dharma Wijaya. Agar ketika lulus nanti, Siska bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga dia bisa menafkahi dan melunasi semua hutang kelurganya.
Namun siapa sangka, dalam perjalanan perkuliahannya Siska harus mendapatkan banyak rintangan. Ada seorang mahasiswi yang tidak suka dengan Siska dikampus. Karena melihat Siska yang terus berurusan dengan Felix cowok yang disukai oleh mahasiswi itu. Namun semuanya itu tidak dihiraukan oleh Siska, karena tujuan Siska berkuliah disana untuk mengubah masa depan keluarganya.
Penasaran dengan kisah mereka? Mangga dibaca yaa 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Siska maju ke depan mengikuti perintah felix.
"Gue ingin di depan semua orang, lo meminta maaf kepada gue atas perlakuan lo kemarin," ucap felix dengan senyum smirk yang dimilikinya.
Semua kaget, tapi dari kejauhan amel terlihat senang, karena melihat siska diperlakukan seperti itu.
"Aku harus bagaimana sekarang? jika aku tidak minta maaf kepadanya proses kuliah aku di kampus ini, pasti tidak akan berjalan dengan baik. Baiklah aku akan minta maaf padanya, karena memang perbuatan aku kemarin agak keterlaluan."
"Hufftt," siska mengambil nafas dalam-dalam dan mengehembuskan nya perlahan. Baiklah aku akan minta maaf ke cowok songong ini.
"Ok... gue akan minta maaf ke lo di hadapan semua orang yang ada disini," ucap nya kepada felix.
"Selamat siang semuanya, saya siska pricilia mahasiswa baru di universitas Dharma Wijaya, saat ini berdiri di hadapan kalian semua dengan maksud untuk meminta maaf kepada mahasiswa yang bernama Felix Wijaya atas perlakuan saya kemarin. Sekali lagi saya minta maaf," ucap siska sambil menundukan kepala nya, pertanda bahwa siska dengan tulus meminta maaf kepada felix.
"Haha...rasain lo, emang enak gue kerjain.
Tapi, ini belum seberapa dengan apa yang sudah lo lakukan ke gue kemarin. Sepertinya akan lebih bagus lagi kalau gue kerjain lo lagi."
"Tapi gimana ya? Gue belum bisa memaafkan lo. Gue mau lo minta maaf sambil berlulut di depan gue dan gue akan memaafkan lo," ucap felix sambil menatap siska dengan tatapan meledek.
Dengan spontan siska menatap felix dengan sangat geram, karena permintaan maaf nya ditolak dan dia disuruh berlulut agar felix memaafkannya.
"Eh cowok songong, lo udah gila ya? Otak lo dimana hah? Ngapain lo suruh-suruh gue untuk berlulut di kaki lo. Memang nya lo siapa!! Tuhan?? Bukan kan?" teriak siska pada felix dihadapan semua MABA dan para BEM yang ada, karena siska sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya.
"Berani banget ya lo, teriak-teriak di depan gue. Lo mau tahu gue siapa?" tanya felix dengan intonasi yang cukup tinggi.
"Gue felix wijaya, dan keluarga gue pemilik kampus ini. Asal lo tahu ya, kalau sampai hal ini terdengar di telinga rektor siap-siap lo akan angkat kaki dari kampus ini," ucap felix pada siska dan felix langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Kalau sampai dia lapor hal ini ke rektor, bisa habis gue. Tapi kan, perbuatan dia itu nggak manusiawi banget. Ya kali, aku disuruh berlulut dihadapan semua orang untuk mendapatkan maaf dari dia. Kenapa sih nasib aku gini-gini amat. Baru juga ospek sudah seperti ini."
Akhirnya semua MABA disuruh untuk pulang dan kembali lagi besok. Tapi tidak dengan siska. Dia dipanggil untuk menghadap ketua BEM diruangan senat.
"Tok....tok....tok...."
Siska mengetuk pintu ruangan senat.
"Silahkan masuk," teriak suara laki-laki dari dalam ruangan itu.
Siska membuka pintu dan masuk ke dalam. Kedatangan nya sudah ditunggu oleh erik selaku ketua BEM universitas dharma wijaya.
"Selamat siang kak, ada perlu apa kakak sama saya? sehingga memanggil saya ke sini," tanya siska pada kak erik dengan sedikit takut.
"Kamu siska pricila kan? MABA yang dipilih untuk menerima beasiswa prestasi dikampus ini, apakah betul?" tanya kak erik pada siska.
Siska mengangguk dan menjawab: "Benar kak, itu saya."
"Kalau boleh tahu, apa yang kamu lakukan untuk felix sampai menimbulkan kejadian seperti tadi?" tanya kak erik penasaran.
"Kemarin pas di kantin saya menyiram muka felix dengan air kak. Tapi... itu saya lakukan karena dia bersikap tidak sopan di tempat saya bekerja kak. Makanya saya lakukan itu ke dia agar dia tidak semena-mena lagi. Tapi, waktu kejadian di coffe shop tempat saya bekerja, saya benar-benar tidak tahu kalau dia felix wijaya kak."
Erik menatap siska dan berkata: "Oh...jadi, kalau dia bukan felix wijaya maka kamu tidak akan menyesali perbuatan mu?"
"Bukan begitu kak... siapa pun dia tapi dia yang bersalah, maka saya tidak akan menyesali perbuatan saya, dan saya tetap akan memberikan pelajaran berharga untuk orang yang berlaku seenak nya seperti cowok songong itu."
"Ups," gumam siska pelan sambil menutup mulut nya dan menepuk jidat nya.
"Aduh, ni mulut tolol banget sih. Bisa-bisanya aku nggk kontrol ucapan aku di depan kak erik. Kalau sampai dia lapor kejadian ini ke cowok songong itu gimana? Tamat lah sudah nasib gue."
"Cowok songong? Maksudnya felix ya?" tanya kak erik pada siska.
Siska mengangguk pelan dan berkata: "Kakak jangan bilang hal ini ke dia ya kak, please?" ucapnya sambil memohon pada kak erik.
Kak erik hanya tersenyum melihat tingkah siska.
"Baiklah aku tidak akan memberitahukan dia soal ini."
Siska pun merasa lega, sambil tersenyum siska pun mengucapkan terima kasih kepada kak erik. Ucapan terima kasih siska dibalas senyum indah milik kak erik.
"Tapi saya harap, kamu dapat sesegera mungkin menyelesaikan masalh ini. Karena jika tidak, proses perkuliahan kamu disini tidak akan berjalan degan baik. Mengerti dengan apa yang saya ucapkan barusan?" tanya kak erik pada siska.
"Iya kak, saya mengerti. Sekali lagi terima kasih kak."
"Sama-sama. Kalau begitu kamu boleh pergi sekarang."
Siska meninggalkan ruangan senat dan langsung menuju coffe shop untuk lanjut bekerja.
***
Pukul 22:00 malam coffe shop tutup dan siska kembali ke rumah nya. Jalan raya terlihat agak sepi karena sudah malam. Saat sedang berjalan di zebra cros, siska merasa ada yang mengikuti dia dari belakang. Siska berbalik dan menengok tapi nihil, tidak ada siapa-siapa.
"Kok perasaan aku nggak enak ya," ucapnya sambil mempercepat langkah kaki nya. Ada 3 orang yang memakai pakaian serba hitam dan topeng menutupi wajah mereka. Saat mereka melihat siska mempercepat langkah kaki nya, orang-oranng itu kemudian berlari dan mengejar siska. Siska beruntung karena ada angkot yang lewat di jalan. Dengan cepat siska menaiki angkot itu dan 3 orang misterius itu kehilangan jejak siska.
"Halo bos," ucap salah satu dari mereka yang sedang mengangkat telepon dari orang yang menyuruh mereka.
"Bagaimana dengan cewek itu? Kalian berhasil kan mengganggu nya?tanya seseorang dari telfon itu.
"Maaf bos. Kami tidak berhasil mengganggu nya. Karena dia sudah pergi menaiki angkot dan kami tidak bisa mengejar nya."
"Kalian kan ada 3 orang, masa untuk mengganggu 1 cewek saja kalian tidak bisa. Dasar letoy!" ucap cowok itu dengan sangat marah.
"Maafkan kami bos. Kami janji lain kali kami pasti akan berhasil," ucap orang suruhan cowok tersebut.
"Sudahlah, saya tidak akan memakai kalian lagi."
"Thit," telepon ditutup secara sepihak oleh cowok itu.
"Awas saja lo cewek miskin. Kali ini mungkin lo lolos dari tangan gue, tapi lihat saja lo akan menyesal nanti. Lo tunggu besok ada surprise buat lo," ucap felix dengan senyum smrik nya.
***
Di kediaman felix
Pukul 06:00 pagi felix bangun tidur, dia langsung pergi menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah siap, dia langsung ke bawah untuk sarapan dan bergegas ke kampus.
"Lho... Mama nggk kerja hari ini?" tanya felix pada mama nya.
"Mama shift sore, nanti jam 5 sore baru mama ke rumah sakit," jelas mama felix pada nya.
"Oh iya, pasien yang waktu mama tolong itu bagaimana keadaannya?"
"Pasien nya sudah pulang, tapi mama kasihan sama mereka karena harus menanggung ini semua. Apa lagi keadaan ekonomi mereka yang lumayan memprihatinkan juga.
Oh iya, kemarin mama dapat telfon dari humas kampus, katanya kamu bikin ulah lagi dikampus. Benar kamu berulah lagi?" tanya mama indah kepada felix.
Felix pura-pura tidak mendengar pertanyaan mama nya. Dia terus asik mengolesi selai di roti nya, dan langsung memakan nya tanpa menjawab pertanyaan mama nya.
"Felix mama sedang bertanya."
"Tau ah ma, aku malas jelasin itu ke mama," ucapnya kemudian mengambil tas kampus milik nya serta kunci mobil nya, dan langsung meninggalkan rumah tanpa pamit ke mama nya. Mama indah menatap kepergian anak nya itu dengan merasa bersalah.
"Felix...felix sampai kapan kamu akan seperti ini nak. Nggak nurut sama orang tua dan suka menindas teman-teman dikampus. Perempuan mana yang nanti nya dengan tulus akan menerima sifat kamu yang seperti ini, felix.
Tapi mama nggak bisa sepenuh nya menyalahkan kamu. Kamu seperti ini, karena mama dan papa selalu mengutamakan kerjaan dari pada kamu nak. Akhir nya inilah yang kami terima. Tapi, mama harap ketika kamu menemukan seseorang untuk masa depan kamu nanti, dia bisa mengubah sikap kamu perlahan-lahan."
***
Ma, pa siska ke kampus dulu ya," ucapnya sambil menyalim tangan papa dan mama nya.
"Iya nak, kamu hati-hati. Jangan lupa makan ya nak," ucap mama heni pada siska.
"Pasti ma. Papa sama mama juga jangan lupa makan ya," ucapnya dan dibalas senyum nan tulus dari kedua orang tua nya.
"Ma...pa
Semoga masalah siska dikampus bisa segera selesai ya. Siska nggak mau bikin mama papa kecewa sama siska. Apa lagi keadaan kita sekarang seperti ini.
Yang aku lakukan sekarang benar kan ma...pa? Aku tidak mungkin berlutut untuk mendapatkan maaf dari nya. Sedangkan aku nggak salah ma. Aku lakukann itu, supaya lain kali dia tidak bertindak seenaknya."
Siska pun berangkat ke kampus untuk mengikuti ospek. Saat memasuki gerbang kampus semua MABA menatap siska sambil berbisik-bisik antara satu dengan yang lain nya. Siska tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan dan dengan santai nya dia berjalan ke halaman kampus karena kegiatan ospek akan dimulai.
Sementara kegiatan sedang dilaksanakan, tiba-tiba ada seorang MABA yang melapor ke anggota BEM, bahwa dia telah kehilangan dompet beserta perhiasan nya di tas nya. Akhirnya, kegiatan dihentikan sejenak dan anggota BEM akan menggeledah semua tas MABA, MABA yang kehilangan dompet serta perhiasannya itu juga ikut menggeledah bersama anggota BEM.
Penggeledahan dimulai dari fakultas ekonomi. Setelah di prodi manajemem, selanjutnya prodi akuntansi. Beberapa mahasiswa/i telah lolos penggeledahan, dan sekarang giliran siska. Saat tas siska digeledah, mahasiswa yang kehilangan dompet dan perhiasan itu berkata: "Kak, itu dompet saya yang hilang," ucap mahasiswi itu.
Semua yang berada disitu terkejut, terlebih lagi siska karena dia tidak mengambil barang itu.
"Siska, tolong kamu jelaskan kenapa barang-barang ini bisa ada di tas kamu?" tanya anggota BEM yang menggeledah tas siska.
"Saya juga nggak tahu, kenapa sampai barang-barang ini ada di tas saya," ucap siska dengan mata yang berkaca-kaca.
Bagaimana nasib siska? Siapakah yang menjebak siska? Apakah felix? atau ada orang lain yang dengan sengaja ingin menjebak siska!
Kalau penasaran ditunggu yah update nya 😁
Jangan lupa klik like 👍 dan berikan juga comment kalian di kolom komentar. Terima kasih kepada para readers yang masih setia membaca novel ini 😊
mudah marah dan gak konsisten dia nya..
😊😊😊😊😊😡
semangat author 💪💪