NovelToon NovelToon
My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.

Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.

Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.

Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.

Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.

Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Insiden Gaun Pendek

...Suara deru napas Gavin yang memburu setelah insiden pengereman mendadak di jalanan perbukitan Bogota siang itu seolah menetapkan batasan baru di antara mereka....

...Sepanjang sisa hari, sang pengawal pribadi memilih mengunci diri dalam diam yang jauh lebih dingin, dan kaku....

...Gavin Kingsley tidak lagi sekadar menjadi patung lilin, dia berubah menjadi mesin pembunuh yang siaga penuh, menolak berinteraksi selain untuk memberikan penjaga'an yang ketat....

...Namun, bagi Larissa Moretti, kemarahan tersembunyi Gavin adalah sebuah kemenangan besar....

...Dia tahu betul bahwa di balik topeng batu dan kedok "menjaga aset" itu, sang pengawal tampan memiliki batas kesabaran yang sangat tipis jika menyangkut interaksinya dengan pria lain....

...Sifat bar-barnya tidak mereda, justru malam ini, Larissa telah menyiapkan sebuah ujian lanjutan yang jauh lebih ekstrem untuk menghantam monster kaku bergengsi tinggi itu....

...Malam itu, kediaman keluarga Moretti dipenuhi kesibukan kecil....

...Marco Moretti mengadakan pesta makan malam formal berskala eksklusif di sebuah hotel bintang lima di pusat kota, mengundang para kolega bisnis, investor asing, dan beberapa pejabat tinggi Kolombia....

...Sebagai putri tunggal dari pengusaha berwibawa asal Italia tersebut, kehadiran Larissa adalah sebuah kewajiban....

...Di dalam kamar tidurnya yang luas dan mewah, Larissa berdiri di depan cermin raksasa setinggi manusia....

...Senyuman licik yang penuh dengan niat usil terukir indah di wajah cantiknya....

...Di atas tempat tidur beludrunya, sebuah gaun malam formal berbahan sutra satin berwarna merah marun tergeletak....

...Gaun itu adalah mahakarya desainer Milan yang sengaja Larissa pilih sendiri dari lemari pakaian terdalamnya, sebuah gaun yang belum pernah dia kenakan karena ayahnya pasti akan mengomel jika melihatnya....

..."Larissa, kamu yakin mau memakai gaun itu?" Bianca, yang datang berkunjung untuk membantu Larissa bersiap, menatap gaun itu dengan mata membelalak cemas....

..."Gaun itu... bukankah terlalu berisiko?"...

..."Justru karena berisiko, ini akan menjadi sangat menyenangkan, Bianca," jawab Larissa renyah, sepasang mata hazelnya berpendar penuh binar tantangan....

...Setengah jam kemudian, persiapan selesai....

...Larissa melangkah keluar dari kamarnya, berjalan menyusuri koridor lantai dua mansion yang diterangi lampu kristal temaram....

...Setiap ketukan sepatu hak tinggi peraknya di atas lantai kayu terdengar berirama, seolah-olah ketukan itu adalah genderang perang yang dia tabuh untuk sang pengawal....

...Di ujung tangga utama lantai bawah, Gavin Kingsley sudah menunggu....

...Pria berusia 30 tahun itu berdiri tegak dengan posisi siap sempurna, mengenakan setelan jas tiga potong hitam mahalnya yang seperti biasa, sangat rapi tanpa cela seujung kuku pun....

...Kemeja putihnya dikancingkan rapat hingga ke leher, dipadu dasi sutra hitam, memancarkan aura rapi yang ekstrem dan kaku....

...Wajahnya datar bak pahatan marmer, sepasang mata biru cerahnya menatap lurus ke depan dengan ketenangan yang begitu alami....

...Namun, begitu suara ketukan sepatu hak tinggi Larissa mendekat dan sosok gadis itu mulai menuruni undakan tangga, fokus Gavin seketika terganggu....

...Mata biru cerah Gavin membelalak kecil, dan untuk pertama kalinya dalam hari itu, topeng batu di wajahnya retak total....

...Larissa Moretti berjalan turun dengan anggun bak seorang dewi, namun gaun yang dikenakannya benar-benar membuat kewarasan Gavin di ambang kehancuran....

...Gaun sutra satin merah marun itu melekat ketat, membingkai setiap lekuk tubuh ramping Larissa dengan sempurna....

...Yang membuat rahang Gavin mengeras seketika adalah potongan bagian bawahnya, gaun malam formal yang seharusnya menjuntai hingga ke lantai itu sengaja dipotong rendah, berakhir beberapa sentimeter di atas lutut, mengekspos sepasang kaki jenjang Larissa yang seputih susu dengan begitu kontras dan menantang di bawah pencahayaan lampu kristal....

...Tidak berhenti sampai di situ....

...Saat Larissa memutar tubuhnya sedikit di undakan tangga terakhir, Gavin bisa melihat bahwa bagian belakang gaun itu memiliki potongan backless yang sangat rendah, mengekspos seluruh punggung mulus Larissa tanpa selembar benang pun menghalanginya....

...Kulit punggungnya yang seputih susu berkilau indah, memancarkan aroma wangi stroberi segar yang langsung menusuk indra penciuman Gavin begitu jarak mereka semakin dekat....

...Larissa menghentikan langkahnya tepat dua meter di depan Gavin, meniru batas radius aman yang selalu digembar-gemborkan pria itu....

...Dia memiringkan kepalanya dengan manja, menyisir rambut cokelat bergelombangnya ke samping bahu, sengaja memamerkan leher dan punggung terbukanya....

..."Bagaimana penampilanku malam ini, Pengawal pribadiku?" tanya Larissa dengan nada suara yang sengaja dibuat manis, lembut, dan penuh godaan yang memikat....

...Mata hazelnya mengerling usil, menanti reaksi panik dari sang patung lilin....

..."Apa aset Tuan Moretti ini sudah kelihatan cukup rapi untuk menghadiri pesta formal?"...

...Letupan gila dan mengerikan seketika terjadi di dalam dada sang bos mafia....

...Dinding es yang di bangun kokoh oleh Gavin runtuh berkeping-keping digantikan oleh rasa posesif membuncah di hatinya....

...Darah di dalam pembuluh darahnya mendidih hebat....

...Bayangan adanya puluhan pria asing, kolega bisnis ayahnya, atau mata-mata kartel saingan di pesta nanti yang akan menatap kaki jenjang dan punggung terbuka milik Larissa membuat jiwa Posesif Gavin dan rasa cemburunya membuncah setengah mati....

...Rasa memilikinya menolak untuk merelakan apa yang di lihat oleh matanya, juga di lihat oleh puluhan mata laki-laki lain....

...Wajah tampan Gavin memerah tipis di bagian rahang karena menahan amarah yang meledak-ledak, sementara telinganya menghangat hebat akibat salah tingkah yang bercampur dengan rasa posesif yang tidak masuk akal....

...Rasa gengsinya hancur lebur oleh insting melindungi hak miliknya....

...Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, gerakan Gavin terjadi secepat kilat, sebuah gerakan agresif yang lahir dari seorang pemimpin tertinggi dunia bawah....

...Tangan kekarnya yang terbungkus sarung tangan kulit hitam bergerak cepat ke arah kancing jasnya....

...Dengan satu sentakan kasar yang tidak biasa, Gavin melepaskan kancing jas hitam mahalnya, menanggalkan luarannya dalam hitungan detik, menyisakan dirinya yang kini hanya mengenakan rompi jas hitam dan kemeja putih ketat yang membingkai otot-otot dadanya yang bidang....

...Sebelum Larissa sempat bereaksi atau mengeluarkan tawa ejekan, Gavin melangkah maju....

...Dengan gerakan yang terkesan kasar namun penuh perhitungan agar tidak melukai kulit gadis itu, Gavin membentangkan jas hitam tebalnya yang lebar, lalu menyampirkannya dengan paksa ke atas kedua bahu Larissa....

...Jas hitam beraroma parfum maskulin bercampur kayu cendana milik Gavin yang hangat seketika membungkus tubuh ramping Larissa....

...Ukuran jas Gavin yang besar membuat tubuh Larissa tenggelam di dalamnya, menutupi seluruh punggung terbukanya yang mulus dan menyamarkan potongan gaun merahnya yang seksi hingga ke batas lutut....

...Gavin mencengkeram kedua sisi kerah jas tersebut yang kini bertengger di bahu Larissa, menahan gadis itu agar tidak bergerak menjauh....

...Jarak di antara wajah mereka kini menyusut drastis, hingga Larissa bisa merasakan embusan napas hangat Gavin yang memburu mengenai keningnya....

...Gavin menundukkan kepalanya, mengunci sepasang mata hazel Larissa dengan tatapan mata biru cerahnya yang kini menggelap total, memancarkan kilat psikopat yang penuh akan rasa posesif yang mengerikan....

...Aura mengintimidasinya begitu kuat hingga udara di sekitar tangga koridor terasa membeku....

..."Pakai ini. Atau Anda tidak boleh keluar selangkah pun dari rumah ini," perintah Gavin dengan suara bariton yang sangat rendah, dalam, bergetar menahan amarah, dan dipenuhi oleh nada posesif yang tidak menerima bantahan sedikit pun....

...Suasana tangga mansion seketika hening total, Larissa sempat tertegun selama satu detik, merasakan detak jantungnya sendiri mendadak berdegup kencang karena kedekatan fisik yang begitu dekat....

...Namun, saat matanya menangkap rahang Gavin yang mengeras dan kilat mata biru yang begitu berapi-api menatapnya, sebuah senyuman manis, menantang, dan penuh kemenangan yang sangat lebar justru kembali mengembang di wajah cantiknya....

...Sepasang mata hazelnya berpendar puas. Melihat robot kakunya baru saja mengakui kekalahan di hari pertama perang mereka.....

...***...

...***...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!