NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:923.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan ceroboh

Begitu kain pintu tenda itu tertutup rapat di belakang sosok Xavier, Azura perlahan membuka matanya yang terasa berat sekali. Pandangannya masih sedikit kabur, dan setiap inci tubuhnya terasa seolah baru saja dihantam ribuan batu besar. Nyeri dan perih menjalar dari ujung rambut hingga ujung kaki, terutama di bagian paling dalam tubuhnya yang kini terasa sakit luar biasa dan basah karena sisa cairan yang ditinggalkan Xavier.

Namun, anehnya, tidak ada rasa amarah yang membara di dalam hatinya. Tidak ada keinginan untuk membenci atau memaki lelaki yang baru saja memperlakukannya sekejam itu. Justru yang memenuhi hatinya saat ini adalah rasa bersalah yang begitu besar dan rasa pantas di perlakukan begitu.

Azura merasa, apa yang baru saja dia terima adalah bayaran yang setimpal atas semua kebohongan yang dia simpan, atas misi berbahaya yang dia lakukan, dan atas fakta bahwa dia berada di sisi Xavier untuk menjadi mata-mata. Dia merasa dia memang pantas dihina, pantas disakiti, dan pantas diperlakukan seperti benda kotoran. Ia tersenyum kecut,

"Pantas... Aku memang pantas mendapatkannya." gumamnya lirih, suaranya parau dan hampir tak terdengar.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan dari luar tenda.

"Putri Azura?" Suara itu adalah suara salah satu dayang yang ikut dengannya dari istana.

"Kami membawa barang-barang anda. Pangeran Xavier juga memerintahkan kami membantu anda bersiap. Siang ini kalian akan makan siang dengan seorang utusan dari Utara." ucap salah satu dayang.

Azura langsung duduk tegak. Utusan barat? Siapa? Apa ayahnya mengutus orang lain?

Azura menghela napas panjang, berusaha mengumpulkan sisa tenaga. Dia berusaha bangkit, meski rasanya tulang-tulangnya seperti akan lepas satu per satu. Dia meraih potongan kain gaun yang sobek berantakan di lantai, mencoba menutupi tubuhnya yang penuh memar itu sebaik mungkin. Gaun itu sudah tak berbentuk lagi, ada bagian yang robek hingga hampir tak ada gunanya dipakai, tapi setidaknya itu lebih baik daripada telanjang bulat.

"Masuklah, " ucapnya, berusaha membuat nada bicaranya terdengar tenang dan wajar, meski gagal total karena suaranya terdengar serak dan lemah sekali.

Kain pintu terbuka, membiarkan cahaya matahari siang masuk menerangi isi tenda yang berantakan itu. Kedua dayang itu masuk membawa ember berisi air hangat, kain, dan perlengkapan mandi serta pakaian ganti. Namun langkah mereka terhenti seketika, mata mereka membelalak kaget melihat pemandangan di depan mereka.

Kasur tempat sang putri berbaring tadi terlihat seperti kapal pecah. Seprai dan selimut kusut masai, ada noda cairan di sana-sini, bantal berantakan terlempar ke mana-mana. Lalu pandangan mereka jatuh pada sosok Azura yang duduk di tepi kasur. Gaunnya robek di sana-sini, rambutnya panjangnya kusut dan berantakan tak beraturan, wajahnya pucat sekali dengan bibir yang bengkak dan merah menyala.

Kedua dayang itu langsung menundukkan kepala dengan wajah yang memerah. Mereka paham betul apa yang baru saja terjadi di sini. Melihat keadaan kamar yang kacau balau dan penampilan sang putri, mereka tentu bisa menebak kalau putri dan pangeran baru saja melakukan hubungan intim yang intens.

"Pu... Putri..." ucap salah satu dayang, tak berani menatap lebih lama.

"Jangan katakan apapun,"

Kata Azura, ia berusaha berdiri meski kakinya gemetar hebat dan hampir tak sanggup menopang berat tubuhnya. Kedua dayang itu segera berlari mendekat untuk menopang tubuh majikan mereka.

"Bantu aku bersiap," perintah Azura pelan namun tegas.

"Kita tidak punya banyak waktu."

Ketika mereka membantu Azura membersihkan diri dan memandikannya dengan air hangat, keduanya kembali menahan napas dan menutup mulut karena terkejut luar biasa. Di bawah pakaian yang robek itu, seluruh tubuh Azura yang putih mulus kini penuh dengan bekas cengkeraman tangan yang membiru, bekas gigitan yang merah menyala, serta memar di sana-sini.

Mulai dari leher, dada, perut, punggung, hingga paha bagian dalam, semuanya tertutup jejak kekerasan yang begitu nyata. Jejak bahwa sang putri baru saja diperlakukan sangat ganas. Azura menyadari tatapan ngeri dan iba dari kedua pelayannya itu.

"Tutupi semuanya," perintahnya datar, matanya menatap tajam ke pantulan dirinya yang menyedihkan di cermin kecil.

"Gunakan bedak tebal, gunakan kain tambahan, apa saja. Pastikan tidak ada satu pun bekas ini yang terlihat oleh orang lain. Kalian tahu caranya kan?"

"Ba... Baik, putri. Kami mengerti," jawab mereka serempak dengan suara takut, lalu segera bekerja dengan cekatan.

***

60 puluh menit kemudian, Azura akhirnya selesai bersiap. Semua tanda-tanda memar ditubuhnya berhasil di tutupi dengan make-up. Dia puas.

"Ayo, pergi. Jangan sampai pangeran Xavier menunggu." katanya.

Mereka lalu keluar. Azura tetap berjalan dengan wajahnya seperti biasa. Sebagai putri yang terkenal angkuh dan tidak bisa disentuh. Punggungnya tegak sempurna, dagu terangkat tinggi, dan tatapan matanya kembali dingin serta berwibawa.

Tak ada satu pun orang yang bisa menebak bahwa di balik wajah cantik yang tampak bercahaya itu, tersembunyi rasa sakit yang luar biasa dan luka lebam di sekujur tubuhnya. Setiap ia melangkah, selangkangannya masih ngilu. Sejak kejadian bertahun-tahun lalu, dia memang tidak pernah di sentuh laki-laki lain lagi. Itu sebabnya rasanya seperti baru melakukan itu lagi, apalagi Xavier brutal sekali.

Saat mereka sampai di ruang makan, Xavier sudah duduk di meja makan dengan wajah datarnya. Seorang lelaki yang lain duduk berhadapan dengannya, membelakangi Azura. Dari belakang, penampilannya gagah. Usianya sepantaran Xavier. Tapi, tubuhnya familiar. Begitu pria itu berbalik, Azura kaget bukan main. Dia bahkan hampir tidak bisa menopang berat badannya sendiri kalau saja dua dayang di belakangnya tidak menahannya.

Mata Azura tetap tertuju pada laki-laki utusan dari Utara itu. Bukan, lebih tepatnya ... Laki-laki itu adalah seorang pangeran terhormat di Kerajaannya, sepupu yang tak ada hubungan n darah dengannya, juga satu-satunya sosok yang sudah membuat hidupnya hancur.

Pangeran Wessel.

Kenapa, kenapa dia ke sini?

Kau harus bersikap biasa Azura. Harus.

Gumamnya pada dirinya sendiri. Ia tersenyum, lalu kembali berjalan santai ke arah meja makan. Ketika ia tersandung sesuatu yang membuatnya hampir jatuh, Xavier segera berdiri menangkapnya. Tangan lelaki itu mencengkeram pinggangnya dan berbisik pelan di telinganya.

"Jangan ceroboh."

Hanya dua kata itu, tetapi sukses membuat pipi Azura memerah. Bagaimana tidak merah coba kalah bibir Xavier mengenai telinganya saat pria itu berbisik. Otomatis teringat percintaan brutal mereka satu jam yang lalu.

1
Lis mania
Terima kasih banyak Thor, bagus banget ceritanya 👍🙏
Hatijah Cantik
cocoklah kan katanya Xavier jg TDK bisa punya keturunan itu kata sang Ratu ibunya xavier
Hatijah Cantik
dalam sinopsisnya Xavier ,pangeran kerajaan selatan tapi dalam cerita sebelumnya dia pangeran kerajaan barat , mana yg benar nih.
Elta Sugiarti Solibut
ceritanya luar biasa menarik
Rizky Manik
👍🏻👍🏻👍🏻
Yeni Ismayani
bagus
Dewi Ansyari
Endingnya bagus banget soalnya semuanya bahagia, semoga sukses selalu thorr🥰🥰
Dewi Ansyari
Itulah hukumanmu Elish,makanya jangan fitnah Xavier,apalagi selama ini Dy
udah menderita kehilangan Azura, makanya jangan sombong dan seenaknya saja
Dewi Ansyari
Akhirnya pulang istanah juga Azura dan Violet
Dewi Ansyari
Akhirnya raksasanya mati juga,bagus bantuannya cepat datang dari istanah
Dewi Ansyari
Ternyata benar Azura masih hidup,dan Sudah punya anak cewek dengan xavier
Dewi Ansyari
Jangan2 sebelum jatuh di jurang Azura sedang hamil,dan itu anaknya dengan Xavier
Dewi Ansyari
Kasihan Orion nyesekk banget kehilangan ibunya yg sudah berjuang selama ini agar Dy selamat 😭😭😭😭
Dewi Ansyari
RAsakan kamu Xavier peneysalanmu sudah percuma
Dewi Ansyari
Astaga Azura mati thorr nyesek banget,kasihan Arion😭😭😭, dan Xavier percuma saja kamu menyesal semuanya sudah jadi bubur😡😡😡
Dewi Ansyari
Semoga saja Azura bisa menang
Dewi Ansyari
Kasihan anak Azura😭😭di siksa
Dewi Ansyari
Anak Azura siapa Ayahnya apakah Xavier atau malah orang lain
Dewi Ansyari
Kasihan Azura 😭😭😭 Dy seakan hidup sendiri karena sekarang Dy tidak punya Sandaran😭😭😭
mariama ama
akhirnya happy ending Terima kasih banyak kaka author sayangkuhh lope lope sekebon jeruk 😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!