Demi membalas budi kepada orang tua angkat yang membesarkannya, Eros Forger, CEO muda sukses, rela menerima perjodohan meski sudah memiliki kekasih yang dicintainya, Lura.
Ternyata, calon istrinya adalah Zenaya Harper, supermodel internasional yang cantik, mempesona, dan berhati tulus.
Awalnya Eros berusaha setia pada Lura, tetapi kebersamaannya dengan Zenaya perlahan menggoyahkan hatinya. Akankah ia tetap bertahan pada cinta pertamanya, atau justru jatuh cinta pada wanita yang semula tak pernah ia inginkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalicious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENEMUI LURA
Sydney - Aussie
Kini sepasang kekasih itu tengah duduk berhadapan di sebuah restoran elit di kota Sydney.
Setelah sekian lama dipisahkan oleh jarak, mereka akhirnya kembali bertemu dan melepas kerinduan yang selama ini terpendam. Namun, suasana hangat yang sebelumnya menyelimuti meja itu perlahan berubah menjadi tegang.
"Apa? Kau akan menikah?!" pekik Lura dengan wajah terkejut.
Eros menghela napas berat sebelum akhirnya menatap kekasihnya dengan tatapan penuh rasa bersalah.
"Aku dijodohkan oleh orang tuaku. Kau tahu sendiri, aku tidak bisa menolaknya. Aku ingin membalas budi kepada mereka yang sudah merawat dan membesarkanku selama ini," jelas Eros dengan suara pelan.
Mendengar hal itu, mata Lura mulai berkaca-kaca. Air mata perlahan mengalir di pipinya, memperlihatkan kesedihan yang seolah begitu dalam.
"Maafkan aku, sayang. Tapi percayalah, hatiku masih tetap milikmu,"
ujar Eros lembut, mencoba menenangkan wanita yang dicintainya.
Namun Lura menggeleng dengan air mata yang semakin deras.
"Bukan itu maksudku, Eros. Jika kau menikah dengan wanita lain, maka kau tidak akan pernah menikah denganku," ucapnya dengan suara bergetar.
"Aku akan berusaha agar kita tetap bersama," jawab Eros meyakinkan.
"Bagaimana caranya? Kau ingin menjadikanku wanita kedua dalam hidupmu? Aku tidak mau diduakan, Er," balas Lura dengan nada kecewa.
"Aku akan memikirkan caranya. Tapi untuk saat ini, aku tetap harus menikahi dengan wanita itu," ucap Eros dengan berat hati.
Kalimat itu membuat Lura terdiam. Wajahnya berubah menjadi dingin, menahan amarah dan kekecewaan yang bercampur menjadi satu.
"Baiklah. Jika kau memilih wanita itu, maka aku akan pergi dari kehidupanmu. Jangan pernah mencariku lagi,"
ucap Lura dengan nada tegas.
Ia segera berdiri dari kursinya dan berniat meninggalkan restoran tersebut. Namun, Eros dengan cepat meraih lengannya, menghentikan langkah Lura.
"Jangan tinggalkan aku... kumohon," lirih Eros.
Lura tetap membuang pandangannya, tidak ingin menatap pria yang masih menggenggam tangannya itu.
"Untuk apa aku tetap berada di sampingmu, sementara kau akan menjadi suami orang lain?" tanyanya lirih.
"Aku sangat mencintaimu. Meskipun tubuhku nanti menjadi miliknya, hatiku akan selalu menjadi milikmu. Tetaplah di sisiku," ucap Eros dengan penuh kelembutan.
Ia kemudian menjelaskan alasannya dengan suara yang tenang.
"Kau tahu apa yang akan terjadi jika aku menolak perjodohan ini? Keluarga Harper sudah mempercayakan enam puluh persen saham perusahaan mereka kepadaku. Tuan Daniel juga telah menyerahkan kepercayaannya atas seluruh aset yang dimilikinya. Aku tidak ingin mengecewakan mereka, begitu juga dengan kedua orang tuaku."
Lura perlahan menoleh dan menatap Eros. Pria itu terlihat begitu tulus dan penuh kasih kepadanya.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Lura langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Eros.
Tangannya memukul dada bidang pria itu perlahan, seolah meluapkan rasa kecewa yang selama ini ia tahan.
"Aku tidak mau kehilanganmu..." isaknya dalam pelukan Eros.
"Kau tidak akan kehilangan aku. Aku akan selalu ada untukmu, percayalah," bisik Eros sambil membalas pelukan itu dan mengusap lembut rambut Lura.
...----------------...
Malam itu, Eros baru saja tiba di hotel tempatnya menginap. Tubuhnya yang lelah langsung ia jatuhkan ke sofa setelah menutup pintu kamar.
Seharian penuh ia menghabiskan waktu bersama Lura, berusaha mengobati rasa rindu yang selama ini ia pendam.
Namun, ia sadar bahwa kebersamaan mereka hanya sementara. Besok ia harus kembali ke Brussels dan mulai disibukkan dengan berbagai persiapan pernikahannya.
Eros akhirnya sedikit merasa tenang setelah mengetahui bahwa Lura menerima kenyataan bahwa dirinya akan menikah dengan Zenaya. Meski ia tahu hati Lura mungkin terluka, Eros berjanji dalam dirinya bahwa ia akan selalu memprioritaskan Lura dan menempatkannya di atas Zenaya.
Eros memijat keningnya yang terasa berat. Sebagai seorang pria yang memiliki segalanya—karier yang sukses, kekayaan, dan kepercayaan banyak orang—hidupnya tampak begitu sempurna dari luar.
Namun, tidak dengan kisah cintanya.
Di balik semua keberhasilan yang ia miliki, hatinya justru berada dalam keadaan yang paling rumit.