NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Author kembali dengan cerita lebih menantang,ingat ya dilarang meniru karya hasil buatan asli author. Up setiap hari dijam yang sama😍


Bagaimana jadinya jika kamu terjebak di dalam kisah tragis yang kamu tulis sendiri?

Anna, seorang penulis novel, mendadak terseret masuk ke dalam naskah terbarunya yang berjudul Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Kejam. Ia terbangun dalam wujud tokoh utama wanita—seorang istri yang diabaikan, dianggap buruk rupa, dan dibenci oleh tiga pangeran berdarah dingin.

Mengetahui plot mengerikan yang menanti di depan mata, Anna harus memutar otak. Bisakah sang penulis menjinakkan tiga pangeran kejam ciptaannya, atau justru ia akan mati di tangan karakter yang ia buat sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titah Sang Kaisar dan Status Baru yang Menjerat

Di Paviliun Jinsheng, suasana terasa jauh lebih dingin dari biasanya, meski lampu-lampu lampion masih menyala terang. Mo Jiu, sang Dewa Iblis Utara, berdiri di tengah ruangan dengan tangan tertaut di belakang punggungnya. Tatapannya yang tajam menatap kosong ke arah tirai sutra yang bergoyang pelan tertiup angin malam. Pikirannya tidak sedang berada di paviliun ini, melainkan terpatri pada sosok yang baru saja ditemuinya.

"Tuan Muda, kereta sudah siap di depan," suara pengawalnya memecah keheningan, terdengar begitu hati-hati, seolah takut mengusik singa yang sedang dalam suasana hati buruk.

Mo Jiu memutar tubuhnya, raut wajahnya tetap kaku seperti topeng es. "Baiklah. Pastikan gadis pengganggu yang tadi mencoba mendekatiku segera disingkirkan dari kediamanku. Jangan sampai Nona Muda mendengar kabar yang tidak-tidak dan membuat segalanya menjadi lebih rumit."

"Baik, Tuan Muda Pertama. Hamba akan segera melaksanakan perintah," jawab pengawal itu dengan patuh, lalu segera mundur dengan langkah sunyi.

Pengawal Mo Jiu segera menyeret gadis yang tadi mencoba merayu tuannya pergi dari area paviliun, sementara Mo Jiu sendiri melangkah keluar menuju kereta kuda yang telah menunggu. Perjalanan kembali ke kediaman terasa lebih lambat dari biasanya.

Pikirannya benar-benar kacau; ia terus membayangkan wajah Tang Anning, istri yang selama ini ia abaikan, dan bagaimana sosok pemuda pengelana bernama "Xiao An" yang ditemuinya di paviliun tadi entah mengapa memiliki sorot mata yang begitu mirip dengan Anning.

Apakah ini hanya kebetulan? Atau ada sesuatu yang lebih dalam yang sedang disembunyikan oleh wanita itu? batin Mo Jiu, tangannya mengepal erat di atas pangkuannya.

Sementara itu, di Kediaman Jianwu, suasana jauh lebih panas. Tang Anning dan Shen Changge masih terlibat dalam konfrontasi yang memuncak, sebuah drama rumah tangga yang seharusnya menjadi rahasia, kini perlahan terkuak oleh penghuni kediaman.

"Anning! Aku suamimu! Di mana rasa hormatmu padaku?" teriak Shen Changge, suaranya yang parau menggema di seluruh halaman kediaman, memecah kesunyian malam. Wajahnya yang rupawan kini tampak kacau oleh emosi yang tak terbendung, urat-urat di lehernya menonjol, dan tatapan matanya yang biasanya tajam kini dipenuhi oleh amarah yang membabi buta.

Aku menatapnya dengan tatapan yang sedingin es, seolah-olah dia hanyalah debu yang tidak berharga di mataku. "Shen Changge, kau memang suamiku, tapi kau lupa satu hal mendasar. Pada malam pernikahan kita, kau mengabaikanku begitu saja. Kau tidak pernah sudi menatap wajahku, kau membiarkan rumor bodoh tentang wajah buruk rupaku menyebar, dan kau memilih untuk kabur dari tanggung jawab. Sekarang, setelah kau melihat wajahku yang sesungguhnya, kau berani menuntut kehormatan sebagai istri? Di mana kewajibanmu sebagai suami selama ini? Kau bahkan tidak pernah sudi menginjakkan kaki di kamarku, apalagi memenuhi janjimu sebagai pendamping hidup!"

Teriakanku terdengar sangat jelas, menembus dinding-dinding kayu kediaman, mencapai telinga para penjaga dan pelayan yang bersembunyi di balik pilar-pilar besar. Mereka mulai berbisik-bisik, menatapku dengan campuran antara iba dan keterkejutan.

Aku tahu, berita tentang bagaimana "istri yang terabaikan" ini kini melawan suaminya sendiri akan tersebar ke seluruh kota esok pagi. Namun, aku tidak peduli sedikit pun. Justru, aku menikmati perhatian ini. Biarkan mereka semua tahu betapa busuknya perlakuan suami-suamiku, dan perlahan aku akan membuat mereka semua tunduk dan berlutut di bawah kakiku. Kekuatan bukan hanya datang dari pedang, tapi juga dari reputasi yang tepat.

Tepat saat ketegangan mencapai puncaknya, seorang penjaga gerbang berlari masuk ke halaman utama dengan napas yang memburu dan wajah sepucat kertas. "Tuan Muda Kedua, Nona Muda! Ada titah penting dari Yang Mulia Kaisar! Harap semuanya segera bersiap!"

Suasana yang tadi penuh dengan amarah mendadak menjadi hening. Tak lama kemudian, Kasim Fu muncul dari balik gerbang utama dengan langkah yang sangat anggun namun penuh wibawa, diikuti oleh sebarisan prajurit istana yang memegang tombak dengan tegak. Kehadiran mereka membawa aura kekuasaan yang luar biasa kuat, memaksa siapa pun yang ada di sana untuk segera bersujud.

"Nona Tang, Pangeran Shen, dengarkan titah dari Baginda Kaisar!" seru Kasim Fu dengan suara yang melengking namun bertenaga.

Aku dan Shen Changge, beserta seluruh pelayan yang ada di sana, segera berlutut di atas tanah yang dingin untuk mendengarkan titah suci. Kasim Fu membuka gulungan sutra kuning keemasan itu dengan sangat perlahan dan khidmat.

"Dengan mandat surga, yang mulia Kaisar memutuskan: Tang Anning adalah sosok yang tegas, mampu menjaga keharmonisan negara di tengah kekacauan, dan memiliki kecerdasan dalam menangani strategi militer yang sulit. Dengan ini, Yang Mulia Kaisar memberikan anugerah tertinggi kepada putri Jenderal Tang, yaitu gelar Putri Tang Zhen. Terima titah!"

Aku terpaku, jantungku seolah berhenti berdetak selama satu detik. Putri Tang Zhen? Gelar kehormatan tertinggi yang hanya diberikan kepada keluarga kerajaan atau mereka yang memiliki kontribusi besar bagi negara? Ini bukan sekadar gelar, ini adalah tameng politik yang akan melindungiku sekaligus senjata untuk menghancurkan mereka yang mencoba menggangguku.

Kasim Fu menggulung kembali titahnya dan menatapku dengan senyum tipis yang penuh dengan teka-teki. "Putri Tang Zhen, silakan terima titah ini dengan segala kehormatan yang menyertainya."

"Putri Tang Zhen, terima titah dengan sepenuh hati," ucapku dengan suara yang stabil dan penuh wibawa, meskipun di dalam lubuk hatiku, aku sedang berteriak kebingungan.

"Terima kasih atas anugerah ini, Kasim Fu," kataku sambil menerima gulungan titah tersebut dengan kedua tangan.

Namun, Kasim Fu belum selesai. Dia menatapku tajam dan menambahkan, "Yang Mulia juga berpesan secara khusus untuk Anda, Putri. Semoga Anda segera berbahagia bersama ketiga suami Anda, dan segera dikaruniai keturunan untuk meneruskan kejayaan keluarga Tang dan klan suami Anda."

Kata-kata Kasim Fu itu benar-benar membuatku mati kutu. Apa? Keturunan? Kaisar sengaja mempermainkanku. Belum ada satu bulan aku menikah, dan ketiga suamiku bahkan tidak pernah menganggapku ada, apalagi menyentuhku. Bagaimana mungkin aku bisa memberikan keturunan jika mereka saja tidak pernah sudi tidur satu atap denganku?

Aku berdiri dengan perasaan campur aduk. Gelar ini memberiku kekuatan politik yang besar, namun tuntutan Kaisar adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja jika aku tidak segera melakukan sesuatu.

Aku menatap Shen Changge yang terlihat terkejut, bahkan mungkin ketakutan, dengan isi titah tersebut. Aku tahu Yang Mulia Kaisar memberiku gelar tinggi sama dengan Putri Kerajaan. Tetapi gelar ini memiliki kekuasaan yang berat bagiku. Setidaknya aku harus mulai memikirkan strategi untuk menghadapi bahaya di depan yang akan terjadi.

1
Seven Wann
karakter fl nya terlalu menye menye
Xue Lian: aduh kak... author baru pertama kali nulis karakter fl nya menye-menye...lain kali author buat karakter nya lebih badas ya🤭🤭
total 1 replies
Xue Lian
Hai...reader!!!

Terimakasih yang sudah spam like.

author punya give away buat kalian sebagai pembaca setia.

author akan masukin nama kalian sebagai karakter didalam novel author.

bagaimana? jika kalian setuju like komen author atau balas komen author "Setuju".

pastinya seru nama kalian jadi karakter dinovel author🥰🥰

ditunggu ya😍
Xue Lian
Hai, para Readers! 👋🥰

Terima kasih sudah membaca Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin. Semoga kalian menikmati setiap bab yang Author tulis.

Jika kalian menyukai cerita ini, jangan lupa beri dukungan dengan like, komentar, dan vote agar Author semakin semangat melanjutkan kisah Tang Anning dan para tokohnya. 💖

Mohon maaf ya kalau untuk saat ini Author hanya bisa update 2 bab per hari. Bukan karena tidak ingin update lebih banyak, tetapi karena Author menulis cerita ini terlebih dahulu di buku tulis, lalu menyalinnya satu per satu ke aplikasi. Jadi prosesnya memang membutuhkan waktu.

Terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Semoga kita bisa terus menikmati perjalanan cerita ini bersama. 🤗✨

Salam manis,

Author Diah Nation29 🌸
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!