NovelToon NovelToon
Takhta Berdarah Sang Don

Takhta Berdarah Sang Don

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Raven Alvaro dikenal sebagai Don Mafia paling kejam yang tak pernah memberi ampun pada pengkhianat. Dengan tangan berlumuran darah, ia membangun kekuasaannya di atas ketakutan dan kesetiaan mutlak. Bagi Raven, belas kasihan hanyalah kelemahan yang dapat menghancurkan seorang pemimpin.

Segalanya berubah ketika Aurora Valentia tanpa sengaja masuk ke dalam dunia gelap yang selama ini tersembunyi. Pertemuan mereka memicu rangkaian rahasia, pengkhianatan, dan perang antar keluarga mafia yang telah lama menunggu untuk meledak.

Di tengah hujan peluru dan lautan darah, Raven harus memilih antara mempertahankan takhta yang telah ia rebut dengan nyawa banyak orang atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang perlahan mencairkan hati beku sang Don. Namun, di dunia mafia, cinta memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 - Perjanjian yang Berbahaya

Kedatangan Bianca Rossi mengubah suasana mansion menjadi lebih tegang.

Wanita itu duduk santai di ruang tamu sambil memainkan gelas anggur di tangannya. Senyumnya tampak ramah, tetapi sorot matanya tajam, seolah sedang mengamati setiap gerakan Aurora.

Aurora memilih menjaga jarak.

Instingnya mengatakan bahwa wanita itu jauh lebih berbahaya daripada yang terlihat.

"Apa kau tidak akan memperkenalkan kami?" tanya Bianca sambil menatap Raven.

Raven meletakkan map di atas meja.

"Dia Aurora."

"Hanya Aurora?" Bianca terkekeh. "Biasanya kau menjelaskan lebih banyak."

"Itu sudah cukup."

Bianca mengangkat bahu lalu menghampiri Aurora.

"Aku Bianca."

Aurora mengangguk singkat.

"Senang bertemu denganmu."

"Aku tidak yakin kau benar-benar senang."

Aurora tidak menjawab.

Bianca tersenyum tipis. Ia menyukai orang yang berani menatap matanya tanpa rasa takut.

"Aku dengar kau dokter."

"Benar."

"Berarti kau sering menyelamatkan nyawa."

Aurora mengangguk.

"Sementara pekerjaanku justru mengambil nyawa."

Kalimat itu diucapkan Bianca dengan santai, seolah membicarakan cuaca.

Aurora menatapnya tak percaya.

Wanita itu tertawa kecil melihat ekspresinya.

"Jangan terlalu serius. Dunia tempat kami hidup memang seperti ini."

Raven berdiri.

"Langsung ke tujuanmu."

Bianca menyerahkan sebuah flashdisk.

"Informasi terbaru tentang Vittorio."

Leo segera membuka isinya di layar komputer.

Beberapa foto dan dokumen muncul.

"Dia sedang mengumpulkan para bos mafia dari wilayah utara," kata Bianca.

"Untuk apa?" tanya Leo.

"Perang."

Ruangan mendadak sunyi.

Bianca melanjutkan.

"Vittorio ingin menghabisi keluarga Alvaro sebelum akhir bulan."

Raven tetap tenang.

"Biarkan dia mencoba."

"Ada satu hal lagi."

Bianca memperbesar salah satu foto.

Di sana terlihat seorang pria tua sedang berbicara dengan Vittorio.

Aurora memperhatikan wajah pria itu.

Entah mengapa terasa tidak asing.

"Siapa dia?" tanyanya.

Bianca melirik Aurora.

"Seorang pengusaha."

Namun Raven langsung menggeleng.

"Bukan."

"Itu mantan penasihat ayahku."

Leo tampak terkejut.

"Berarti selama ini dia..."

"Pengkhianat."

Tatapan Raven berubah dingin.

"Dia akan menjadi target pertama."

Beberapa saat kemudian rapat selesai.

Bianca berpamitan, tetapi sebelum pergi ia kembali menghampiri Aurora.

"Hati-hati."

"Maksudmu?"

"Semakin dekat dengan Raven, semakin besar kemungkinan kau kehilangan orang yang kau cintai."

Setelah berkata demikian, Bianca pergi.

Aurora termenung cukup lama.

Malam harinya, Raven sedang berlatih menembak di lapangan belakang mansion.

Setiap peluru mengenai titik tengah sasaran.

Aurora yang kebetulan lewat berhenti memperhatikan.

"Kau tidak pernah meleset?"

Raven mengganti magasin.

"Kalau aku meleset, aku yang mati."

Aurora berjalan mendekat.

"Lenganmu masih terluka."

"Tidak masalah."

Aurora menghela napas.

"Duduk."

Raven menatapnya.

"Itu perintah dokter."

Entah mengapa Raven menurut.

Aurora membuka kembali perban di lengannya.

"Lukanya mulai terbuka lagi."

"Aku baik-baik saja."

"Kau keras kepala."

"Kau juga."

Aurora membersihkan luka itu dengan hati-hati.

Meski berusaha terlihat tenang, Raven beberapa kali meringis.

"Jadi kau juga bisa merasakan sakit," gumam Aurora.

Raven tersenyum tipis.

"Aku manusia."

"Aku sempat meragukannya."

Raven terkekeh pelan.

Suara tawanya membuat Aurora terkejut.

Itu pertama kalinya ia melihat Raven benar-benar tertawa, meski hanya sebentar.

Saat Aurora selesai memasang perban baru, tiba-tiba alarm keamanan berbunyi.

Leo berlari menghampiri mereka.

"Tuan!"

"Apa lagi?"

"Ada penyusup."

"Di mana?"

"Di dalam mansion."

Raven langsung berdiri.

"Semua pintu dikunci."

Para penjaga segera berpencar.

Aurora ikut merasa tegang.

Beberapa menit kemudian terdengar suara tembakan dari lantai dua.

Dor!

Dor!

Seorang penjaga jatuh bersimbah darah.

Dari balik lorong muncul sosok berpakaian serba hitam dengan wajah tertutup topeng.

Ia bergerak sangat cepat, melumpuhkan dua penjaga sekaligus.

Raven mengejar penyusup itu hingga ke balkon.

Keduanya terlibat baku tembak.

Saat penyusup hendak melompat ke atap bangunan lain, Raven berhasil menarik topengnya.

Namun hanya sepersekian detik.

Cukup untuk melihat wajah seorang wanita muda yang langsung menghilang dalam gelap.

Raven berdiri mematung.

Leo tiba di sampingnya.

"Anda mengenalnya?"

Raven mengepalkan tangan.

"Aku pernah melihat wajah itu..."

"Siapa dia?"

Raven memandang langit malam dengan tatapan tajam.

"Kalau dugaanku benar..."

"...dia seharusnya sudah mati bertahun-tahun yang lalu."

1
Sunflower_6520
Nurut ae Ra, dr pada nyawa lo melayang...
Sunflower_6520
Itu tandanya Aurora punya hati Raven... emang kayak elo? jangan kan hati, simpati aja kayaknya lo gak punya🗿
Sunflower_6520
Urusan Aurora lah, orang dia kan dokter? dimana" dokter itu tugasnya menyelamatkan, gak mungkin ada orang kritis dia biarin gitu aja
Sunflower_6520
Lama kelamaan sih Aurora bisa trauma...
Sunflower_6520
Tamu modelan apa? ini namanya penculikan 🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!