NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Kediaman Mewah Keluarga Sanjaya

​Bram Sanjaya mondar-mandir di ruang kerjanya dengan wajah pucat pasi dan rambut acak-acakan. Di sofa, putranya, Leo Sanjaya, menggigit kuku jarinya dengan panik.

​"Kenapa Vindicator belum memberi kabar?! Ini sudah jam delapan pagi!" teriak Bram frustrasi, membanting ponselnya ke atas meja. "Seharusnya pembunuh bayaran sialan itu sudah mengirimkan foto mayat Devan!"

​"PaPa... bagaimana kalau mereka gagal?" suara Leo bergetar. "Kalau Devan selamat, dia pasti akan memburu kita!"

​"Tidak mungkin! Vindicator itu legenda dunia bawah! Dia tidak pernah terkalahkan—"

​BAM!

​Pintu ganda ruang kerja berbahan kayu jati itu tiba-tiba hancur berkeping-keping, terlempar ke dalam ruangan layaknya ditabrak truk bermuatan penuh.

​Bram dan Leo tersungkur ke lantai saking terkejutnya. Dari balik debu kayu yang berterbangan, sosok jangkung Devan melangkah masuk dengan santai, kedua tangannya berada di dalam saku celana. Di belakangnya, Kapten Arya dan seluruh pasukan khusus bersenjata lengkap menyebar, mengamankan seluruh rumah.

​"Selamat pagi, Tuan-tuan," sapa Devan dengan nada riang yang terdengar sangat mengerikan di telinga ayah dan anak itu. "Kudengar kalian sedang menunggu kabar dari teman bule kalian?"

​Devan menarik tangan kanannya dari saku, melemparkan sebuah benda ke atas meja di depan Bram. Benda itu berdentang keras.

​Itu adalah pisau baja milik Vindicator yang telah patah menjadi dua, masih menyisakan bercak darah segar.

​Mata Bram melotot. Seluruh darah seakan terkuras dari wajahnya. "T-tidak mungkin... kau telah membunuhnya?!"

​"Dia yang memaksa," jawab Devan santai, melangkah mendekat dan menduduki kursi kebesaran Bram di balik meja kerja.

​"D-Devan! K-kami bisa membayar! Berapa yang kau inginkan?! Saham?! Properti?! Ambil semuanya, tapi biarkan kami pergi!" jerit Leo histeris, merangkak mundur hingga punggungnya menabrak dinding.

​Devan tertawa pelan, tawanya bergema di ruangan yang sunyi itu. Ia menopang dagunya, menatap dua pria malang itu dengan tatapan merendahkan.

​"Uang? Saham? Apakah kalian belum mengecek berita pagi ini?" Devan memberi isyarat dengan dagunya.

​Bram dengan gemetar menyalakan televisi di dinding ruangannya. Saluran berita ekonomi nasional sedang menayangkan breaking news:

​"Grup Sanjaya Dinyatakan Bangkrut. Seluruh Aset Disita Negara Atas Dugaan Pendanaan ke jahatan dan Penyelundupan Senjata Ilegal. Kepemilikan Saham Mayoritas Dialihkan ke Grup Rajawali sebagai Kompensasi Kerugian."

​"T-tidak... perusahaan ku... usahaku selama puluhan tahun..." Bram merintih pilu, meremas rambutnya sendiri.

​"Kalian merencanakan kebangkrutan untuk istriku, maka aku memberikan kebangkrutan yang nyata untuk kalian," ucap Devan sangat lantang. "Kalian mencoba mengirim pembunuh untuk istriku, maka aku memastikan kalian membusuk di penjara militer bawah tanah yang bahkan tidak memiliki sinar matahari."

​Devan berdiri, aura membunuhnya menekan ruangan itu hingga membuat napas Bram dan Leo sesak.

​"Kapten Arya," panggil Devan tanpa menoleh.

​"Siap, Jenderal!"

​"Bawa sampah-sampah ini. Pastikan mereka hidup cukup lama untuk menyesali hari di mana mereka berani menyebut nama istriku."

​"Laksanakan!"

​Pasukan khusus langsung menyeret Bram dan Leo yang terus berteriak histeris dan menangis memohon ampun. Namun, tangisan mereka tidak memunculkan sedikit pun rasa kasihan di wajah Devan. Bagi sang Dewa Perang, siapa pun yang menyentuh Clarissa, harus dihapus keberadaan nya dari muka bumi.

1
Mamat Stone
tetap semangat Thor /Good/
Mamat Stone
sehat dan sukses selalu Thor /Ok/
kiyoe: terima kasih kak sudah bersedia meluangkan waktu membaca novel saya dari bab awal sampai akhir saya mohon maaf apa bila ada kesalahan 🙏
total 1 replies
herupratama_
Bikinan Ai
kiyoe: makasih kak udah menilai dan menuduh saya mengunakan ai semoga sehat selalu ya kak
total 1 replies
herupratama_
Ura usah ngarang, megono panganan khase wong Brebes. Kiye jelas tulisane AI
kiyoe: gak sekalian kak soto tauco sama sate keong nyaa di claim juga kak makanan khas orang Brebes 🤣
total 2 replies
herupratama_
Pekalongane nding ndi su
Mrene bae dolan maring Brebes su
kiyoe: emang kalau author suruh main ke Brebes mau di jamu sama apa kak
total 1 replies
Asmara Kacau
sangat keren
Asmara Kacau
ayo up bab selanjutnya thor
kiyoe
alur cerinya sangat bagus
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Sneer/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Romi
apa²an,pendek² bener bab nya,sekalian aja sehuruf sebab su
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
😈👻😈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!