seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menemani Neta.
beberapa orang tampak terlihat duduk santai di ruang keluarga di kediaman rumah Jhon, James yang pada awalnya akan segera pulang memilih mengobrol sebentar untuk menghormati kolega bisnisnya Aldo.
"bagaimana perkembangan bisnis anda di negara ini tuan James...?"
Aldo menatap James dengan penuh rasa kagum.
"produk yang anda tawarkan kepada perusahaan kami ternyata sangat di minati di kalangan masyarakat di negara ini Mr. Aldo."
Aldo tampak sangat puas dengan jawaban James, dia tersenyum lebar mendengar jawaban yang di berikan James.
"oh iya James, kenapa kamu mengantar Clara sampai malam begini...? Apakah terjadi sesuatu tadi di perusahaan...? Atau kalian baru saja jalan jalan...?"
Jhon menatap James penuh rasa penasaran, biasanya James akan mengantarkan Clara langsung ke rumah setelah pulang kerja, tapi kali ini James mengantarkan Clara sudah hampir jam sembilan malam.
"kami baru saja menjenguk rekan kerja di rumah sakit, jadi saya tidak bisa mengantarkan Clara tepat waktu om."
Angukan kepala Jhon mengerti akan ucapan James, Jhon memaklumi akan tindakan James.
"oh... ternyata kalian baru saja menjenguk orang sakit, aku kira ada sesuatu yang penting yang terjadi."
James menatap jam di pergelangan tangannya, hampir pukul sepuluh malam dan James teringat akan menemani Neta di rumah sakit malam ini.
"om, Mr Aldo saya sepertinya harus segera pulang. Besok pagi saya ada meting di luar kantor, jadi saya permisi pamit pulang."
James perlahan berdiri dari duduknya, dia menatap ke arah Jhon dan Aldo bergantian.
Jhon yang melihat James berdiri segera mengikutinya, begitu juga dengan Aldo.
Sedangkan para wanita ada di ruang makan sejak tadi tampak sedang mengobrol asik, Jhon yang melihat James akan keluar segera memanggil Clara.
"Clara, James mau pulang."
Seru Jhon agar Clara segera datang, Clara datang dengan senyuman lebar tampak merekah di kedua ujung bibirnya.
"aku pulang dulu."
Ucap James setelah melihat Clara datang, dengan sigap Clara menautkan tangannya ke lengan James, Jhon yang melihat tingkah Clara hanya bisa menggeleng pelan.
Setelah berpamitan James segera keluar dan pergi meninggalkan kediaman rumah Jhon.
James melajukan mobilnya langsung ke apartemen James, hari ini dia akan pulang terlebih dahulu untuk menyiapkan keperluannya.
Neta yang baru saja akan terlelap terkejut mendengar suara pintu terbuka, terlihat satu perawat yang masuk ke dalam ruangan Neta dengan suntikan dan beberapa obat yang ada di tangannya.
"selamat malam mbak, malam ini pemberian terakhir obat yang di suntikan ya mbak. "
Senyuman ramah tampak dari perawat yang akan menyuntikan obat untuk Neta di selang infusnya.
Neta hanya mengangguk pasrah, karena dengan pemberian obat dari rumah sakit kondisi Neta semakin membaik seiring waktu.
"besok mbak Neta sepertinya sudah boleh pulang, saya tadi sempat dengar dokter berbicara waktu visit ke sini."
Kedua mata Neta terbuka sempurna mendengar penuturan perawat yang baru saja selesai melakukan tugasnya.
"benarkan Lis... Aku sudah boleh pulang besok, ach... Syukurlah..."
beberapa hari di rumah sakit Neta sudah dekat dengan beberapa perawat jaga di rumah sakit tersebut, dia bersyukur masih banyak orang yang sangat perhatian dengannya.
"sekarang mbak Neta istirahat, kita tunggu besok dokter ke sini ya. Kalau begitu saya permisi dulu ke ruang sebelah, masih banyak yang harus saya cek infusnya."
Lilis tersenyum sebelum pergi meninggalkan ruangan Neta, anggukan cepat Neta berikan melihat kepergian Lilis.
Pintu kamar mandi terbuka perlahan, Niko yang tampak dari dalam kamar mandi tampak sangat lelah dengan kondisinya yang menemani Neta saat di rumah sakit.
"Niko... Lebih baik kamu menginap di apartemen kak Neta, kakak lihat kamu tampak lelah."
Neta berulang kali membujuk Niko untuk tidur di apartemennya, tapi Niko selalu menolak dengan berbagai alasan.
"hmm..."
Jawab Niko yang mulai jenuh dengan kata kata yang Neta ucapkan.
Pintu kamar inap Neta kembali terbuka, tampak James datang dengan satu paper bag di tangannya.
"James..."
Lirih Neta sedikit terkejut melihat kedatangan James.
"eh... James, ngapain kamu datang...?"
Suara Niko menghentikan langkah panjang James, Niko menatap James dengan tatapan mata tidak bersahabat.
"kamu pulang, biar aku yang akan menjaga Neta malam ini."
Tatapan mata Niko beralih menatap Neta yang masih diam tanpa mau bersuara apapun.
"hmm... Oke, aku pulang ke apartemen kak Neta kalau begitu "
Tanpa berbasa basi Niko segera bangkit, dia berjalan menggambil tasnya dan tanpa berpamitan ke Neta Niko segera melangkah pergi meninggalkan Neta yang terlihat bengong melihat kepergian Niko.
"lah .. Tuh anak, gimana sih."
Gerutu Neta dalam hati, Neta melihat James yang berjalan mendekatinya.
"tidur Neta, sudah malam."
James manarik selimut neta, James berharap Neta mau menurutinya.
seperti hewan peliharaan yang di elus majikannya, Neta menurut apa yang di minta James. Dia merebahkan dirinya, sedangkan James duduk di samping ranjang milik Neta.
"tadi aku bertemu Mr Aldo di rumah Clara, ternyata Mr Aldo masih saudara dengan kedua orang tua Clara."
Neta menoleh melihat ke arah James, Neta sangat kenal dengan Mr Aldo.
"benarkah...? Wah... Dunia ini ternyata benar benar sempit, relasi bisnis kita ternyata masih saudara dengan pacar kamu ya James. Selamat kalau begitu, kamu akan lebih mudah bekerja sama dengan Mr Aldo kedepannya."
Mendengar ucapan Neta entah kenapa James merasa tidak suka, di mendengus kesal dan memilih pergi dari samping Neta.
"bagaimana pekerjaan di perusahaan, kamu bisa menghandle semuanya kan...?"
Neta melihat James yang akan duduk di kursi lipat yang akan dia menjadi tempat tidur James malam ini, helaan nafas James terdengar seperti orang frustasi.
"berat net, berat. selama kamu sakit aku semakin bertambah pekerjaannya, dan mungkin jika kamu mulai bekerja. Banyak berkas yang harus kamu cek sebelum di serahkan untuk aku tanda tangani."
Neta meraup mukanya kasar, dia mengerti maksud James.
"besok aku boleh pulang sepertinya, tadi salah satu perawat datang ke sini dan mengatakan jika besok aku boleh pulang, tapi aku harus nunggu dokter visit dulu."
James menoleh menatap Neta, di kedua ujung bibir James tampak melengkung sempurna.
"benarkah... Jadi besok aku akan membantu semua administrasi kepulanganmu, tanpa harus kembali ke apartemen."
James seakan mendapat jackpot mendengar kabar kepulangan Neta, berbeda dengan Neta, dia merasa kesal melihat reaksi James.
"sesenang itukan kamu mendengar keulanganku...?"
James memainkan bantal yang dia pegang, di saat seperti ini James tidak akan jaim menunjukan sifat ke kanak kanak an di depan Neta.
"senang dong, Dewi penyelamatku akhirnya akan kembali bersamaku dan akan menyelamatkan hidup ku di perusahaan."
Neta menggelengkan kepalanya, dia merasa jika James sangat memanfaatkan dirinya.