NovelToon NovelToon
Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Sejak istrinya memilih pergi demi pria lain, hidup Ages Sabiru hanya memiliki satu tujuan yaitu membesarkan putra semata wayangnya, Kalandra Sabiru. Dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, Ages berusaha menjadi ayah sekaligus tempat pulang terbaik bagi anaknya.
Tahun demi tahun berlalu. Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sementara Ages menjelma menjadi sosok ayah yang selalu mengutamakan putranya di atas segalanya. Di balik candaan, sarapan sederhana, dan perjalanan pulang bersama, tersimpan ikatan yang tak tergantikan.
Namun, ketika masa lalu yang telah lama mereka tinggalkan kembali muncul, hubungan ayah dan anak itu akan diuji. Mampukah cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun bertahan menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke rumah

Sudah hampir satu bulan sejak kecelakaan itu.Luka di kepala Kalandra mulai mengering.Perban di wajahnya sudah dilepas, hanya menyisakan bekas luka tipis.

Gips di tangan kirinya masih terpasang,sementara kedua kakinya perlahan mulai mendapatkan respons setelah menjalani terapi setiap hari.

Meski masih harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas, dokter akhirnya memperbolehkan Kalandra pulang ke rumah.

Dan pagi ini seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah sakit.Sean datang paling awal sambil membawa jaket milik Kalandra.

"Woi." pekik Sean ."Selamat datang di dunia luar."

Kalandra tertawa kecil. "Lebay."

"Beuh ini tuh effort gue."

Kalandra terkekeh pelan."Bosen udah sebulan gue ngobrol sama perawat terus."

"Makanya sudah saat nya lo menghirup udara luar dan menikmati hidup."

Kala melempar gulungan tisu ke arah Sean. "Jijik banget bang! Ini bukan lo banget."

Sean bergidik sambil tertawa. "Emang! Gue aja geli dengernya."

"Emang kampret lo bang "

Keduanya langsung tertawa dengan kelakuan masing-masing yang terlihat absurb.

Tamara membantu merapikan pakaian Kalandra."Pelan-pelan,dek...jangan buru-buru."

"Iya, Mi."

Tamara tersenyum mendengar panggilan itu.Panggilan yang sejak belasan tahun lalu selalu ia tunggu.

Ages berdiri di samping dokter yang sedang menjelaskan beberapa hal.

"Pak Ages."

"Iya, Dok."

"Terapi jangan sampai terputus.Kontrol sesuai jadwal.Dan yang paling penting...Kalandra harus tetap semangat,jangan banyak beban pikiran."

Ages mengangguk mantap. "Saya akan menjaganya."

Dokter kemudian menghampiri Kalandra. "Masih ingat janji sama saya?"

Kalandra tersenyum. "Harus bisa jalan lagi."

"Betul.Kita berjuang pelan-pelan dan jangan menyerah,Ok."

"Siap, Dok."

Seorang perawat mendorong kursi roda keluar dari ruang rawat.Begitu melewati lorong rumah sakit, hampir semua perawat yang selama ini merawat Kalandra melambaikan tangan.

"Hati-hati ya, Mas Kala."

"Semangat terapinya."

"Jangan lupa nanti main ke sini kalau sudah sembuh."

Sean langsung tertawa.

"Main?"

Para perawat mengangguk,justru Sean malah tertawa. "Rumahsakit udah kaya playground buat Kala,ya Mbak."

"Lebih tepatnya tempat curhat mas Sean." Ujar salah satu perawat yang sering mengobrol dengan Sean dan Kala."

"Gosip,mbak.Bukan curhat." sela Kala membuat semua orang tertawa.

"Kami maunya enggak balik lagi ke rumah sakit." Lanjut Sean.

Lagi-lagi semua ikut tertawa.Bagi para perawat dan dokter,kehadiran Kala dan Sean menjadi hiburan ringan di tengah sibuknya kerja.Apalagi bagi para perawat muda bisa cuci mata karena paras Sean dan Kala yang bagitu tampan.

Kalandra menangkupkan kedua tangannya. "Terima kasih semuanya.Udah sabar ngerawat saya."

Beberapa perawat ikut berkaca-kaca.Selama dirawat, Kalandra memang dikenal sopan dan tidak pernah menyusahkan.

"Sama-sama Mas." jawab kepala perawat.

" Mas Kala tetap semangat ya,Mas Kala pasti bisa."

Kala mengangguk,matanya menatap satu persatu wajah para perawat yang selama ini selalu sabar merawat dan menyemangati nya.Tak jarang mereka selalu menghibur dan menemaninya di saat sang Ayah harus pergi ke kantor.

.

.

.

Mobil keluarga akhirnya berhenti di halaman rumah.Begitu pintu gerbang terbuka.Kalandra langsung terdiam.Halaman rumah dipenuhi balon dan pita sederhana.

Di teras tergantung sebuah spanduk bertuliskan,

"Selamat Datang di Rumah, Jagoan Kami."

Kalandra menoleh ke arah Sean."Ini ulah siapa?"

Sean langsung menunjuk Arsen."Bukan gue.Papi tuh."

Arsen menggeleng."Bukan papi juga."

Tamara tertawa kecil. "Semuanya ikut nyiapin,dek."

Kakek Sabiru dan Kiano keluar dari dalam rumah sambil membawa senyum lebar.

"Cucu Kakek sudah pulang." Air mata pria tua itu langsung menetes.

Ages mendorong kursi roda Kalandra perlahan memasuki rumah.Begitu melewati ambang pintu,Kalandra memejamkan mata.Menghirup aroma rumah yang sudah lama ia rindukan.

'Akhirnya...aku pulang.'

Ruang tamu sudah sedikit berubah.Karpet diganti agar lebih mudah dilalui kursi roda.Beberapa sudut meja diberi pelindung.Di dekat tangga terpasang pegangan tambahan.

Kalandra memandang sekeliling dengan bingung. "Ini..."

Ages tersenyum. "Papa sama Om Arsen yang pasang.Biar kamu lebih nyaman."

Kalandra menundukkan kepala."Repot ya,pap?"

Ages langsung berjongkok di depan kursi roda putranya."Ingat? Papa pernah bilang kamu bukan beban.Jadi jangan bilang repot lagi."

Kalandra mengangguk sambil tersenyum.

Sean tiba-tiba membawa sebuah kotak besar. "Nah.Hadiah pulang buat lo,dek."

"Apa itu?"

"Buka aja."

Dengan bantuan Kiano, kotak itu dibuka.Di dalamnya terdapat sebuah konsol permainan baru lengkap dengan beberapa permainan favorit Kalandra.

Mata Kalandra langsung membesar. "Wow..Kalian patungan?"

Raka yang baru datang bersama Jevan mengangguk. "Jelas," jawab Raka dengan wajah sombong.

"Daripada nanti lo bosan di rumah." sela Jevan tersenyum. "Kalau terapi selesai, kita mabar." lanjutnya

Kalandra tertawa kecil. "Siap,thaks ya guys."

"Santai,mas bro." Raka menepuk pelan pundak Kala "Selama di rumah lo banyak makanan,apapun yang lo mau kita kasih."

Jevan langsung menoyor kepala Raka. "Songongnya! Kaya orang have aja lo."

Perdebatan kecil mereka membuat para orang dewasa tertawa.

"Jadi kapan nih acara makan-makannya?" Tanya Raka tiba-tiba membuat suasana kembali riuh.

Kiano geleng kepala sambil tertawa. "Dasar tong sampah,yang ada di pikiran lo cuma makanan doang."

.

Menjelang malam,Rumah kembali tenang.Kalandra duduk di kursi roda di balkon kamarnya.Angin malam berembus pelan.

Ages datang membawa dua gelas susu hangat. "Dingin! nih,dek.Papa bawain yang hangat.""

Kalandra menerima gelas itu. "Makasih,Pap."

Beberapa saat keduanya menikmati suasana malam tanpa berbicara.

Ages akhirnya memecah keheningan."Senang sudah pulang?"

Kalandra tersenyum. "Banget."

"Papa juga." jawab Ages,ia langsung menatap langit. "Rumah ini terasa kosong tanpa kamu."

Kalandra menoleh."Pap."

"Hm?"

"Aku bakal sembuh!"

Ages tersenyum."Tentu."

"Aku bakal jalan lagi!."

Ages mengangguk."Tentu."

"Aku bakal main basket lagi!."

Ages tertawa kecil. "Kalau gitu...kita sama-sama doa dan usaha."

Kalandra ikut tertawa. "Siap."

Ages mengusap pelan kepala putranya."Enggak usah buru-buru.Langkah pertama memang selalu yang paling sulit.Tapi papa yakin...selama kita jalan bersama, suatu hari nanti kamu akan berdiri lagi."

"Papa tau..." Kalandra memandang halaman rumah yang diterangi cahaya lampu. "Waktu pertama adek tau kaki ku lumpuh,adek ngerasa dunia adek udah hancur.Semua impian adek ikut hancur,tapi saat papa,kakek,papi,mami dan abang datang...adek merasa dunia adek ternyata baik-baik aja"

Ages menatap balik sang anak,matanya berkaca-kaca.

"Papa tau...karena nyatanya,bukan cuma dunia kamu yang hancur.Tapi dunia papa pun ikut hancur."

Kala mengangguk,ia bisa merasakannya.Semenjak dirinya kecelakan Ages terlihat begitu terpukul dan sedih.Bahkan Ages tidak peduli dengan dirinya sendiri.

Kini Kala tidak lagi melihat rumah sebagai tempat untuk menangisi masa lalu.Melainkan tempat untuk memulai perjuangan yang baru.

Karena ia tahu di rumah itu selalu ada seorang ayah, keluarga, dan sahabat yang siap menopangnya sampai ia benar-benar mampu melangkah kembali.

.......

.......

.......

...♡Sabiru♡...

🦋 Jangan lupa tinggalkan jejak readersku..🦋

1
Puji Hastuti
duh.. jadi makin penasaran aja.
Puji Hastuti
ada apa di masa lalu
Puji Hastuti
gimana ceritanya itu cewek,anaknya ages?ngaco
Puji Hastuti
kak kenapa di cerita baru,bukanya susah ya??
Puji Hastuti: bab 2
total 2 replies
Puji Hastuti
semangat Nay,kamu gak sendiri
Puji Hastuti
akhirnya kala kembali ke setelan awal 😍
Puji Hastuti
untuk teman² kala,tolong jangan tinggalin kala
Puji Hastuti
nay/Sob//Sob/
Puji Hastuti
lanjut kk
Aisyah Suyuti
good
Puji Hastuti
kala belum paham hati perempuan 🤣
Puji Hastuti
walah siapa lagi ini
Puji Hastuti
cie cie kala
Puji Hastuti
lanjut kk
Puji Hastuti
😍😍😍😍😍
Puji Hastuti
congrats kala
Puji Hastuti
semangat kala , banyak cinta yang mendukung mu 💪💪
Puji Hastuti
Alhamdulillah akhirnya kala pulang
Puji Hastuti
papa keren😍😍😍😍😍
Puji Hastuti
eh pak tua,jaga ya bicaranya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!