NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 7

Rania, adik kandung Vino yang baru saja keluar dari kamarnya sambil membawa gelas kosong, langsung mendengus sinis mendengar keributan itu. Sejak awal, Rania memang sangat membenci Tante Reni dan Shela. Dua orang itu selalu berakting sok teraniaya dan menggunakan nama "Nenek Sari" sebagai kartu AS untuk memeras rasa iba dan menekan keluarga mereka.

"Aduh, Tante, pagi-pagi jangan jualan drama di sini deh. Gak laku!" potong Rania dengan nada pedas, melangkah santai menghampiri kerumunan di ruang tamu.

"Rania! Kamu gak usah ikut campur ya! Kamu gak punya sopan santun sama orang tua!" Tante Reni melotot tak terima.

"Sopan santun buat orang yang tahu batasan, Tante," balas Rania tajam tanpa rasa takut sedikit pun. Dia menatap Shela yang makin menunduk dengan tatapan jijik.

"Lagian Shela, kamu gak usah sok ngaku-ngaku 'saudara sedarah' atau sepupu kandung Mas Vino deh di depan umum. Malu-maluin aja! Inget ya, Nenek Sari itu cuma ibu kandung Mama kamu, alias Tante Reni. Sementara Mama Indah itu anak dari almarhumah Istri Pertama Nenek Sari. Jadi antara Mas Vino dan kamu itu SAMA SEKALI GAK ADA IKATAN DARAH! Kamu cuma anak dari adik tiri mamaku!"

Kalimat Rania bagai petir di siang bolong. Wajah Shela seketika pucat pasi, sementara Tante Reni bungkam dengan bibir terkatup rapat karena rahasia kartu AS mereka dibongkar terang-terangan tanpa tedeng aling-aling. Seolah menampar mereka.

"Kalian berdua tuh selalu aja pinter manfaatin Nenek Sari," lanjut Rania makin sengit.

"Dikit-dikit 'kasihan Nenek Sari', 'inget pesen Nenek Sari'. Padahal cuma jadi tameng biar Shela bisa terus-terusan nempel ke Mas Vino dan minta dibeliin ini itu! Mbak Kiara yang jelas-jelas calon istri sahnya Mas Vino malah kalian tindas!"

"Awas saja kalau kamu berniat untuk memisahkan Mas Vino dan Mbak Kiara! Aku nggak akan tinggal diam!"

Ibu Indah menatap Rania, lalu beralih menatap Tante Reni dengan pandangan yang kian dingin. Dia baru sadar betapa selama ini ketulusan keluarganya telah dimanfaatkan dengan sangat licik oleh adik tirinya. Selama ini dia selalu menuruti keinginan ayahnya untuk menerima Reni sebagai adik dan menyayangi dia juga keturunannya. Dai melakukan hal itu sebagai rasa hormat anak kepada ayahnya.

Vino sendiri sempat tertegun sejenak mendengarkan ucapan adiknya. Penjelasan Rania makin membuka matanya lebar-lebar, betapa konyolnya dia selama ini mau diperdaya oleh status "sepupu" palsu yang digembar-gemborkan Shela. Dan dia baru sadar sekarang setelah bertahun-tahun dan bahkan selama tiga bulan ini menyakiti hati tunangannya karena lebih memprioritaskan sepupunya ini.

"Nih, Mas," Rania menepuk bahu Vino, menyodorkan tas berisi termos sup hangat yang sudah di siapkan ibunya sejak subuh tadi.

"Mbak Kiara lebih butuh Mas Vino sekarang. Biar kerikil-kerikil pengganggu di rumah ini Rania sama Mama yang sapu bersih. Ingat Mas harus minta maaf dan perbaiki kebodohan Mas Vino sebelum Mbak Kiara benar-benar menyerah!"

"Makasih, dek!"

"Mah, Vino mau ke rumah Kiara sekarang. Mau bawain sarapan dan nemenin dia istirahat."

Ibu Vino, yang akhirnya paham betapa parahnya kesalahan anak laki-lakinya semalam dan betapa manipulatifnya keponakannya itu, memegang bahu Vino. Matanya menyiratkan dukungan penuh. Dia dan keluarganya juga sangat menyayangi Kiara dan mendukung pernikahan mereka. Kiara adalah gadis yang baik dan juga sangat menghirmati mereka. Jangan sampai Vino menyesali semuanya saat terlambat.

"Pergilah, Vin. Urus Kiara. Minta maaf sama dia dan keluarganya baik-baik, Kiara pasti sangat kecewa padamu!" kata Ibu Vino lembut, lalu menoleh ke Tante Reni dengan raut wajah tak kalah tegas.

"Dan kamu, Reni... sebaiknya bawa Shela pulang. Ajari anakmu tata krama dan cara menghargai hubungan orang lain."

"Mbak?! Kok Mbak malah ngebela..."

Tanpa memedulikan racauan Tante Reni yang makin histeris, Vino berjalan melewati mereka. Vino mengangguk mantap, menatap Rania dengan rasa terima kasih yang mendalam. Ia mengambil tas itu, lalu menatap Tante Reni dan Shela untuk terakhir kalinya.

"Urusan kita di kantor dan di kehidupan pribadi sudah selesai, Shela," tegas Vino tanpa emosi.

"Mulai hari ini, jangan pernah muncul lagi di hadapanku atau Kiara."

Tanpa menunggu respon dari Tante Reni yang hendak meledak kembali, Vino melangkah lebar keluar dari rumah, memacu mobilnya dengan cepat menuju rumah Kiara, siap mempertaruhkan seluruh hidupnya demi menyembuhkan luka wanita yang dicintainya.

Melihat mobil Vino mulai bergerak perlahan, Shela yang panik setengah mati nekat berdiri di samping jendela pengemudi. Dia mengetuk-ngetuk kaca mobil Vino dengan keras, wajahnya memohon-mohon dengan derai air mata yang makin menjadi.

Vino menurunkan kaca mobilnya hanya beberapa sentimeter, menatap Shela tanpa ekspresi.

"Mas! Dengarin Shela dulu, tolong!" seru Shela cepat sebelum Vino menutup kacanya lagi.

"Shela tahu Shela salah! Shela yang bikin Mbak Kiara salah paham sama kita! Biar Shela yang datang ke rumah Mbak Kiara sekarang, Mas! Shela bakalan jelasin semuanya ke Mbak Kiara kalau kita gak ada hubungan apa-apa, kalau ini cuma kesalahpahaman!"

Shela menempelkan kedua telapak tangannya di kaca mobil, memohon.

"Shela bakalan minta maaf sambil berlutut di depan Mbak Kiara kalau perlu, asal Mas Vino jangan benci Shela. Jangan jauhin Shela kayak gini, Mas!"

Vino menatap Shela lama. Bukannya terharu, dia justru merasa makin mual melihat betapa cepatnya Shela berganti peran, dari sosok yang manja dan manipulatif menjadi 'pahlawan' yang seolah-olah mau berkorban demi hubungan orang lain.

"Kamu mau datang ke Kiara?" tanya Vino dengan suara sangat tenang, namun terasa mematikan.

Shela mengangguk cepat, matanya berbinar berharap Vino luluh.

"Iya, Mas! Shela bakalan bicara sama Mbak Kiara..."

"Untuk apa, Shela?" potong Vino dingin.

"Untuk bikin dia makin stres? Untuk nambah beban pikirannya pas dia lagi terbaring lemas karena demam tinggi dan bekas infus?"

Wajah Shela langsung mengeras seketika.

"Nggak ada yang perlu kamu jelaskan," tegas Vino, matanya menancap lurus ke mata Shela.

"Tidak ada kesalahpahaman di sini. Kiara tidak salah paham. Dia melihat semuanya dengan sangat jelas, keegoisan kamu, dan kebodohan aku."

Vino lalu menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

"Kalau kamu beneran nekat menginjakkan kaki di rumah Kiara atau berani menghubungi dia walau cuma satu kali... aku pastikan surat pemecatan kamu dari kantor keluar hari ini juga. Dan aku tidak akan ragu membawa ini ke hukum kalau kamu mulai mengganggu ketenangan Kiara."

"Mas Vino... tega banget..." bisik Shela gemetar, shock mendengarkan ancaman nyata dari Vino yang selama ini tak pernah membentaknya sama sekali.

"Jarak yang aku buat ini bukan cuma buat melindunginya Kiara, Shela. Tapi juga karena aku sudah benar-benar muak sama kamu," pungkas Vino tajam.

Tanpa menunggu balasan lagi, Vino menaikkan kaca mobilnya rapat-rapat. Ia menginjak pedal gas, meninggalkan Shela yang berdiri mematung di tengah jalan dengan wajah pucat pasi, kehilangan seluruh manipulasi dan dominasi yang selama ini ia bangga-banggakan.

1
gaby
Selang seling dong thor banyak, jgn Kiara mlulu. Kan aq penasaran sm kehancuran Vino & shela. Gmn kabar Shela, bisa kluar dr RS ga?? Dah 3bab dr kmrn isinya Kiara mlulu, krg greget jadinya
falea sezi
🤣🤣Vino cocok ma sella playing victim cwek menye menye kn yg di butuhkan Vino laki kayak prett
Masha 235
mkanya vino bisa kejebak ma Shela, vino emang butuh cwek kyak Shela, ya apa2 ngadu,ngeluh,curhat ini itu,selalu brgantung pmberian&kasihan org, biar si vino mrasa superior,mrasa dibutuhkan, beda dgn Kiara yg apa2 bisa sndiri,mandiri,jarang ngeluh..
Fri5
ini sebenarnya Kiara ada di JKT / mo ke JKT ya?
Ambu Rinddiany Thea
semoga atasannya baik ya kiara yg bisa melindungi kamu , da semoga temen temennya ga ada yg kaya siluman
sunaryati jarum
Selamat bekerja di kantor baru, sepertinya
atasan dan rekan kerja well come dengan kedatangan kamu, Kiara.Semoga kesuksesan kamu ada di sini dan menemukan jodoh yang setia.
sunaryati jarum
Kenapa marah pada Shela yang tidak tegas itu kamu sendiri, memang itu tujuan Shela memutuskan hubungan kamu dengan Kiara,lalu menjeratmu.Kamu saja yang tidak setia
nely_48
selamat bertugas d kantor jakarta kiara
lingkungan baru n suasana baru, org² baru
falea sezi
🤣🤣putus hubungan berarti elo, pcrn aya ma sella. 🤣🤣 alahh. munafik
Heni Setiyaningsih
👍👍👍👍👍 Rania pintar kamu
ryuka
jadikan lah ini pelajaran vino.. pelajaran yg sangat mahal
Ambu Rinddiany Thea
maakk oh emaaaak , ari s shela teh jelema apa siluman sih ko bebal amat ya mak ga bisa d bilangin baik2 emang stres gt ya orang nya , ambu ampe gemeretek sendiri nih mak kesel campur sari we lah 😩😩
Ambu Rinddiany Thea: oh pantesan ath , boro rek d bawa k gunung kawi, ah te jd ath 🤭😩
total 2 replies
Muft Smoker
betul Ra jgn mau d sentuh ,,
nanti km ketularan rabies ,,
Yam_zhie: astaga rabies 🤣🤣🤣
total 1 replies
mama
satu kata buat km vin,KAPOOOOKKKK..skrg mkn tu yg namanya kasihan sm shela🤣
Juvie Ja
pernyataanmu salah.kau putus tunangan dgn Kiara lebih dulu sblm memutus hbgn sma sheila hahaha rasain
Juvie Ja
mungkin kau ada rasa yg special trhdpnya sbb tau dia hati busuk apa dia ckp kau tetap telan bulat2..cinta buta
Siti M Akil
shela itu pemalas
Juvie Ja
Kiara pemilik jiwa,Sheila pemilik raga
nely_48
s dugong Shela msh menjual air mata sedih n seolah jd org tersakiti trs,, kop tah ambil s vino yg udh miskin
sunaryati jarum
Ayo Vino tolong Shela , bukankah kamu bangga dibutuhkan Shela , hingga bohong.Kalian sama- sama suka mengarang kebohongan.Untuk Kiara semoga kau segera sembuh dari luka yang ditorehkan Vino , sukses dalam pekerjaan serta mendapatkan jodoh yang menghargai pasangan
Siti M Akil: kn udh kere g bisa bayar rumah sakit 🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!