NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Preman Kampus

Ranjang Panas Preman Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: El khiyori

Bara Adikara, tumbuh dengan kebencian setelah perselingkuhan ayahnya. Ibunya meninggal dan hidupnya hancur. Ia akan terus disiksa jika tak mau menurut pada peraturan sang ayah. Begitu dewasa, Bara pun menjelma menjadi sosok yang keras dan dingin. Ia berpura-pura menjadi pecundang bodoh yang tak peduli pada semuanya. Tanpa seorangpun tahu kalau sebenarnya Bara sedang merencanakan sebuah balas dendam. Ia akan merebut semua milik ibunya, rumah dan perusahaan. Selain itu, ia juga akan menghancurkan wanita yang sudah membuat keluarganya hancur, dengan memanfaatkan anaknya. Andrea Willona, gadis itu akan Bara hancurkan, tapi disaat hati mulai ikut campur, benarkah semua akan tetap pada alurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El khiyori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Selina langsung melangkah maju, sorot matanya yang tajam menatap bergantian ke arah Andrea dan kantong-kantong belanjaan bermerek yang dibawa putrinya. Wajahnya dipenuhi rasa tidak suka dan penuh selidik.

"Dari mana saja kamu, Andrea? Dan apa semua ini?" cecar Selina dengan nada suara yang ditekan, mencoba mengintimidasi. Tatapannya beralih ke arah Bara dengan penuh tuduhan. "Bara, apa yang kamu lakukan pada putriku? Kamu sengaja membawanya pergi sampai jam segini dan membelikannya barang-barang mewah ini untuk apa? Jangan pikir Mama tidak tahu kalau kamu punya niat buruk untuk mempengaruhi Andrea!"

Pak Danu pun ikut maju, berdiri di samping Selina dengan wibawa seorang ayah yang merasa otoritasnya ditantang. "Bara! Jawab pertanyaan Mamamu. Sikapmu belakangan ini semakin keterlaluan dan tidak punya sopan santun. Sekarang kamu berani membawa Andrea pergi tanpa izin?"

Bara hanya berdiri tegak dengan posisi santai, satu tangannya bersarang di saku celana. Wajahnya datar sempurna, tatapan matanya kosong dan cuek, seolah kata-kata intimidasi dari dua orang di depannya tak lebih dari angin lalu yang membosankan. Dinding pembatasnya kembali kokoh dan tak tersentuh.

Namun, sebelum Bara membuka mulut untuk memberikan jawaban ketusnya, sebuah kejutan terjadi. Andrea tiba-tiba melangkah maju, memposisikan dirinya di depan Bara, menghalangi tubuh tegap pria itu dari tatapan menghujam ibunya.

"Ini bukan salah Kak Bara, Ma! Om!" seru Andrea dengan suara yang bergetar namun sarat akan pembelaan yang tegas.

Selina terkejut melihat reaksi putrinya. "Andrea! Apa-apaan kamu? Kenapa kamu malah membela dia?"

"Karena Kak Bara tidak bersalah!" Andrea menatap ibunya lurus-lurus, air mata mulai menggenang di pelupisnya karena menahan emosi mengingat kejadian di kampus. "Tadi di kampus pakaian Andrea kotor disiram air cat oleh anak-anak lain. Andrea menangis sendirian di koridor. Dan kalau bukan karena Kak Bara yang datang menolong Andrea, membelikan pakaian pengganti ini, dan menemani Andrea karena Andrea ketakutan, mungkin Andrea masih terjebak di sana! Kak Bara hanya berniat baik melindungiku, jadi tolong ... jangan tuduh Kak Bara yang enggak-enggak!"

Mendengar pembelaan yang meledak-ledak dari bibir Andrea, ruangan itu mendadak hening. Selina dan Pak Danu tersentak, tidak menyangka bahwa Andrea yang biasanya penurut dan polos bisa bersikap seberani itu demi membela Bara.

Sementara itu, di belakang tubuh mungil Andrea, Bara masih mempertahankan posisi diamnya yang cuek. Namun, sebaris senyum kemenangan yang tipis dan sangat samar terukir di sudut bibirnya. Mata gelapnya menatap punggung Andrea dengan binar kepuasan yang mendalam.

Bara sungguh menyukai adegan di depannya. Kepolosan Andrea telah bekerja dengan sangat sempurna melebihi dugaannya. Tanpa perlu ia mengotori tangannya atau mengeluarkan argumen, bidak kecilnya ini telah secara sukarela maju ke garis depan untuk menjadi tamengnya, menghantam balik Selina dengan rasa bersalah.

Jerat cinta dan ketergantungan yang ia tanamkan lewat permainan panas-dingin selama ini telah membuahkan hasil yang manis. Andrea telah sepenuhnya masuk ke dalam perangkap, siap melindunginya dari siapa pun, bahkan dari ibunya sendiri tanpa pernah menyadari bahwa pria yang sedang dibelanya mati-matian adalah orang yang memegang kendali atas seluruh skenario kehancuran keluarganya.

Suasana tegang di ruang tamu perlahan mencair setelah pembelaan berani dari Andrea. Selina hanya bisa terdiam membisu, sementara Pak Danu membuang muka dengan napas berat.

Tanpa memedulikan kelanjutan drama keluarga itu, Bara melangkah melewati mereka begitu saja menaiki tangga menuju kamarnya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sarat akan kemenangan.

Umpannya bekerja melampaui ekspektasi. Andrea bukan lagi sekadar mangsa yang pasrah; gadis itu kini menjelma menjadi perisai kokoh yang siap melindunginya dari arah mana pun.

Namun, roda permainan yang dirancang Bara tak selamanya berputar mulus tanpa hambatan dari luar.

Keesokan paginya, alih-alih bisa fokus menyusun strategi perebutan saham perusahaan bersama Mike, sebuah panggilan mendadak dari rektorat kampus memaksanya untuk hadir. Bara berjalan menyusuri koridor gedung utama kampus dengan langkah tenang, meskipun ia tahu agenda pertemuan hari ini sama sekali tidak bersahabat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!