NovelToon NovelToon
Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila mbil

Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Wang chunniang menoleh dengan gembira, dan melihat A Bao sedang berjongkok di samping kebun sayur kecil, tangannya sedang menyentuh tunas Hijau yang sangat kecil.

"A Bao, apakah rumput mata harimau ini benar-benar sudah bertunas?" tanya Wang chunniang tak percaya sambil menatap tunas Hijau kecil itu.

A Bao mengangguk, lalu menoleh ke arah Wang chunniang. "ibu, ini benar-benar tunas rumput mata harimau. Nanti kalau tunasnya sudah besar dan berbunga, lalu ayah makan bunganya, mata ayah akan sembuh."

"Aku akan potong ayam, siang ini kita masak sup ayam." kata Wang chunniang penuh semangat, lalu dengan cekatan berjalan menuju kandang ayam.

A Bao menyeka air liurnya di pinggir, berpikir sejenak lalu berlari kecil mengikuti Wang chunniang sambil berseru lantang. "ibu, aku mau makan ayam suwir dingin. "

***

Di dapur,

Lin Xiang sedang membantu menyalakan api. Wang chunniang mengulurkan tangannya untuk memeriksa keningnya. Melihat Lin Xiang sudah tidak demam lagi, ia pun menghela napas lega.

Setelah di kurung Wang jinya di gudang kayu selama beberapa tahun, wajah Lin Xiang sangat pucat dan tubuh nya kurus kering, seolah-olah bisa terbang tertiup angin.

Melihat Lin Xiang terus diam dan terlihat tidak semangat, Wang chunniang melirik si kecil yang sedang berjongkok di samping sambil memainkan ranting pohon dengan dua kuncir kecil di kepalanya. Ia lalu berkata pada Lin Xiang, "Ah Xiang, cepatlah sembuh. kulihat A Bao pertumbuhannya cepat sekali, bajunya sebentar lagi pasti kekecilan. Aku ingin merombaknya sedikit. Aku ingat keterampilan menjahit mu sangat bagus."

Mendengar ucapan Wang chunniang, tatapan mata Lin Xiang yang tadinya kosong perlahan terfokus pada sosok A Bao. Merasakan tatapan Lin Xiang, A Bao menoleh dan menyeringai lebar pada Lin Xiang, "bibi sangat cantik sekali."

Lin Xiang menjawab dengan suara serak, "Anak pintar."

Entah karna kata-kata Wang chunniang yang manjur, siang itu saat makan, Lin Xiang menghabiskan satu mangkuk nasi lebih banyak dari biasanya.

Sore harinya, kepala desa jiao mengantarkan surat kependudukan. Kepala desa jiao adalah seorang pria berkulit gelap dengan wajah jujur. Wang chunniang merasa tidak enak sudah merepotkannya, jadi ia memberikan sebungkus kue yang dibelinya di kota kabupaten kepada kepala desa jiao.

Saat kepala desa jiao keluar dari rumah keluarga Zhao, nenek Jiang yang baru selesai berjualan minyak wijen tak tahan untuk bergosip dengan ibu-ibu disekitarnya. " Hei, menurut kalian, apa kepala desa jiao menaksir chunniang? Wah, posisi Zhao Heng dalam bahaya dong? Kepala desa jiao kan kaya raya, dan sejak istrinya meninggal dua tahun lalu, dia belum menikah lagi."

"Chunniang memang cantik. Tadi aku juga lihat adiknya di rumah itu, kulitnya putih dan badannya kurus, cantik juga. Sekali lihat langsung tahu kalau dia bukan orang desa sini."

Sekelompok ibu-ibu itu terus bergosip ria. Wang chunniang sama sekali tidak tahu kalau dirinya tanpa sengaja sudah terseret kedalam pusaran gosip lagi.

***

Lin Xiang terus mengingat ucapan Wang chunniang. Sore itu, melihat A Bao sedang tidur siang dengan posisi terlentang di atas kang, ia mengambil rok luar gadis kecil yang tergeletak di samping. Begitu dilihat, astaga... Rok luar yang masih baru itu ternyata penuh dengan lubang, ada sekitar tujuh atau delapan lubang besar dan kecil, jelas akibat terjatuh.

Dengan cemas ia memeriksa kaki kecil A Bao yang seperti lobak putih itu. Terlihat bekas obat disana, Sepertinya Wang chunniang sudah mengobatinya. Setelah merasa lega, Lin Xiang membawa rok luar A Bao kembali ke kamarnya sendiri.

Saat A Bao bangun tidur siang, rambutnya berantakan. Dengan setengah sadar ia merangkak turun dari kang sendirian, lalu berlari kecil ke halaman mencari orang. Setelah mencari ke sekeliling, ia hanya menemukan Zhao Heng yang sedang duduk diam di halaman.

"Ayah, ibu mana?" tanya A Bao sambil memanjat ke pangkuan Zhao Heng dan bergumam.

"Pergi menyiram tanaman." jawab Zhao Heng datar tanpa ekspresi .

"Ohhhh.. Seketika A Bao meluncur turun dari pangkuan Zhao Heng, lalu dengan tega meninggalkan ayahnya begitu saja dan berlari kecil menuju kamar sebelah mencari Lin Xiang.

Lin Xiang baru saja selesai menjahit baju. Melihat A Bao masuk dengan rambut acak-acakan, ia segera memanggil A Bao mendekat.

Tadi sore saat ia mencari jarum dan benang di tempat Wang chunniang, ia melihat dua potong kain perca motif bunga biru. Ia pun memintanya, dan selagi menjahit baju A Bao tadi, ia sekalian membuat dua pita rambut tipis dari kain perca itu. Sekarang pita itu pas sekali untuk mengikat dua kuncir kecil A Bao.

Saat Lin Xiang menyisir rambutnya, mata jeli A Bao langsung menyadari ada yang berbeda pada rok luarnya.

"Bibi, di rok ini... Ada kupu-kupu kecil!" A Bao berseru kagum. Dua tangan gemuknya mengangkat rok luarnya itu. Ternyata setiap lubang di rok itu sudah ditambal dengan siluman berbentuk kupu-kupu. Kupu-kupu itu terlihat sangat hidup seolah hendak terbang keluar dari kain.

"Bibi hebat sekali." puji A Bao dengan mata terbelalak Lalu menerjang memeluk Lin Xiang.

Memeluk tubuh mungil yang empuk itu, akhirnya seulas senyum muncul di bibir Lin Xiang.

Setelah lubang-lubangnya ditambal, A Bao girang bukan main seolah mendapat baju baru. Saat Wang chunniang dan yang lainnya pulang dari kebun berry, mereka melihat A Bao berlari keluar halaman seperti kupu-kupu gemuk.

Di desa xixiang, budaya lebih mengutamakan anak laki-laki dari pada anak perempuan masih sangat kental. Karena itu, kebanyakan anak perempuan di desa ini berpakaian warna abu-abu kusam. Baju A Bao yang berwarna biru tua ini, meski tidak mencolok tapi tergolong cerah, apalagi ditambah sulaman kupu-kupu yang indah di roknya.

Saat A Bao sedang asyik berlarian di luar, seorang gadis kecil berusia sekitar tujuh atau delapan tahun yang juga berpakaian cukup bagus tiba-tiba berlari menghampiri A Bao. Wajahnya tersenyum, matanya berbinar dan bergerak lincah kesana kemari, terlihat sekali kalau dia anak yang cerdik. Ia memanggil A Bao dengan lantang, "adik A Bao!"

Ini pertama kalinya A Bao melihat ada kakak perempuan yang menghampirinya sejak ia datang ke desa ini.

Ia menghentikan langkahnya,menatap penasaran pada gadis kecil yang berlari ke arahnya.

gadis kecil itu bicara dengan luwes,"Adik A Bao,namaku Laidi,ayahku adalah kepala desa jiao."

"Kakak Lai,Lai,aku A Bao," A Bao terkekeh,lalu merogoh sakunya dan mengeluarkan cemilan untuk diberikan kepada Laidi.

"Adik A Bao,ayo aku ajak main. Aku tahu tempat yang sangat asyik,di sebelah sana. Disana ada lumpur yang bagus sekali,bisa dibentuk macam-macam." adik Laidi antusias sambil menggandeng tangan A Bao, hendak menariknya lari ke arah jembatan di sebelah timur.

Tapi A Bao berisikeras tidak mau bergerak. Ia berdiri di tempat sambil menahan tangan Laidi,lalu berteriak keras ke arah pintu rumahnya,"kakak,aku pergi main dulu ya!"

Zhao Xuan berdiri di pintu pagar. Melihat Laidi menarik A Bao dengan terburu-buru,ia tidak tahan untuk tidak menyusul. Mulutnya bergumam,"ibu,aku bawa A Bao pulang saja." Laidi ini agak mencurigakan,matanya selalu melirik kesana kemari.

Wang chunniang baru saja keluar dari dapur. Mendengar ucapan Zhao Xuan,ia agak bingung,"A Bao pergi main?"

"jangan panggil dia,ikuti saja." tiba-tiba Zhao Heng angkat bicara.

"Ayah?" Zhao Xuan tidak mengerti.

"Xuan'er,kau tidak boleh membesarkannya menjadi keledai bodoh yang polos."

Zhao Xuan:"...." yah,urusannya sama keledai lagi.

1
lin sya
aku suka karakter a bao peka trhdp tanaman dan tanah yg subur atau tdk, dan brsyukur a bao berada dkt kluarga angkat yg tulus, msih penasaran identitas a bao, 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!