NovelToon NovelToon
Lovely Rain, Sweet Heart

Lovely Rain, Sweet Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:588
Nilai: 5
Nama Author: Liana29

Diantha dan Althaf saling mengenal dan menjadi sahabat di bangku SMA..
di sekolah, mereka benar benar tidak terpisahkan, bahkan satu sekolah mengira mereka pacaran.
sebenarnya mereka sama sama memiliki perasaan cinta, hanya saja , mereka sepakat untuk selalu menjadi sahabat dan tidak akan pernah pacaran, agar persahabatan mereka langgeng..
Sayangnya Diantha tidak sanggup untuk menahan perasaannya lagi hingga membuat jarak di antara meraka..
bagaimana kisah Diantha dan Althaf dalam cinta yang rumit dan persahabatan yang ingin di jaga..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Alif

Langkah kaki Diantha dan Althaf akhirnya membawa mereka sampai di area depan gerbang sekolah yang sangat ramai..

Suasana di luar pagar begitu padat oleh hilir mudik kendaraan, mulai dari motor-motor murid yang menderu, barisan angkutan umum yang mengetem, hingga deretan mobil orang tua yang mengantre untuk menjemput anak-anak mereka. Di antara riuhnya siang itu, mata Diantha langsung tertuju pada sebuah mobil Avanza perak yang terparkir rapi di dekat pembatas jalan, tak jauh dari gerbang utama.

"Nah, jemputan aku udah sampai," kata Diantha sambil menghentikan langkahnya dan menunjuk ke arah mobil tersebut dengan dagunya.

Althaf ikut menghentikan langkah di samping Diantha. Ia menyipitkan mata, memandangi sosok pria paruh baya berkaus kerah rapi yang melambaikan tangan dari balik kaca kemudi mobil tersebut.

"Itu... Ayah kamu?" tanya Althaf penasaran, menoleh ke arah Diantha.

Diantha langsung menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. "Bukan.. itu Pak Joko. Beliau tetangga depan rumahku yang kebetulan kerjanya memang jadi driver ojek mobil online."

Melihat dahi Althaf yang agak berkerut heran, Diantha pun berinisiatif untuk memberikan penjelasan lebih lanjut sembari mereka berjalan perlahan mendekati mobil tersebut.

"Ayahku yang minta tolong langsung ke Pak Joko buat jadi penjemput tetap aku sama adikku. Sistemnya bayar bulanan gitu," jelas Diantha.

"Papah aku , orangnya emang rada protektif kalau soal keselamatan anak-anaknya. Beliau lebih percaya dan merasa jauh lebih aman kalau kami punya penjemput pasti yang sudah dikenal baik. Apalagi Ayah harus kerja sampai sore, sedangkan Mamah aku nggak bisa berkendara sama sekali. Jadi, daripada kami telantar nunggu angkot atau dapet driver asing yang nggak jelas, Papah milih opsi ini."

Althaf manggut-manggut paham, garis wajahnya menunjukkan rasa kagum. "Wah, Papah kamu keren sih, perhatian banget. Tapi emang bener, zaman sekarang mending cari aman, apalagi buat cewek kayak kamu," sahut Althaf tulus, membuat hati Diantha sedikit menghangat mendengarnya.

Begitu mereka berdua berada dalam jarak beberapa meter dari pintu mobil, kaca jendela baris kedua mendadak turun dengan cepat. Dari sana, menyembul seulas wajah anak laki-laki berusia sekitar tiga belas tahun yang memakai seragam putih biru. Wajahnya sangat mirip dengan Diantha, lengkap dengan sepasang mata yang bulat dan jernih.

"Kak Diantha! Lama banget sih, Alif udah mulai laper nih!" seru anak laki-laki itu lantang, melambaikan tangannya dengan heboh menyuruh kakaknya segera mendekat.

Diantha hanya bisa menghela napas pasrah melihat kelakuan adiknya yang tidak sabaran itu. "Iya, sebentar, Alif!" balas Diantha setengah berteriak.

Namun, perhatian Alif tidak bertahan lama pada kakaknya. Mata bocah itu langsung beralih pada sosok cowok tinggi di sebelah Diantha. Bukannya canggung atau malu, Alif justru memamerkan senyum ramah yang sangat lebar hingga deretan giginya terlihat.

"Hai Kak! Temannya Kak Diantha, ya?" sapa Alif dengan nada suara yang sangat bersahabat dan penuh rasa ingin tahu.

Althaf sempat terkejut dengan sapaan tak terduga itu, namun sedetik kemudian seringai ramah andalannya langsung terbit. Ia melangkah satu tapak lebih maju, mendekati jendela tempat Alif menjulurkan kepalanya.

" halo! Iya nih, kenalin, nama kakak, Althaf. Temen sekelas kakak Diantha mu yang paling ganteng di kelas baru," jawab Althaf penuh percaya diri, dibarengi dengan cengiran usil yang langsung membuat Diantha mencubit lengan atas cowok itu dengan gemas.

" Ya Tuhan , Althaf.. bisa nggak , nggak usah terlalu PD jadi orang?!" potong Diantha yang merasa kalau Althaf terlalu percaya diri , tetap dalam hati Diantha mengakui kalau Althaf memang ganteng

Alif justru tertawa renyah melihat interaksi kedua remaja di depannya. "Wah, Kak Althaf asyik banget! Salam kenal ya, Kak. Aku Alif, adiknya Kak Diantha yang paling ganteng juga di rumah!" balas bocah itu, tidak mau kalah narsis dengan teman baru kakaknya.

Althaf terkekeh geli melihat kepercayaan diri Alif yang ternyata tidak jauh berbeda dengannya. Ia menjulurkan tangan, mengajak adik Diantha itu untuk melakukan tos ala cowok yang langsung disambut dengan antusias oleh Alif.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!