Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16 Poin Digunakan
Pabrik Pemrosesan Air Utama Sektor 4 berdiri kokoh di balik pagar besi tinggi beraliran listrik di kawasan industri pinggiran kota.
Tangki-tangki raksasa berwarna abu-abu menjulang tinggi di bawah terik matahari siang, mengalirkan jutaan liter air bersih ke seluruh penjuru kota.
Dengan memanfaatkan keahlian Langkah Bayangan, Arka bergerak cepat seperti embusan angin.
Kakinya melompati dinding pembatas setinggi tiga meter tanpa menimbulkan suara sedikit pun, mendarat mulus di balik bayangan tumpukan pipa besi.
[Pelacak Aurik Saraf & Penglihatan Medis Aktif]
Area: Kompleks Tangki Utama Sektor 4.
[Deteksi Musuh: 6 Anggota Vipera berpakaian teknisi, bersenjata tajam dan peredam suara]
[Status Target Utama: Tabung Reaktan Cyan-Xsedang dipasang di katup distribusi utama. Sisa waktu penumpahan: 3 Menit]
"Hanya tiga menit..." gumam Arka, matanya menyipit tajam.
Ia melihat dua orang berstelan montir berdiri berjaga di dekat tangga katup pipa raksasa.
Salah seorang di antaranya memegang sebuah koper hitam tebal berlogo tengkorak melingkar, lambang kelompok Vipera.
"Cepat pasang tabung Cyan-X itu! Sebelum tim keamanan Kusuma Corp datang!" bisik salah satu penjaga dengan wajah dingin.
"Tenang saja, lima puluh detik lagi air untuk seluruh Sektor 4 akan berubah jadi cairan mematikan," balas teknisi palsu itu sambil memutar katup pengunci dengan kunci inggris besar.
Puk!
Belum sempat teknisi itu menyelesaikan putarannya, bayangan hitam melintas kilat di belakangnya.
Arka muncul tanpa suara. Mengandalkan keahlian Sentuhan Pemurni Saraf dan peningkatan fisiknya, Arka menepuk lembut titik saraf leher belakang teknisi tersebut.
"Ugh..." Teknisi itu langsung roboh pingsan ke lantai beton tanpa sempat mengerang.
Penjaga di sebelahnya tersentak kaget dan hendak menarik pistol berpembungkus silencer dari balik jaketnya. "Siapa kamu..."
Puk! Puk!
Arka bergerak lebih cepat. Tangannya memelintir pergelangan tangan penjaga itu, lalu menotok titik saraf di dada dan ketiaknya.
Senjata api itu jatuh ke tangan Arka dengan mulus, sementara penjaga tersebut ambruk lumpuh tak berdaya.
"Satu masalah selesai," bisik Arka seraya merebut koper racun Cyan-X dan menutup katup pipa rapat-rapat.
Namun, sebelum Arka sempat mengamankan racun tersebut, suara tawa dingin bergema dari arah atap bangunan utama.
Tap. Tap. Tap.
Seorang pria berambut kelabu dengan bekas luka melintang di pipinya melangkah turun dari tangga besi, diapit oleh tiga anggota Vipera bersenjata lengkap.
"Tak kusangka... ada seorang penyusup lincah yang tahu soal rencana kami," ujar pria berbekas luka itu dengan nada sinis. "Tapi kamu terlambat, Anak Muda."
Pria itu mengangkat sebuah remote kontrol kecil di tangannya.
"Tabung cadangan di tangki nomor dua sudah terhubung dengan timer otomatis. Dalam sepuluh detik, seluruh air Sektor 4 tetap akan tercemar!"
Arka membelalakkan mata. Penglihatan medisnya menyorot ke arah tangki nomor dua di seberang lapangan, sebuah pompa kecil mulai berdegung keras, siap menyuntikkan racun ke pipa utama!
[Ting!]
[Peringatan Darurat!]
[Gunakan 1000 Poin Takdir Terakhir untuk Mengaktifkan 'Hantaman Gelombang Saraf'?]
"Aktifkan sekarang!" seru Arka dalam hati.
[Sisa Poin 3000]
[Gelombang Saraf Diaktifkan!]
Arka tidak membuang waktu untuk bertarung dengan prajurit di depannya. Ia melompat dari atas platform setinggi lima meter, melayang di udara, lalu memukul keras pipa besi utama dengan telapak tangannya yang dialiri gelombang energi Sistem.
BUMM!
Hantaman bertekanan tinggi itu menciptakan gelombang kejut getaran saraf yang merambat sepanjang jalur pipa besi menuju tangki nomor dua.
Sistem kelistrikan dan pompa racun otomatis di tangki tersebut seketika mengalami konslet hebat dan meledak kecil sebelum sempat menyuntikkan zat berbahaya ke dalam air.
Pseesshhhh...
Asap hitam mengepul dari mesin pompa yang terbakar, menghentikan seluruh proses kontaminasi.
[Analisis Sistem]
Kondisi Air: 100% Steril & Aman.
Korban Jiwa: 0
Pria berbekas luka itu melotot tak percaya, mukanya memerah padam. "Bagaimana mungkin... hantaman tangan kosong bisa merusak sistem kontrol elektronik?!"
Tepat di saat yang sama, suara deru helikopter dan raungan puluhan sirene mobil keamanan Kusuma Group memecah keheningan pabrik.
Garis-garis lampu sorot helikopter langsung mengunci ke arah lokasi pimpinan Vipera dan anak buahnya.
Puluhan pasukan keamanan bersenjata lengkap pimpinan Wijaya Kusuma Menerobos masuk melalui gerbang utama, mengepung area tersebut sepenuhnya.
"Lepaskan senjata kalian dan angkat tangan!" teriak komandan keamanan melalui pengeras suara.
Melihat situasi yang sudah terkendali dan nyawa jutaan warga kota terselamatkan, Arka menyunggingkan senyum lega di balik kegelapan bayangan tangki.
[Ting!]
[Misi Selesai]