Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Malam ini Rayan dan keluarga nya telah bersiap, mereka akan datang ke rumah orang tua nya Andin. Rayan dan keluarga nya akan melamar Andin malam ini, mereka sudah tidak sabar lagi.
"Ray, akhir nya setelah sekian lama ibu akan memiliki cucu juga!" Bu Arum berkata dengan wajah sumringah.
"Tentu saja bu, Andin kan orang nya subur. Tidak seperti Melati, yang tidak bisa memberi ku keturunan!" Jawab Rayan sambil tersenyum bangga.
"Ayo kita berangkat, jangan biarkan orang tua Andin menunggu kita terlalu lama!" Pak Ilham menyudahi percakapan antara istri dan anak nya.
"Bapak benar, ayo bu kita berangkat!" Ajak Rayan.
Mereka hanya pergi bertiga ke rumah orang tua nya Andin, sebab saat ini anak kedua Arini sedang demam. Dan suami nya meminta nya untuk menjaga nya di rumah.
"Ibu penasaran seperti apa kaya nya orang tua Andin, apakah mereka lebih kaya dari orang tua nya Melati?" Bu Arum bertanya pada putra nya.
"Tentu saja bu, mereka punya banyak perusahaan di luar negeri. Jelas saja kekayaan mereka lebih banyak, kekayaan orang tua nya Melati tidak ada apa - apa nya jika di bandingkan dengan orang tua nya Andin!" Rayan membanggakan apa yang di miliki oleh Andin dan keluarga nya.
"Andin itu memang paket lengkap, sudah kaya mana bisa memberi mu keturunan lagi!" Bu Arum memuji calon menantu nya.
Rayan tersenyum bangga mendengar pujian dari ibu nya, tidak sia - sia dia selingkuh di belakang Melati. Karena orang tua nya mendukung apa yang dia lalukan
Tidak terasa, mobil yang di kemudikan oleh Rayan memasuki sebuah gerbang rumah yang menjulang tinggi. Sebuah rumah 2 lantai tampak berdiri dengan kokoh di hadapan mereka, rumah yang menjadi tempat tinggal sementara Andin dan keluarga nya.
"Rayan, ini beneran rumah orang tua nya Andin?" Tanya bu Arum dengan mata yang tak berkedip.
"Benar bu, ini adalah rumah orang tua nya Andin!" Jawab Rayan sambil mengangguk kan kepala.
"Rayan, sumpah ini bagus banget!" Bu Arum berdecak kagum melihat bangunan di depan nya.
Pintu depan terbuka, tampak Andin keluar dari dalam rumah.
"Mas Rayan, kalian sudah datang?" Andin langsung menyambut kedatangan mereka semua.
"Iya sayang, oh ya orang tua sudah pulang kan?" Tanya Rayan.
"Sudah mas, tadi sore Papa dan Mama baru saja mendapat dari London!" Jelas Andin dengan bangga.
"Wah, pasti mereka kelelahan ya karena baru saja pulang. Maaf ya, kami datang di waktu yang tidak tepat!" Ucap Bu Arum.
"Tidak papa bu, mereka sengaja pulang karena aku yang minta. Aku bilang sama mereka bahwa mas Rayan dan keluarga nya akan datang melamar!" Jelas Andin.
"Aduh, jadi tidak enak ni!" Ucap bu Arum kembali.
"Ayo pak, bu, mas Rayan!" Ajak Andin.
Mereka semua segera masuk, tidak lupa mereka membawa beberapa barang yang telah mereka beli tadi siang. Di ruang tamu, kedua orang tua nya Andin sudah menunggu.
"Selamat datang di rumah kami!" Sambut bu Salma dengan ramah.
"Terimah kasih jeng, tolong di di terima ya. Ini ada sedikit buah tangan!" Bu Arum menyerahkan barang - barang yang di bawa mereka.
Mata Andin dan bu Salma berbinar sempurna, saat melihat barang - barang mahal yang di bawa oleh Rayan dan keluarga nya. Tapi sebisa mungkin mereka menyembunyikan rasa senang itu, agar tidak terlihat kampungan di mata Rayan dan kluarga nya.
"Tidak usah repot - repot jeng!" Balas bu Salma lagi.
"Ah, tidak merepotkan kok. Apalagi ini untuk Andin, dia lan calon menantu kami!" Ucap bu Arum lagi.
Pak Ilham langsung menyalami pak Gunawan, kedua nya berusah menunjuk kan kelas keluarga mereka masing - masing.
"Mari silahkan duduk!" Ajak bu Salma ramah.
"Terimah kasih tante!" Jawab Rayan.
"Andin, siapkan minuman untuk mereka!" Bu Salma memberi perintah pada anak nya.
Andin mengangguk kan kepala nya, dia bergegas pergi ke belakang. Bu Arum melongo melihat nya, dia tidak menyangka bahwa rumah sebesar dan semewah ini tidak memiliki Art. Bu Salma dengan cepat menangkap maksud dari calon besan nya, cepat - cepat dia melakukan sesuatu.
"Maaf ya jeng, kemarin Art kami pamit pulang kampung. Kata nya orang tua nya sakit, jadi selama beberapa hari ini tidak ada Art. Lagi pula Andin itu anak yang rajin, dia bisa kok sekedar membuat minuman saja!" Jelas bu Salma.
"Oh , begitu ya. Memang ya Andin ini paket lengkap banget deh, jarang- jarang loh anak orang kaya mau membuat minuman!" Puji bu Arum untuk Andin.
Tidak berapa lama, Andin muncul dengan sebuha nampan di tangan nya. Dia menata beberapa gelas minuman di atas meja, tidak lupa dia juga membawa cemilan untuk mereka.
"Silahkan, om tante!" Andin berkata dengan ramah.
"Terima kasih sayang!" Jawab bu Arum.
Bu Salma tersenyum mendengar pujian yang ditujukan untuk anak nya, padahal apa yang di katakan nya memang bohong. Mereka tidak memiliki uang untuk sekedar menyewa seorang Art, dan rimah mewah ini bukan lah milik mereka melainkan rumah sewa.
"Oh ya pak, bu. Maaf jika kedatangan kami ke sini terbilang mendadak, habis nya Andin bilang bahwa kalian tidak lama pulang ke Indonesia. Jadi saat mengetahui bahwa kalian ada di sini, kami langsung datang kemari. Maaf jika apa yang kami bawa tidak sesuai dengan keinginan kalian!" Pak Ilham berbicara mewakili keluarga nya.
"Iya pak, kami memang jarang tinggal di Indonesia. Perusahaan kami di luar negeri tidak ada yang mengurusi nya!" Jelas pak Gunawan dengan bangga nya.
Bu Arum semakin senang mendengar nya, kali ini mereka akan mendapatkan menantu yang lebih kaya dari Melati. Sudah jelas Melati adalah anak orang kaya di negeri ini, tapi kekayaan orang tua Andin pun lebih banyak.
'Hem, tidak salah Rayan memilih Andin. Selain kaya, dia juga bisa memberikan keturunan untuk keluarga ku!' Batin Bu Arum dengan bahagia.
"Kami datang untuk melamar Andin untuk menjadi istri nya Rayan!" Kembali pak Ilham berkata.
"Pak Ilham kami menyambut baik maksud kedatangan kalian ke sini, tapi kami ini tidak bisa lama - lama tinggal di sini. Jika memang benar nak Rayan mencintai Andin, maka lebih baik pernikahan nya di lakukan secepat nya. Karena kami akan kembali ke luar negeri!" Jawab pak Gunawan.
"Jadi, lamaran kami di terima?" Tanya bu Arum memastikan.
"Tentu saja jeng, kan mereka saling mencintai. Kenapa harus di tolak!" Jawab Bu Salma.
Rayan dan keluarga nya menarik nafas lega, karena orang tua Andin tidak mempersulit pernikahan ini. Walaupun mereka orang kaya, di mata bu Arum mereka orang yang sangat baik.
terus sehat dan semangat 😍💪