NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia di Balik Kandang (21+)

Noah menggendong Ellara ala koala melewati sepanjang lorong kandang, lebih dari tiga puluh kuda menempati bilik-bilik kayu mereka masing-masing. Sebagian sudah beristirahat dengan kepala tertunduk. Sebagian lain sesekali mengibaskan ekor atau menggesekkan moncongnya ke pagar kandang.

Di ujung sudut sisi kandang berdiri tumpukan jerami yang menjulang tinggi hampir menyentuh langit langit kandang. Bal-bal jerami tersusun rapi dari lantai hingga mendekati langit-langit kayu, membentuk dinding keemasan yang memenuhi sudut ruangan.

Beberapa ikatan jerami tampak sedikit berantakan karena baru saja digunakan para pekerja. Serat-serat kering berwarna keemasan berserakan di lantai, menciptakan aroma hangat khas peternakan yang langsung terasa begitu seseorang memasuki kandang.

Cahaya lampu kuning yang menggantung di atas memantul lembut pada tumpukan jerami itu, membuat seluruh sudut kandang terlihat hangat meski malam di luar mulai terasa dingin.

Di dekat tumpukan tersebut terdapat beberapa garpu jerami, ember pakan, dan perlengkapan perawatan kuda yang tersandar rapi di dinding kayu tua. Sesekali terdengar suara kuda mengunyah jerami dari bilik mereka, menambah suasana tenang yang menyelimuti kandang malam itu.

Dari kejauhan, tumpukan jerami itu tampak seperti bukit-bukit tinggi

berwarna emas di tengah cahaya remang kandang, sementara debu halus beterbangan perlahan setiap kali angin malam menyusup melalui celah-celah dinding kayu.

Noah merapatkan punggung Ellara di tumpukan jerami yang berdiri itu, sambil terus mencumbu ellara yang berada digendongannya. Lalu kembali melumat bibir Ellara dengan penuh nafsu. Kemudian menurunkan dan mengukung tubuh gadis itu. Tangannya bergerak ke bawah mengusap area sensitif Ellara yang hanya tertutup kain segitiga tipis.

"Kau sudah sangat banjir, Ellara". Gadis itu menggigit bibirnya, memalingkan wajahnya malu.

Ellara terbelalak kaget melihat aksi tak terduga dari Noah, ia menutup mulutnya dengan rapat saat mulut hangat Noah tiba tiba turun kebawah dan menyesap lembahnya dengan begitu liar.

"Hhmmppp"...

Ellara berusaha sekuat tenaga menahan desahannya, dia ingin menolak tetapi tubuhnya tidak bisa dikendalikan. Dia malah semakin melebarkan pahanya saat Noah mengobok miliknya dengan jari jari besarnya.

Ellara benar benar tersiksa dengan permainan Noah, dia terus merapatkan mulutnya takut bersuara menganggu ketenangan kuda kuda yang berada didalam sana. Noah mendongakkan kepalanya, menatap ekspresi tersiksa Ellara. Dia segera bangkit mensejajarkan tubuhnya dengan wajah ellara, tapi tangannya tak berhenti bergerak mengobok obok lembah yang sudah sangat banjir itu.

"Hmmmm..hmpppppp..emmmmm", Ellara mendesah tertahan.

Ellara menggigit bibir bawahnya kuat, ekspresi gadis itu membuat Noah semakin bernafsu. Ellara terlihat sangat sexy sekarang, membuatnya tak tahan ingin menerkam gadis itu.

"Aah, kau sangat menggoda Ellara", bisik Noah begitu sensual. Miliknya sudah mengeras sempurna dibawah sana.

Ellara benar benar terbakar oleh nafsu, Noah segera menghentikan kocokan tangannya membuka resleting di belakang punggung membuat dress gadis itu melorot kebawah, dingin malam menusuk masuk kedalam pori pori kulitnya bercampur gairah yang semakin membara.

"Aaahhhh, tuan", Ellara meremas rambut Noah dengan kuat saat pria itu menyesap put*ngnya dengan kuat dan penuh nafsu, sebelah tangan pria itu terus meremas squishy besar Ellara.

Tangannya mulai bergerak turun, kembali kembali memasukkan jari jarinya ke lembah Ellara yang masih sangat banjir.

"Aaghhhhh...hmmppppp", Ellara menutup mulutnya merasakan kocokan tangan Noah dibawah sana begitu brutal.

"Aaahhhhhh, kau sangat sexy Ellara". Desah Noah tepat ditelinga gadis itu. Tangannya kembali bergerak mengelus punggungnya lalu turun meremas pant*t besar gadis itu.

Plakkk...

" Egghh", Ellara melenguh tertahan saat Noah menampar pant*tnya gemas. Noah melepaskan seluruh pakaiannya sehingga mereka sudah sama sama polos. Ellara menelan salivanya kasar, untuk kedua kalinya dia melihat batang besar milik Noah, dia masih merasa gugup dan takut.

Noah segera mendorong tubuh Ellara hingga berbaring ke tumpukan tebal jerami yang berada dibawah lantai, lalu segera menindih tubuh gadis itu. Noah membuka lebar paha Ellara, lalu mengelus lembah sempit yang sudah sangat basah itu.

"Mmpphhhh", Ellara menggigit bibirnya sendiri.

"Jangan digigit baby, aku lebih suka mendengar desahanmu". Ucap Noah terdengar begitu serak.

Cup..

Noah kembali melahap melahap bibir penuh Ellara kembali, tangannya meremas kuat kedua squishy Ellara sambil sesekali memainkan ujungnya yang semakin mengeras.

"Aahhh.. tu - an.. nghhhhh", Noah mulai menyusu, menghisap, dan menggigit kecil squishy besar itu, membuat Ellara hampir menangis kenikmatan. tangan Noah memegang batangnya lalu menggesekkannya dengan lembut diantara belahan Ellara. Kulit mereka saling menyentuh tanpa penghalang dan saling menggesek.

"Aahhhhhhh.. mmpphhhhhh".

Noah menatap Ellara penuh nafsu. " tu - an, nafas Ellara memburu terputus putus. Dia menatap Noah lekat, Noah paham tatapan gadis itu. Tatapan meminta tapi Ellara malu mengatakannya. Noah tersenyum nakal, ia mengarahkan batangnya ke liang milik Ellara, tapi saat batang itu hampir masuk, Noah justru membiarkannya melolos tanpa masuk, mambuat Ellara semakin frustasi.

"Ougghhhh.. aahhhhhhhh", Ellara melenguh tertahan merasakan batang besar milik Noah menerobos masuk dalam sekali hentakan, terasa sangat penuh dan sesak didalam sana. Noah semakin bernafsu merasakan gundukan kenyal itu berguncang hebat menggesek dada bidangnya tanpa penghalang seirama dengan hentakan miliknya dijempit liang sempit Ellara.

Ellara menarik tengkuk Noah tanpa malu, dengan begitu wajah mereka berdekatan. Ellara langsung menghisap bibir Noah begitu rakus. melihat aksi agresif gadis itu membuatnya semakin bersemangat dan membalas hisapan Ellara tak kalah panas, sambil terus menggempur liang Ellara tanpa ampun.

Aghhhh. aaahhhhh..yaaassshhh..ohhhhhh..ahhhh

Noah semakin mempercepat gerakannya, membuat Ellara semakin terbakar nafsunya. Tubuh Noah semakin menindih tubuh Ellara, kulit mereka saling menggesek tak tahan Noah merasakan lekukan tubuh gadis itu yang berguncang dibawahnya. Ellara semakin tak tahan melingkarkan kakinya di pinggang Noah membuat pria itu semakin membenamkan batangnya yang semakin sesak didalam bawah sana.

Plokk..

Plokk..

Plokk..

Suara hentakan tubuh mereka menggema saling bergesekan. Noah membenamkan wajahnya di leher jenjang Ellara. menyesapnya penuh nafsu, menjilatnya liar hingga leher mulus itu basah oleh sapuan lidah hangat pria itu. menghirup dalam aroma tubuh Ellara, dan menghembusnya kasar membuat darah gadis itu berdesir.

"Aahhhh..aggghhhh..hhhhh, pelan pelan tu - an", rengek Ellara.

"Tidak bisa baby, kau terlalu nikmat", ouhhhh shiittt aaah..ahhhhh, geram Noah mempercepat gerakannya. kedua tangan Noah menahan pinggul besar gadis itu, membuat gerakannya semakin brutal, kedua kaki gadis itu semakin menjepit kuat pinggang Noah. tubuhnya memerah dan sudah sangat basah oleh keringat yang bercucuran membuat tubuh gadis itu semakin sexy menggairahkan. Tak lama Noah menghujam penuh batangnya dan membenamkannya lama, milik Ellara berkedut hebat mengurut batang besar itu. kemudian Noah mencabut cepat batang besarnya hingga tumpahlah cairan hangat itu membasahi perut rata Ellara. mereka klimaks bersama.

Nafas mereka saling memburu terengah engah, tak tahan melihat dada besar Ellara yang bergerak naik turun Noah menarik tubuh gadis itu terduduk menghadapnya. Ia memandangi tubuh Ellara lekat matanya masih menggelap di penuhi nafsu. Melihat tatapan rakus pria didepannya itu Ellara memalingkan wajah merahnya malu, namun Noah langsung meraih tengkuk gadis itu melumat bibirnya dalam dan penuh nafsu. Dengan sekali sentakan Noah mendorong batangnya yang sudah mulai mengeras lagi ke dalam lembah sempit gadis itu.

"Egghhh..aahhhh", pekik Ellara yang belum sepenuhnya siap menerima hujaman batang besar itu lagi. Gila sekali nafsu liar pria ini pikirnya.

Noah menggerakkan batangnya keluar masuk didalam lembah sempit itu, tidak lagi bermain kasar tapi dengan gerakan dalam yang sensual membuat Ellara larut kembali ke dalam permainan panas pria itu. Di bawah cahaya lampu kuning yang remang-remang, bayangan tubuh Ellara membentuk siluet yang erotis dan menggairahkan, membuat Noah sulit mengalihkan pandangannya. Tubuh gadis itu bergerak naik turun diatas pangkuan Noah yang intens mendorong miliknya dengan tempo lambat tapi dalam membuat batangnya merasakan jepitan liang sempit itu semakin menjepit batangnya yang semakin membesar di bawah sana, semakin penuh dan sesak menimbulkan sensasi gesekan yang memabukkan.

Tiba-tiba mereka mendengar suara pintu kandang berderit terbuka perlahan.

Kreeeek...

"Sial", Noah mengutuk dirinya sendiri. Di tengah kenikmatan yang menyelimuti mereka, ia baru teringat bahwa tadi ia hanya menutup pintu kandang tanpa menguncinya.

Noah dan Ellara sama-sama menoleh ke arah lorong kandang. Jantung Ellara langsung berdegup kencang.

Seseorang datang?

Cahaya lampu dari lorong memanjang masuk ke dalam ruangan ketika pintu kayu itu bergerak sedikit demi sedikit. Langkah kaki samar terdengar mendekat, disertai suara gesekan sepatu di lantai kayu.

Noah reflek menggendong Ellara cepat dengan posisi ala koala dengan keadaan batangnya masih menancap penuh di dalam milik gadis itu. Noah merapatkan tubuh Ellara yang berada didalam gendongannya di balik tumpukan jerami paling belakang yang tidak akan terlihat.

Pintu itu terbuka semakin lebar. Mason masuk memeriksa keadaan kandang. Ellara menahan napas, melihat wajah memerah dan gugup gadis itu menciptakan senyum smirk di wajah pria itu. Noah kembali memompa batangnya yang masih tertancap di dalam sana, Ellara meremas kuat bahu pria itu sekuat tenaga menahan desahannya. Gerakan Noah tidak menimbulkan suara yang mencurigakan tetapi gerakannya lambat tapi dalam mendorong batangnya keluar masuk intens membuat gadis itu tak tahan semakin menjepit kedua kakinya yang melingkar di pinggang Noah diatas gendongan pria itu.

Mason masih berjalan di sepanjang lorong kandang memeriksa keadaan kuda satu persatu, akan tetapi tidak sampai ke ujung lorong letak tumpukan jerami tempat bersembunyi mereka sekarang.

Ellara menggigit bibir bawahnya kuat menahan desahan, melihat ekspresi tersiksa Ellara membuat Noah semakin bergairah. Pria itu semakin menggila menggesek miliknya keluar masuk di dalam sana dengan gerakan intens, membenam dalam beberapa saat miliknya didalam milik Ellara yang semakin menjepit miliknya. Di lorong Mason masih fokus memeriksa keadaan kuda satu persatu, sungguh sensasi yang sulit untuk dijelaskan.

Pintu kandang terdengar berderit tertutup kembali, bayangan Mason telah menghilang dibalik pintu yang sudah tertutup rapat. kandang kembali sunyi meninggalkan mereka berdua. Noah mencengkram pant*t berisi Ellara kuat membantu gerakan pinggul pria itu menghentakkan batangnya keluar masuk membuat tubuh gadis itu berguncang hebat naik turun. Noah kembali melahap buas dada besar yang menggantung berguncang indah di depannya.

"Hmmppp..aahhhh..ahhh", Noah menyusu rakus, menghisap, menjilat bahkan menggigit squishy besar Ellara sambil terus memompa batangnya brutal. gadis itu menggeliat gelisah menahan sensasi nikmat yang di bombardir pria itu. Noah merasakan batangnya semakin di jepit kuat didalam sana merasakan Ellara semakin dekat mencapai puncaknya ia semakin mempercepat gerakannya.

"Aggghhhh..aaahhhhhh..ahhhhhhhhh", desah panjang gadis itu bersamaan Noah mencabut batangnya menumpahkan cairan hangat itu untuk kedua kalinya. sialnya ia tidak memakai pengaman tidak bisa merasakan hangatnya cairan hangat dan kedutan klimaks milik gadis itu didalam sana. Mereka saling berpelukan lemas dengan nafas saling memburu dan bermandikan keringat di seluruh tubuh.

1
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!