NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:44.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Berbagi Ranjang

Sepuluh menit berlalu bagai siksaan yang lambat bagi Arka. Di dalam kamar Kenzie, Ibu Ambar sibuk mencium dan mengobrol dengan cucunya yang setengah mengantuk, sementara Arka terus melirik jam tangannya dengan jantung yang berdegup liar.

"Ya sudah, Kenzie Sayang. Tidur lagi ya. Besok pagi Oma buatkan sarapan enak," ucap Ibu Ambar lembut, mengecup dahi cucunya sebelum akhirnya bangkit berdiri dan melangkah keluar kamar menuju lorong lantai dua.

Arka mengikuti di belakang dengan tubuh yang tegang sempurna.

Begitu keluar ke lorong, Ibu Ambar menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar tidur utama milik Arka. "Naya di mana, Arka? Kenapa dia tidak keluar dari kamar?"

Sebelum Arka sempat mengarang alasan, pintu jati besar itu terbuka dari dalam.

Nayara berdiri di ambang pintu. Jubah tidur satin berwarna putih tulang sudah membungkus tubuh rampingnya dengan rapi. Rambut panjangnya yang basah sengaja dibiarkan terurai, memancarkan aroma harum esensial lavender yang menenangkan di udara lorong. Wajah tenangnya begitu jernih, memancarkan aura seorang nyonya rumah yang sesungguhnya.

"Saya di sini, Mam," ucap Naya dengan senyuman anggun. Ia membuka pintu kamarnya lebih lebar, memperlihatkan kondisi dalam kamar Arka yang kini sudah mengalami perubahan drastis.

Di atas meja rias Arka yang biasanya steril dari kosmetik, kini sudah berjejer rapi beberapa botol losion dan sisir rambut milik Naya. Di atas gantungan baju dekat kamar mandi, sebuah gaun rumah milik Naya sengaja disampirkan dengan mencolok. Dan yang paling mematikan, pintu penghubung menuju kamar sebelah sudah ditutupi oleh sebuah lemari kecil dari dalam, menciptakan ilusi bahwa kamar itu adalah satu kesatuan teritoris suami istri.

Arka yang melihat kerapian kerja Naya dalam waktu singkat itu seketika menelan ludah, rasa takjubnya kembali meruntuhkan logikanya.

Ibu Ambar melongokkan kepalanya ke dalam kamar, mengamati setiap detail ruangan tersebut. Begitu melihat barang-barang Naya menyatu dengan sempurna di area pribadi putranya, kecurigaan yang sempat ditanamkan oleh Tante Sandra di kepalanya seketika menguap tanpa sisa.

"Baguslah kalau begitu," Ibu Ambar tersenyum puas, menepuk bahu Naya dengan hangat. "Mama sempat takut mendengar gosip miring kalau kalian tidak akur setelah menikah. Tapi melihat kamar ini ... Mama tahu anak Mama tidak salah memilih istri. Ya sudah, kalian berdua istirahatlah. Mama juga mau ke kamar."

"Selamat istirahat, Mama," ucap Naya lembut.

Begitu sosok Ibu Ambar menghilang di balik pintu kamar tamu di ujung lorong, Naya langsung menarik tangan Arka masuk ke dalam kamar utama dan menutup pintu jati itu dengan bunyi klik yang tegas.

*Keheningan pekat seketika menyergap kamar utama.*

Ketegangan manis yang luar biasa mendadak memenuhi udara ruangan. Naya melepaskan topeng senyumannya, kembali menjadi sosok wanita yang dingin dan tenang menghanyutkan. Namun, rona merah samar di kedua pipinya tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa ini adalah pertama kalinya mereka harus mengunci diri di dalam satu kamar tidur yang sama di malam hari.

Arka berdiri kaku di dekat ranjang *king size*-nya, menatap Naya dengan debaran jantung yang kian tak terkendali. "Naya ... kamu ... kamu memindahkan semua barangmu?"

"Hanya sebagian kecil yang penting untuk mengelabui pandangan mata ibumu, Tuan Arka," jawab Naya datar, suaranya tetap stabil meskipun dadanya sendiri mulai berdegup kencang akibat atmosfer intim di dalam kamar ini. "Malam ini kita terpaksa harus berbagi ruangan. Anda bisa tidur di atas ranjang Anda, dan saya akan tidur di sofa panjang di sudut sana."

Naya melangkah menuju lemari untuk mengambil selimut tambahan, namun gerakan tangannya langsung ditahan oleh cengkeraman tangan Arka yang hangat dan kokoh di pergelangan tangannya.

Naya tersentak pelan, menghentikan langkahnya. Ia mendongak, menatap lurus ke dalam mata elang Arka yang kini memancarkan sorot mata yang sangat dalam, sarat akan rasa kagum, rasa bersalah, dan pemujaan yang jujur.

"Tidur di atas ranjang, Naya. Ini ranjang yang besar," ucap Arka, suaranya merendah, berat dan serak karena emosi yang teramat dalam. "Aku tidak akan membiarkan wanita yang baru saja menyelamatkan nama baikku dan ketenangan ibuku harus tidur mendengkur di atas sofa yang keras. Aku yang akan tidur di sofa."

Naya menatap mata Arka dari jarak yang sangat dekat. Emosi jujur tanpa topeng bisnis yang diperlihatkan pria kaku di hadapannya malam ini membuat pertahanan mental Naya yang sekeras baja kembali bergetar hebat. Rasa hangat dari cengkeraman tangan Arka seolah mengalirkan getaran yang mengacaukan seluruh batas profesionalisme kontrak mereka.

Naya menarik tangannya dengan gerakan yang sangat halus namun tegas, memutus kontak fisik itu demi menjaga kewarasannya.

"Kita bagi dua ranjang ini dengan bantal pembatas di tengah, Mas Arka," tutur Naya dengan nada bicara yang kembali tertata rapi, sengaja memanggil dengan sebutan 'Mas' untuk memperingatkan diri mereka sendiri tentang sandiwara yang sedang mereka jalani di bawah atap ini. "Itu jauh lebih adil daripada kita harus saling merasa bersalah semalaman. Ingat aturan kita ... jangan biarkan suasana malam ini merusak fokus kita untuk menghadapi gugatan Clarissa dan Saskia besok."

Arka menatap bantal-bantal yang mulai disusun Naya di tengah kasur sebagai pembatas pembagian wilayah tidur mereka. Pria sedingin es itu mengembuskan napas panjang, mencoba meredam gejolak di dadanya yang kian liar.

Malam itu, di balik pintu kamar utama yang terkunci rapat dari dunia luar, sepasang suami istri kontrak itu tidur di atas satu ranjang yang sama dengan sekat bantal di tengah. Tidak ada sentuhan fisik, namun kedekatan aroma tubuh Naya yang menenangkan dan debaran jantung Arka yang bersahut-sahutan di tengah keheningan malam, menjadi bukti nyata bahwa rahasia terbesar yang harus mereka sembunyikan sekarang bukan lagi tentang lembar kertas kontrak, melainkan tentang hati mereka yang telah sepenuhnya saling terpikat.

Bersambung ...

1
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sugiharti Rusli
sekarang tinggal nanti Arka saja sih yang buat keputusan besar tentang hubungan dirinya dan Naya, apa akan seperti tertera dalam kontrak yang seperti mereka sepakati dulu,,,
Laila Umroh
baru ngerti kalau kaka author punya karya baru...
Sugiharti Rusli
dan bagaimana Naya mendidik dan merawat Kenzie dengan pemahaman" baru tentang hidup dan Kenzie bahagia kala bersama Naya,,,
Sugiharti Rusli
dan Kenzie begitu cepat hatinya terpaut pada Naya tanpa pdkt sebelumnya kan,,,
Sugiharti Rusli
apalagi bisa terlihat dengan kasat mata bagaimana Naya memperlakukan Kenzie selayaknya ibu teehadap anaknya,,,
Sugiharti Rusli
pada waktunya kertas kontrak itu akan kalah oleh tatapan polos Kenzie sih yah,,,
Sugiharti Rusli
entah kalo suatu saat Kenzie tahu kalo sanga mama ga akan bersama mereka lagi karena sebuah kesepakatan yah, kasihan sih dengan mentalnya nanti,,,
Sugiharti Rusli
tapi beriring berjalannya waktu, malah Kenzie mendapat nilai baru dan juga sangat mencintai dan menerima Naya sebagai ibunya,,,
Sugiharti Rusli
kalo yang jadi istri Arka bukanlah seorang Nayara, mungkin kedok pernikahan kontrak mereka sudah terbongkar sejak awal yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi si Clarissa memiliki dugaan kalo Arka menikahi Naya bukan karena cinta, dan itu betul sih tujuan utamanya hak asuh putranya,,,
Sugiharti Rusli
meski dia memang melakukan pernikahan kontrak dengan Naya demi hak asuh Kenzie, tapi di perjalanan malah banyak hal tak terduga,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya di sini si Arka yang sangat diuntungkan dengan memperistri Naya yah
dyah EkaPratiwi
Naya 😍
NAYLA DWI
ok
Nandi Ni
dibalik kesulitan terbentang kemudahan,semoga ketulusan hatinya mampu menghantarkan pada kebahagiaan.
Nandi Ni
emang diluar nurul pemikiran Naya ini
Herman Lim
ga sabar lihat kehancuran mereka
Naufal Affiq
buat clarisa gak bisa ngomong lagi ya mommy,buat mereka kalah dalm persidangan,dan naya penenangnya
Mamah Nisa
di depan kenzie kok manggilnya tuan arka....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!