NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia dinodai dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

‎Kania melangkah pelan keluar dari kamar setelah tiga hari beristirahat di dalam kamar untuk memulihkan kondisinya yang baru saja mengalami keguguran. Wajahnya masih tampak pucat, saat sampai di ruang makan, ia melihat Victor sudah duduk tenang di kursi utama, menunggu di hadapan meja yang sudah terisi hidangan hangat.

‎‎Victor mendongak begitu mendengar langkah kaki itu. Ia tak terkejut, tak pula menampakkan kekhawatiran berlebihan. Hanya menunjuk kursi di hadapannya dengan gerakan tangan singkat.

‎‎"Duduk," perintahnya singkat namun tegas.

‎‎Kania berjalan mendekat, lalu duduk perlahan di kursi yang ditunjuk. Ia melipat tangannya di pangkuan, menunduk sedikit seolah masih terbiasa dengan kehadiran pria itu yang selalu memancarkan wibawa dingin.

‎‎"Makanlah sampai kenyang," ucap Victor sambil menyodorkan mangkuk sup ke arahnya. "Tubuhmu butuh tenaga. Dan ingat, kau takkan bisa berbuat apa-apa jika masih lemah begini."

‎‎Kania mengangguk pelan, lalu mulai menyuap perlahan. Rasanya masih asing baginya duduk berdua di meja makan yang luas ini, bukan sebagai tamu yang tak diinginkan, melainkan sebagai seseorang yang kini memiliki tujuan yang sama dengannya.

‎‎Victor memperhatikannya diam-diam, lalu berkata pelan, "Mulai besok, kita mulai pelan-pelan. Kau sudah siap untuk melihat dunia luar dengan cara yang berbeda?"

‎‎Kania berhenti sejenak, menatap sup di mangkuk, lalu mengangkat wajahnya dengan tatapan yang sudah tak lagi bimbang.

‎‎"Aku siap," jawabnya yakin. "Kapan saja."

‎‎"Baik," ucap Victor pelan, menatap Kania dengan tatapan tajam namun mengandung penilaian yang mendalam. "Pertama, kau harus menghilangkan semua kebiasaan menunduk, takut, dan meminta belas kasihan. Hal-hal itulah yang membuatmu mudah diinjak-injak oleh orang-orang yang menganggap dirimu lemah."

‎‎Ia menyesap airnya sejenak sebelum melanjutkan, "Aku akan mengajarkanmu hal-hal yang tak pernah kau pelajari di rumah mewahmu dulu, cara berbicara dengan tegas, cara membaca kebohongan di mata orang lain, dan cara memposisikan dirimu setara, bahkan lebih tinggi dari siapa pun, termasuk ayahmu sendiri."

‎‎Kania menelan sisa makanannya dengan susah payah, bukan karena tak enak, tapi karena setiap kata Victor seperti menancap masuk ke dalam ingatannya. Ia teringat tatapan meremehkan Nyonya Melani, kebisuan ayahnya, dan kekecewaan Haris.

‎"Aku ingin mereka gemetar saat melihatku kembali," bisiknya, tangannya mengepal erat di atas pangkuan. "Aku ingin mereka tahu bahwa membuangku adalah kesalahan terbesar dalam hidup mereka."

‎‎Sudut bibir Victor terangkat sedikit, senyum tipis yang penuh kepastian.

‎‎"Kau akan melakukannya lebih dari itu," jawabnya dingin. "Kau tak hanya akan kembali. Kau akan menjadi badai yang menghancurkan seluruh dunia yang mereka bangga-banggakan itu. Sekarang habiskan makanmu. Setelah kondisimu benar-benar pulih, kau akan belajar sebagai Kania yang baru."

‎‎Kania kembali menunduk menatap hidangan di hadapannya, namun kali ini bukan karena takut. Ia menatapnya dengan tekad yang bulat. Mulai detik ini, tak ada lagi gadis lemah yang mudah dihancurkan. Yang tersisa hanyalah wanita yang siap berperang.

‎‎-

‎‎-

‎‎-

‎‎Ruangan VIP restoran yang elegan terasa hangat namun kaku. Aroma hidangan lezat menyebar di udara, tapi tak satu pun dari mereka benar-benar menikmati hidangan di hadapan. Di meja panjang itu duduk berhadapan keluarga Wijaya dan keluarga Baskara, berkumpul secara resmi untuk menyepakati pertunangan Luna dan Haris.

‎‎Nyonya Melani yang paling banyak berbicara, menyusun kalimat dengan senyum manis dan nada yang sangat meyakinkan. Tuan Aryan di sampingnya hanya sesekali mengangguk singkat, matanya tampak gelisah seolah ada beban berat yang tak kunjung lepas.

‎‎"Saya sangat berterima kasih sekali lagi atas pengertian keluarga Baskara," ucap Nyonya Melani sambil menatap Tuan Darius dan Nyonya Astrid bergantian. "Kami yakin, Luna adalah pendamping yang tepat untuk Haris. Dia gadis yang lembut, setia, dan sudah lama menyukai Haris. Semoga dengan bersatunya mereka, hubungan baik kedua keluarga kita bisa semakin erat."

‎‎Nyonya Astrid tersenyum tipis, lalu menoleh ke arah putranya yang duduk diam menunduk di kursi. "Kami juga berharap demikian, Melani. Kami yakin Haris juga pasti menyukai Luna, benar bukan Haris?"

‎‎Semua mata seketika beralih ke Haris. Pria itu perlahan mengangkat wajahnya, tatapannya kosong dan lelah. Ia melirik sekilas ke arah Luna yang menatapnya penuh harap, lalu ke arah kedua orang tuanya. Bayangan malam di hotel itu, rasa bersalah yang menghantui, dan kenyataan pahit yang tak bisa ia ubah lagi berputar di kepalanya.

‎"Aku setuju," jawabnya lirih, suaranya terdengar pasrah. "Aku akan belajar mencintai Luna."

‎‎Luna tersenyum lebar, matanya berbinar puas mendengar kata-kata itu. Ia segera meraih tangan Haris di atas meja, menekannya erat seolah menegaskan bahwa pria itu kini sudah menjadi miliknya.

‎‎"Terima kasih, Kak Haris," bisiknya lembut.

‎‎Tuan Darius menghela napas panjang, namun akhirnya ia mengangguk. "Baiklah. Jika itu keputusanmu, kami orang tua hanya bisa merestui. Semoga kamu tidak akan pernah menyesal di kemudian hari."

‎‎Suasana yang tadinya terasa menekan seketika berubah menjadi riuh rendah ucapan selamat dan senyum yang dipaksakan. Nyonya Melani langsung menepuk-nepuk tangan pelan, matanya berbinar lega.

‎‎"Bagus sekali! Itu adalah keputusan yang bijaksana," ucapnya riang, lalu menoleh ke arah pelayan yang berdiri di sudut ruangan. "Tolong siapkan champagne terbaik kita. Hari ini adalah hari yang patut dirayakan!"

‎‎Saat pelayan bergegas pergi, Tuan Aryan akhirnya bersuara. Suaranya berat, seolah menahan sesuatu yang ingin sekali meledak keluar. "Kami sudah menyiapkan jadwal pertunangan resmi dua minggu lagi. Di aula utama hotel Wijaya. Kami harap keluarga Baskara tidak keberatan dengan hal itu."

‎‎Nyonya Astrid mengangguk setuju, "Tentu saja tidak. Kami akan mengatur sisanya."

‎Pelayan segera kembali dengan botol champagne yang dingin, buih putih meluap pelan saat tutupnya terlepas. Gelas-gelas kristal segera terisi cairan berkilau, mengisi ruangan dengan suara denting halus yang terdengar meriah, namun tak menyentuh hati mereka yang masih terikat beban masing-masing.

‎‎Nyonya Melani mengangkat gelasnya tinggi-tinggi, senyumnya tampak sempurna seolah semua kekhawatiran yang selama ini ia sembunyikan akhirnya lenyap. "Mari kita rayakan. Untuk persatuan keluarga Wijaya dan keluarga Baskara. Semoga tidak ada lagi halangan, dan semoga kedua anak kita bahagia selamanya!"

‎‎Semua berdiri perlahan, saling mendekatkan gelas hingga berbunyi nyaring. Haris ikut mengangkat gelasnya, tapi tangannya terasa berat. ‎Rasa bersalah menyesak dada, membuatnya hampir tak sanggup menelan seteguk pun minuman di gelasnya.

-

-

-

Bersambung...

1
MamDeyh
Dihh Hariss... Lakik pengecut.. 😒
Rizky Manik
ternyata mama Haris juga kek Dajjal ya🤣
mungkin sakit hati karna bapak Haris masih cinta sama mama Kania yg kandung😏
Rizky Manik
bukan Kania memang lun tapi kanaya😏
Rizky Manik
bukan Kania memang lun tapi kanaya😏
〈⎳ FT. Zira
kamu nanyaaa/Speechless/
〈⎳ FT. Zira
bukan hanya mirip, ya emang Kania🤧
〈⎳ FT. Zira
bentar lagi juga kamu bakal liat, siapin jantung aja
〈⎳ FT. Zira
mana mau Vic deketin kalo hatinya dah tertanam buat wanita lain.
〈⎳ FT. Zira
melihat, tapi gak dianggap ada🤣
partini
akhir nya bertemu
Agunk Setyawan
kelamaan x mau bongkar aja nunggu ber bab" /Pooh-pooh/ thor
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
apa ini emang rencana ibu tirinya buat nyingkirin kania 😠
Rizky Manik
lanjut thor🤭
Rizky Manik
tik tak tik tok
sabar ya pemirsa, bentar lagi malam pesta dimulai😁
〈⎳ FT. Zira
panggungmu belum tersedia ternyata bapak🤣
〈⎳ FT. Zira
bisa pakai banget, buktinya kamu sampe gelisah kan.😏
W I 2 K
bisa dipercepat g sih pestanya...., dlm hitungan 1,2..3 gtu mulai.... 🤣🤣💃💃💃
Rizky Manik
aduh thor GK sabar ni malam dipesta
lanjut dong thor🤭🤭
🔥Violetta🔥: Bentar lagi kak pestanya 😁
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mau nguji buat dijadikan istri sah🤭
〈⎳ FT. Zira
dah telat... hari saat Haris diam saar insiden menimpa Kania, semua dah berakhir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!