NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Yuda sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga saat Lasma, ibunya, muncul dari dapur membawa sebuah wadah bertutup kain.

“Yud, kamu antar ini sebentar, ya,” pinta Lasma, meletakkan wadah itu di atas meja.

Yuda mengernyit. “Antar ke mana, Bu? Ini apa?”

“Ini bolu pisang yang Ibu bikin tadi sore,” jawab Lasma dengan senyum hangat. “Ibu sengaja bikin lebih banyak. Antar ke rumah Kirana, Nak. Kasih ke Tiara dan Arka. Mereka pasti suka.”

Yuda sedikit terkejut. Meskipun sejak siang ia memikirkan Kirana, ia tidak menyangka ibunya akan memberikan kesempatan untuk bertemu lagi secepat ini.

“Bilang ke Tiara dan Arka, kalau mereka ada waktu, sesekali main ke rumah kita. Biar ramai. Kan kasihan, mereka sering ditinggal Ibunya kerja,” tutur Lasma, matanya memancarkan rasa tulus. “Kamu sampaikan baik-baik ya, Yud.”

Yuda menghela napas, namun ia tidak bisa menolak permintaan ibunya yang tulus ini. Ia meraih wadah bolu pisang yang masih terasa hangat.

“Iya, Bu. Yuda antar sekarang,” katanya seraya bangkit.

Yuda memarkir mobilnya tidak jauh dari rumah sederhana yang ia yakini milik Kirana. Cahaya dari lampu teras rumah itu tampak temaram. Ia mengetuk pintu kayu yang dicat hijau dengan hati-hati.

Tak lama kemudian, pintu terbuka. Kirana muncul, masih mengenakan pakaian rumahan yang sederhana namun rap . Raut wajahnya sedikit terkejut melihat Yuda yang berdiri di hadapannya malam-malam begini.

“Mas Yuda?” sapa Kirana dengan nada heran. “Ada apa, Mas?”

Yuda tersenyum sopan. “Selamat malam, Mbak Kirana. Saya ke sini disuruh Ibu.” Ia mengangkat wadah bolu pisang di tangannya. “Ibu saya bikin bolu pisang tadi sore. Katanya buat Tiara dan Arka.”

Kirana tampak terharu. Senyum tulus mengembang di wajahnya. “Ya ampun… sampaikan terima kasih banyak ya, Mas, untuk Ibu. Kok, repot-repot sekali.” Ia menerima wadah itu.

“Enggak merepotkan kok, Mbak. Ibu memang senang berbagi,” balas Yuda, pandangannya bertemu dengan mata Kirana sejenak.

“Tiara sama Arka sudah tidur, Mbak?” tanya Yuda, suaranya mengecil.

“Belum, Mas. Baru selesai makan malam."

“Syukurlah kalau begitu. Saya juga ada titipan pesan dari Ibu, Mbak,” ujar Yuda.

Kirana menatapnya menunggu.

“Ibu bilang, kalau Tiara dan Arka ada waktu luang, sesekali disuruh main ke rumah kami, Mbak. Biar mereka ada teman. Kata Ibu, beliau senang kalau rumah jadi ramai,” jelas Yuda, menyampaikan pesan Lasma dengan hati-hati.

Wajah Kirana tampak berpikir. Ada sedikit keraguan di matanya, mungkin karena sungkan.

“Oh… begitu, Mas,” ucap Kirana pelan. “Saya jadi tidak enak sama Ibu Mas Yuda. Beliau baik sekali.”

“Jangan sungkan, Mbak. Ibu saya benar-benar tulus. Beliau kasihan sama anak-anak yang ditinggal kerja di rumah terus,” kata Yuda, berusaha meyakinkan. " ibu pasti senang kalau ada teman baru di rumah kami.”

Kirana menghela napas, kemudian tersenyum tipis. “Baiklah, Mas. Nanti saya sampaikan ke anak-anak. Kalau mereka mau, saya izinkan. Sekali lagi, terima kasih banyak ya, Mas. Sudah jauh-jauh mengantar malam-malam begini, titip salam juga sama ibunya mas bilang makasih.”

“Sama-sama, Mbak Kirana, nanti saya sampaikan. Kalau begitu, saya pamit pulang dulu, ya,” Yuda mengakhiri percakapan.

Usai Yuda pulang Kirana langsung masuk membawa bungkusan itu. Tiara dan Arka sedang berada di ruang tamu. Tiara yang sedang bermain dengan mainannya dan arka yang sedang mengerjakan tugas sekolah nya.

"siapa Bun yang datang " tanya Arka.

" itu tadi om Yuda, kalian masih ingat om Yuda, dia bawain kalian bolu pisang kata om Yuda tadi di buatin sama Bu Lasma " jelas kirana sambil duduk di lesehan bersama Tiara.

" wahh, aku mau bunda. Pasti enak. Waktu makan siang itu juga makanannya enak-enak bunda" ucap Tiara.

" sini arka kita makan dulu bolunya."panggil Kirana.

Kirana mulai membuka bungkusan bolu pisang itu. Memotongnya menjadi beberapa bagian.

"ohh yaa, tadi om Yuda juga bilang sama bunda. Katanya kalo mau kalian bisa main ke rumahnya" jelas kirana sambil memberikan sepotong untuk Tiara.

Arka tampak terdiam " ngga usah deh Bun, nanti kami malah merepotkan disana. Waktu itu aja arka udah merasa ngga enak sama om Yuda dan Oma Lasma" jelas arka dengan pelan. Di usianya yang masih delapan tahun ini, sifatnya sudah dewasa dibandingkan dengan anak seusianya.

"baiklah kalo gitu, bunda ngga mau memaksa kalian" ucap Kirana, dia tidak mau memaksakan kedua anaknya itu.

Sementara Yuda baru sampai di rumahnya dan melihat sang ibu sedang menonton televisi. Wajahnya tampak fokus pada acara di televisi itu. Tapi ketika melihat Yuda datang dia langsung mengalihkan pandangannya.

" gimana Yuda, sudah kamu berikan bolunya. Kirana terima ngga pemberian ibu, sama dia mau ngga kalo Tiara sama arka main kesini" tanya Lasma dengan buru-buru.

"ya ampun Bu satu-satu kenapa nanyanya" ucap Yuda sambil menjatuhkan dirinya di samping sang ibu.

Lasma masih menatap putranya itu menunggu jawaban " tadi Kirana Nerima pemberian ibu kok, dia juga tadi tadi titip pesan bilang makasih sama ibu. Kirana juga ngizinin Tiara dan Arka main kesini. Tapi ngga tau kalo anaknya mau" jelas Yuda

"yaa di rayu tuh yud, jemput kesana kamu gimana sih. Pasti mereka mau main kesini, nanti sekalian belikan mainan untuk Tiara dan Arka biar mereka main kesini. Ibu Ngara sepi loh disini, kalo kamu pigi ke pabrik"

Yuda tampak terdiam mendengar penuturan ibunya itu " maafin Yuda ya buk. Yuda ngga bisa ngasih cucu buat ibu"

Lasma menatap putranya itu dengan tatapan jengah "kamu ngapain toh minta maaf sama ibu, ibu ngga nuntut kamu kok. Ibu cuma mau mereka main sesekali kesini. Kalo ngga kamu nikahi aja tuh Kirana dapat bonus anak-anaknya dia janda kan"

Yuda tampak kaget mendengar penuturan ibunya "ihh ibu ini kalo ngomong suka ngga benar. Mana mau Kirana sama aku Bu. Dia juga nanti pasti mikir-mikir. Lagi pula aku ngga ada niatan nikah lagi Bu"

"ya sudah, ibu cuma beri saran. Kalo kamu ngga mau, ibu ngga akan paksa. Tapi nanti Kirana keburu diambil orang terus kamu patah hati"

Yuda tampak memikirkan ucapan ibunya itu, membayangkan janda anak dua itu menikah dengan orang lain sudah membuatnya panas dingin.

"Yuda mau ke atas dulu, mau cek laporan pabrik" ucap Yuda meninggalkan ibunya disana.

" Jangan sering-sering begadang, nanti kamu sakit ibu yang repot"

"iya Bu, ibu juga jangan kelamaan nonton sinetron nanti otak ibu kecuci sama sinetron itu"

1
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
Kirana, kamu dapat kenalan namanya sama kyak nama paksu di rumah 🤭😀
Mr T
👍
Amiera Syaqilla
hi
mei
makasih Thor atas karya nya 👍👍👍👍👍
mei
terlalu bodoh huffttt
mei
agak kecewa Bu lama meninggal sblm melihat cucu kandungnya.. aplg penyebabnya gak banget... hufft dasar sarah benalu😤
Zul Denayu
jadi ikut sedih,,,
mei
kalo dr awal ngomong kan bgs... jgn wait Yuda trus duluan crita... kadang org bs lupa atau anggap g penting biar g jd beban pikiran
mei
tak sopan x masuk rumah org memakai sepatu hak tinggi...
Maria Magdalena
bu endang orang tua nggak tahu diri malu kan bnyk saksi cucunya yg salah.
💗 AR Althafunisa 💗
putri, jagoan Arka 😌
Yati Susilawati
produktif banget yud..
kaya lg ngejar setiran🤣
💗 AR Althafunisa 💗
Jangan kata babu apa mas, jaga perasaan bibi di samping 😌
💗 AR Althafunisa 💗
Emang bodoh Lo, klo niat emang karna harta ngapain pake selingkuh secara harta buat Lo doang krna dia ga bisa punya anak. Jangan-jangan mantan suami ga mandul kali, dia yang mandul 😌
mei
sepertinya antara bab ke bab, author ny lupa percakapan yg udah ada.... lanjutttt😌
Maria Magdalena
bukannya yuda berobat ya ke spesialis mdh2an berhasil pengobatannya.
💗 AR Althafunisa 💗
Tuhkan mulai lagi, di awal katanya rumah kontrakan krna ada kata bekerja buat bayar kontrakan dan kebutuhan sehari-hari 😭😌
💗 AR Althafunisa 💗
Masa lupa, kan dikasih tau sama kakak ipar kamu klo Yuda bos lakinya 😌
💗 AR Althafunisa 💗
Kirain masalah motor dan mobil berganti salah Mulu, lah... maren bunda, terus keq nya pernah ibu. Sekarang manggil mama. Padahal ini moment sedih loh, jadi ambyarrr gegara ga konsisten penulisan nya 😭
💗 AR Althafunisa 💗
Cerita nya bagus tapi karena kesalahanan begini satu dua kali masih dimaklumi, nah ini sering dan ga ada respon dari penulis rasanya gemana ya 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!