Ini kisah kehidupan pasangan yang tidak hanya menceritakan tentang keromantisan dalam hubungan, akan tetapi makna hidup, pelajaran hidup dalam berumahtangga juga terkupas dalam cerita yang berjudul True Love ini.
Perlu readers ketahui, disini tidak hanya menceritakan satu pasangan saja, melainkan berbagai pasangan dengan bentuk perjalanan berbeda dalam menuju arti cinta.
Jika merasa bingung dan aneh saat membaca cerita ini, mohon tinggalkan saja dan jangan menghujat seenak jidat anda.
Jadilah pembaca bijak!
Sekian, dari author imut ini.
Salam dari si pembuat halu ╹▽╹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri melati Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan urusanmu
Happy reading 🤗
(Ting tong bunyi bel pintu)
Zahra yang berada diruang tengah langsung menuju pintu dan membukanya.
Saat membuka pintu ternyata orang yang mengantarkan makanan online.
Lalu Zahra menerima dan membayarnya.
Zahra membawa makanannya ke meja makan
dan memakannya sendirian karna Arka belum pulang entah kemana perginya.
Pukul 09:00 malam Arka belum juga pulang. Zahra khawatir karna suaminya belum pulang apalagi sudah larut malam. Zahra ingin sekali
menelpon suaminya dan menanyakan dimana sekarang.
Tapi niatan itu tidak dilakukan, karna dia tidak punya no ponsel suaminya. ''Ohh ya ampun bodoh sekali dirimu ini Zahra sampai no ponsel suami kau tidak punya'' maki Zahra pada dirinya sendiri. Zahra yang lelah menunggu kedatangan suaminya pun tidak sadar sampai terlelap tidur di sofa.
Tepat pukul 10:00 malam Arka pulang. Saat memasuki ruangan dia kaget karna melihat istrinya tengah tidur di sofa.
'' Dasar gadis bodoh'' ucapnya lalu melenggang pergi ke kamarnya. Arka sengaja menutup pintu kamarnya dengan keras supaya Zahra bangun sendiri tanpa ia bangunkan. benar saja Zahra yang tengah tidur langsung terlonjak kaget karna Arka dengan begitu keras membanting pintu.
'' Astaghfirullah'' ucapnya sambil mengelus dadanya karna kaget.
lalu Zahra melihat keluar dan ternyata diluar sudah ada mobil Arka terparkir.
''Jadi mas Arka sudah pulang dan suara tadi adalah suara pintu kamar mas Arka'' ucapnya dalam hati.
Lalu Zahra naik ke atas untuk menanyakan
darimana Arka dan mengapa dia melakukan
hal tadi.
Tok tok tok
Ceklek..... (pintu terbuka)
'' Ada apa?'' tanya Arka dingin
'' Mas darimana dan kenapa tadi mas membanting pintu dengan sangat keras?'' ucap Zahra sambil meminta jawaban atas pertanyaannya.
'' Bukan urusanmu, sudah ku bilang bukan kau tidak usah mengurusi urusan ku dan jangan ganggu aku. Aku lelah dan ingin tidur.
Dan yang tadi, kenapa aku membanting pintu?? karna aku malas membangunkanmu karna nanti tanganku bisa terkena virus apabila menyentuhmu. Apa kau mengerti?'' ucapnya dengan tajam
''I...iya mas aku ngerti'' jawab Zahra sambil terbata-bata
'' Bagus... dan satu lagi kau tidak perlu menungguku karna aku tidak membutuhkan mu. Jika aku melihat hal seperti tadi, maka
aku akan melakukan hal yang sama'' ucapnya dingin dan setelah itu dia menutup pintu kamarnya.
Zahra masih terpaku di depan pintu kamar suaminya itu. Ia tak habis pikir mengapa Zahra harus mengalami nasib yang begitu miris dan menyakitkan hati. Setiap kata yang keluar dari mulut Arka seperti belati yang menusuk hatinya.
Air mata Zahra pun lolos menetes. Sedari tadi dia tahan akhirnya lolos juga. Hanya air mata yang menjadi saksi bisu atas perlakuan Arka.
Saat ini Zahra hanya bisa menangis dan menangis entah sampai kapan dia harus menghadapi cobaan yang terus silih berganti.
Namun Zahra tidak putus asa, dia akan berusaha untuk tetap bersabar menghadapi sikap Arka padanya, karna dia yakin lambat laun pasti Arka akan berubah dan bisa lembut padanya. Selagi Zahra masih memiliki kesabaran yang luas, maka dia akan mencoba meski seribu luka yang akan dia dapat dan melukai hati serta perasaannya.
Lalu Zahra pun menuruni anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Saat di dalam kamar Zahra tidak langsung tidur. Perkataan yang dikatakan oleh Arka tentang dirinya
masih terngiang-ngiang di pikirannya.
'' Ya Allah, tega sekali kamu mas, mengatai tubuhku ini virus. andai saja waktu itu, kamu sadar saat tidur kamu memeluk erat tubuhku apakah kamu akan mengatakan hal ini''
ucap Zahra sambil menangis.
Malam pertama dirumah barunya dihabiskan dengan menangis sampai akhirnya Zahra lelah dan ia pun tertidur dengan mata sembab gara-gara menangis.
keren...