NovelToon NovelToon
Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Hezlin terjebak dalam pernikahan bisnis dengan Garra Xaverius Kingston, menggantikan Felicia—wanita yang meninggalkannya demi karier. Selama empat tahun, Hezlin perlahan jatuh cinta, meski tahu dirinya hanya pengganti.
Saat Felicia kembali, Hezlin memilih pergi. Ia meminta cerai, yakin Garra akan kembali pada cinta lamanya. Namun keputusan itu justru mengguncang Garra, yang baru menyadari bahwa kehilangan Hezlin lebih menyakitkan dari yang ia kira.
Di antara masa lalu dan perasaan yang tak terucap, keduanya dihadapkan pada satu pilihan: berpisah… atau memperjuangkan cinta yang terlambat disadari.

"Aku ingin kita bercerai," -Hezlin Rayla Iyzebelle.

"Apa yang selama ini tidak cukup membuatmu tetap berada di sisiku?" -Garra Xaverius Kingston.

"Nyonya, Tuan tidak mau berceri!" -Ervan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 ~ Kamu Sudah Tau Jawabannya

Setelah sampai di gedung perkantoran Xabiru, Hezlin langsung dipersilakan masuk ke ruang kerja Kael. Tidak perlu menunggu lama, Kael sudah menyambutnya dengan senyum ramah.

"Selamat datang, Hezlin. Silahkan duduk," ujar Kael sambil mempersilakannya duduk.

Hezlin mengangguk sopan, "Aku benar-benar berterima kasih, Kael. Aku tahu ini merepotkan, tapi aku sungguh tidak tau lagi harus pergi kemana untuk mencari pekerjaan."

Kael menggeleng pelan, "Tidak merepotkan. Justru aku senang bisa membantu. Kalau soal penempatan, aku sudah memikirkannya dengan matang. Aku tidak akan memberimu jabatan tinggi secara tiba-tiba supaya tidak menimbulkan kecurigaan atau omongan rekan kerja lain."

Ia membuka berkas di atas mejanya, lalu melanjutkan.

"Kami akan menempatkanmu di bagian administrasi dan perencanaan acara perusahaan. Tugasnya mengatur jadwal pertemuan, menyusun kebutuhan rapat, hingga mengurus persiapan acara-acara resmi perusahaan, mulai dari pertemuan antar mitra kerja, pesta tahunan, hingga pertemuan kerja sama dengan perusahaan lain."

Mendengar itu, mata Hezlin sedikit berbinar sekaligus terasa pas.

"Posisi ini cocok untuk pemula, tugasnya jelas, dan kamu bisa belajar banyak hal sekaligus. Tentang gajimu, kami akan menyesuaikannya," tambah Kael.

Hezlin tersenyum tulus, "Ini lebih dari cukup, Kael. Aku terima dengan senang hati. Aku akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakanmu."

"Bagus. Mulai hari ini juga kamu bisa masuk. Nanti akan ada kepala bagian yang membimbingmu," jawab Kael puas.

Hezlin mengangguk mantap, lalu menerima lembaran kontrak kerja yang disodorkan Kael. Ia membacanya sekilas, memastikan semuanya sesuai, lalu menandatanganinya dengan tangan yang sedikit bergetar, bukan karena takut, tapi karena rasa haru dan bangga menyadari ini adalah langkah pertamanya menuju hidup yang ia inginkan.

"Terima kasih sekali lagi, Kael. Aku janji akan mengerjakan tugas ini dengan sebaik-baiknya," ucapnya sambil mengembalikan pulpen.

"Sudah aku bilang, jangan sungkan. Sekarang, aku antar ke ruang kerjamu sekaligus memperkenalkan pada kepala bagiannya," jawab Kael sambil berdiri.

Mereka berjalan menyusuri lorong kantor yang luas dan rapi. Dikantor ini semua terasa sibuk namun teratur banyak orang berlalu-lalang dengan tugas masing-masing, tak ada yang memandangnya dengan tatapan aneh atau menghakimi. Di sini, ia hanyalah karyawan baru, sama seperti yang lain.

Sesampainya di bagian administrasi dan perencanaan acara, Kael memperkenalkannya pada Bu Rina, kepala bagian yang sudah bekerja di sana selama belasan tahun.

"Bu Rina, ini Hezlin. Mulai hari ini dia akan bergabung di tim kita. Bimbinglah dia pelan-pelan ya, tugasnya tidak terlalu sulit, hanya butuh ketelitian dan kerapian," pesan Kael.

Bu Rina tersenyum ramah, "Baik, Tuan. Selamat bergabung, Hezlin. Mari aku tunjukkan meja kerjamu dan jelaskan tugas-tugas dasarnya."

"Baik." ucap Hezlin mengangguk patuh.

••

••

"Garra....."

Pria itu terdiam. Dia menatap lurus ke depan, rahangnya sedikit mengeras.

"Ada apa?" tanyanya, suaranya datar, tanpa menoleh.

"Hari ini aku masih ada sesi pemotretan... kamu bisa menemaniku bukan?" suara Felicia terdengar lembut, jari-jarinya perlahan menyentuh lengan Garra.

Garra segera melepaskan sentuhan itu dengan gerakan halus namun tegas, lalu berbalik menghadap wanita itu. Tatapannya dalam, sulit dibaca.

"Aku tidak bisa. Banyak hal yang harus aku selesaikan. Dan hari ini juga aku akan pulang kembali ke kota," jawabnya singkat.

"Hah? Pulang? Sekarang juga?"

Wajah Felicia berubah. Tanpa berpikir panjang, ia melangkah mendekat dan memeluk pinggang Garra erat-erat, menempelkan tubuhnya pada pria itu.

"Tidak! Aku kemari bukan cuma untuk urusan ini saja, Garra... Aku datang juga karena ingin menebus semua yang sudah terjadi di masa lalu. Aku tidak mau kamu pergi lagi, menjauh dariku..."

Garra menegang. Kedua tangannya tergantung di sisi tubuhnya, tidak membalas pelukan itu, tapi juga tidak langsung melepaskannya dengan kasar seolah ada sesuatu yang menahannya sejenak.

Beberapa detik berlalu, baru kemudian tangannya perlahan mengangkat dan menyingkirkan lengan Felicia dari tubuhnya, namun tidak dengan kemarahan yang meledak-ledak, melainkan dengan ketegasan yang dingin.

"Dengar, Felicia..." suaranya rendah, berat, dan terasa ada penekanan yang sulit diartikan. "Aku sudah terima keputusanmu di masa lalu, dan aku sudah melupakan semuanya. Tapi ingat... kehadiranku di sini, bukan untuk mengulang apa yang sudah berakhir. Ada batas yang tidak boleh kita lewati."

Ia berhenti sejenak, menatap mata Felicia lekat-lekat, seolah ingin menyampaikan sesuatu yang tersembunyi, namun tidak mengucapkannya secara gamblang.

"Jangan berharap lebih dari apa yang bisa aku berikan saat ini. Dan jangan memaksakan sesuatu yang sudah tidak ada tempatnya lagi."

Felicia menatapnya dengan bingung dan berharap bercampur aduk. "Jadi... apa arti kebersamaan kita selama ini? Kamu masih membiarkanku mendekat, masih menemaniku urusan pekerjaan... bukankah itu tanda bahwa masih ada harapan?"

Garra hanya terdiam. Ia tidak menjawab ya, tapi juga tidak menjawab tidak. Hanya membuang muka, matanya menatap keluar jendela, seolah pikirannya sudah melayang jauh ke tempat lain ke arah Hezlin.

"Seharusnya kamu tidak perlu mempertanyakan hal seperti itu.. Karena kamu sudah tau jawabannya," jawabnya akhirnya, singkat dan menggantung.

Tanpa menunggu Felicia bicara lagi, ia berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan wanita itu yang berdiri terpaku dengan perasaan yang campur aduk.

"Garra!!"

"Garra!!!"

Panggilannya hanya menggema di ruangan itu tanpa ada jawaban. Garra terus berjalan, punggungnya terlihat kokoh dan tidak tergoyahkan sedikit pun.

Felicia menghentakkan kakinya ke lantai dengan kuat, lalu mengepalkan kedua tangannya hingga buku jarinya memutih. Rasa kesal, cemburu, dan tidak percaya bercampur menjadi satu di dadanya.

"Harghh!! Semua itu pasti karena Hezlin..!!" geramnya dengan suara tertahan, matanya menyala penuh amarah. "Apa wanita itu benar-benar sudah membuat Garra jatuh cinta sampai ia berubah sekeras ini?!"

Ia melangkah mundur, menyandarkan punggungnya ke dinding sambil menunduk dalam. Senyum sinis perlahan terukir di bibirnya.

"Kita lihat saja nanti, Hezlin..." bisiknya pelan, nada suaranya berubah menjadi dingin dan mengancam. "Aku tidak akan membiarkan dia mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku. Tidak peduli apa pun yang harus aku lakukan..."

❤️

1
Zhao_Xena
bagi yang sudah membaca, author minta maaf ada revisi sedikit didalamnya yakk... tidak banyak tapi cukup mempengaruhi ceritanya.. terimakasih 💋
Siti Amalia
ceritanya bagus banget thor, jgn digantung ceritanya ya ...plisss
Siti Amalia
Novel nya bagusss banget thor ..jgn digantung ceritanya. plisss
Zhao_Xena: terimakasih banyak, selalu author usahakan sampai selesai ya... 🥰
total 1 replies
Emi Sudiarni
krang suka dgn sikat nya hezlin, kok cpat ambil kesimpulan klw garra mau kmbalidgn felicia
Alya Bau
up lagi kak, ceritanya seru😍
Zhao_Xena: di tunggu ya kak../Smile/
total 1 replies
Siti M Akil
lanjut thor
Zhao_Xena: Siap kak 🫡
total 1 replies
You `ka
lanjut 💪
Zhao_Xena: siap!🫡
total 1 replies
You `ka
semoga saja hamil, biar Felicia nggak ada kesempatan ganggu lagi
You `ka
🤣🤣🤣 kode itu.. butuh yang anget-anget
You `ka
jih! dasar ulat bulu. ada aja akalnya si Felicia.
You `ka
mendingan mundur deh, Felicia.. hati Garra udah bukan buat kamu 🤣🤣
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut thor💪
Zhao_Xena: siap🫡
total 1 replies
🥀
laki kayak garra ni perlu dibuang kelaut
Zhao_Xena: buang aja kak.... biar dimakan paus 🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Kalau memang Hezlin beneran hamil, lebih baik tidak bercerai, dan Garra harus memperbaiki diri, jangan terus bersama Felicia..😤😤
Zhao_Xena: Garra harus belajar menjadi lebih romantis dan tidak kaku mungkin ya kak?🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Garra mulai posesif...😝😝😝
Brown choco
Lemah banget cewe nya
You `ka
sampai muak Garra... sampai gumooh...🤣🤣🤣. jangan² Hezlin hamil itu..
You `ka
wahh.. seru ini.../Joyful/
You `ka
mampus! kena mental kan dengan jawaban Hezlin?🤣🤣
You `ka
wahh.. kael, jangan terlalu berharap dulu pada Hezlin.. takutnya nanti patah hati..🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!