NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Menyiksaku

Sistem Kekayaan Menyiksaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Satu lembar uang sepuluh ribu rupiah terakhir di dompet Satria sudah berubah bentuk menjadi gumpalan lecek.
Di depannya, layar mesin ATM berkedip-kedip, menampilkan menu penarikan tunai yang terasa mengejek.

Satria menghela napas berat. Ia menekan tombol "Informasi Saldo". Dia sudah tahu angkanya akan mengenaskan, tapi dia tetap perlu melihatnya untuk memastikan seberapa jauh dia harus menahan lapar minggu ini.

Layar berganti. Angka yang muncul membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
SALDO REKENING ANDA:
Rp 270
Bukan 270 ribu. Bukan pula 270 juta. Hanya dua ratus tujuh puluh rupiah.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]
Sisa Waktu: 00:58:42
Target Pengeluaran: Rp 50.000.000,00
Status Saat Ini: Rp 0 / Rp 50.000.000,00
Peringatan: Kegagalan akan mengakibatkan sanksi 'Kemiskinan Absolut' (Saldo dipotong menjadi Rp 27).

“Lima puluh juta. Satu jam."

"Kepala bapak kau ambyar!” umpat Satria,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 6

Ponsel Satria di dasbor mobil sport kuningnya tidak berhenti bergetar.

Bunyinya bukan lagi ting sekali-sekali, melainkan sudah seperti rentetan tembakan senapan mesin.

Drrrtt! Drrtt! Drrtt!

Di sela-sela fokusnya menyetir sembari sesekali menurunkan mahasiswi yang syok karena naik angkot rasa sirkuit Satria melirik layar.

Notifikasi dari aplikasi berlogo hijau itu menampilkan angka yang mengerikan:

999+ pesan belum dibaca.

"Bos, HP Anda sepertinya mau meledak."

"Atau jangan-jangan itu tagihan paylater dari masa lalu?" tanya Nisa,

yang kepalanya baru saja menyembul dari ruang sempit di balik jok kemudi, rambutnya makin acak-acakan mirip sarang burung akibat akselerasi mesin V8.

"Bukan. Ini grup WhatsApp alumni kampus," gumam Satria.

"Grup yang biasanya sepi kayak kuburan, kecuali kalau ada yang mau sebar undangan kawinan atau jualan panci."

Satria menepi di dekat halte.

Ia membuka grup bernama "Alumni S1 Sukses Bersama"

sebuah nama grup yang sangat ironis bagi Satria selama dua bulan terakhir.

Benar saja, biang keladinya adalah sebuah video berdurasi lima belas detik yang dikirim oleh salah satu anggota grup.

Video itu merekam momen persis ketika Nisa berteriak

“Angkot gratis tujuan stasiun!”

dari jendela mobil sport kuning, dengan wajah Satria yang terlihat jelas di balik kemudi sedang memakai kacamata hitam murah yang gagangnya sudah di lem Korea.

Seketika isi percakapan grup WhatsApp itu rame.

 

Rendra Mantan Ketua di Kampus nya:

“Woi, ini beneran Satria?"

"Bukannya dia kemarin habis kena PHK dan terlilit utang kosan?"

"Kok sekarang narik angkot pakai mobil 1,2miliar? Ini pesugihan jenis baru atau gimana?”

Dimas: “Gila, itu kan mobil seri terbaru! Kemarin gua lihat dia kurus banget pas nyari loker.

"Sat, lu pelihara tuyul premium ya? Bagi-bagi dong kontaknya.”

Gita (Mantan Pacar Satria): “Satria... kamu beneran kaya sekarang? Kok gak cerita ke aku? Aku kangen deh masa-masa kita dulu nyari takjil bareng...”

 

Satria mendengus geli membaca pesan dari Gita.

Gadis itu memutuskannya lewat pesan suara WhatsApp berdurasi dua menit hanya karena Satria tidak mampu membelikannya tiket konser musik VIP lima bulan lalu.

Sekarang, begitu melihat mobil sport kuning, kata 'kangen' mendadak lolos dari jemarinya tanpa beban sejarah.

Belum sempat Satria membalas dengan ketikan sarkas, ponselnya kembali disandera oleh kekuatan sistem yang menyiksa.

Layarnya menggelap, lalu memunculkan logo mahkota emas yang kini terasa seperti mandor kerja paksa baginya.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]

Misi Baru: 'Reuni Para Penjilat'.

Deskripsi: Lingkaran pertemanan lama Anda mendadak menunjukkan kepedulian yang sangat transaksional.

Berikan mereka panggung.

Tugas: Datangi undangan makan malam reuni darurat yang sedang mereka rencanakan saat ini. Bayari seluruh tagihan mereka.

Anggaran Disediakan: Rp 200.000.000,00 (Dua Ratus Juta Rupiah).

Aturan Khusus: Anda tidak boleh terlihat keren secara konvensional. Cara Anda membayar harus menurunkan wibawa sosial Anda sekaligus membuat mereka merasa bersalah secara finansial.

Sisa Waktu: 01:30:00

Penalti Gagal: Saldo Anda akan disunat paksa menjadi Rp 27 perak.

Satria menghela napas panjang.

"Nisa, sepertinya kita dapat undangan makan malam gratis."

"Tapi, kita yang harus bayar dua seratus juta."

Nisa langsung menegakkan tubuhnya, matanya berbinar-binar.

"Makan malam seharga dua ratus juta? Bos, apa menu makanannya?"

"Apakah kita akan memakan daging dinosaurus yang diawetkan atau nasi goreng yang ditaburi bubuk berlian asli?"

"Bukan, kita akan memakan harga diri orang-orang,"

jawab Satria dengan senyum miring yang terlihat sangat licik.

Hanya butuh waktu tiga menit di dalam grup WhatsApp sampai Rendra yang mendadak sangat inisiatif menentukan tempat.

Mereka memilih sebuah restoran seafood premium di kawasan Jakarta Selatan bernama The Golden Prawn, tempat di mana seekor lobster dihargai setara dengan jaminan hidup anak kos selama setengah semester.

"Satria, lu dateng kan? Kita semua udah di lokasi nih, kebetulan lagi pada kumpul!"

tulis Rendra di grup, lengkap dengan foto bersama sepuluh orang alumni lainnya yang melambaikan tangan ke kamera, termasuk Gita yang duduk di posisi paling depan dengan riasan wajah yang tampak baru saja diperbaiki.

"Gua otw," balas Satria singkat.

Satria langsung memutar kemudi mobil sport-nya menuju Jakarta Selatan.

Namun, sebelum sampai di restoran, dia menghentikan mobilnya di depan sebuah toko kelontong kumuh di pinggir jalan tol.

"Nisa,kamu turun."

"Beliin gua lima karung beras kosong yang ukuran lima puluh kilo, sama satu pak karet gelang,"

perintah Satria.

Nisa mengerutkan kening, bingung.

"Bos, kita mau ngerampok restoran seafood atau mau jualan gabah?"

"Udah, beli aja."

"Jangan lupa minta nota kosong," ucap Satria rahasia.

Setelah karung beras berhasil didapatkan dan ditaruh di bagasi depan mobil sport, Satria melajukan kendaraannya ke sebuah bank cabang utama yang kebetulan memiliki fasilitas ATM setoran dan penarikan tunai pecahan kecil yang beroperasi 24 jam.

Di sana, Satria melakukan sesuatu yang membuat petugas keamanan bank terjaga semalaman karena kebingungan:

Satria menarik uang tunai dalam jumlah besar, tetapi semuanya dalam bentuk pecahan uang kertas dua ribu rupiah dan lima ribu rupiah yang masih baru dan kaku.

Uang-uang itu kemudian di masukan ke dalam karung beras oleh Nisa sampai karung itu menggembung berat.

"Bos... pundak saya bisa encok kalau disuruh gotong karung berisi duit receh begini ke dalam restoran bintang lima,"

keluh Nisa sambil menyeka keringat di dahinya, menatap tiga karung beras yang kini penuh dengan uang pecahan dua ribuan.

"Tenang, Nis."

"Gaji seratus lima puluh juta kamu itu sudah termasuk biaya kompensasi pijat refleksi,"

sahut Satria santai sambil menginjak pedal gas, menuju The Golden Prawn untuk memulai pertunjukan komedi finansialnya.

Lampu kristal gantung di langit-langit The Golden Prawn memancarkan cahaya keemasan yang berkilau, memantul sempurna pada meja-meja marmer impor yang tertata rapi.

Aroma bumbu mentega bawang putih premium dan kepiting soka saus padang menguar di udara, membangkitkan selera makan siapa saja yang memiliki dompet tebal.

Di sudut ruangan VIP, sebelas orang alumni kampus sedang tertawa riuh.

Rendra duduk di posisi tengah, memegang gelas sifon berisi jus jeruk seharga seratus dua puluh ribu rupiah, sementara Gita di sebelahnya sibuk membetulkan letak tali gaun malamnya sembari sesekali melirik ke arah pintu masuk dengan cemas.

"Gila ya, si Satria beneran dateng?"

"Gua masih gak habis pikir sama video angkot sport itu."

"Jangan-jangan dia beneran ikut pesugihan tukang parkir yang kemarin viral di internet?"

celetuk Dimas sambil mengunyah cumi goreng tepung.

"Ah, paling itu mobil sewaan buat konten media sosial," cibir seorang alumni perempuan berambut pirang.

"Zaman sekarang kan banyak orang bela-belain sewa mobil mewah seharian cuma demi kelihatan kaya di depan mantan."

"kayak lu kemarin Dim sewa iPhone tapi GK bisa makenya"

Celetuk Rendra.

Satu ruangan langsung tertawa semua.

1
BaekTae Byun
masa saldonya kaga nambah nambah
BaekTae Byun
setiap misi nya ngga ada hadiah uang trs kalo uang nya habis gmna
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
boleh tuh
miilieaa
semangat yaa author
Gege
masih menjalankan misi tanpa ada hadiah ini Thor.. apa sistemnya korslet apa bijimane ini?
Dav Nana: uang yang masuk kesaldo mc, harusnya hadiah dari sistem nya, dia sistem yang kelebihan uang tentu aja hanya bisa memberi uang saja sebagai hadiah, kurang inisiatif beli barang lain nih sistem nya haha
total 1 replies
Gege
piyee kalimat Iki Thor... ga jelas banged..trus biaya denda ini dikasih siapa? kalo MC ga Nerima duitnya..
Dav Nana: uang dendanya dialokasikan buat pasang kaca film kak, biar dari luar gak keliatan daster bu miminya haha, jadi sama aja MC nya rugi karena yang untung kan perusahaan nya dapat keuntungan pemasangan kaca film geratis dari mc
total 1 replies
Gege
menjalankan misi tapi ga dapat hadiah Thor... 🤣
Gege
gaasss 10k kata di luncurkan...bawa santai ringan kocak...jangan dikit dikit mafia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!