NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:62.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Dengan tangan yang masih gemetar, Carolin menjauh beberapa langkah dari pintu rumah.

Air matanya terus mengalir. Rasa malu, marah, dan sakit hati bercampur menjadi satu. Tangannya segera meraih ponsel dari dalam tas.

Tanpa berpikir panjang, ia menekan sebuah nomor yang sangat dikenalnya. Tak lama kemudian, panggilan itu tersambung.

[Halo, Car?] Suara sang ayah terdengar dari seberang telepon.

Mendengar suara itu, tangis Carolin langsung pecah.

"Pa ... Papa harus bantu Carolin."

[Ada apa?] tanya ayahnya mulai khawatir.

"Evan ... Evan mengusir Carolin dari rumah."

[Apa?] Suara sang ayah langsung meninggi.

"Iya, Pa. Dia membela ibu susu Aurora. Dia bahkan bilang mau menceraikan Carolin."

[Kurang ajar!] Terdengar suara bentakan dari balik telepon.

Tak lama kemudian, suara sang ibu ikut terdengar.

[Carolin, kamu tenang dulu. Ceritakan semuanya.]

Dengan isak tangis, Carolin menceritakan apa yang terjadi malam itu. Ia menceritakan bagaimana Evan terus membela Laras, menamparnya, hingga akhirnya menyeretnya keluar rumah dan menguncinya di luar.

Semakin lama mendengar cerita putrinya, wajah kedua orang tua Carolin semakin gelap dipenuhi amarah. Ayah Carolin mengepalkan tangannya.

[Berani sekali Evan memperlakukan putriku seperti itu. Dia lupa siapa yang membuatnya bisa berdiri sampai hari ini.]

Carolin mengusap air matanya.

"Pa ... Aku nggak mau diam. Aku mau Evan menyesal. Aku mau dia kehilangan semuanya. Tolong buat dia bangkrut. Ambil kembali semua yang selama ini Papa berikan padanya. Jangan biarkan dia hidup enak setelah menghina keluarga kita."

Suasana di seberang telepon mendadak hening beberapa detik. Kemudian terdengar suara sang ayah yang rendah namun penuh tekanan.

[Baik, kalau itu yang dia inginkan ... maka dia akan merasakan akibatnya. Ayah akan memanggil tim hukum dan seluruh direksi perusahaan besok pagi. Semua kerja sama yang menggunakan nama keluarga Baskara akan dihentikan. Kontrak-kontrak yang selama ini menguntungkannya akan kami tinjau ulang. Kalau perlu ... Ayah akan mengambil kembali seluruh fasilitas yang pernah kami berikan kepada Evan.]

Mata Carolin langsung berbinar.

"Benarkah, Pa?"

[Tentu, Ayah tidak akan membiarkan menantu yang tidak tahu diri mempermalukan keluarga Baskara. Mulai malam ini ... permainan sudah berubah.]

Setelah panggilan berakhir, Carolin perlahan menurunkan ponselnya. Tangisnya mulai mereda. Tatapannya kembali mengarah ke rumah yang baru saja mengusirnya.

"Baik, Evan ... Kamu memilih Laras. Kalau begitu ... aku akan memastikan kamu kehilangan semua yang kamu banggakan. Sampai akhirnya kamu sendiri yang memohon ampun kepadaku." Tanpa disadari Carolin, langkah yang baru saja diambilnya bukan hanya akan menyeret Evan ke dalam kehancuran.

Tetapi juga akan membuka satu per satu rahasia besar yang selama ini mereka sembunyikan.

Malam semakin larut.

Suasana rumah yang sebelumnya dipenuhi pertengkaran kini berubah sunyi. Di kamar Aurora, lampu tidur memancarkan cahaya temaram yang hangat.

Laras duduk di kursi dekat ranjang bayi sambil memangku Aurora. Bayi kecil itu menyusu dengan lahap, sementara Laras mengusap punggung mungilnya dengan penuh kasih sayang.

Tatapannya begitu lembut. Sesekali ia mengusap pipi Aurora yang putih kemerahan. Dalam hati, ia berbisik lirih,

"Maafkan Ibu ... belum bisa memelukmu sebagai anakku."

Tak lama kemudian, hisapan Aurora mulai melemah. Kelopak matanya perlahan menutup hingga akhirnya tertidur pulas dalam pelukan Laras. Senyum tipis terukir di wajah wanita itu. Ia mengecup lembut kening Aurora, lalu merapikan pakaiannya.

Pintu kamar terbuka perlahan.

Laras yang terkejut spontan menoleh.

"Tuan..."

Evan yang baru masuk langsung terpaku. Pandangan mereka bertemu sesaat. Baru kemudian Evan menyadari Laras masih merapikan pakaian setelah selesai menyusui.

"Wah ... maaf." Pria itu buru-buru memalingkan wajahnya.

"Saya ... saya nggak tahu."

Laras tersenyum tipis, meski wajahnya sedikit memerah.

"Tidak apa-apa, Tuan. Silakan. Saya sudah selesai."

Barulah Evan menoleh kembali. Tatapannya langsung tertuju pada Aurora yang telah tertidur dengan damai.

"Aurora sudah tidur?"

Laras mengangguk pelan. "Iya, Tuan. Baru saja selesai menyusu. Biasanya setelah kenyang begini dia langsung tidur nyenyak."

Evan melangkah mendekat. Ia menatap wajah putrinya yang tampak jauh lebih sehat dibanding beberapa minggu lalu.

Bibirnya tanpa sadar tersenyum.

"Terima kasih."

Laras menatapnya. "Tidak perlu berterima kasih, Tuan. Ini memang tugas saya."

Evan menggeleng pelan.

"Tidak, saya yang harus berterima kasih. Sejak kamu datang ... Aurora berubah banyak. Dia lebih tenang, lebih mudah tidur. Badannya juga mulai berisi."

Tatapan Evan kembali beralih kepada Laras.

"Saya memang tidak salah memilih pengasuh. Kamu benar-benar bisa diandalkan." Ucapan itu membuat Laras tersenyum sopan.

"Selama Aurora sehat dan bahagia, saya juga ikut senang."

Evan mengangguk pelan.

"Kalau semua ibu memiliki kesabaran sepertimu ... Mungkin tidak akan ada anak yang kekurangan kasih sayang."

Kalimat itu membuat hati Laras terasa sesak. Ia menundukkan kepala agar Evan tidak melihat matanya yang mulai berkaca-kaca.

'Ironis sekali...' batinnya.

'Anak yang sedang Tuan puji itu ... sebenarnya adalah anak yang ku kandung. Dan kasih sayang yang Tuan lihat ini ... bukan karena aku pengasuhnya. Melainkan karena aku adalah ibu yang melahirkannya.'

Namun, semua kalimat itu hanya mampu ia simpan rapat di dalam hati. Rahasia itu belum boleh terungkap.

1
Lianty Itha Olivia
dlm cerita slalu byk org jahatnya
mimief
wkwkwkwk
aku ambil kuaci dulu Thor
mau liat keributan mereka.
panik ga,panik donk ah🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
kayaknya setelah semua masalah selesai Laras melakukan operasi lagi kewajah Amelia lagi biar makin meyakinkan kasus yang menyeret mereka biar hukumannya makin berat
mimief: kyk nya ga deh
dr percakapan elang sama Laras kemarin
mang Amelia dibikin udah ga ada
mungkin hukuman mereka malah tambah berat
total 1 replies
Oma Gavin
mampusss kalian semua
SasSya
semua akan terkuak satu persatu
kalian bersekongkol untuk menipu dan merampok Amelia
Les Tary
ga kenal dari hongkong🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣loh kok dr hongkong
total 1 replies
mimief
gas keun
habisi jangan bersisa
biar mereka merasakan neraka dunia yg dulu mereka ciptakan buat dirimu
mimief: setujuu bangett
enak amet idup kyk ga punya dosa sm sekali 😌
total 2 replies
Les Tary
Carolina wajib nyusul Evan kepenjara dulu mereka berdua telah menghancurkan hati Amelia
Jaya Fandi
luaar biasa sekali kamu lang,,semoga engkau mendapatkan jodohbyg luaar biasa sprt mama ara
SasSya
Bagus!
memainkan peran begitu epic
sampai semua orang tidak ada yg Sadar 👍
Dewi Ansyari
Tunggu saja kamu Carolin dan Evan sebentar lagi balasan buat perbuatan kalian selama ini pada Amelia akan membayar harganya
Dewi Ansyari
Bagus Tian Baskara semakin kamu emosi ,makasih Laras lebih mudah mendapatkan semua haknya,dan juga keadilan untuknya yg sebagai Amelia akan mendapatkan hak atas semaunya 😔
Dewi Ansyari
Tunggu saja kehancuranmu Evan😡😡😡
Dewi Ansyari
Akhirnya Laras benar2 bisa bebas dari kandang harimau Rvan
merry
bgss tu seret Caroline juga dan klurga y kn istri tua evan otomatis nikmati hrta ya laras dan parah laras dijadiin wadah benih mrk itu termsk nipu dan tindakan ilegal terhdp laras,,,
merry
heran sm evan harta yg dia nikmatin ko gk sdr dri gt ya 🤔🤔🤔santai ajjh
Rarik Srihastuty
aku thor, pemasaran dengan cerita Kenzo
Aisyah Alfatih: nanti aku rilis ya, tamat elang... biar nggak keteter up nya 😬😬
total 1 replies
neny
carolin ini gmn ya,,apa2 mau nya langsung beres,,percuma dng jalan tenang pun semua nya akan terkuak,,dan siap2 ajh senyum kemenangan,senyum kekuasaan dan senyum kesombongan itu sebentar lg akan hilang,,tunggu ajh
neny
heheehee,,carolina,,emng siape elo,,helloo,,ibu kandung nya tuh amelia,,cek ajh ath ke lab,,lagian km jg sebnyar lg akan nyusul evan,,🤣🤣
Makin seru ajh nih,,
Aditya hp/ bunda Lia
gak sabaaarrrrrrr ... pake banget aku mau tau gimana si Evan sama si Carolin dan bapaknya pas tau kelakuan mereka sebenarnya dan itu menghancurkan semuanya ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!