Kisah dua sahabat yang dipertemukan kembali setelah sama-sama berpisah dari pasangan mereka masing-masing.
Gadis Ayudia Zahira tak pernah menyangka, pertemuan itu justru membawanya pada sebuah permintaan yang mengubah hidupnya. Demi memenuhi harapan terakhir ibu dari sahabatnya, Gadis terpaksa menerima pernikahan yang tak pernah ia rencanakan sebelumnya.
Dipertemukan kembali di usia yang tak lagi muda, dengan luka dan kecewa yang masih tersisa, mampukah mereka menumbuhkan benih-benih cinta di antara hubungan yang awalnya hanya sebatas sahabat?
Atau, mereka justru akan kembali berpisah seperti sebelumnya?
Yuk, ikuti kisah mereka!
Jangan lupa like dan komentar setelah membaca. Terima kasih 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyetujui
Perkataan Mami Rosa kembali berputar dikepala Gadis,
"Menikahlah dengan Alan nak"
"Mami mohon....."
"Hanya Mami yang dia punya di dunia ini nak, kalau Mami nggak ada dia sama siapa?"
"Hufffffffffftttttttttttt !!!!!!"
Gadis menghembuskan nafasnya kasar. Seketika ia menangkup kepalanya dengan kedua tangan, dan menempelkan dahinya di atas meja. Dia masih bimbang menanggapi permintaan mami Rosa, rasanya tidak mungkin menolak permintaan terakhir orang yang sudah ia anggap sebagai ibunya, bahkan selama ini selalu mendukungnya.
Namun, di sisi lain, ia tidak ingin menikah lagi, lagian selama ini ia sudah menganggap Alan sebagai sahabat dan saudaranya, meskipun ia juga tahu bahwa Alan pernah memiliki perasaan cinta padanya. Tapi ia berpikir, bukankah perasaan itu bisa kapan saja berubah kan, dengan seiring berjalannya waktu.
**
Setelah menjemput Mami Rosa dari Bandara tadi, Gadis meminta izin untuk kembali lagi ke konveksi. Ia meninggalkan Mami Rosa bersama Rendra, dan saat ini, pukul lima sore ia baru tiba dirumah.
Gadis nyelonong masuk karena pintu rumah kebetulan masih terbuka, "Asalamualaikum," ucapnya ketika memasuki rumah.
Mami Rosa dan Rendra menoleh ke arahnya secara bersamaan, "Walaikumsalam."
Saat Gadis datang, keduanya tengah bercanda sambil menonton televisi.
Pemandangan itu membuatnya terharu, ia senang dengan kehadiran Mami Rosa disini, dengan keberadaannya, Rendra bisa merasakan kasih sayang seorang nenek yang selama ini tidak pernah ia dapatkan.
Gadis menyerahkan kantong plastik kepada Rendra, "Ibun beli buat makan kita nih,"
Rendra segera meraih nya dengan girang, "Wihh, makasih ya Bun."ucapnya.
"Tunggu Gadis mandi ya mi, habis itu kita makan bareng-bareng,"
"Baiklah, terimakasih ya nak," kata Mami Rosa yang kemudian menyusul Rendra ke dapur.
"Sama-sama, mi."
Dan benar saja, Mami Rosa dan Rendra hanya menunggu Gadis hingga selesai mandi, setelah itu mereka bertiga pun mulai makan dan menikmati makanannya masing-masing.
"Ndra, setelah lulus, kamu rencana mau ngelanjutin kuliah dimana?" Tanya Mami Rosa sambil mengunyah makanannya.
"Belum tau Oma, Rendra masih bingung."
"Kalau jauh-jauh nggak tega ninggalin Ibun, Oma kan tau sendiri Ibun belum ada yang jagain," dengan takut-takut Rendra melirik ibunya yang ada di hadapannya.
Seketika Gadis menatap anaknya dengan tatapan tajam, "Apaan sih bawa-bawa ibun, kamu mau kuliah dimanapun, Ibun nggak akan ngelarang kok."Sahut Ibunya santai.
Rendra menghela napasnya, "Iya sih, tapi Rendra nggak tega aja Bun."
"Ibun nggak papa, kan masih ada Bi Asih,"
Rendra mendengus, "Bi Asih aja cuma sampai sore disini,"
Mami Rosa pun menawarkan sesuatu, "Ndra, kalau kamu mau, kuliah di Jepara saja, sambil pegang restoran steak Oma yang ada disana, gimana?"
Rendra terperangah, "Trus Oma mau ngapain? Masa Oma mau pensiun dini, kan Oma juga belum tua-tua banget,"
Gadis pun menegur putranya, "Husss, kurang ajar kamu!"Timpalnya.
Rendra mengusap tengkuknya, "Hehe bercanda doang kok Bun, maaf ya Oma."
"He'em, Oma tau kok."
"Ndra, itu restoran steak Oma, oma kasih deh buat kamu sebagai hadiah kelulusanmu, mau nggak mau, Oma tetap memaksa,"kata mami Rosa tidak mau di ganggu gugat.
"Lulus aja belum Oma," kata Rendra lirih.
"Mi, Mami nggak serius kan?" Tanya Gadis.
"Serius lah dis, apa salahnya, Rendra kan cucu mami."
Gadis merasa tidak enak, "Tapi mi-"
Mami Rosa yang tidak mau mendengar protesan nya akhirnya menyela, "Ssshhh, udah. Keputusan mami tidak bisa di ganggu gugat, dis."
Di sana, Rendra hanya terdiam, tidak berani ikut campur dalam perdebatan antara Ibu dan Omanya.
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Malam harinya, Mami Rosa mencari keberadaan Gadis, ternyata orang yang di cari ada di teras sambil menatap bintang.
Beliau mendekat dan duduk disamping Gadis, "Jangan terlalu sering minum kopi, apalagi begadang," ucapnya mengingatkan.
Gadis menoleh lalu tersenyum, "Nggak sering kok mi, cuma sesekali pas Gadis pengen aja."
"Mami kenapa belum tidur, emang nggak capek habis perjalanan tadi?"tanyanya.
Mami Rosa menghembuskan napasnya, "Harusnya Mami yang tanya gitu ke kamu, emang nggak capek seharian kerja?"
Gadis pun berdecak, "Ck,, Mami ah, bisa aja ngelesnya."
Setelah hening beberapa saat, Gadis bertanya dengan nada serius, "Mi, Gadis ingin tahu, kenapa Mami memilih Gadis untuk menjadi istri Alan? Bukankah masih banyak orang yang lebih baik daripada Gadis?"
"Satu lagi, Mami main jodoh-jodohin Gadis sama Alan aja. Kalo Alan sudah punya kekasih bagaimana mi?"
Mami Rosa tersenyum, "Itu nggak mungkin dis, Mami jamin Alan belum punya kekasih sampai saat ini. Dan mami memilih kamu, karena mami yakin kamu yang terbaik dan mampu menemani Alan sampai kapanpun."
"Mi, tapi Gadis itu janda, sudah punya anak pula."
"Apa bedanya sama Alan, dia juga duda."Mami Rosa menjeda kalimatnya sebentar, lalu melanjutkan lagi. "Mami rasa itu bukan masalah, mami yakin pasti Alan mau menerima Rendra kok, sayang," kata Mami Rosa berusaha meyakinkan Gadis.
Mami Rosa mulai menceritakan sedikit tentang Alan, "Semenjak bercerai, Alan tidak pernah dekat dengan siapapun. Bahkan, sebelum mami bertemu denganmu, Mami berusaha menjodohkan dia dengan beberapa anak-anak teman Mami. Tapi Alan selalu menolak, seperti kamu, ia tidak ingin menikah lagi."
Gadis pun menjadi ragu, "Terus kalau Gadis juga di tolak bagaimana mi?"
"Sepertinya tidak akan, Mami bisa jamin. Itupun kalau kamu mau menerima dirinya," ucap Mami Rosa dengan penuh keyakinan.
"Kalian berdua cobalah membuka hati masing-masing, kan ada pepatah bilang Tresno Jalaran Seko kulino" ujarnya lalu tersenyum.
Setelah hening beberapa saat, akhirnya Gadis bersuara, "Baiklah, Gadis menyetujui permintaan Mami untuk menikah dengan putra mami. Gadis akan menerima Alan mi." angguknya mantap.
Mami Rosa pun menyunggingkan senyuman lebar, "Terimakasih. Terimakasih banyak nak,"
...****************...
semoga berkah 😭