NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:29.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Wanita Gila!

"Selama ini aku memang tidak digaji sepeser pun. Aku mengabdi seperti orang bodoh. Tapi bukan berarti tenaga dan waktuku tidak ada nilainya. Aku bukan pembantu gratisanmu, Mas."

Kirana kembali mengulurkan tangannya di depan dada Ardy.

"Jadi, mana kartu kreditnya? Berikan padaku sekarang. Waktuku terlalu berharga untuk sekadar menunggu laki-laki pelit sepertimu berpikir."

Ardy menelan ludah. Hatinya berkecamuk antara marah, gengsi dan sesuatu yang anehnya menyerupai rasa segan. Ardy merasa sedang berhadapan dengan orang asing yang memiliki kuasa penuh atas dirinya. Tatapan Kirana begitu tenang, tanpa air mata, tanpa wajah memohon seperti dulu. Yang tersisa di mata wanita itu hanyalah keyakinan absolut bahwa ia memang berhak menuntut haknya.

Dengan napas memburu menahan amarah yang tak bisa dilampiaskan, Ardy berbalik mengambil dompetnya di atas meja. Tangannya yang sedikit kaku mengeluarkan sebuah kartu kredit black card eksklusif.

"Ingat baik-baik, Rana, jangan belanja macam-macam yang tidak perlu!"

Kirana menyambar kartu hitam itu dari tangan suaminya dan tersenyum puas.

"Tenang saja, Mas Ardy sayang. Aku cuma mau membeli beberapa kebutuhan kecil kok," ucapnya santai.

Kirana berbalik dan melangkah menuju pintu walk-in closet untuk berganti pakaian. Sesaat sebelum menghilang di balik pintu, wanita itu menoleh ke belakang, memainkan kartu kredit hitam itu di sela jemarinya yang lentik.

"Oh iya, Mas. Kalau nanti siang ternyata limitnya habis, Mas tolong berbaik hati langsung telepon bank untuk naikkan limitnya, ya? Lagipula sebagai istri sah, sudah saatnya aku menikmati hasil jerih payah suamiku sebelum dihabiskan oleh perempuan benalu di luar sana," imbuh Kirana seraya mengedipkan sebelah matanya seolah sedang mengejek.

Pintu tertutup rapat, meninggalkan Ardy yang hanya mampu berdiri mematung.

"Sebenarnya apa yang terjadi padanya selama empat hari menghilang? Dia seperti bukan Kirana yang aku kenal, atau mungkin ini memang sifat aslinya?" gumam Ardy bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

*

*

Dengan santai Kirana menuruni anak tangga rumah mewah itu.

Rambut panjangnya yang masih sedikit lembap sehabis mandi sengaja dibiarkan tergerai indah, menyebarkan aroma sampo vanilla yang harum.

Sebuah tas yang dulu hanya ia simpan di lemari karena takut kotor, kini tergantung manis di bahunya. Dan yang paling penting, kartu kredit hitam unlimited milik Ardy terselip rapi di dalam dompetnya, siap untuk digesek hari ini.

Biasanya, jam enam pagi adalah medan perang baginya. Ia akan berlari ke dapur sebelum semua penghuni rumah bangun dengan mata masih setengah mengantuk. Ia akan sibuk menyiapkan sarapan, menyeduh kopi hitam dengan dua sendok gula untuk Ardy, memotong buah pepaya segar untuk ibu mertuanya, bahkan akhir-akhir ini ia harus memasak bubur gandum khusus untuk Siska, si benalu yang konon memiliki lambung super sensitif.

Namun hari ini, tidak ada satu pun rutinitas babu itu yang ia kerjakan.

Begitu Kirana tiba di ruang makan utama, ia terhenti. Pemandangan di depannya benar-benar tidak sesuai dengan ekspektasinya. Meja makan yang biasanya dipenuhi berbagai hidangan, kini kosong melompong.

Tak ada setumpuk roti. Tak ada semangkuk bubur. Tak ada secangkir kopi dan tak ada apa pun kecuali taplak meja yang bersih. Menyadari hal itu, sudut bibir Kirana perlahan terangkat, membentuk seulas senyum sinis.

"Oh, jadi begini caramu bermain, mertuaku?" gumam Kirana pelan.

Tanpa terpancing emosi, Kirana menarik salah satu kursi di ujung meja, kursi yang biasanya ditempati oleh nyonya rumah. Ia duduk dengan sangat tenang, menyilangkan kedua kakinya dengan elegan, lalu merapikan ujung blus mahal yang ia kenakan.

"Yati!" teriak Kirana.

Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang diseret malas. Seorang wanita paruh baya bertubuh tambun keluar dari balik pintu dapur sambil mengelap tangannya yang basah ke celemek.

Alih-alih menunduk dan menunjukkan rasa hormat layaknya seorang asisten rumah tangga yang dipanggil majikannya, Yati justru berkacak pinggang dan memutar bola matanya malas.

"Ada apa sih teriak-teriak pagi buta begini? Bikin kaget orang di dapur saja!" gerutu Yati tanpa saringan.

Kirana menatap wanita itu dari atas sampai bawah. "Mana sarapanku?"

"Sarapan?"

"Iya, sarapan. Aku lapar."

"Memangnya aku ini pembantumu?" balas Yati ketus.

Kirana sama tidak marah, tidak pula membentak. Ia hanya diam menatap mata pelayan kurang ajar itu tanpa berkedip sedikit pun.

Mendapat tatapan setajam itu, Yati justru semakin menjadi-jadi. Ia terkekeh sinis, merasa dirinya berada di atas angin karena mendapat dukungan dari Siska dan Sarah.

"Heh, Nyonya Parasit! Memangnya kamu pikir kamu siapa berani menyuruhku di rumah ini? Tugasku sekarang hanya melayani nona Siska yang sedang sakit. Lagipula, nona Siska itu calon nyonya rumah ini yang sebenarnya! Dan kalau kamu mau makan, ya masuk sana ke dapur, masak sendiri! Selama tiga tahun ini juga kamu yang masak dan melayani kami semua, kan? Kenapa mendadak jadi sok majikan begini?"

Ucapan lantang Yati sukses memancing perhatian pelayan lain. Beberapa kepala tampak menyembul dari balik pintu dapur, saling berpandangan dengan wajah cemas sekaligus penasaran menonton pertunjukan pagi itu.

Biasanya, setelah dihina secara terang-terangan seperti itu, Kirana akan menunduk, matanya berkaca-kaca, lalu ia akan meminta maaf dan pergi ke dapur dengan langkah gontai.

Namun hari ini berbeda. Kirana tetap duduk tenang bak seorang ratu di singgasananya. Bahkan senyum manis di wajahnya tak sedikit pun memudar, justru semakin terlihat mematikan.

"Kemari," ucap Kirana.

"Tidak mau! Aku sibuk mau masak sarapan buat tuan Ardy!"

"Kemari kubilang!"

Yati tetap tak merespons.

Senyum manis di bibir Kirana seketika menghilang tanpa bekas.

"Aku sangat tidak suka mengulang ucapanku untuk orang yang telinganya tidak berfungsi," desis Kirana.

"Aku juga tidak suka diperintah oleh mantan nyonya gagal yang sebentar lagi diceraikan!" balas Yati.

Pelayan lain yang mengintip mulai saling melirik pucat. Entah kenapa, aura yang dipancarkan Kirana pagi ini membuat mereka memiliki firasat yang sangat buruk.

Perlahan, tangan kanan Kirana terulur meraih sebuah teko kaca berisi air hangat yang kebetulan ada di atas meja. Ia menuangkannya ke dalam gelas hingga penuh. Lalu, tanpa aba-aba dan tanpa peringatan apa pun isi gelas itu mengguyur wajah Yati.

Byur!

"Apa-apaan ini wanita gila! Mataku perih!" Yati menjerit histeris, mengusap-usap wajahnya yang basah kuyup sambil menatap Kirana dengan mata melotot marah.

"Hanya mengembalikan sebuah kenangan manis di antara kita," ucap Kirana pelan.

"Apa maksudmu, hah?!" bentak Yati dengan napas tersengal-sengal.

Kirana bangkit dari kursinya. Ia terus maju, membuat Yati mundur ketakutan hingga punggungnya menabrak pilar penyangga.

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cakep jgn lm x satu bln
Nice1808
tuh Ardy krna kau mulaimencintai kirana tp kau gk mengakui perasaanmu🤣🤣🤣
Sri Rahayu
apa mungkin Siska hanya pura2 hamil agar Ardi selekasnya menikahinya 😇😇😇.... semoga Tristan mendpt kan bukti2 kejahatan dan kebohongan Siska...lanjut Thorr😘😘😘
stela aza
jangan lama2 donk Thor bikin Ardi jadi gembel ,,, q udh g sabar liatnya 🤭
Senja: Hehehe sabar y kak🤣
total 1 replies
Esther
Nanti kalau sakit beneran, gak akan ada orang yang percaya Siska, terlalu banyak berbohong sih.
Heni Fitoria
g sabar lihat kehancuran nya Ardy, perusahaan bangkrut, tahu kenyataan klu anak yg dikandung Siska BKN anaknya 🤭🤭🤭
Heni Fitoria
doa mu tak aamiin kan Kirana
Deasy Suryandari
lanjoooot
mau lihat gimana si siska setelah ardy bangkrut dan pasti itu bukan anaknya ardy
Nice1808
tuh org diam di ganggu dia akn melebihi singa ngamuk🤣🤣kirana akan bertindak dan kalian akn jd gembel ardy, sarah dan kau siska🤭🤣
Nice1808
gak sadar kau ardy, kau yg berkhianat malah nuduh kirana selingkuh, bagus kirana lawan aja tuh ardy yg sok berkuasa🤣
Sri Rahayu
ayo cepet bantu Kirana bikin Ardi bangkrut, kahilangan segalanya Tristan... dan buka kedok sprt apa Siska sebenarnya...lanjut Thorr😘😘😘
sunaryati jarum
Ah emak tidak sabar melihat kemiskinan Ardy dan runtuhnya kesombongannya ibunya dan Siska.Emak juga ingin tahu reaksi Ardy jika terbongkar anak yang dikandung Siska bukan anaknya.
sunaryati jarum
Benar balikan tuduhan padamu ke Ardy yang tidak berkaca pada dirinya sendiri, semoga dalang terjadinya kecelakaan padamu segera terungkap dan pelakunya ditangkap bersama bukti yang tidak bisa dibantah
stela aza
ceritanya keren, karakter toko utama perempuan nya hebat ,,, g cengeng kaya di novel lain ,,, yg bisanya cuma nangis,,, pokoknya best bgt ceritanya ❤️❤️❤️❤️
stela aza
good job Kirana ,, q suka gayamu ❤️❤️❤️
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yes😀
Elina thea
benar Kirana buat si Ardy bangkrut...dgn dia bangkrut maka selingkuhannya juga pergi karna gak tahan hidup miskin
Margaretha Indrayani
ardy tidak berkaca dirinya lebih parah karena malah membawa pulang siska
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bntr lg jd suami tan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!