NovelToon NovelToon
The Glory Of Revenge

The Glory Of Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Wanita Karir / Menyembunyikan Identitas / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: NATALIA SITINJAK

Gloria Xerxes telah menderita ke tidak adilan dari keluarga barunya setelah ibu kandungnya meninggal, Ayah yang tidak perduli, ibu dan saudara tiri yang kejam telah menyiksa Glorya selama 3 tahun seperti seekor hewan. Suatu hari ketika Glorya berada di ambang kematian, Paman dan Bibi datang berkunjung yang kemudian melihat kondisi mengenaskan Glorya. Bibinya yang murka segera memutuskan untuk membawanya dari keluarga kejam itu, membesarkannya seperti anak sendiri sampai kondisi Glorya kembali pulih.

17 tahun berlalu akhirnya Glorya tumbuh menjadi wanita kuat yang sangat cantik, berkat kemampuan dan kecerdasannya Glorya telah menjadi aktor terkenal yang menjadi idola semua kalangan umur dan mendapat kesempatan untuk membalaskan dendamnya.
"Siapa Kau?! Kenapa Kau Melakukan Ini Kepada Keluarga Kami!!!."
Tersenyum.
"Hahaha... Coba Tebak Siapa Aku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATALIA SITINJAK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6.1. Bullying di sekolah .

Klak.

Setelah memastikan pintu tertutup rapat, barulah Glorya mengambil kotak antik dari dalam lemari pakaiannya. Meletakkannya di atas tempat tidur lalu mengeluarkan semua isi surat sekali lagi. Sejak keluar dari rumah sakit Glorya sudah tidak menyentuh kotak itu selama berbulan-bulan karena sibuk dengan urusan sekolah dan kehidupan pribadinya.

"Huhh... Huhh, aku ingin menghukum mereka." pikiran naif Glorya yang di buatkan oleh kemarahan membuatnya tidak sabar untuk membaca kelanjutan dari surat yang dulu belum pernah dia baca.

Srak srak srak...

tangannya yang tak sabar membalik lembar surat secara kasar untuk mencari kata-kata yang dia inginkan saat ini. "Ada dimana... Bagaimana cara mengunakan kemampuan ini!!!."

Tapb.

"Ini Dia!!!."

Glorya menemukan lembar kertas yang terlihat berbeda dari lembar surat lainnya, lembar kertas yang memiliki tulisan tangan yang kelihatan seperti si penulis sedang terburu-buru.

[ Definisi kemampuanku ada banyak, sekarang tergantung caramu mengunakannya Glorya. Namun satu hal yang perlu kamu tahu kalau kemampuanku hanya bisa kamu gunakan ketika kamu sedang berfikir jernih saja/(Kondisi fisik dan mentalku sangat prima), jangan sampai kemampuan itu mengambil alih emosimu dan mengendalikan dirimu. ]

"Apa maksudnya ini?." Berulang-ulang Glorya membaca kalimat yang sama untuk mengerti apa yang di maksud si penulis. "Pasti ada cara untuk memahaminya."

[ Kamu harus lebih dominan dari pada kemampuan itu sendiri, kuasai dia dan jangan biarkan dia mengambil alih dirimu atau kamu akan berakhir sama seperti aku. ]

"Ini tidak bergu-."

Sebelum Glorya selesai dia melihat tambahan lagi di bagian bawah surat, tulisan yang sangat kecil sehingga harus di lihat sangat teliti.

[ Lihat tulisan ini di bawah lampu atau api lilin. ]

"!!!"

Tanpa pikir panjang Glorya bergerak menuju lampu di meja belajarnya, menyalakan lampu lalu melihat ke surat. Ternyata ada beberapa kalimat yang di buat tumpang tindih di beberapa kalimat sehingga dia harus melihatnya dengan cara ini.

[ Glorya, kemampuan psikis pikiran adalah yang paling berbahaya, beberapa dari kami sangat menginginkan kemampuan ini- ] bagian kalimat berhenti lalu kemudian Glorya yang menyadarinya langsung kembali ke atas kasur mengambil seluruh surat dan menyusunnya kembali sesuai urutan awal. Dan benar saja seperti yang dia pikirkan surat-surat itu memiliki kalimat-kalimat tersembunyi yang dia anggap sebagai bagian paling penting dari seluruh surat wasiat, ada total 10 bagian surat yang di tulis dan di urutan berdasarkan banyaknya tulisan dan ukuran yang berbeda sehingga memudahkan Glorya untuk kembali mengurutkannya.

"Ada dimana pasangan kalimat ini... Ah! Ini dia."

[ Seperti yang pernah aku katakan padamu waktu itu, umurku sudah tidak lama lagi sebenarnya itu karena kemampuan ini, aku mengunakannya dalam tahap yang berlebihan dan kondisi mentalku sangat kacau sehingga kemampuanku mengambil alih pikiran dan menggerogoti hidupku. Mengerikan bukan?. ] kalimat berhenti sampai di bagian itu lalu Glorya mengambil surat selanjutnya.

[ Tapi yang paling mengerikan adalah orang yang membuatku terpaksa mengunakan kemampuan itu, jika kamu bertemu dengannya berhati-hatilah tapi aku tidak memaksa kok kalau kamu ingin bertemu dengannya. Hehehe... Siapa tahu kau ingin belas dendam untukku ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ ] "Sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan padaku."

Meletakan.

[ Kembali ke awal, Aku bisa tebak kamu itu anak yang penuh dengan mental tidak stabil, oleh sebab itu kondisi Emosional dan Mental mu pastilah berada di batas yang tidak normal, aku tidak menyarankan mu untuk mengunakan kemampuan ini sebelum kamu menguasai dirimu sendiri-. ]

"...."

[ Ketika kamu mengunakan kemampuanku, kamu dan dia akan menjadi 'Mangsa dan Pemangsa' antara siapa yang akan dimakan sekarang berada di tanganmu, tentukan pilihanmu Glorya, Kamu ingin jadi Pemangsa atau kamu yang Dimangsa. ]

"Apa yang- AARG-!!!."

Berdenyut.

Tiba-tiba bola mata Glorya terasa sangat panas dan serangan sakit kepala menyerang otak Glorya bertubi-tubi seperti terkena palu yang besar, hingga membuatnya mual. "SAKIT-!." Glorya menjambak rambutnya sendiri dan memukul-mukul kepalanya, pandanganya mulai berbayang dan itu sangat menyakitkan baginya yang masih berusia 8 tahun.

"UHUK-!!!."

Tubuhnya mulai bergetar tak terkendali, membuatnya jatuh di atas tempat tidur dan menutup mata dalam keadaan rasa sakit yang merajalela. Dari jauh kertas yang terjatuh di bawah lampu yang juga terjatuh menunjukan kalimat lain yang masih belum di lihat Glorya.

[ Dulu sebelum aku menguasainya, ketika aku masih ceroboh mengunakannya, kemampuan itu sering sekali mengambil alih pikiranku dan membuatku sakit kepala hebat seolah ingin mengambil imbalan dari yang aku pinjam. Lucu bukan? Padahal dia milikku tapi mencoba meminta bayaran, kemampuan yang tidak tahu diri, makanya kamu harus mengendalikannya terlebih dahulu sebelum mengunakannya dengan bebas ingat! Jangan berlebihan, berlebihan itu tidak baik untuk umurmu. ]

****

-Glorya!.

Uhg-

-Glorya Bangun!.

Siapa itu?.

-GLORYA!

"GLORYA!!!."

"HAAAAP-."

Glorya membuka matanya. Ternyata suara yang dia dengar barusan adalah bibinya yang terlihat panik membangunkannya. "Glorya Ada Apa Ini! Kenapa Kamarmu Berantakan Sekali! Tidak, tunggu yang lebih penting kenapa kamu sangat berkeringat?." Mia menyentuh kening Glorya namun tidak merasakan tanda-tanda demam atau sakit apapun.

"Wajahmu sangat pucat! Ayo kerumah sakit jika kamu memang sakit sayang!."

"Tidak!."

"Apa? Tidak boleh kita harus segera kerumah sa-."

"Tidak apa-apa bibi, aku hanya kepanasan." Glorya teringat akan isi surat. Sakit di kepalanya memang sudah tidak terasa lagi namun denyut di kedua bola matanya masih ada bahkan penglihatannya masih berbayang saat melihat wajah Mia. Ya Tuhan... Rasanya sangat menyakitkan... Apa ini efek samping yang akan kurasakan jika aku mengunakannya berlebihan? Tidak, sepertinya ini bahkan hanya sebagian kecil efeknya. Glorya menutupi wajahnya dengan kedua tangan sehingga membuat Mia yang masih menatap Glorya semakin khawatir dengan kondisi Glorya.

"Aku Pulang!."

"Freddy!!! Sepertinya Glorya-."

"TIDAK JANGAN KATAKAN APAPUN BIBI!!!."

Berhenti.

"Baiklah."

BERDENYUT-

"HUK-HUK...." Sekali lagi pukulan keras sakit kepala kembali menyerang Glorya dan kali ini membuatnya ingin muntah. "Huk-Janga— Haaak jangan buka ... pintu— BLUEERG-."

"Mia?."

Tok tok tok ...

"Mia ada apa di dalam."

"Hem? Tidak ada hanya masalah kecil antar perempuan."

"Apa?." Freddy yang berada di luar pintu kamar ingin masuk namun menemukan pintu di kunci dari dalam. "Mia buka pintunya sebentar."

"Tidak boleh."

"Kenapa?."

"Glorya sedang menganti bajunya."

"AAAARG-!!! SAKIT SEKALI! BERHENTI...!"

"Glorya Ada Apa Itu."

"BERHENTI! BERHENTI! BERHENTI!." di dalam kamar mandi Glorya berteriak kesakitan, sambil memukul-mukul bagian kepala yang terasa sangat sakit. "KUMOHON BERHENTI!."

Gelap.

***

"Apa Yang Terjadi Sebenarnya!."

"Aku Tidak Tahu, Aku Tidak Ingat Apa-apa!! Aku Melihat Glorya Berkeringat Di Tempat Tidur Sebelumnya Tapi Tidak Ingat Bagaimana Dia Bisa Pingsan Dikamar Mandi Setelahnya!."

Glorya bisa mendengar suara bibi dan pamannya yang bertengkar karena panik.

"Bisakah kalian berdua diam, aku akan memeriksa kondisinya sekarang."

"Snif cepat lakukan." kata Mia sambil menyeka air matanya.

1
Anonim
lg baca
Ririn Santi
menarik
Ririn Santi
perjuangan yg menarik untuk diikuti.
masih lanjut kah Thor?
Ririn Santi
hihihi.....
Ririn Santi
lah selama 17 thn diam aja? katanya mau balas dendam
Afrendo Edo A
lanjut thor, seru alurnya

jangan lupa mampir juga di BEHIND THE CAMERA ya, saling dukung (like,komen dan subscribe)
Yunita Widiastuti
💪💪🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!