Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.
One Piece System.
Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.
Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.
Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.
Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16: Perekrutan Sang Komandan Angkatan Laut
Pendar cahaya keemasan pekat membias terang di tengah kegelapan senja yang menyelimuti perairan selatan Pulau Ren. Angin sore yang membawa bau amis darah dan minyak terbakar dari sisa pertarungan mendadak menjadi tenang, terdorong oleh tekanan aura yang ganjil dan bermartabat dari pusat pancaran cahaya tersebut.
Di atas geladak belakang kapal sloop bertiang dua milik faksi Gale, Rian menahan napasnya. Johnny berdiri di sampingnya dengan mata melotot dari balik kacamata hitam, sementara Dogo dan anak-anak buah Gale di geladak tengah menatap pusaran cahaya itu dengan raut wajah penuh kekaguman dan kecemasan.
Partikel-partikel keemasan itu berlapis-lapis menyatu, membentuk siluet seorang pria bertubuh tegap dan jangkung.
Ketika cahaya itu perlahan memudar, tampaklah sosok pria berambut putih keperakan pendek yang ditata rapi ke belakang. Ia mengenakan kemeja kain tebal bercorak bunga dengan kancing atas terbuka, rompi taktis kulit kelabu, serta mantel panjang berwarna putih bersih bersulamkan tulisan kanji "Keadilan" (Seigi) di bagian punggungnya. Mantel tersebut hanya disampirkan di bahunya tanpa memasukkan lengan, melayang anggun ditiup angin laut.
Dua batang cerutu besar terselip di sudut bibirnya, menghembuskan asap putih tebal yang tidak terpengaruh oleh hembusan angin pantai. Di punggungnya, terikat sebilah senjata panjang berbentuk tongkat baja hitam dengan pelindung silang di dekat gagangnya.
Jitte berujung batu laut (Kairouseki).
Pria itu menarik napas dalam-dalam dari cerutunya, menyeburkan asap pekat ke udara, lalu mengalihkan pandangan matanya yang tajam dan dingin menatap sekeliling geladak. Pandangannya menyapu tubuh Hozuki Ryuji yang tergeletak pingsan, darah yang mengering di papan kayu, sebelum akhirnya terkunci penuh pada Rian yang berdiri tenang di hadapannya.
"Cahaya ganjil ini... dan informasi di dalam kepalaku," suara pria itu terdengar berat, dalam, dan serak, beresonansi kuat di geladak kapal. Ia melangkah maju dengan sepatu boot militernya yang berat, menciptakan bunyi gedebuk kokoh. "Jadi, kau yang memanggilku ke dunia penuh ninja dan kapal-kapal kecil ini... Host?"
Smoker.
Mantan Captain Angkatan Laut (Marine Captain) dari pangkalan Loguetown, East Blue. Seorang petarung tingkat Rare yang menguasai Buah Iblis Tipe Logia: Moku Moku no Mi (Buah Asap).
[SISTEM NOTIFIKASI: Perekrutan Karakter Berhasil]
Nama Karakter: Smoker
Kategori: Rare
Asal: Marine HQ / Loguetown (Marine Captain)
Status/Kekuatan:
Strength: 35
Speed: 30
Vitality: 32
Stamina: 35
Keahlian: Moku Moku no Mi (Logia - Basic Mastery), Jitte Swordsmanship, Marine Tactical Command, Basic Marine Taijutsu.
Loyalitas: Tingkat Dasar (Sistem Binding) - Mematuhi perintah Host sebagai pimpinan tertinggi faksi, namun mempertahankan prinsip keadilan absolut dan kepribadian independennya.
Atribut fisik Smoker yang berada di kisaran angka 30 hingga 35—hampir tiga kali lipat dari kekuatan Rian dan dua kali lipat dari Johnny—membuat atmosfer di atas geladak sloop terasa sangat berat.
Johnny melangkah satu titik di samping Rian, matanya berbinar gembira seraya menunjuk mantel putih Smoker. "Oi, oi! Baju putih itu... Mantel Angkatan Laut?! Kau seorang Captain Marine dari Loguetown?!"
Smoker melirik Johnny dari sudut matanya, hembusan asap cerutunya kian tebal. "Seorang pemburu buronan dari East Blue... Johnny, kan? Mengapa orang seperti kalian bisa berkumpul di bawah satu bendera di tempat asing ini?"
"Hehe! Karena Aniki adalah pemimpin kami!" seru Johnny bangga seraya menepuk dadanya. "Dunia ini berbeda dengan East Blue, Markas Marine! Di sini tempat para ninja dan penyamun laut!"
Rian melangkah maju satu titik, merapatkan mantel bertudung hitamnya seraya menatap mata Smoker dengan intonasi yang sangat tenang dan tegas. Skor Intelligence 14-nya bekerja cepat untuk mengatur cara berkomunikasi yang paling tepat dengan sosok seperti Smoker. Smoker bukan tipe bawahan yang menyukai basa-basi atau kepatuhan buta; ia adalah seorang prajurit idealis yang digerakkan oleh prinsip ketertiban dan perlindungan terhadap warga sipil.
"Smoker," panggil Rian. "Namaku Rian. Selamat datang di wilayah perairan Negara Air."
Smoker menghembuskan asap cerutunya ke samping, menyilangkan tangannya di dada. "Sistem sudah memasukkan aturan dasar ke pikiranku, Rian. Aku terikat untuk mematuhi perintahmu dalam membangun faksi ini. Tapi dengarkan aku baik-baik... aku adalah seorang Angkatan Laut. Aku tidak akan melayani seorang bajak laut yang menindas orang lemah atau bertindak sewenang-wenang tanpa alasan."
Rian menyunggingkan senyum tipis. "Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu, Smoker. Tujuan utama faksi Gale adalah membangun ketertiban di balik bayangan, membasmi penyamun yang merusak lautan, dan menciptakan wilayah kekuasaan yang mandiri di tengah perang saudara dunia ini."
Rian menunjuk ke arah perairan selatan dan kota pelabuhan Pulau Ren yang kini mulai menyalakan lentera malam.
"Pria yang tergeletak di geladak itu adalah Hozuki Ryuji," lanjut Rian. "Seorang mantan ninja pelarian yang berniat membakar dermaga dan memeras warga sipil pulau ini. Kami baru saja melumpuhkannya dan mengamankan kapal perang miliknya."
Smoker melirik Ryuji dengan pandangan jijik dari balik asap cerutunya, lalu melangkah mendekati tepi pagar geladak, mengamati kapal perang Lautan Merah yang tertambat di samping sloop.
"Kapal perang berukuran sedang... dan belasan penyamun yang melarikan diri ke laut," gumam Smoker. Ia membetulkan letak Jitte batu laut di punggungnya. "Ketertiban di lautan ini memang tampak sangat buruk."
Dogo dan anak-anak buah Gale yang menyaksikan percakapan tersebut menelan ludah dengan wajah tegang. Kehadiran Smoker dengan mantel Angkatan Laut dan dua cerutu asapnya memberikan aura kepemimpinan militer yang sangat intimidatif—jauh lebih kuat daripada Dogo maupun Chunin Kaji yang pernah mereka hadapi.
"Dogo," panggil Rian.
"Y-Ya, Tuan Rian!" jawab Dogo cepat seraya berlari kecil mendekat dan membungkuk dalam-dalam.
"Amankan Hozuki Ryuji ke dalam ruang tahanan kapal perang miliknya," perintah Rian. "Ikat dia menggunakan rantai besi tebal dan pastikan dadanya dilapisi kain yang dibasahi larutan garam tempa pekat agar dia tidak bisa mengaktifkan teknik hidrifikasinya kembali."
"Siap, Tuan! Langsung dilaksanakan!" Dogo bersama dua anak buahnya segera menyeret tubuh Ryuji yang belum sadarkan diri menuju ruang kargo bawah kapal perang Lautan Merah.
Rian kemudian berpaling menatap Smoker dan Johnny.
"Smoker, mulai hari ini, kau kutunjuk sebagai Komandan Militer dan Strategi Pertahanan faksi Gale," ujar Rian dengan suara lantang yang didengar oleh seluruh personel. "Johnny akan menjadi wakilmu dalam melatih taktik tempur geladak."
Johnny tertawa lebar seraya memukul pelindung pedangnya. "Siap, Aniki! Belajar dari seorang Captain Marine pasti akan membuat ilmu pedangku semakin mantap!"
Smoker menghembuskan asap cerutunya, memandang Rian dengan tatapan menilai sebelum mengangguk pelan. "Faksi ini butuh disiplin militer yang nyata jika ingin menguasai kapal perang dan menghadapi pasukan ninja. Aku akan mengambil alih komando pelatihan seluruh personel mulai besok pagi."
Malam hari jatuh sepenuhnya di perairan selatan Pulau Ren.
Dua kapal—Kapal Sloop Bertiang Dua dan Kapal Perang Lautan Merah yang baru disita—berlayar tenang mengarungi lautan malam menuju perairan utara, berbelok memasuki celah karang rahasia Tebing Barat.
Sesuai perintah Rian, barikade kayu luar dibongkar sementara untuk memberikan jalan masuk bagi kedua kapal besar tersebut. Ceruk air dalam di dalam gua laut Tebing Barat ternyata memiliki ruang yang cukup luas untuk menampung dua kapal bertiang secara berdampingan.
Anak-anak buah Gale yang bertugas menjaga markas bersorak kagum saat melihat faksi mereka kini memiliki dua armada laut resmi: satu kapal sloop lincah dan satu kapal perang berukuran sedang.
Seluruh personel berkumpul di aula utama gua Tebing Barat yang dinyalakan oleh belasan obor dinding.
Dogo menyampaikan laporan inventaris terbaru setelah penggeledahan kapal perang Lautan Merah selesai dilakukan:
Peti Harta Lautan Merah: Uang tunai sebesar 40.000 Ryo dari peti simpanan pribadi Hozuki Ryuji.
Persenjataan Tambahan: 15 bilah parang pemotong kayu tebal, 8 bilah Senbon panjang, dan 2 unit kanon portabel tambahan di geladak kapal perang musuh.
Pasokan Makanan: 5 karung beras kering, 3 gentong air bersih, dan 2 peti daging asap tahan lama.
Rian duduk di kursi kayu utamanya di ujung meja aula, menyapu pandangannya ke seluruh anggota yang kini berjumlah tiga belas orang, ditambah dua komandan dari dunia One Piece: Johnny dan Smoker.
"Dogo," panggil Rian.
"Ya, Tuan Rian!"
"Sampaikan perhitungan total keuangan dan aset faksi kita saat ini."
Dogo membuka catatan kulitnya, membaca angka-angka tersebut secara presisi. "Sebelumnya kita memiliki simpanan uang tunai sebesar 16.000 Ryo. Dengan tambahan 40.000 Ryo dari peti Hozuki Ryuji, total simpanan uang tunai faksi Gale saat ini mencapai 56.000 Ryo."
"Bagus," respon Rian. "Simpan 40.000 Ryo di dalam peti rahasia ruang logistik gua. Gunakan sisa 16.000 Ryo untuk kebutuhan operasional harian, pakan personel, dan pembayaran gaji para informan nelayan di Pulau Ren."
Rian kemudian mengalihkan pandangannya pada Smoker yang sedang bersandar di pilar batu aula seraya menikmati cerutunya.
"Smoker, bagaimana penilaianmu terhadap kapal perang dan personel yang kita miliki saat ini?" tanya Rian.
Smoker menghembuskan asap tebal, menatap anak-anak buah Dogo yang berdiri tegak. "Kapal perang itu dalam kondisi lumayan, tapi butuh perbaikan pada tiang layar depan yang retak terkena tembakan kanonmu kemarin. Mengenai para personel... fisik mereka masih di bawah standar prajurit Angkatan Laut biasa. Tapi kecakapan mereka mengabaikan rasa takut saat penyergapan semalam cukup lumayan."
Smoker melangkah ke depan meja. "Mulai besok, aku akan membagi tiga belas orang ini menjadi dua unit tempur:
Unit Alpha (6 Orang) di bawah komandoku langsung untuk mengoperasikan Kapal Perang Lautan Merah dan pertahanan meriam.
Unit Beta (7 Orang) di bawah komando Johnny untuk pergerakan lincah di atas Kapal Sloop."
"Rencana pembagian yang sangat efisien," puji Rian. "Setuju."
Setelah rapat organisasi selesai dan para anggota dibubarkan untuk beristirahat di ceruk kamar gua, Rian tetap berada di aula utama bersama Smoker dan Johnny.
Denting suara sistem yang dinanti-nantikan akhirnya berdenting sangat nyaring di dalam kepala Rian.
[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Commander Assembly]
Memiliki minimal dua karakter dari dunia One Piece dari kategori yang berbeda (Uncommon dan Rare) dalam satu faksi resmi.
Reward: +150 System Point.
[SISTEM NOTIFIKASI: Peningkatan Pengaruh Faksi]
Total Reputasi Faksi Host kini mencapai:
Public Reputation: 350 (Pulau Ren - Faksi Gale diakui sebagai pelindung terselubung)
Underworld Reputation: 300 (Dikenal di perairan luar sebagai faksi yang menumbangkan Hozuki Ryuji)
Rian memanggil antarmuka status sistem di dalam pikirannya untuk memeriksa akumulasi poin dan seluruh data yang terbarui secara terintegrasi.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
SYSTEM STATUS
Nama: Rian Usia: 20 Level: 1
Strength: 12 Speed: 9 Vitality: 8 Stamina: 8 Intelligence: 14
System Point: 900 SP (750 + 150) Reputation:
Public Reputation: 350 (Pulau Ren)
Underworld Reputation: 300
Skills:
Rokushiki: Kami-e (Basic)
Rokushiki: Geppo (Basic)
Rokushiki: Tekkai (Basic)
Navigation (Basic)
Kenbunshoku Haki (Basic)
Characters:
Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Markas Tebing Barat
Smoker (Rare - Marine Captain) - Lokasi: Markas Tebing Barat
Inventory:
Basic Hunting Knife (1)
Kapak Besi Kecil (1)
Kompas Kuningan (1)
Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)
Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)
Jurnal Pelayaran Kuno (1)
Kantong Air Kulit (2 Liter)
Roti Gandum Kering (2)
Kunai Standar Kiri (10)
Senbon (28) (20 + 8 dari Lautan Merah)
Ninjato Standar Kiri (5)
Parang Pemotong Kayu Tebal (15)
Peti Material Logam Tempa & Obat-obatan (1)
Karung Beras Kering (5)
Daging Asap Tahan Lama (2 Peti)
Uang Tunai: 56.000 Ryo
Perahu Layar Kayu Kecil (1 - Terikat di Dalam Gua)
Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)
Kapal Sloop Bertiang Dua (1 - Bersandar di Ceruk Gua)
Kapal Perang Lautan Merah (1 - Bersandar di Ceruk Gua)
Achievement:
First Survival
World Discovery
Tactical Advantage
Civilized Footprint
Founder
Naval Dominance
Fleet Expansion
Martial Mastery
Shinobi Hunter
Commander Assembly
Organization: Gale (Level 1 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Dengan total 900 System Point dan modal kas sebesar 56.000 Ryo, faksi Gale kini berada dalam posisi finansial dan kekuatan tempur yang sangat solid.
Rian membuka menu Shop Level 2 yang telah terbuka sebelumnya, menatap rincian item dan peningkatan atribut yang siap ia beli untuk memperkuat dirinya serta mempersiapkan langkah ekspansi faksi Gale menuju kepulauan utama Negara Air.
Ia melangkah menuju mulut gua Tebing Barat, menyandarkan tubuhnya pada dinding batu karang seraya menatap lautan malam yang diselimuti kabut tipis. Kedatangan Smoker dan kemenangan atas Hozuki Ryuji telah mengubah peta kekuatan di perairan luar secara permanen. Periode konsolidasi dan pergerakan terselubung faksi Gale berikutnya siap dimulai.