NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Transmigrasi Menjadi Menantu Keluarga Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: BabyKucing

Xian Yue tewas setelah bertahun-tahun menjadi seorang penyintas di dunia Distopia.

Tapi, bukannya bangkit di alam kubur dan menerima semangkuk sup reinkarnasi dari Meng Po, Xian Yue justru terlempar ke tanah antah berantah.

Dalam perjalanan menuju rumah mertuanya, Xian Yue tak tau tubuh yang dimasukinya ternyata sudah dijual sebagai menantu yang menumpang, pada keluarga miskin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 Banyak Orang Asing

Pagi itu, kehidupan keluarga Han kembali berjalan seperti biasa.

Setidaknya...

Begitulah yang terlihat dari luar.

Han Zheng sedang memperbaiki pagar bambu yang rusak. Tuan Han sibuk membelah kayu bakar. Nyonya Han menjemur beberapa tanaman obat di halaman, sementara Lian Yue berada di ladang bersama cangkul kecil di tangannya.

Tidak ada yang membicarakan pria asing yang datang tadi malam.

Tidak ada yang membicarakan Bukit Timur.

Dan tidak ada seorang pun di keluarga Han yang tahu bahwa jauh di dalam hutan, beberapa orang sedang membicarakan keberadaan Lian Yue.

Lian Yue sendiri memilih untuk diam.

Ia tidak ingin membuat keluarganya khawatir.

"Bagian sini terlalu basah."

Lian Yue berjongkok sambil memeriksa tanah. Setelah hujan beberapa hari terakhir, air memang lebih mudah menggenang di bagian bawah ladang.

Han Zheng yang sedang menggali saluran kecil menoleh.

"Kalau begitu kita buat salurannya sedikit lebih dalam."

"Jangan terlalu dalam."

"Kenapa?"

"Kalau terlalu dalam, tanah bagian atas akan kehilangan banyak air."

Han Zheng mengangguk. Ia mulai terbiasa dengan kebiasaan istrinya yang selalu memperhatikan hal-hal kecil. Dulu, jika tanah terlalu basah, ia hanya akan menganggapnya sebagai nasib buruk.

Sekarang, ia mulai berpikir bahwa setiap masalah pasti memiliki penyebab.

Dan mungkin... Ada cara untuk memperbaikinya.

"Aku rasa tahun ini hasil jagung kita bisa sedikit lebih baik."

Lian Yue tersenyum. "Jangan terlalu cepat berharap."

"Kenapa?"

"Karena tanaman belum panen."

Han Zheng tertawa. "Kau bahkan tidak membiarkanku bermimpi."

"Lebih baik bermimpi setelah melihat hasilnya."

"Baiklah."

Han Zheng kembali bekerja. Namun beberapa saat kemudian, ia berhenti. "Istriku."

"Hm?"

"Menurutmu... kedelai itu benar-benar bisa tumbuh di tanah kita?"

Lian Yue menatap petak kecil di belakang rumah. Beberapa tanaman sudah mulai menunjukkan daun pertama.

"Kalau terus seperti sekarang, seharusnya bisa."

Han Zheng tersenyum. "Kalau begitu setelah panen nanti, kita tanam lebih banyak."

Lian Yue mengangguk.

"Jangan terlalu banyak."

Han Zheng langsung menatapnya. "Kenapa lagi?"

"Karena kita belum tahu bagaimana hasil panennya."

Han Zheng terdiam. Kemudian menghela napas. "Istriku."

"Ya?"

"Kau benar-benar tidak pernah mau mengambil risiko."

Lian Yue tersenyum kecil. "Karena aku pernah kehilangan terlalu banyak karena mengambil risiko."

Kalimat itu keluar begitu saja. Han Zheng terdiam. Ia tidak bertanya lebih jauh.

Entah mengapa, beberapa perkataan Lian Yue terkadang membuatnya merasa bahwa istrinya menyimpan kehidupan yang jauh lebih panjang daripada usia sebenarnya.

Namun ia memilih untuk tidak memaksanya bercerita. Setiap orang memiliki rahasianya masing-masing.

.

.

Menjelang siang, sesuatu yang aneh terjadi.

Burung-burung yang biasanya berisik di sekitar rumah keluarga Han tiba-tiba terbang menjauh. Kemudian hampir semuanya menghilang dari pohon jujube.

Lian Yue yang sedang menjemur beberapa tanaman obat langsung menyadarinya. Ia mengangkat kepala untuk mencarinya di sela-sela daun atau ranting, tapi nihil.

"Kenapa semuanya pergi?"

Tidak ada jawaban.

Beberapa detik kemudian, seekor burung pipit terbang kembali. Namun burung itu tidak langsung mendarat. Ia berputar beberapa kali di atas rumah sebelum akhirnya turun ke pagar.

["Ada orang."]

Lian Yue mengerutkan kening. "Siapa?"

Burung pipit menoleh ke arah jalan. ["Banyak."]

"Berapa?"

Burung itu tampak berpikir.

["Lima?"] Kemudian ia menambahkan.

["Atau enam."]

Lian Yue menghela napas. "Jumlah yang sangat membantu."

Burung pipit terlihat tersinggung. ["Aku tidak pandai menghitung."]

Lian Yue hampir tertawa. Namun sebelum ia sempat menjawab, suara roda gerobak terdengar dari jalan desa.

Kali ini bukan satu gerobak. Ada beberapa. Lian Yue berdiri untuk melihatnya.

Di kejauhan, tampak beberapa orang memasuki Desa Qinghe. Pakaian mereka bukan pakaian petani. Mereka membawa keranjang, peti, dan beberapa alat pertanian.

Dari luar, mereka terlihat seperti pedagang. Namun Lian Yue segera merasa ada sesuatu yang berbeda.

Ia melihat salah seorang pria turun dari gerobak. Tatapannya menyapu seluruh desa. Bukan seperti seseorang yang mencari tempat membeli barang.

Melainkan seperti seseorang yang sedang mencari seseorang. Lian Yue mempersempit mata. "Jadi mereka datang."

Burung pipit di pagar langsung mengangguk.["Mereka mencium bau yang sama seperti orang semalam."]

Lian Yue terdiam.

Bau yang sama. Berarti...

Mereka mungkin berkaitan dengan Gu Chen.

Atau dengan batu merah.

Namun mengapa mereka datang secara terbuka.

[P.s. Mohon maaf sebelumnya terjadi kesalahan paragraf 🥀, saya tidak memeriksa kembali bab yang saya posting. Bab ke 18 sudah di revisi. Bab 18 memang pendek, tapi karena saya tidak menulis di apk melainkan di note terlebih dahulu , terkadang ada kesalahan seperti bab menjadi berulang alias double 😅🫶

1
tinie
masih rumit dan terlalu rumit untk memahami
di otak saya🤣🤣
tinie
ya kamu harus tau masa lalumu apa hubungmu dgn mereka
sehingga apa yg membuat mereka ingin membuang mu jauh jauh dan dilarang kesana bertemu batu merah
tinie
tetep semangaat 💪💪💪
tinie
kenapa mengulangi faragraf yg sama
dgn diatas
tinie: ok
semangaaat thor
total 2 replies
tinie
ada dgn mereka
apakah mereka sengaja membuang kian Yue .agar tidak mampu membangkitkan ilmunya
makanya dia dilarang bertemu batu merah
Srie Ncii Herdiansyah
aku baru nemu cerita ini, padahal aku pecinta cerita Time travel kok gk muncul awal2 yah?? semoga rajin up thorr
tinie
makin penasaran🤔🤔
tinie
wah apakah itu batu apa

sehingga para burung dan binantang lainnya sangat ketakutan
tinie
ya kecambah pertumbuhanmu sedikit lamban namun pasti
semoga kau bisa menyelamatkan keluarga han
tinie
yang gak tumbuh
mungkin terlalu tua 💪💪
tinie
meskipun dekat dgn gunung ternyata
disaat kemarau juga sama ya kadang tak kunjung datang hujan
tinie
saking baiknya ya keluarga Han
sampai sampai mendoakan kejayaan untk mereka
tinie
apa kalian tidur dikamar sang sama
saling bertanya
deep talk gitu😁😁🤔
tinie
war biasa
bisa mendengar BHS binatang
tinie
h a d i r 💪 💪 💪
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Fauziah Daud
lanjuttt
Fauziah Daud
luar biasa
Fauziah Daud
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!