NovelToon NovelToon
System Pembalasan Seorang Istri

System Pembalasan Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:243.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: less22

🏆Juara 3 lomba menulis novel Pembalasan Istri 🏆

EKSLUSIF HANYA DI NOVELTOON, JIKA ADA DI TEMPAT LAIN BERARTI PLAGIAT. LAPORKAN!!

Sahara adalah wanita cantik dan kaya yang menikah dengan seorang pria bernama Rendi yang sudah 1 tahun berpacaran dan memutuskan untuk menikah.

Di pernikahan mereka beranjak 4 tahun, akhirnya Rendi di angkat menjadi CEO perusahaan papa Sahara karena selama menjadi pegawai di perusahaan papa Sahara Rendi sangat bekerja keras dan membuahkan hasil membuat papa Sahara mempercayai Sahara.

Setelah di angkat menjadi CEO, Rendi malah bermain di belakang Sahara dengan selingkuh bersama sekretaris papa Sahara yang kini menjadi sekretaris Rendi.

Mereka pun merencanakan sesuatu dari mulai membunuh kedua orang tua Sahara dengan cara membuat kedua orang tua Sahara mengalami kecelakaan di jalan raya dan meninggal di tempat.

Akhirnya Sahara pun di bunuh oleh Rendi dan selingkuhannya. Akan tetapi siapa sangka jika Sahara mendapatkan system' dan ia hidup ke

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Sahara terdiam sejenak. "Lalu … Tuan Albazero ada urusan apa menelpon ku dengan nomor pribadi?" tanya Sahara.

"Tidak ada, aku hanya ingin beri tahu Nona kalau ini nomor pribadi ku, jadi biar Nona tidak kaget dengan nomor baru ku. Di simpan ya, aku hanya ingin mengatakan ini saja," ucap Albazero.

"Ooh," jawab Sahara manyun.

"Oke, terima kasih sudah mengangkat teleponku, aku permisi dulu, selamat siang. Oh ya apa Nona Sahara sudah makan siang? Maukah Nona makan bersama ku?" tawar Albazero.

"Hm … sepertinya hari ini tidak bisa, aku sedang mengawasi seseorang. Lain kali saja," jawab Sahara.

"Hm … Baiklah jika begitu, semoga lain kali Nona tidak terkejut dengan ku, aku permisi dulu, selamat siang," ucap Albazero.

"Selamat siang," jawab Sahara. Panggilan pun di putuskan. Sahara kembali menyimpan ponselnya.

'Berhubungan kamu nggak mau keluar dari perusahaan ini maka aku akan menyiksa mu," batin Sahara sambil tersenyum.

Krucuk! Krucuk! Krucuk!

Sahara memegang perutnya yang berbunyi. "Aduh, lapar banget," ucap Sahara.

"Anna, ke sini kamu," panggil Sahara melambaikan tangannya.

Anna melihat sekilas ke arah Rendi, kemudian berjalan mendekati Sahara.

"Ada apa Nona?" tanya Anna.

"Aku lapar, belikan aku makanan. Chicken katsu, kepiting asam pedas dan telor ceplok. Minumannya cappucino cincau, teh hijau dan jeruk peras," ucap Sahara.

"Tapi Nona itu tempatnya berbeda, kenapa nggak pesan online saja?" tanya Anna.

"Aku tidak mau online, apa gunanya aku punya karyawan tapi hanya makan gaji buta. Cepat sana pergi!" perintah Sahara.

"Uangnya?"

Sahara merogoh uang dari tas mungilnya lalu memberikan beberapa lembar uang.

"Ini uangnya, aku mau kamu cepat pulang, aku sudah lapar!" perintah Sahara.

"Sini, biar aku saja yang pergi," ucap Rendi mengambil uang dari tangan Sahara.

"Oh, tidak menyangka ternyata ada yang berbaik hati membela seseorang, kau benar-benar sangat perhatian ya," ucap Sahara tersenyum.

Rendi pun langsung pergi, ia tak sanggup berlama-lama di hadapan Sahara dari para mematung jadi batu karena mendengar ucapan Sahara yang pedas itu.

"Wah, senang sekali ya di perhatikan? Kenapa selama ini aku tidak sadar jika kalian berdua sangat dekat?" tanya Sahara.

Anna terdiam dan tidak menyahutinya.

"Ya udah sana, kerjakan pekerjaan yang belum selesai itu!" perintah Sahara sambil melipat tangannya, ia pun berlenggok berjalan masuk ke dalam ruangan CEO meninggal Anna.

Anna menatapnya tajam melihat kepergian Sahara, setelah Sahara masuk Anna melempar sapu tersebut dan ia menghempaskan bokongnya di kursi yang ada di sana.

"Sahara! Kau pikir diri mu siapa! Lihat saja kau nanti! Aku akan membalas mu! Aku pasti akan membalas mu!" ucap Anna geram.

Sahara mengambil ponselnya dan menelpon Rendi.

Tuuut! Tuuut! Tuuut!

"Halo," jawab Rendi dengan suara yang tidak suka.

"Aku mau kamu beli langsung dari restorannya, aku nggak mau kau beli dari online. Jangan membohongi ku karena aku terus memantau mu di mana pun kamu berada," ucap Sahara.

"Sahara! Kamu jangan keterlaluan donk! Kau pikir 6 pesanan itu bisa pergi sekaligus," ucap Rendi dengan nada tinggi.

"Siapa suruh kau ingin menggantikan dia. Tapi aku ingin tanya pada mu, kenapa kau sangat baik dan perhatian banget sama dia di banding aku? Sepertinya dia adalah istri mu, bukan aku," ucap Sahara seenaknya.

Rendi menarik nafasnya dengan menggertakkan gigi karena geram.

"Sahara! Kau …."

"Berhubungan kau sangat ingin jadi pembantu, maka kau lebih cocok jadi pembantu saja," potong Sahara sambil tersenyum.

Rendi langsung memutuskan panggilannya dan ia pun pergi membeli pesanan Sahara.

"Wanita ini, dia sungguh membuat ku kesal!" teriak Rendi murka. Tapi mau tak mau ia tetap harus juga membeli apa yang di inginkan oleh Sahara, saat ini ia tak punya kekuasaan apa pun untuk melawan Sahara.

Tak lama, Rendi menenteng beberapa makanan dan ia pun meletakan makanan itu di atas meja Sahara dengan wajah yang memerah karena panas.

"Wah, banyak sekali," ucap Sahara senang. Rendi pun berbalik badan ingin segera pergi dari ruangan yang rasanya lebih panas dari pada di bawah terik mata hari.

"Tunggu sebentar!" panggil Sahara tiba-tiba membuat Rendi terpaksa menghentikan langkahnya.

"Ada apa lagi?" tanya Rendi terlihat kelelahan.

"Ya ke sini dulu," ucap Sahara. Ia mengambil makanan itu lalu membukanya.

"Kau mau kau mencicipi makanan ini satu persatu, tapi hanya satu sendok saja," ucap Sahara.

"Untuk apa?" tanya Rendi penasaran.

"Lakukan saja!" perintah Sahara.

Rendi pun mengambil sendok dan menyendoknya satu persatu lalu melahapnya.

"Oke, kamu boleh pergi," ucap Sahara saat melihat Rendi baik-baik saja.

Rendi pun pergi dengan merasa heran.

Sahara melakukan itu karena ia memastikan jika makanannya tidak di racuni oleh Rendi, makanya ia meminta Rendi untuk mencicipinya. Rendi terlihat biasa saja itu menandakan jika ia tidak melakukan sesuatu pada makanannya.

"He-he-he Rendi, karena kau sangat ingin di siksa, maka aku akan terus menyiksa mu sampai puas," ucap Sahara tersenyum.

1
Eva Evelly
kasar skali bahasa nya?
Ruk Mini
ohhhh .swetttt...kisah yg sgt epik...sat set ajibbbb lh pokoke, strong women..sgt mengesannkn, dn menghibur tentu y, tq thorr d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍
Sriana Junaidi
sip deh
Travel Diaryska
good
bakpao
/Good/
sahabat pena
cerita nya bgs dan keren. sat set set ga berbelit2. selamat kak.. semangat berkarya lbh baik lg💪💪💪🥰
sahabat pena
Luar biasa
sahabat pena
🤣🤣🤣🤣🤣
Rafly Rafly
Luar biasa
Deana
bagus
Siti Nofiani
Luar biasa
𝄟⃝Ruby࿐
ga ada elegan2nya, terkesan kaya preman pasar,
untuk ketegasan aku setuju, tp tegas bukan berati kasar.
Ervina
Luar biasa
irena
/Good//Good//Good//Good//Good//Good/
🦆 Wega kwek kwek 🦆
padat ,singkat, keren wow GK bisa diungkapkan dengan kata-kata, salut buat kakak author,
less22: terima kasih banyak
total 1 replies
Jasmin Melor
Luar biasa
zahraky
hah? seat bealt nya di makan 😁😁
Neyna Ziy
sangat berkesan...walaupun singkat ...good luck thor...
khayalan
Noh bru betul balas dendam..reborn yg mengemaskan😏.
khayalan
sistem sila DTG ke otak ku jgk..aku jgk mau kembali ke masa lalu ku🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!