NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:949.9k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kapan Cerai? 10

Beberapa hari berlalu, atau tepatnya dua minggu setelah peristiwa terkuaknya perselingkuhan Amar dan Farrah, suasana perusahaan FAE tampak normal. Hanya saja hubungan kedua atasan FAE yang tidak baik-baik saja. Rasanya dingin dan asing.

Para karyawan bisa menyadari akan hal tersebut. Perubahan yang sangat terasa karena sebelumnya mereka berdua terlihat sangat harmonis.

"Sebenarnya ada apa ya sama Bapak dan Ibu, mereka kayak lagi marahan gitu?"

"Iya ya, sekarang juga nggak pernah lihat Bapak dan Ibu makan bersama. Biasanya mereka selalu makan bersama entah itu di kantin perusahan maupun di luar."

Beberapa karyawan berbisik tentang hubungan Amar dan Arimbi. Mau tidak mau memang pembicaraan tersebut akan muncul.

Sedangkan Arimbi, ia merasa sangat kesal. Pasalnya sampai sekarang Amar masih diam saja dan belum juga melakukan sesuatu.

Memang benar, dengan diamnya Amar merupakan sebuah keuntungan. Keuntungan bagi Arimbi karena si pelakor tak segera mendapatkan status sebagai istri satu-satunya. Akan tetapi, Arimbi sama sekali tidak tahan. Dia tidak tahan dengan status dirinya yang mana masih istri dari pria yang berselingkuh.

Arimbi benci akan hal tersebut. Dia ingin segera berpisah dengan Amar dan menjalani kehidupan yang normal tanpa mengetahui apapun tentang kehidupan Amar dan si pelakor.

Brak!!

Arimbi membuka pintu ruangan Amar dengan begitu kencang sehingga suara benturan terdengar sangat keras. Amar yang sedang berbicara di telepon terjingkat. Ia lantas mematikan sambungan teleponnya.

"Kamu apa-apaan sih, Rimbi! Nggak bisa apa kamu masuk yang sopan dan pake salam,"ucap Amar sengit.

"Cih sopan, kamu aja selingkuh aja nggak pake salam (ijin) kok. Masa iya cuma kayak gini aja protes sih. Dah ah nggak mau ngomongin itu karena bukan itu tujuan utamanya. Kapan, kapan kamu mau ngajuin gugatan cerai hmmm?"

Degh!

Setelah lama diam, akhirnya Amar mendengar hal itu juga dari Arimbi. Selama ini Arimbi diam, Amar pikir tak akan ada pembicaraan tentang hal tersebut.

"Kenapa diem aja? Apa jangan-jangan kamu nggak ada niat untuk ngajuin gugatan cerai. Atau kamu malah nggak ada niatan buat cerain aku, pasalnya sampai sekarang kamu juga nggak jatuhin talak ke aku. Tapi sorry tapi say ya, aku nggak ada niat buat hidup dengan cara poligami. Sampai kapanpun aku anggak ikhlas dan nggak pernah ridho soal pernikahanmu. Jadi, lebih baik segera ajukan gugatan cerai. Ah iya, kalau kamu nggak cepet ngelakuin itu, maka aku akan bongkar semuanya ke media. Biarlah FEA ini hancur sekalian atas ulahmu yang bejat itu."

Amar tak dapat berkata apapun. Menahan Arimbi untuk tidak pergi saja ia tak mampu. Setiap apa yang dikatakan oleh Arimbi menjadi senjata tajam yang menghujam jantungnya.

"Aku harus apa sekarang?" gumamnya lirih sambil mengusap wajahnya kasar.

Amar tiba-tiba merasa bingung ditodong seperti itu oleh Arimbi padahal sebelumnya dia begitu tenang bahkan sama sekali tidak bereaksi ketika Arimbi histeris setelah mengetahui perselingkuhan yang dilakukannya bersama Farrah. Akan tetapi sekarang Amar merasa bingung, seolah sama sekali tidak bisa berpikir.

Haaah

Arimbi membuang nafasnya kasar. Dia awalnya ingin kembali ke ruangannya. Akan tetapi urung, dan memilih untuk keluar. Ia ingin sejenak berjalan-jalan di sekitar kantor dan gudang, untuk sekedar melepaskan rasa kesalnya terhadap Amar.

Sembari berjalan-jalan, Arimbi terus berpikir, mengapa Amar belum juga mengajukan gugatan cerai. Pria itu sudah menikah lama dengan wanita lain, seharusnya dia senang karena Arimbi meminta perceraian.

"Bukannya seharusnya dia seneng ya? Otomatis kan dia sekarang lebih bebas buat ketemu dan bahkan tinggal sama gundiknya itu. Nggak perlu lagi ngumpet-ngumpet. Intinya bebas lah, lah tapi kenapa malah nggak segera ngurus cerainya. Dasar sialan,"gerutu Arimbi.

Mau dipikirkan beberapa kali pun Arimbi tidak mengerti kenapa sudah dua minggu ini Amar diam saja. Terlebih pria yang sampai detik ini masih berstatus sebagai suaminya itu juga belum menjatuhkan talak. Dan juga Amar sama sekali tidak ada itikad untuk menemui Arga dan Aliya selaku orangtua Arimbi.

"Tunggu Pak Bos, nggak gini juga. Nggak ada gunanya juga marah-marah kan?"

"Gimana aku nggak marah. Ini udah dua minggu, bahkan udah dua minggu lebih dari pertama aku ngirim barangnya. Katanya udah langsung ditindak lanjutin, tapi nyatanya di sana bilang kalau barangnya belum sampai juga. Acaranya kan tinggal minggu depan. Gila, ini bikin aku malu tahu!"

Dua orang pria tengah ribut-ribut di tempat parkir. Atau tepatnya salah satu dari mereka terlihat marah dan satu orang lainnya sedang berusaha untuk melerai emosi dari rekannya.

Arimbi tidak sengaja mendengarnya. Ia mengerutkan alisnya setelah menajamkan telinganya. Suara dua pria itu sangat familiar. Dan ketika ia berjalan mendekat, dua sosok pria itu benar-benar orang yang dikenalnya.

"Assalamualaikum. Bukannya Pak Bhumi dan Pak Ibnu ya, maaf kalau boleh tahu ada apa ya?"

Arimbi menyapa dengan sangat sopan. Dia berusaha untuk tersenyum selebar mungkin meski saat ini hati dan pikirannya sedang kesal.

"Nah ini, ini yang katanya ngasih jaminan kalau paketnya bakalan sampai hari selanjutnya (next day) atau minimal besoknya. Tapi apa, nyatanya udah dua minggu tuh paket nggak nyampe-nyampe."

Bukan jawaban salam yang diterima oleh Arimbi akan tetapi repetan kemarahan dari seorang pria yang sangat dikenalnya.

Bhumi Kahan Abinawa, seorang eksekutif muda yang berhasil membawa nama perusahaan AbChia design ke kancah internasional. Pria berusia 28 tahun tersebut merupakan bagian dari keluarga yang namanya cukup tersohor sekaligus klien utama FAE.

Bhumi merupakan salah satu cucu dari putra kembar seorang Rama Hadyan Joyodiningrat yakni Abra Ishan Abinawa. Berbeda dari sang ayah yang sifatnya cukup atraktif, Bhumi terkenal dingin dan malah mirip dengan sang paman yang bernama Kai Bhumi Abinawa.

Merunut silsilah keluarga Joyodiningrat tak pernah habis. Keluarga mereka benar-benar cukup menyita perhatian publik. Namun terlepas dari nama keluarga, masing-masing dari keturunan Rama Hadyan Joyodiningrat dan Arsita Ayuningrum, mereka memiliki kemampuan yang mumpuni.

Termasuk Bhumi tentunya. Dia memang memilih mengembangkan usaha yang didirikan oleh kedua orang tuanya ketimbang mengurus perusahaan yang ditinggalkan sang kakek. Namun Bhumi berhasil membawa nama AbChia Desing (ACD) ke jenjang nasional bahkan namanya juga pernah di singgung di dunia internasional.

Melihat klien pentingnya itu datang sendiri kemari, dan mengeluhkan tentang layanan jasanya, Arimbi langsung merasa tertekan. Selama ini dia sungguh tidak pernah melakukan kesalahan dalam pekerjaannya. Kemarin itu memang terjadi tapi setelah itu sudah langsung ia tangani.

"Mohon maaf Pak Bhumi, tapi paket Anda sudah kami antarkan dengan selamat. Bahkan di pemantauan kami, barang sudah diterima. Anda punya resinya kan, silakan di cek," jelas Arimbi degan setenang mungkin.

"Udah, udah aku cek. Tulisannya emang udah sampai, tapi penerimanya bilang belum,"sahut Bhumi dengan wajah yang sangat kesal.

"Waduh."

Arimbi nampak kebingungan. Alhasil dia membawa Bhumi dan Ibnu menuju gudang untuk menemui Surya. Surya lalu memeriksa paket milik Bhumi tersebut.

Dalam sistem, paket milik Bhumi sungguh sudah sampai. Bahkan diterima langsung oleh nama yang tertera pada resi.

"Ini Pak Bhumi, paket Bapak udah sampai. Nama penerimanya adalah Senia Artia Hayati."

"Nggak, ini beneran nggak mungkin. Katanya dia sendiri yang bilang kalau sama sekali nggak nerima paket dari aku."

Jeeeeng

TBC

1
Violet
Benar2 definisi keluarga besar yg saling menyayangi & hampir di semua bidang bisnis ada aja salah satu anggota kluarga mereka bekerja.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
lia_sembiring
kyk cerita nyata yang lagi viral beberapa bulan lalu . yang itu loh, yang punya animasi nusa dan rara. suami istri bangun perusahannya samapai karakter umumnya ternyata mirip sama selingkuhan suaminya.
Bunda
nyimak😊🙏
Sindy Sintia
udah Farrah jgn jadi murahan untuk yg ke dua x nya, kamu pintar dan cerdas, minta maaf ke arimbi dan berubah, tinggalin Ammar cerai dan mulai dr awal, aku yakin tanpa ammar kamu bisa, ngapain sih masih berharap sama Ammar yg gamon dan terobsesi masih bisa dapetin Arimbi pdahal di lirik Arimbi juga ngga
Datu Zahra
Paling suka karakter Arimbi, wanita tegar yang keren elegant.
Yani Suryani
kasihan si dedek bayi, anak tak bersalah tapi dia ikut nanggung sakitnya,yg dosa orang tuanya yg haram perbuatan orang tuanya, tapi anak malah yg di katain haram, mereka kan juga nikah siri bukan? 🤔
Yani Suryani
berita sudah viral menyebar bak hama, kenapa gak pakai masker biar gak diliatin orang, apalagi dirumah sakit juga banyak pasien
Yani Suryani
mertua aneh, mantu gak kunjung punya anak dibilang mandul, setelah punya cucu gak mau denger suara tangis bayi, hadehhh 🤦
Yani Suryani
orang tua yg melakukan anak kena dampaknya, kasian juga buat anak
Yani Suryani
dari pada di fitnah tapi gak ngelakuin maka biar jadi kenyataan lakukan saja biar jadi fakta tuduhan itu 🤭
Melliyani Batubara
keren
Yani Suryani
suka peran Arimbi yg tegas 🔥
Yani Suryani
masih nyimak
Yani Suryani
mampir 🤗
Arimbi kenapa malah gak mau gugat ?🤔
Datu Zahra
Kak Othor, ceritamu ini kek kisah nyata pasangan salah satu pemilik ekspedisi besar diIndonesia. Mereka merintis usaha bareng dari nol, nikah selama 35 tahun akhirnya cerai karena masalah anak dan suaminya juga selingkuh. persis banget gini, cuma bedanya enggak ada drama anak pelakor meninggal 🤭
Damar Pawitra: waaah, asli beneran gak ekspek ada kisah secara real life nya .. akh beberan masih kayak hah heh hoh, woaaah ....
hehehe semangat kak, kalau ada ode tulis aja ya 🤗💪💪
total 5 replies
Datu Zahra
7 tahun hak Arimbi pengen hamil direnggut sama Amar, sekarang gantian hak jadi orangtua diamabil dari Amar
Yus Nita
dan akhir ny janji KangBhumi terealisadikan 😊😊😊
Yus Nita
sam nech 22 ny dusmi istri sskit jies.
bukan ny sadar atas krlakuan ny, kok mzlah mskin parah.
Maryami
💪💪💪💪👍👍👍👍🦾🦾🦾🦾💞💞💞💞💞💞
Yus Nita
benar2 udah putus srmua urat mslu si Farrah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!