NovelToon NovelToon
Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ni R

Bagai mana rasa nya di gadaikan seperti barang? Ya, itu lah aku yang harus rela di gadaikan oleh ayah ku sendiri.

Bukan hanya di gadaikan, aku juga terpaksa menikah dengan laki-laki yang tidak pernah aku cintai. Laki-laki tampan yang menurut ku kasar, ringan tangan bahkan mendengar ucapan nya saja hati ku perih.

Mau tahu cerita nya? Yukk langsung aja baca.

Jangan lupa Vote, Coment and Rate ya terimakasih🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08.Pergi

Pagi ini Alin sudah di perbolehkan pulang dan sekarang ia sedang menunggu Lingga untuk menjemput nya.

Setelah menunggu hampir dua puluh menit Lingga pun akhirnya tiba, mereka akhirnya pulang di sepanjang jalan Alin hanya menatap kosong keluar jendela mobil. Tak ada yang mengeluarkan suara baik Alin mau pun Lingga hanya bunyi mesin mobil yang menemani perjalanan mereka.

Lingga yang sesekali melirik ke Alin merasa sedikit canggung karena saat ini Alin bagai mayat hidup. Bagaimana tidak, keadaan Alin saat ini sangat memprihatinkan tubuh nya sangat kurus wajah yang sayu dan tatapan mata yang tidak bisa di artikan.

Mobil Lingga kini sudah tiba di depan rumah, tanpa menegur dan menoleh suami nya Alin berjalanan masuk ke dalam rumah, Lingga yang melihat perilaku Alin merasa bingung sebab bagaimana pun perilaku Lingga terhadap Alin, ia akan tetap menyapa Lingga.

"Heh...tunggu." teriak Lingga sembari mengejar Alin.

"Kenapa?" Tanya Alin dengan suara datar langkah nya terhenti saat lingga meneriaki nya.

"Kamu tu emang gak tahu diri ya dasar gak ada sopan santun bilang terimakasih aja gak main nyelonong." ujar Lingga kesal.

"Maaf." Jawab Alin dan langsung masuk ke dalam kamar.

Alin kemudian merebahkan diri di atas kasur di pandangnya langit-langit kamar tak terasa kini air mata nya kembali jatuh hati nya begitu sakit batin nya sangat menderita perlakuan Lingga sangat menyiksa diri nya.

Di luar kamar Lingga merasa kesal kepada Alin dengan menggerutu Lingga melangkahkan kaki nya menuju mobil dan pergi kemana lagi kalau bukan ke kantor.

Matahari sudah condong ke barat kumandang adzan magrib menggema di mana-mana, Alin yang baru saja selesai membersihkan diri langsung menjalankan kewajiban nya mengadukan keluh kesah kepada rabb tangis nya begitu pilu menyayat hati membuat Lingga yang baru saja datang menghentikan langkahnya di depan kamar Alin.

Karena suara Alin sudah tidak terdengar lagi Lingga kemudian melanjutkan langkah nya, entah apa yang ada di benak Lingga sekarang hati nya mulai bimbang saat melihat keadaan Alin sekarang.

Lingga baru saja keluar dari kamar di lihatnya Alin dari anak tangga tatapan Lingga tertuju pada apa yang di masak Alin sekarang lalu menghampiri nya.

"Berhenti memakan makanan yang tidak sehat itu." tegur Lingga yang melihat Alin merebus mi instan sontak saja membuat Alin Terkejut.

"Hanya ini yang ada." Jawab Alin tanpa melihat Lingga.

"Ganti pakaian mu dan ikut aku." Ajak Lingga tiba-tiba.

"Kemana?" Tanya Alin sambil menyeritkan alisnya.

"Gak usah banyak tanya cepat." Bentak Lingga.

Alin kemudian mematikan kompor dan pergi ke kamar untuk berganti pakaian tak butuh waktu lama Alin pun keluar. Lingga langsung mengajak Alin pergi. Sebenarnya Alin sedikit deg-degan karena Lingga tidak bicara sepatah kata pun ia sangat takut terhadap Lingga namun ketakutan Alin menghilang setelah Lingga memberhentikan mobilnya di sebuah restoran.

"Mau apa kita ke sini mas?" Tanya Alin bingung

"Dasar bodoh..." Bentak Lingga " Kamu gak lihat ini tempat makan."

Alin hanya diam kata-kata bodoh sudah biasa di dengarnya.

"Ayo masuk aku sudah lapar." Ajak Lingga.

Dengan menunduk Alin mengikuti langkah Lingga, satelah mendapatkan meja Lingga memesan beberapa makan sedangkan Alin masih setia menunduk sambil meremas tangan nya.

"Berhenti menunduk makanlah."

Alin hanya diam.

"Kamu itu dengar apa gak sih kok budek banget." ucap Lingga kesal.

"Iya mas..terimakasih." Jawab Alin gugup.

Dengan hati-hati Alin menyendokan makanan ke dalam mulutnya otaknya berpikir keras saat ini kenapa Lingga mengajaknya makan di restoran tapi Alin mencoba bersikap masa bodoh.

Setelah selesai makan mereka kembali ke rumah sama seperti berangkat hanya ada keheningan di dalam mobil bahkan saat tiba di rumah pun Alin langsung menuju kamarnya.

"Dasar sialan...!" umpat Lingga.

Pagi ini Alin sudah rapi ia berencana untuk kembali bekerja Lingga yang melihat Alin tiba-tiba saja menegur nya dan ini untuk pertama kalinya.

"Mau kemana kamu?" tanya Lingga dengan nada datar

"Mas Lingga...ini mau kerja."

"Bukan nya kamu masih sakit ngapain kerja."

"Kalau aku gak kerja aku gak bisa makan lagian aku harus bayar hutang." ucap Alin entah kenapa begitu berani kata-kata itu keluar dari mulutnya.

"Biasa aja jawab nya."

"Terus aku harus jawab apa mas?"

Lingga menjambak rambut Alin sontak Alin meringis kesakitan.

"Kamu sekarang mulai berani ya sama aku." Ucap Lingga yang masih menjambak rambut Alin.

"Lepas mas sakit." Pinta Alin yang memegang tangan Lingga "Aku harus gimana mas bicara sama kamu harus bagaimana?"

"Kamu segera bayar hutang ayah mu aku sudah muak melihat wajah mu setelah itu pergi jauh-jauh kalau perlu mati sana." mendorong tubuh Alin dan langsung berlalu pergi.

Alin yang tersungkur kembali menjatuhkan air matanya, ucapan Lingga selalu melukai hati Alin.

Alin tidak melangkahkan kaki nya ketempat kerja, hati dan pikiran nya begitu rumit ia hanya berpikir bagaimana ia mendapatkan uang sebanyak itu agar bisa terlepas dari Lingga.

Lingga sudah sampai di rumahnya namun dia merasa heran kenapa rumah begitu sepi kemana kah Alin bahkan tidak seperti biasanya Alin keluar sampai malam begini. Tapi Lingga bersikap masa bodoh ia tidak peduli kemana Alin pergi.

Hari ini sudah satu minggu Alin belum juga kembali Lingga mulai merasa aneh karena Alin pergi tidak membawa barang-barang nya.

Terlebih lagi saat ini Lingga di kejutkan dengan kedatangan mamah nya yang tiba-tiba.

"Mamah kok tumben ke sini?"

"Mamah kangen sama kalian habisnya kalian gak pernah jenguk mamah sih." ujar Mayang mamah Lingga.

"Lingga sangat sibuk mah jadi gak sempet."

"Oh ya...Alin mana kok gak keliatan."

Lingga tiba-tiba diam ia bingung harus jawab apa bahkan ia sendiri tidak tahu kemana pergi nya Alin.

"Lingga istri kamu kemana?" tanya Mayang kembali.

"Alin udah satu minggu pergi gak tahu kemana." jawab Lingga jujur.

"Pergi kemana memang nya kamu ngapain dia Lingga? Kamu dengar ya Alin itu anak yang baik juga penurut."

"Mah...harus nya mamah tahu dong Lingga gak pernah setuju menikah dengan Alin tapi apa mamah tetap maksa."

"Lingga..Mamah tahu yang terbaik untuk kamu, lagian Alin gak pernah macam-macam dia anak yang sopan tidak seperti Alana." Ucap Mayang yang mulai kesal " Mamah gak mau tahu kamu harus cari Alin kamu kan bisa Cari kerumah ayahnya."

"Ayah nya udah meninggal." Ucap Lingga santai.

"Apa?" Teriak Mayang kaget " kenapa kamu gak kasih tahu mamah dan papah?"

"Untuk apa sih mah lagian gak penting juga."

Plaaaaakkk...Mayang menampar Lingga

"Lingga dia ayah mertua kamu, bagaimana bisa kamu seperti ini mamah mendidik kamu bukan untuk bersikap kurang ajar pokok nya mamah gak mau tahu kamu cari Alin sampai dapat , ingat Lingga suatu saat kamu akan menyesal kalau kamu tidak bisa menemukan Alin." Ucap Mayang sembari pergi meninggalkan Lingga.

"Haaaaaaah...." Teriak Lingga " Menyusahkan saja."

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰
Dyah Oktina
kirain arsen 2thn dah ada adeknya lagi d perut alin...🤭
Dyah Oktina
iya pelan2 dong lingga.. kan brp bulan waktu ngumpul dulu...kamu jahat sama istrimu.. boro2 mau sekamar ..jd maklum aja kla istrimu malu lihat dirimu bertelanjang dada
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭
Azhure
kalau alin amnesia dan lupa sm lingga seru nih, btuh perjuangan lagi dan lagi 😂😂😂
Azhure
begitu baiknya alin, klo aku udah pastingreog kesurupan iblis wktu pertamakali ketemu lingga 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Azhure
kalau aku jadi alin udah ogah sm lingga 🤭🤭🤭 biar aja lingga mo jungkir balik dah bodoamat, tp itu kalau seandainya aku yg di perlakukan seperti itu, berhubung ini novel ya lihat ajalah gimana takdir mereka di tangan author 🤣🤣🤣🤣🤣
Mara
Tamat....kaget ada keluarga squid 😁 maklum belum kenal🤭
Mara
Bacaan ke 3 dari karya mu kak🥰
Kasmiwati P Yusuf
min,alin jgn blik k lingga y..
Kasmiwati P Yusuf
aku ngos2an..aku itu suami menderita tor..atau alin hilang kn aj jd buat kumpa iblis lingga
Kenzi Kenzi
judul e digantos dados sang stalker
Kenzi Kenzi
karma buat lingga,setimpal
Kenzi Kenzi
masih byk rahasia.ternyata
Kenzi Kenzi
oooooo...begono...jdi anak kndung ayah iswan pastinya zian,
Kenzi Kenzi
jgn2 kalian kakak adik...yg terpisahkan......sayangnya ayah alin sdh ga ada
Kenzi Kenzi
apa ya karma buat lingga,....andai zian yg jdi a
suamimu neng,
Kenzi Kenzi
kena karma,tunggu tanggal mainnya
Kenzi Kenzi
kirain udah ngikut budaya barat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!