NovelToon NovelToon
One Night Love

One Night Love

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Teen Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:119.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti Topato

"Apa kau sadar dengan yang katakan? Apa kau tau yang kau lakukan saat ini?" Netra kedua insan itu saling tatap, entah apa arti tatapan keduanya.

"Aku akan memberikan sesuatu yang belum pernah ku berikan pada siapa pun jika kau mau!!" Ucap Sofia yang tengah meletakan dagunya di bahu Dirga dan berbisik padanya.

Dirga sampai merinding merasakan deru nafas Sofia di tengkuknya. "Apakah itu seperti bayaran untukku?" Nafas Dirga sudah terasa berat. Saat ini Dirga mengendus leher wanita itu.

"Anggaplah seperti itu!! Kau tak mungkin menerima uang dariku! Dengan melihat penampilanmu saja aku tau, kau sudah memiliki segalanya!!" Ucap Sofia lagi.

"Kau benar Nona! Saat ini aku tak butuh uangmu!" Tangannya sudah tak bisa diam lagi saat ini. Tangan kekar itu sudah masuk ke balik kain yang tengah menutupi punggung Sofia.

"Tapi, hanya untuk satu malam saja!!" Ucap Sofia lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti Topato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawar-menawar

"Tunggu..." Dirga meraih lengan Sofia, reflek Sofia berbalik menghadap Dirga yang kini mencegahnya.

Mata mereka saling menatap, ada rasa tak rela di ke empat mata yang salit menatap satu sama lain. Sofia tersadar, dan menjadi salah tingkah akhirnya membuang pandangannya ke bawah.

Cup

"Itu, untuk perpisahan kita. Aku ingin lebih, tapi mungkin kau tak mengijinkannya!" Jelas Dirga.

Sofia ingin melangkah lagi, namun lagi-lagi Dirga menarik lengannya. "Apa begitu mahal, hingga kau tak mau menyebut namamu?" Tanya Dirga.

"Iya. Ku rasa itu tidak penting. Aku pergi." Sofia melepaskan jemari Dirga yang serasa tak mau melepaskannya dan berlalu dari kamar apartement itu.

Dirga membiarkan Sofia pergi, tanpa mencegahnya lagi. Dia sangat penasaran dengan nama wanita yang di perawaninya.

******

Mobil yang di kendarai Sofia mememasuki pekarangan rumah, dia memarkir mobilnya di garasi dan segera memasuki kediaman Pradipta.

"Sofia!!" Sapa Rita pada putrinya. "Dari mana saja kamu? Semalam tidur di mana? Dan kenapa lenganmu terluka!!" Cecar Rita.

"Ma! Ma! Nggak apa-apa. Semalam Sofia nginap di rumah Fera Ma. Dan ini mungkin ke gores sama kuku Fera saat becanda tadi malam." Bohong Sofia. Dia juga baru melihat goresan di lengannya, dan pikirannya tak lain, pasti laki-laki itu semalam tak sengaja mengoresnya.

"Kenapa tidak mengabari mama. Mama khawatir tau!! Putri mama itu cuma kamu saja. Bagaimana kalau terjadi sesuatu!!" Rita mencecar Sofia tak ada habisnya.

"Tenang aja ma. Sofia bisa jaga diri kok!" Bujuk Sofia.

"Sof, nanti ke ruangan papa ya. Papa mau bicara!" Ujar Zainal yang baru tiba daro kamarnya.

Sofia menatap Zainal dan menganggukan kepala. "Sofia istirahat sebentar pa. Sofia tidur larut semalam sama Fera." Tawar Sofia.

"Baiklah, setelah makan siang." Jawab Zainal hendak berbalik.

"Papa nggak ke kantor?" Tanya Sofia, yang tahu papanya sangat gila kerja.

"Nggak di ijinin sama mamamu!" Ujar Zainal kesal.

"Kenapa Ma?" Sofia menatap mamanya meminta penjelasan.

"Iya, karna kamu belum pulang!" Jawab Rita dengan pipi yang di tembumkan. Sofia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban mamanya.

"Ya udah, Sofia ngantuk. Istirahat dulu!" Sofia melangkahkan kakinya menuju kamar.

******

Selesai makan siang, Sofia pergi ke ruang kerja papanya, seperti yang di minta tadi.

Tok tok tok tok

Sofia masuk dan menyapa papanya. "Hai, Pa. Tadi katanya mau ngomong!" Ujar Sofia.

"Iya! Duduk dulu." Ujar Zainal.

Sofia memilih duduk di sofa. Setelahnya Rita datang dengan membawahkan kopi untuk suaminya.

Zainal berpindah tempat dari meja kerjanya ke sofa bersama Sofia, Rita pun ikut duduk di samping suaminya.

"Sebenarnya ada apa Pa?" Tanya Sofia heran, dirinya seperti akan di sidang.

"Nggak tau sama papa!!" Jawab Rita yang tak mau menjadi tertuduh bersekongkol dengan papanya.

"Begini Sofia. Kamu tau 'kan papa tidak mudah lagi..." Ada maksud tertentu dari kata-kata Zainal pada Sofia.

Sofia menatap papanya, menunggu kata selanjutnya yang akan di katakan Zainal.

"Langsung saja Pa! Nggak usah basi-basi." Ujar Sofia malas.

"Dasar anak durhaka. Sama papa ngomongnya gitu." Kesal Zainal pada Sofia.

"Iih, Papa lebay. Udah biasa juga!!" Ucap Sofia.

"Udah-udah. Anak sama papanya nggak adabakur-akurnya." Rita menengahi perdebatan kecil antara anak dan ayahnya.

Keduanya diam, jangan sampai mamanya Sofia mengomel, bisa sampai besok nggak kelar-kelar.

"Ya sudah. Gini Sofia, papa mau kamu ikut kerja di perusahaan." Ucap Zainal langsung saja. Anaknya ini maunya yang instan tanpa basa-basi lagi.

"Tapi Pa!" Tolak Sofia dengan wajah cemberut.

"Papa mau kamu tidak memikirkan laki-laki pecundang itu lagi. Makannya papa ngajak kamu kerja." Jelas Zainal.

"Cie... Siapa juga yang masih mikirin dia. Nggak guna!!" Ucap Sofia dengan meledek papanya.

"Baguslah kalau begitu! Tapi kamu harus tetap kerja di perusahaan."

"Ya, Papa. Tapi Sofia nggak bakat di bidang bisnis Pa." Jawab Sofia.

"Kapan lagi Sofia. Kamu sudah cukup dewasa untuk belajar di perusahaan. Emangny mau di kasih sama siapa lagi." Jelas Zainal.

"Ok. Tapi..." Ujar Sofia menggantung.

"Tapi, apa?" Tanya Zainal.

"Sofia mau liburan di singapore 2 minggu. Setelah itu baru Sofia ikut papa kerja." Taqar Sofia.

"Astaga! Ngapain lagi di singapore." Kesal Zainal. Anaknya ini kalau di minta sesuatu pasti ada aja yang diminta darinya juga.

"Jalan-jalan Pa. Tamba koleksi Foto aku!" Jawab Sofia dengan senyum mengembang.

"Ok. 1 minggu saja." Ucap Zainal dengan mengangkat 1 jarinya.

"Ah, nggak cukup Pa. Papa pelit banget sama anak sendiri." wajah Sofia berubah cemberut.

"Udalah Pa! Biarin Sofia pergi. Dia mau nambah koleksi fotonya dan foto mama juga." Sambung Rita.

"Astaga mama! Ingat umur Ma!!" Kesal Zainal pada istrinya.

"Cie, bilang aja Papa cemburu sama koleksi foto bule-bule mama." Tambah Sofia sambil cekikikan.

"Ya, Papa. Jadi Papa selama ini cemburu dengan koleksi foto mama." Ujar Rita menatap suaminya tajam.

"Aah, enggak. Kata siapa Papa cemburu!!" Kilah Zainal yang kini jadi salah tingkah karna ketahuan cemburu dengan Foto-foto koleksi istrinya. "Pokoknya seminggu cukup. Setelah itu pulang untuk ikut kerja di perusahaan." Lanjut Zainal mengubah pembicaraan mereka.

"Ya, 12 hari. Ya, ya... Plis!" Ucap Sofia memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya.

Terjadi tawar-menawar antara ayah dan anak itu. Hingga akhirnya di sepakati dengan angka 10 hari, pulang langsung kerja tidak ada istirahat.

"10 hari. Atau... tidak sama sekali!! Dan... pulang langsung kerja, tidak ada istirahat." Ucap Zainal mengakhiri.

"Iya aja deh, Sof. Dari pada enggak!!" Tambah Rita.

"Iya deh!! 10 hari. Tapi, masa iya Pa. Nggak ada hari istirahatnya." Ucap Sofia dwngan wajah cemberut.

"Nggak ada!!" Ucap Zainal dan langsung keluar dari ruangan kerjanya.

"Haa!!" Kaget Sofia dan Rita. "Iya-iya Pa." Pekik Sofia dan Rita bersamaan sambil mengejar Zainal ke luar ruangan.

******

Malam hari, di sebuah klub. Dirga bersama sahabatnya, Hanli juga Fander.

"Hei, Dir. Kemana kamu semalam? Tiba-tiba menghilang." Tanya Hanli.

"Ada urusan!!" Jawab Dirga.

"Urusan wanita aja cepet. Emang ada urusan lain apa yang buat kamu pergi tanpa bilang-bilang dulu?" Cacar Hanli dengan nada mengejek.

"Enak aja!!" Dirga melemparkan korek di tangannya.

"Hai, Ladies." Panggil Hanli dengan melambaikan tangannya kepada seorang wanita.

Wanita yang di panggil Hanli mendekat, dengan gaya berjalan yang di buat ****. "Halo tampan!!" Sapanya pada Hanli.

"Mana temanmu? Sahabatku ini, membutuhkan ladies! Tapi ingat, dia tak suka dengan barang lama." Ucap Hanli pada wanita yang datang di pangkuannya.

"Ok. Aku tau apa yang di butuhkan!" Ucap wanita itu.

Wanita itu kembali dengan dengan 2 orang wanita lagi. "Kalian tau, apa yang harus kalian lakukan!" Ucap wanita tadi lalu kembali pada Hanli.

Kedua wanita itu mengangguk kemudian duduk di samping Dirga. Dirga hanya diam tak mengubris 2 wanita di sampingnya.

Wanita di samping Dirga telah mengerayangi tubuhnya, bahkan tangan wanita itu sudah masuk ke balik pakaian atasnya untuk memancing Dirga.

Tapi apa ini. Dirga sungguh tak berselera dengan wanita-wanita di sampingnya itu. Tak seperti biasanya, Dirga akan lansung membawah wanita yang telah mengerayanginya tanpa permisi.

Dia sudah merasa risih dengan wanita-wanita itu akhirnya mengusir mereka pergi dari tempatnya.

"Haa!! Pergi sekarang!" Kesal Dirga kepada 2 wanita di sampingnya.

.

.

.

.

By... By...

1
Rini Astria
Luar biasa
Farly Rembet
mmmm
dita18
mampir thoorrr
aira aira
bagus banget
Fida
koq cepat kali tamatnyaaa
Yantipro: Maaf ya, Kak🙏
Nanti lanjut di season 2, setelah karya baru author selesai.
Jangan lupa mampir di karyaku yang baru

Judul: 'Kan ku rebut suamimu
🤗🤗🤗
total 1 replies
Fida
akhirnyaaaaa
rasai lho kevin
Fida
hahaaaaahaaaa
Fida
semangattt selalu up
Fida
koq dikittt bgttt😂😁😀🤣
Fida
lanjuttttt
Fida
lanjuttt
Fida
lanjutttt
Fida
jahatnyaaaaa
Yantipro
ok
Fida
lanjutttt
Fida
swmangatttt sofiaaaaaaa
Fida
lanjutttt
Rina Zulkifli
maaf kaka othor, hny masukan sj, pengulangan dr part di setiap part yg baru terlalu bnyk, jd inti cerita yg br ny hny bbrp kalimat,, yg bnyk ny pengulangan 🙏🙏 mengurangi keseruan ceritanya
Yantipro: maaf ya🙏 Soalnya author suka lupa, jadi nyalin sebagian teks untuk di ingat🙏🙏 nanti di usahakan dikit aja ya...😊
total 1 replies
Fida
semangatttt thorrrrrr
Fida
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!