NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Sekretaris Khusus

Gedung pencakar langit Vane Group berdiri megah di pusat distrik finansial kota, menjulang tinggi dengan dinding kaca hitam yang memantulkan kilau matahari pagi. Gedung ini adalah simbol kekuasaan tanpa tanding dari Adrian Vane—tempat di mana keputusan-keputusan bisnis triliunan rupiah dibuat dan arah roda ekonomi dikendalikan.

Sebuah iring-iringan mobil mewah hitam berhenti tepat di depan lobby utama. Begitu pintu mobil Rolls-Royce terbuka, Adrian melangkah keluar terlebih dahulu. Ia mengenakan setelan jas tiga lapis berwarna abu-abu gelap yang sangat elegan. Dan di sampingnya, melangkah Aura Valeria.

Aura mengenakan setelan bisnis modern berupa blazer marun yang fitted dan celana bahan warna senada. Rambut panjangnya diikat *style ponitail* tinggi, memancarkan aura wanita karir yang sangat mandiri dan berbahaya.

"Dengar ya, Tuan CEO," bisik Aura secepat senapan mesin saat mereka melangkah memasuki lobby utama yang luas, bicaranya meluncur deras. "Aku ikut ke sini cuma karena kamu menjanjikan akses penuh ke terminal data pasar modal internasional di ruang kerjamu! Jangan harap aku mau jadi sekretaris penurut yang tugasnya cuma bikin kopi!"

Adrian tidak menoleh, tetapi sudut bibirnya terangkat amat tipis. "Tugas utamamu adalah mendampingiku di rapat direksi jam sembilan nanti. Soal kopi... aku tidak berani menyuruhmu menuang air panas, mengingat riwayat hubunganmu yang buruk dengan cairan."

Aura melotot tajam. "Itu dinamakan kebetulan teknis, bukan riwayat buruk!"

Kedatangan Aura yang berjalan berdampingan dengan Adrian langsung membakar suasana lobby. Seluruh karyawan Vane Group yang berbaris rapi membungkuk hormat, tetapi mata mereka dipenuhi oleh rasa ingin tahu yang besar. Rumor tentang 'istri rahasia' CEO yang mendadak berubah sifat sudah menyebar luas di kalangan internal perusahaan.

Lantai teratas gedung Vane Group—ruang direksi utama.

Di dalam ruangan berpendingin udara yang dingin tersebut, belasan jajaran direktur senior dan kepala divisi sedang duduk mengelilingi meja kaca raksasa. Wajah-wajah mereka terlihat tegang. Di papan presentasi, tertera judul proyek raksasa: **Pengembangan Pelabuhan Logistik Otomatis Senilai 12 Triliun Rupiah**.

Adrian duduk di kursi utama di ujung meja, memancarkan dominasi mutlak. Sementara Aura duduk di kursi khusus tepat di sebelah kanan Adrian—posisi yang biasanya diisi oleh penasihat strategis utama.

"Tuan Vane," ujar Direktur Keuangan, seorang pria paruh baya berkacamata tebal bernama Pak Herman, dengan suara mantap. "Proyek ini sudah dipelajari oleh tim kami selama tiga bulan. Proyeksi keuntungan kita berada di angka 18% per tahun. Investor utama dari konsorsium Eropa juga sudah menyetujui draft awal. Kami menyarankan untuk menandatangani kontrak akhir pekan ini."

Para direktur lain mengangguk-angguk setuju. Tampaknya semua orang ingin proyek megah ini segera dieksekusi untuk mencetak bonus akhir tahun mereka.

Namun, di samping Adrian, Aura yang sejak tadi membolak-balik berkas tebal laporan keuangan proyek tersebut mendadak menghentikan jarinya. Matanya yang tajam bak elang memindai deretan angka-angka di tabel lampiran halaman 45.

Aura mendengus pelan—sebuah dengusan sinis yang cukup keras hingga terdengar di seluruh ruangan yang hening itu.

Pak Herman mengernyitkan alis, menatap Aura dengan pandangan agak meremehkan. "Nona Aura... apakah ada yang lucu dengan laporan analisis tim keuangan kami?"

Aura meletakkan berkas tersebut ke atas meja dengan benturan halus. Begitu bibirnya terbuka, kata-katanya menyambar secepat senapan mesin, menyerang tanpa ampun!

"Lucu? Tidak, Pak Herman. Ini bukan lucu, ini ironis," cecar Aura secepat kilat. "Tim Bapak mengkaji laporan ini selama tiga bulan, tapi tidak ada satu pun yang sadar kalau angka inflasi bahan baku baja di pasal 8 menggunakan kurs yang belum disesuaikan dengan krisis energi Eropa bulan lalu? Kalau proyeksi biaya logistik Bapak meleset 4,5% saja di kuartal pertama, margin keuntungan 18% yang Bapak bangga-banggakan itu bakal tergerus habis dan Vane Group harus menanggung kerugian operasional sebesar 600 miliar di tahun pertama!"

*Brak!*

Seluruh direktur di ruangan itu tersentak! Wajah Pak Herman seketika pucat pasi bagaikan kertas HVS.

"K-kamu... bagaimana kamu bisa menyimpulkan angka 600 miliar itu?!" gagap Pak Herman, keringat dingin mulai membasahi dahinya. "Itu analisis asal-asalan!"

"Asal-asalan?" Aura terkekeh dingin. Tanpa melihat catatan, bicaranya meluncur secepat peluru, membedah lima klausul tersembunyi dalam draft kontrak tersebut dalam waktu kurang dari satu menit! "Klausul 12A membebaskan konsorsium dari bea cukai pelabuhan transit. Klausul 14B memindahkan seluruh risiko kenaikan bahan bakar ke pihak Vane Group. Dan di lembar lampiran 3, akun penampung dana darurat terhubung ke bank cangkang di Kepulauan Cayman yang reputasinya sedang diinvestigasi oleh otoritas keuangan internasional! Bapak ini mau menjalankan proyek atau mau membiarkan uang Vane Group dicuci oleh konsorsium asing?!"

*Degh!*

Ruang direksi mendadak hening total! Tidak ada satu suara pun yang berani berhembus. Para direktur senior menatap Aura dengan mata membelalak penuh horor dan rasa takjub yang luar biasa.

Hanya dalam waktu tiga menit, seorang wanita yang rumorkan 'hanya pajangan' baru saja membongkar jebakan investasi bernilai triliunan rupiah yang bahkan gagal dideteksi oleh puluhan analis berijazah luar negeri!

Pak Herman gemetaran di kursinya, tidak mampu membalas satu kata pun dari cerocos cepat dan mematikan milik Aura.

Adrian yang duduk di samping Aura memiringkan kepalanya sedikit. Senyuman tipis yang sangat penuh rasa bangga dan dominasi terukir di wajah tampannya. Pria itu menyandarkan punggungnya, menatap Pak Herman dengan pandangan yang membekukan darah.

"Pecat Pak Herman dan seluruh tim analis proyek ini hari ini juga," perintah Adrian dingin tanpa emosi. "Serahkan seluruh draf ulang proyek ini di bawah pengawasan langsung istriku."

"B-baik, Tuan Besar!" jawab para sekretaris cepat sambil menunduk gemetar.

Aura tersenyum puas, melipat kedua tangannya di dada. Menggunakan keahlian analisis agen rahasia untuk membantai direktur korup ternyata memberikan kepuasan tersendiri baginya.

Merasa telah memenangkan pertarungan intelektual yang megah itu, Aura berniat berdiri dari kursinya untuk mengambil air minum di meja prasmanan sudut ruangan.

Namun, sifat ceroboh bawaan jiwanya yang selalu kumat setiap kali ia merasa terlalu bangga atau lega kembali berulah!

Ujung celana bahan marunnya yang agak panjang terinjak oleh hak sepatu *pumps*-nya sendiri!

"Eh, ya ampun—!"

Aura hilang keseimbangan total dan tubuhnya meluncur jatuh ke arah meja kaca raksasa!

*Greb!*

Tentu saja, lengan kokoh Adrian yang refleksnya sudah dilatih untuk mengantisipasi kecerobohan istrinya bergerak secepat kilat. Adrian menyambar pinggang Aura dari samping, menarik tubuh wanita itu dengan kuat hingga Aura mendarat mulus tepat di atas pangkuan Adrian!

*Brak!*

Aura terduduk di atas paha kekar Adrian, dengan satu tangannya refleks mengalung di leher sang CEO demi menyelamatkan diri.

Ruang direksi yang baru saja tegang oleh pembantaian bisnis mendadak berubah menjadi panggung drama romantis yang sangat absurd! Para direktur yang belum sempat keluar ruangan mematung dengan mulut ternganga lebar menyaksikan Nona Muda mereka dipangku mesra oleh sang Raja Mafia di kepala meja rapat.

Aura berkedip konyol, wajahnya seketika membara panas hingga ke leher saat menyadari posisinya.

"S-sialan... kenapa harus terpeleset di depan semua orang sih?!" bisik Aura panik, bicaranya yang serba cepat kembali keluar untuk menutupi rasa malu. "Lepaskan aku! Banyak orang yang lihat tahu! Turunkan aku sekarang!"

Adrian justru tidak melepaskan lingkaran tangannya di pinggang Aura. Sebaliknya, pria itu makin mempererat dekapannya, menyandarkan dagunya di bahu Aura sambil menatap para direktur yang masih membatu dengan pandangan dingin.

"Kalian semua... keluar dari ruanganku sekarang," perintah Adrian penuh intimidasi.

Tanpa perlu diperintah dua kali, belasan direktur itu langsung ngacir berlari keluar ruangan dan menutup pintu rapat-rapat!

Kini hanya tersisa mereka berdua di ruang direksi yang luas itu.

"Kamu ini benar-benar tidak bisa dibiarkan berjalan tiga langkah tanpa bikin jantungku melompat, Aura," bisik Adrian dengan suara rendah yang sangat seksi di dekat telinga Aura, kekehan renyahnya bergema di dalam dada bidangnya. "Baru saja tampil seperti ratu pembantai bisnis, satu detik kemudian malah manuver jatuh ke pangkuanku."

Aura mendorong dada Adrian secepat kilat dengan wajah yang merah padam. "I-itu karena lantai ruang rapatmu ini dipoles terlalu licin! Bukan aku yang ceroboh! Cepat lepaskan, Tuan CEO konyol!"

Adrian tersenyum menawan, lalu secara mengejutkan mendaratkan kecupan hangat yang cukup lama di pipi Aura yang sedang memerah.

"Kerja bagus untuk analisis proyeknya, Istriku," bisik Adrian lembut, matanya terkunci rapat pada mata Aura. "Hadiahmu... kamu resmi memegang kendali atas proyek 12 triliun ini."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!