Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Lima permata hitam
Malam hari nya di gedung pelelangan di pusat kota Drep, terlihat para orang-orang penting dan besar masuk ke dalam gedung pelelangan tersebut melalui karpet merah besar yang sudah di siapkan para penyelenggara.
Di sana sudah ada ratusan wartawan yang mengambil foto lalu mencoba mewawancarai salah seorang dari orang-orang besar itu,para wartawan dibatasi oleh pagar besi pembatas dari pihak penyelenggara.
Lalu tak berapa lama Clev dan Mira sampai di depan gedung pelelangan itu ,Thomas yang mengantar mereka lalu memberhentikan mobil dan turun untuk membukakan pintu penumpang lalu Clev dan Mira turun dari kursi penumpang di belakang.
Clev dan Mira kemudian berjalan beriringan ke dalam gedung pelelangan, para fotografer mulai mengambil gambar Clev dan Mira saat berjalan, namun para wartawan terlihat tidak tertarik dengan mereka karena para wartawan tidak mengenal siapa Clev dan Mira,para wartawan lebih tertarik dengan seorang artis yang baru datang ke gedung pelelangan tersebut.
"bagus..aku mulai risih dengan kamera-kamera mereka" bisik Mira sambil berjalan
Clev hanya tersenyum tanpa menghentikan langkah nya.
Di dalam gedung suasana lebih terlihat berwibawa dan elegan dengan bau parfum-parfum mahal dan pakaian-pakaian mewah dari desainer terkenal, tidak ada yang menyambut atau menyapa Clev dan Mira karena kedua nya memang tak di kenali oleh siapapun yang hadir di pelelangan itu.
Setelah beberapa lama tepat pukul 19.10, pelelangan dimulai,
Host lelang membuka acara dengan baik dan elegan , sementara Clev dan Mira duduk menyaksikan.
Lalu host itu mengeluarkan 6 barang yanga akan di lelang hari ini, dan salah satu barang tersebut ada 5 permata hitam langka milik suku di Meksiko yang sudah punah.
"itu dia..permata hitam.." bisik Mira ke Clev yang ada di samping nya,
Sementara Clev memperhatikan para tamu dan akhir nya menemukan Bruno bersama Marco dan Vega pengawal nya duduk di kursi beberapa baris di depan Clev.
Mira melihat Clev dan mengikuti arah pandangan Clev dan melihat ke arah Bruno dan 2 pengawal nya.
"jadi itu Bruno..ayah Bella" bisik Mira lagi menatap Bruno lalu ke Marco dan Vega.
Lalu tak lama lelang berjalan barang pertama hingga ketiga menjadi rebutan para orang penting dan ketiga nya berhasil terjual dengan harga-harga yang fantastis,Clev masih menatap Bruno yang tidak bereaksi terhadap 3 barang itu.
Lalu sampai di barang ke empat,
"Barang ke empat 5 permata hitam langka yang ditemukan di salah satu reruntuhan kuno di negara Meksiko, permata hitam ini bukan sekedar hanya perhiasan biasa tapi ini adalah peninggalan dan buatan asli dari suku yang sudah punah..dan harga pembukaan akan di mulai di angka Rp 500 juta untuk 1 permata!!" jelas host tersebut yang membuat seluruh ruangan menjadi sunyi
Seorang pria konglomerat mengacungkan papan milik nya yang menandakan dia jadi orang pertama yang tertarik,kemudian menyusul miliarder lain
"1 miliar.." ujar miliarder itu
Bruno berdiri
"1,5 miliar.." jelas Bruno,yang membuat ruangan sempat hening
"1,5 miliar untuk 1 permata saat ini menjadi yang terdepan ,ada lagi tandingan untuk 1,5 miliar?" teriak host dengan antusias
Seorang pengusaha senior mengangkat papan nya
"1,8 miliar.." membuat semua ruangan riuh
Dengan cepat Bruno memotong nya,
"2 miliar.." ujar Bruno lalu menghadap ke pengusaha senior tersebut
Clev dan Mira melihat perdebatan itu,
"ini luar biasa..sebegitu berharga nya kah permata hitam itu di mata Bruno?" tanya Mira lalu menoleh ke Clev
"mungkin.." jawab Clev sambil tersenyum melihat intensitas ketegangan ruang lelang.
Lalu suara dari pengusaha senior itu terdengar lagi,
"2,5 miliar.." teriak pengusaha senior ini
Membuat seisi ruangan lelang melihat ke arah nya,
"ini gila ..2,5 miliar untuk 1 permata.." ujar salah satu bangsawan kepada teman nya
Bruno sedikit menyipitkan matanya melihat pengusaha senior itu lalu ke arah permata hitam itu , sementara Marco dan Vega yang duduk di dekat nya bersiap terhadap apapun yang akan terjadi.
"3 Miliar!!" teriak Bruno, membuat ruangan lelang semakin pecah dengan riuh dari para undangan.
Lalu host melebarkan matanya
"Wow..wow..3 miliar untuk 1 permata ,ada lawan lagi yang bersedia menaikkan tawaran?" ujar host itu dengan semangat.
Pengusaha senior itu diam berkeringat, ini bukan soal harga menurut nya tapi ini soal harga diri,tak berapa lama pengusaha senior itu menghela nafas nya lalu duduk.
Host melihat itu
"seseorang menyerah,jadi pada hitungan 3..apakah masih ada?, 2 ..tidak ada? , 1.." host memukul palu nya dan menyatakan lelang berakhir dengan penjualan 1 permata berharga 3 miliar.
Ruangan riuh memberikan tepuk tangan kepada Bruno,
Clev tersenyum
Mira menatap Bruno
"jadi dia mendapatkan nya..15 miliar untuk 5 permata hitam" jelas Mira dengan suara pelan