Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Hari ini adalah hari pertama Nanda bekerja di kantor besar yang berada di Ibukota, Nanda erlihat menikmati pekerjaannya dan lingkungan kerjanya.
Nanda juga langsung mendapatkan teman di kantor tersebut, dan mereka terlihat langsung akrab.
Pada dasarnya Nanda adalah gadis yang mudah bergaul, hanya saja ia sulit mengendalikan dirinya yang mudah iri dengan pencapaian orang lain.
"Hari ini team purchasing dan accounting ke kantor pusat ya untuk ikut meeting PNL" ucap HOD
"Baik Pak" jawab semua staff
"Nanda mending ikut deh, biar sekalian belajar adaptasi"
"Emang boleh?"
"Boleh banget Nanda"
"Oke deh, aku siap-siap dulu ya. Filenya itu aja kan?"
"Betul"
Nanda sedang mempersiapkan file dan juga sedikit memperbaiki riasannya untuk ke kantor pusat. Ia berfikir jika kantor pusat tersebut pasti memiliki staff yang tampan, jadi Nanda tidak ingin membuang kesempatan emas tersebut.
Sampai di kantor pusat, mereka semua dari kantor cabang dan anak perusahaan berkumpul di lobby untuk mengantri lift dan menuju ruang meeting.
Nanda yang sedang melihat-lihat kondisi lobby, matanya terbelalak melihat Bella masuk ke lobby tersebut, bersama dengan seseorang.
"Ngapain dia disini" batin Nanda
Sementara Bella bersama dengan Helia sedang berjalan menuju lift khusus, dan mereka akan segera menuju ruangan Alan.
Kedatangan Bella kali ini bukan tanpa alasan, tapi karena Alan sudah mengakui siapa Bella di hadapan orangtuanya.
Dan Alan sengaja mengundang Bella, karena orangtua Alan juga akan segera datang. Hanya saja Alan belum menyampaikan hal tersebut kepada Bella.
Tok tok tok!
"Silahkan Bu Bella" ucap Helia
"Makasih ya Mbak"
Bella masuk ke dalam ruangan Alan, ini kali ke tiga Bella datang ke kantor Alan. Bella datang menggunakan pakaian yang rapi dan sopan namun tetap menunjukan sisi seksinya.
"Sayang, maaf ya mendadak" ucap Alan menghampiri Bella dan memeluknya
"Ada apa sayang?"
"Aku udah jujur sama Papa dan Mama tentang kamu, mereka akan segera datang"
"A-apa?"
"Sayang tenang, mereka gak akan marah-marah sama kamu. Mereka ada di pihakku"
"Kamu yakin?" "Iya sayang"
"Alan" panggil seseorang dari balik pintu yang mulai terbuka
Jantung Bella berdegup kencang, ia begitu hawatir jika ini akan menjadi masalah baru di hidupnya, karena Alan sudah mengakui jika Bella adalah istri kedua Alan. Tapi tidak ada pilihan lain untuk Bella, selain menghadapi situasi rumit ini.
"Pa, Ma" sapa Alan
"Kamu ini susah sekali di hubungi"
"Sibuk Pa, oh iya Pa, Ma. Kenalkan ini Bella, istriku"
Bella menatap kedua orangtua Alan, ia tersenyum dengan manis menyapa keduanya. Bella mengulurkan tangannya untuk berkenalan, dan mereka menerima uluran tangan Bella.
"Kamu yang tadi pagi di supermarket kan?" tanya Mama Alan
"Benar Tante"
"Astaga, jadi kamu mantu saya?"
Alan dan Papanya terdiam dan hanya saling memandangi satu sama lain melihat ekspresi Mama Alan.
Sementara Bella tidak kalah terkejutnya karena Mama Alan tiba-tiba memeluknya, dan merasa sangat senang mengetahui jika Bella adalah menantunya.
"Bella, astaga kamu cantik sekali" ucap Mama Alan
"Terimakasih Tante"
"Bella, sebagai orangtua Alan kami ingin meminta maaf karena Alan menikahi kamu tanpa memberi tahu kami, jadi kami juga tidak tahu kalau ternyata kamu adalah menantu kami. Dan karena Alan sudah proses bercerai, saya harap kamu dan Alan akan memulai hubungan baru dengan cara yang baru. Kami akan tetap menemui orangtua kamu, melamar kamu sebagaimana mestinya" ucap Papa Alan
Bella yang mendengar penjelasan dari Papa Alan merasa terharu, ia terlalu hawatir selama ini tidak akan di terima oleh mereka, nyatanya Bella salah. Orangtua Alan menerima Bella dengan senang hati.
"Bella, jangan panggil Tante. Panggil Mama" ucap Mama Alan
"Iya Ma" jawab Bella
Mereka ber empat duduk santai diruangan Alan, bercerita bagaimana awal pertemuan mereka dan kenapa Alan sampai memutuskan untuk menikahi Bella. Papa Alan mendengarkan penjelasan Alan dengan baik, beliau begitu memahami situasinya.
"Dan untuk Bella, Papa bangga sama kamu. Kamu tidak mau hanya di jadikan selingkuhan, tapi kamu meminta untuk di nikahi. Bagus Bell, ini jauh lebih baik meskipun cara Alan salah untuk menikahi kamu" ucap Papa Alan
"Aku harap perceraiannya akan segera selesai Pa, jadi gak ada drama apapun lagi. Kita juga bisa ke rumah Bella untuk melamar dia"
"Harus itu. Kamu harus tanggung jawab dengan Bella"
"Mama lega Alan, terimakasih ya Bella. Maaf kalau selama ini kamu hanya di jadikan bayangan oleh Alan, tapi setelah semua selesai. Kami akan mengakui kamu menantu di hadapan umum Bella" imbuh Mama Alan
"Terimakasih Ma, sudah menerima aku" ucap Bella
"Jadi kamu tinggal sama Bella, Lan?"
"Iya Ma. Rumah kami gak jauh dari rumah lama"
"Oh anak nakal, jadi kamu lebih gampang kesana kesini ya"
"HAHAHAHA" Alan tergelak