NovelToon NovelToon
Terjebak Dendam 2 Mafia

Terjebak Dendam 2 Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Dendam Kesumat / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Melihat dua orang wanita yang sangat dia cintai didepannya meninggal, serta Kakak laki-laki yang selalu bersama dengannya sejak kecil. Kemudian, di susul oleh kedua Papanya. Dengan ketiga adik kecilnya yang diikat dengan kejam di pondasi baja, membuat darah Arsen mendidih, sejak itu hatinya di penuhi dengan dendam.

Bertahun-tahun Arsen mencari pria yang tega membunuh keluarganya. Akan tetapi, sangat sulit, walaupun berkali-kali dia hampir menangkapnya. Hingga akhirnya, dia bertemu dengan seorang gadis yang mirip dengan wanita yang dia cintai berada di samping pembunuh itu.

Bisakah Arsen membalaskan dendamnya, atau terjebak dengan dendamnya sendiri, terjebak pesona gadis itu?

Yuk, baca kelanjutannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zea Chiara Demelza

Gadis itu tergeletak di sudut penjara bawah tanah, bibirnya terluka robek dibagian samping, masih menyisakan darah merah yang sudah mengering.

Dia masih tertelungkup, perlahan dia menggerakkan tangan dan kakinya pelan. Matanya masih terpejam, penciumannya mencium aroma lembab ruangan yang dingin, aroma bawah tanah. Telinganya tak mendengar suara apapun, hening, karena hanya ada dirinya sendiri di dalam ruangan ini.

“Hm ... aku masih hidup,” ucapannya pelan, sambil membuka mata perlahan.

Kepalanya terasa berdenyut, dia mencoba menggerakkan anggota tubuh lain, dengan memutar nya. Ya, tadi dia sampai pingsan dipukul, ditendang, dan ditampar. Dengan mengejan semua tenaga yang tersisa, dia pun berhasil membalikkan badan sampai tertelentang, menatap langit-langit penjara yang gelap, suram.

Dia bangkit duduk dengan bersitumpu menggunakan kedua tangannya. “Ah, sakit sekali,” ringisnya memegang perut.

Bagaimana pun juga, dia belum makan sejak kemarin, tetapi dia malah diperlakukan dengan kasar. Tendangan telak tiga kali di perutnya.

Krek! Terdengar suara pintu jeruji besi dibuka.

“Kau sudah bangun?” Seorang pria muda masuk, membawa sepiring makanan bersama minuman.

Pria tampan dengan kacamata bening, satu tangannya masih ada kain kasa. Ya, dia adalah Nion.

“Makanlah!” perintah Nion.

Nama gadis ini adalah Zea Chiara Demelza, sering dipanggil Zee.

Zee hanya menatap tajam Nion, dia memang sangatlah lapar, tenaganya terkuras habis, tetapi dia tidak sudi rasanya memakan makanan yang dibawa Nion, yang dia inginkan hanya keluar dari tempat mencekam ini.

“Keluarkan aku!” Begitulah sahutan yang akhirnya meluncur dari bibir Zee.

Nion mendelik sekilas, dengan wajah tanpa ekspresi, dia menyahut, “Kau akan keluar setelah kami mendapatkan apa yang kami butuhkan.”

“Apa yang kalian butuhkan? Aku hanya seorang wanita biasa yang miskin! Aku tidak punya apa-apa! Tak ada harta, apalagi kekuasaan! Lepaskan aku!” teriaknya.

“Makanlah! Kita bisa lihat saja nanti!” jawab Nion berlalu pergi.

“Aaaaaaak*khhh! Baji*ngaaaaan!” jerit Zee kesal.

Semua yang melekat pada tubuhnya sudah hilang. Anting, jepit rambut, gelang, bahkan jam tangan. Dia hanya memiliki pakaian saja.

“Sialnya! Mereka sepertinya sangat pintar, bahkan menanggalkan anting dan jepit rambutku!” ucap Zee frustasi. Setidaknya, anting dan jepit rambutnya berfungsi untuk membobol kunci apapun.

Zee beringsut melihat sepiring makanan dan minuman, semua terbuat dari plastik, bahkan sendok dan garpunya.

“Akh! Mereka sangat berhati-hati!” kesal Zee.

Ya, setidaknya, tadi dia berharap ada garpu yang akan dia gunakan untuk membuka kunci saat kabur. Nyatanya, semua peralatan makan pun terbuat dari plastik.

Zee berdecih kesal. Dia mencoba bangkit, meraba-raba dinding dan lantai, mungkin saja ada celah atau lubang, agar dia bisa kabur dari ruangan ini. Sayangnya, sudah lebih dari dua jam dia meraba, tidak dapat menemukan apapun.

Kepalanya sudah mulai berat, perutnya sudah berbunyi-bunyi. Akhirnya, dia pun menurunkan egonya, dia mengambil sepiring makanan itu dan minuman. Dia memakannya dengan lahap, saking lapar.

“Ini baru rasanya hidup!” Dia bersendawa kenyang setelah menghabiskan makanan dan minuman.

***

Johan naik pitam saat mendengarkan kabar bahwa gadis yang dia intai, ditangkap lebih dulu oleh Arsen.

“Kenapa bisa ditangkap oleh kepa*rat itu?” Mata Johan nyalang menatap anak buahnya.

“Maaf Boss, saat kami membuntuti dia, ada terjadi kericuhan sekitar sana, dia jadi curiga dan waspada hingga berlari ke sembarangan arah, sampai di mobil mereka. Lalu---” Anak buahnya itu menggaruk kepala ragu untuk lanjut ucapannya.

“Lalu apa!” teriak Johan tidak sabaran.

“Lalu, gadis itu menyerang Mr. Handros dengan pisau, yang akhirnya dia yang dilumpuhkan oleh bawahan Mr. Handros dan di bawa masuk ke dalam mobil dengan keadaan pingsan,” jelasnya.

“Sial!” Brak! Johan memukul meja itu sekuat hati, sehingga meja itu retak lebar.

Semua yang ada di sana bergidik ngeri akan kebengisan Johan.

“Son, aku tidak mau tahu! Kau harus mencari cara untuk membawa gadis itu ke sisiku! Jangan sampai ke*parat itu menyentuh barang milikku!” ancam Johan pada Sony.

“Baik, aku akan melaksanakannya.”

Sony, salah satu orang yang cerdik, dia memiliki beberapa orang kepercayaan yang juga lihai dan pintar di sisinya, tak kalah banyak dari bawahan Johan.

“Tuan, apa yang harus kita lakukan? Apa benar kita harus masuk ke markas mereka? Bahkan kita tidak bisa melacak markas mereka itu!” Salah satu orang kepercayaan Sony berkata.

“Apa kau berhasil meletakkan alat pelacak pada salah satu di antara mereka?” Bukannya menjawab keresahan bawahannya, dia malah bertanya balik.

“Sudah, Tuan. Saya meletakkan di baju salah satu bawahan Mr. Handros.”

Ya, pria ini adalah orang yang meletakkan penyadap pada Albert, dia juga yang mengintai Zee, sehingga dia tahu, jika Zee di bawa oleh Arsen.

“Akan tetapi, benda itu sudah tidak berfungsi lagi,” sambungnya kemudian.

“Itu sudah pasti. Arsen alias Mr. Handros, dia bukan sembarangan orang, jangan berkecil hati, tetap waspada dan cari tahu. Aku akan memikirkan cara lain!” Sony menepuk pundak pria itu dan segera berlalu pergi dari sana.

“Hai, Tuan Sony,” sapa seorang gadis menyambutnya manja, saat dia hendak masuk ke ruangan kerjanya.

Sony hanya diam saja. Wanita itu langsung bergelayut dan meraba-raba dada Sony, menggoda.

“Mau aku temani, Tuan?” Matanya mengedip nakal.

“Aku tidak butuh!” tolak Sony tegas.

“Jangan begitu Tuan, aku bisa memanjakanmu, semua masalah pasti akan hilang, mari bersenang-senang dulu denganku, setidaknya satu jam berisitirahat, bagaimana?” Wanita itu terus menggoda, menjajakan dirinya.

Sony dengan ketus mendorong tubuh wanita itu dan berlalu pergi dari sana.

“Hahahahaha! Sudah ku bilang, Tuan Sony berbeda dengan Tuan Johan!” Tiga temannya tertawa mengejek.

“Benar, aku bahkan meragukan kejan*tanan Tuan Sony, melihat dia sedingin itu pada wanita, dia hanya lembut pada Tuan Johan saja. Aku harap, dia bukan jeruk makan jeruk, soalnya terlalu sia-sia ketampanannya, jika pecinta batangan, hahahha!” sambung temannya satu lagi.

Empat wanita seksi ini adalah peliharaan Johan. Awalnya, mereka adalah gadis baik-baik. Gadis pertama yang menjajakan dirinya pada Sony adalah gadis yang terlilit hutang saat berjudi, sehingga dia menjadi pekerja s e x di markas Johan, sedangkan tiga gadis lainnya adalah gadis tawanan.

Zee, adalah calon gadis tawanan yang akan diambil oleh Johan, kakak laki-laki Zee seorang pecandu berat, obat terlarang, alkohol, dan judi. Dia sudah berhutang uang sebesar 500 juta pada Johan, uang itu dia gunakan berjudi dan kalah. Lalu, juga berhutang obat-obatan terlarang 50 juta.

Rumah besar peninggalan orangtua mereka sudah dijual untuk menebus hutang itu, tapi hanya di bayar separo, karena separonya lagi digunakan untuk berjudi kembali oleh kakak laki-lakinya.

Kini, pria itu berjanji akan membayar lunas sebulan lagi. Oleh karena itu, Zee di intai oleh Johan, untuk target tawanan sebagai penebus hutang.

Zee merebut perhatian Johan saat pertama kali bertemu. Dia sangat cantik, rambutnya pirang. Hanya saja, wajahnya mirip dengan seseorang yang dia bunuh waktu itu. Ya, wanita yang di sukai oleh musuhnya Arsen.

Makanya, dia sangat berniat merebut Zee. Tentu saja, banyak rencana yang akan dia susun dengan otak liciknya.

1
Pita Loka
ga di lanjut?
ZasNov
Maksudnya Albert kali ya. Duh, jangan sampai rencana Sony & Johan berhasil..
Rozh: iya kk
total 1 replies
ZasNov
Ah kasian sama Zee 😭
Semoga dia bisa segera bebas dari Johan..
ZasNov
Apa Arsen bakalan pulang ya, saat pernikahan Jameela dan Jay...

Btw Jay jealous tuh, calon istrinya diganggu cwo lain..
ZasNov
Astaga Nion, pake acara salah target segala. untung ga bablas 😆🤣
ZasNov
Kasian sama Zee, kenapa nasibnya buruk banget.. 😭
ZasNov
Ah Zee.. Kamu udah selamat dari Johan, sekarang malah masuk perangkap Johan lagi 😭
ZasNov
Wah, semoga misi Nion berhasil ya. Target sudah terkunci 😄
ZasNov
Misi Nion bakalan berhasil ga ya, dia udah seniat itu lho 😄
ZasNov
Kirain mereka berdua udah ga punya uang, tapi ternyata masih bisa kabur & foya2 di negara lain...
ZasNov
Kasian sama Albert, tapi menurut Arsen itu yang terbaik buat Albert..
ZasNov
Ah sediiiihh 😭 Sesayang & seperhatian itu Arsen sama Albert & keluarganya yang lain..
ZasNov
Iya disimpan aja datanya, yakin pasti berguna kok..
ZasNov
Kasian Albert, karena ulahnya Arsen jadi marah..
ZasNov
Sedih banget, saat Ardhen sm Arsen ketemu, justru mereka saling berdebat seperti ini 😭
Arsen tidak akan berhenti sampai dendamnya terbalaskan..
ZasNov
Zee makan ya, bertahan butuh tenaga. Nanti kamu pasti akan menemukan kebahagiaanmu..
ZasNov
Semoga Sony dan James cepat ditangkap. selama mereka masih hidup bebas, hidup Arsen & keluarganya belum aman..
ZasNov
Udah Zee makan aja jangan bikin Arsen marah ya..
ZasNov
Syukurlah Zee bisa ditemukan, tapi Sony dan Johan kabur.. 😖
ZasNov
Arsen, jangan sampai tertipu dengan trik mereka.. ayo tangkap mereka secepatnya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!