NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Nyonya Muda Baru Untuk Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Shinta Aryanti

Kehidupan rumah tangga Vira dan Vicky luar biasa sempurna, kasih sayang yang tidak pernah Vira rasakan karena Vira seorang yatim piatu ia dapatkan dari sang suami dan Ibu mertuanya. Namun dunia selalu berputar bukan? Konflik dan intrik mulai menyusup ke dalam kehidupan rumah tangga Vira saat ia menerima kerabat sang suami masuk ke dalam rumahnya dengan tangan terbuka. Rumah tangga dengan pondasi yang kokoh perlahan mulai goyah karena gerilya sang kerabat yang diam - diam menginginkan posisi Vira. Akankah rumah tangga Vira dan Vicky bertahan, atau Vira akan menyerah mempertahankan cinta sejati dalam hidupnya? Dan adakah orang yang akan menyelamatkan Vira dari dera siksa yang didapatkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shinta Aryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar baik dan kabar buruk

4 hari setelah kepergian Vicky ke New York, selama 3 hari itu Vicky dan Diah sulit dihubungi, chat selalu pending, No. HP mereka pun tidak bisa dihubungi lagi, hanya hari pertama saja Vicky mengabari tentang pesawatnya yang sudah landing, itu pun ketika Vira membalas, chat Vira terpending.. sampai hari ke - 4. Vira jelas khawatir, semua pemikiran jelek pun tak urung muncul

Hari ini di rumah sangat sepi, hanya ada 2 pelayan yang bekerja. semenjak kepergian keluarganya, Vira memberikan bonus libur bergantian pada para pelayan, sopir, termasuk koki, Vira ingin memberikan kebebasan sejenak pada para pekerja di rumah itu agar bisa menemui keluarganya atau sekedar jalan - jalan.

Pagi ini di rumah ada Bi Welas dan Leni, Vira tengah duduk di kursi mini bar yang menghadap langsung ke dapur, di dapur tampak Bi Welas dan Leni yang tengah sibuk meracik bahan untuk membuat bakso, entah kenapa Vira ingin sekali makan bakso hari ini, belakangan ia memang tiba - tiba ingin memakan sesuatu, ia juga kerap mual dan muntah ketika mencium sesuatu.. Vira berpikir bahwa ia sedang masuk angin, mengingat belakangan ini ia kurang tidur dan kurang makan, memikirkan Vicky yang tak kunjung bisa dihubungi

Mata Vira terus menatap layar ponselnya, ia berharap ada notifikasi pesan yang masuk dari suami atau Ibu mertuanya, Bi Welas yang sedang menghidangkan semangkok bakso di depan Vira pun, terenyuh melihat Vira yang keliatan sangat khawatir

...“Makan dulu Neng, jangan liatin HP melulu” ucap Bi Welas pada Vira sambil mengelus punggung Vira lembut...

...“Iya mba Vira, ga usah ditungguin kabarnya.. biarin aja, udah pada gede ini, lagian kalo emang Tuan muda Vicky mikirin perasaan mba Vira, pasti Tuan muda dari kemarin sudah nelepon mba Vira.. ini mesti nih gara - gara si wewe gombel Gendis sama anaknya yang siluman itu” celoteh Leni yang ikut bersuara sambil memasang mimik mukanya yang lucu...

...“Husssss kamu itu Len Len, kalo ngomong bo ya dipikir dulu toh, di saring!” Ujar Bi Welas sambil mengacungkan telunjuknya depan bibir pada Leni ...

...“Ya aku kasian Mbah sama Mba Vira, nungguin kabar orang - orang yang ga peduli lagi sama Mba Vira, itu gara - gara si hantu jeruk purut itu pada nongol!” Cerocos Leni tanpa bisa di rem...

...“Walah ini anak kok ngelunjak yaaaa!” Timpal Bi Welas sambil mengacungkan nampannya pada Leni seolah hendak dia lempar...

Leni cengar cengir mendapat pelototan dari Bi Welas, Vira yang melihat interaksi kedua orang tersebut tergelak

Ponsel Vira yang berdering membuat Vira terlonjak, ia gegas meraih ponselnya, matanya berbinar.. ia berharap Vicky atau Diah yang menghubunginya, namun kemudian Vira sedikit kecewa karena bukan Vicky atau Mami Diah yang telepon meskipun di sisi lain dia senang karena Bu Citra lah yang menghubunginya

...“Assalamu’alaikum Bu” sapa Vira sopan...

...“Wa’alaikum Salam Vir” jawab Bu Citra lembut...

...”kamu sehat Vir?” Sambung Bu Citra...

...“Alhamdulillah Vira sehat, Ibu gimana dan anak - anak disana gimana kabarnya? ...

...“Kami semua sehat Vir Alhamdulillah, Vir.. kamu kira - kira bisa kesini ga sekarang?” ...

...“Bisa Bu, tapi maaf ada apa ya Bu.. apa ada masalah di panti? Tanya Vira khawatir...

...“Vir, Alhamdulillah wanita yang ngasih kamu ke Ibu dulu sekarang ada disini” ucap Bu Citra serak, ia menahan tangis bahagia ...

...“Ya Allah, serius Bu? Ini beneran? Ibu ga lagi boongin Vira kan? Ini ga mimpi kan? Berondong Vira yang seolah tak percaya kalau apa yang selama ini ia impikan terwujud...

...“Cepet kesini ya Vir, Ibu tunggu” ujar Bu Citra dengan serak kemudian menutup teleponnya...

Vira yang terkejut, terduduk lemas.. mulutnya tak berhenti - henti bersyukur, air mata bahagianya jatuh seketika

Bi Welas dan Leni yang melihat majikannya segera mendekat, mereka sangat khawatir melihat Vira yang tiba - tiba menangis

...“Neng, ada apa Neng? Kok Neng nangis? Tanya Bi Welas cemas...

...“Len, tolong panggilkan Pak Wayan ya.. suruh siapkan mobil, saya mau ke panti.. wanita yang dulu ninggalin saya di panti, hari ini datang ke panti Bi.. “...

...ucap Vira sambil memeluk erat Bi Welas, ia tersenyum lebar, diiringi air mata bahagia yang jatuh di pipi putihnya. ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Perjalanan ke panti yang biasanya memakan waktu kurang lebih 1 jam, hari ini terasa jauh lebih lama untuk Vira, hatinya berdebar - debar, lututnya gemetar, jarinya saling bertaut, ia menggigit bibir bawahnya, mencoba menghilangkan kegugupannya, entah apa yang akan ia tanyakan pada wanita itu nanti, pertanyaan - pertanyaan yang selama ini ia tumpuk dalam benaknya seolah menguap tiba - tiba.

Mobil Vira memasuki halaman panti yang asri, tampak beberapa anak kecil yang tengah bermain di taman kemudian berdiri dan memperhatikan mobil yang datang, begitu mereka tahu kalau Vira yang datang, anak - anak kecil itu berhamburan ke pelukan Vira, saling berebut untuk memeluk, Pak Wayan yang melihat itu dari dalam mobil tersenyum melihat betapa dekat majikannya dengan anak - anak yang tidak beruntung itu.

...“Assalamu’alaikum cantik dan ganteng” seru Vira pada anak - anak yang tengah mengerubunginya ...

...“Wa’alaikum Salam Kak” jawab mereka kompak ...

...“Maaf Kak Vira belum bawain coklat, tadi Kak Vira buru - buru, tapi Kak Vira janji.. sebelum pulang nanti Kak Vira beliin kalian semua coklat dulu yaaa” ...

...Ujar Vira ...

...“Horeeeeeeeee” ucap anak - anak senang sambil tertawa, tawa yang membuat hati Vira menghangat ...

...“Mba Vira!” Ujar seseorang yang tak lain adalah Tuti, anak panti yang sudah ia anggap adiknya sendiri. Tuti berlari kecil ke arah Vira dengan riangnya ...

...“Tuti” jawab Vira pada Tuti seraya meregangkan tangannya untuk memeluk adik pantinya itu, mereka kemudian berpelukan, wajah mereka sama - sama berseri, Tuti ikut merasakan apa yang Vira rasakan karena Tuti tahu betul seberapa besar harapan Vira untuk bertemu lagi dengan wanita yang menitipkannya, ...

...“Di ruangan Bu Citra ya Tut?” Tanya Vira seraya menunjuk ke arah ruangan dengan jendela besar yang menghadap taman tempat anak - anak bermain tadi ...

...“Iya mba, Tuti boleh ikut masuk ga mba?” tanya Tuti sambil menggiring Vira memasuki rumah bercat putih dengan pintu berwarna coklat yang sudah mulai pudar warnanya...

“Mba memang pengennya kamu ikut masuk Tut, mba takut ga bisa nahan diri” ujar Vira gugup

...“Tenang mba, ada aku sama Bu Citra.. Bismillah dulu ya mba” ujar Tuti menenangkan Vira dengan mengelus punggung Vira ...

...“Bismillah” ucap Vira...

Pintu ruangan Bu Citra sudah di depan mata mereka, Vira terpaku bingung mau berbuat apa, Tuti yang melihat Vira seperti kebingungan, memberanikan diri untuk mengetuk pintu

2 kali ketukan, sampai suara orang di dalam ruangan yang Vira dan Tuti tahu itu adalah suara Bu Citra mempersilakan mereka masuk

Pintu dengan suara decitan yang nyaring itu, terbuka perlahan atau mungkin cuma Vira yang merasa betapa lambat pintu itu terbuka

Sampai akhirnya ia melihat sosok Bu Citra yang berdiri menyambutnya, sosok yang selama ini selalu memberikan kasih sayang yang tulus untuk Vira, sosok yang selalu tersenyum hangat, sosok yang kini tidak muda lagi, wajahnya sudah berkeriput dan sudah sedikit bungkuk

...“Assalamu’alaikum Bu” sapa Vira pada Bu Citra sambil mencium punggung tanganya takzim...

...“Wa’alaikum Salam nak” jawab Bu Citra sambil menarik tangan Vira dan membawa Vira ke dalam pelukannya, punggung Vira dielusnya lembut...

...“Non” ujar seorang perempuan yang sedang duduk di sofa ruangan Bu Citra...

Bu Citra melepas pelukannya, kemudian ia membimbing Vira mendekat ke arah sofa, seketika Vira gemetaran

...“Maafin saya Non” ujar wanita setengah baya dengan tubuh yang agak gempal dan pendek, rambutnya dicepol kecil, wanita itu kemudian menangis sesenggukan...

Vira terdiam, suaranya seolah tercekat di tenggorokan.. susah sekali buatnya mengucapkan sesuatu sekarang

... “Vir, ini Mbok Asih yang Ibu ceritakan di telepon tadi” ujar Bu Citra memecah kebisuan Vira ...

... “Mbok Asih” ucap Vira pelan...

...“Noooonn, ya Allah Non, maafin si Mbok Non” ujar wanita yang langsung menghambur memeluk Vira, wanita tua itu menangis tersedu - sedu di pelukan Vira ...

...“Kita duduk dulu ya” seru Bu Citra...

Mbok Asih mengurai pelukannya, tangannya menggengam erat tangan Vira, kemudian membimbingnya menuju arah sofa, Vira menurut saja lantas mendudukan dirinya tepat di sebelah mbo Asih

...“Tut, tolong ambilkan minum untuk kakakmu ya” seru Bu Citra pada Tuti yang masih berdiri termenung menyaksikan drama di depan matanya...

...“Baik Bu, Tuti permisi dulu” ucapnya sambil berlalu ...

Sepeninggal Tuti, hening tercipta. Mbok Asih tak henti - hentinya memandang Vira sambil mengelus lembut rambut Vira, matanya tak henti menitikan air mata

...“Mbok Asih kenapa ninggalin Vira” tanya Vira pada wanita tua itu...

Mbo Asih menunduk, jari yang tadinya ia pakai untuk mengelus rambut Vira ia turunkan dan ia tautkan satu sama lain, air matanya kembali menetes

...“Maafin si Mbok Non, Mbok terpaksa” ucapnya lirih...

...“Terpaksa bagaimana Mbok, dan Mbok ini siapanya Vira” tanya Vira tatapannya lekat pada wajah yang asing di depannya...

...“Non Vira itu anak majikannya si Mbok, Ayahnya Non sendiri yang meminta si Mbok untuk membawa Non” air mata Mbok Asih kembali mengalir...

...“Kenapa Mbok, kenapa Ayah Vira membuang Vira Mbok?” Ujar Vira lirih...

...“Bukan dibuang Non, tapi diselamatkan.. Kanjeng Raden takut kalau Non diapa - apakan sama istri barunya” jawab Mbok Asih yang tak henti - hentinya menangis, Bu Citra lantas menyodorkan kotak tisu dan menepuk pelan bahu Mbok Asih, mencoba untuk menenangkan...

...“Jadi Ayah menikah lagi Mbok? Ibu saya dimana Mbok? Dan apa mereka masih hidup? Tanya Vira cemas, dalam hati ia berdo’a agar jawaban dari Mbok Asih akan sesuai dengan keinginannya...

...“Maaf Non, Kanjeng Raden sudah meninggal beberapa bulan setelah Non dititipkan disini, sementara Raden Ayu meninggal pada saat melahirkan Non” Vira luruh, ia tersandar lemas.. harapannya pupus sudah, meskipun ia harusny tidak kecewa dengan jawaban Mbok Asih toh selama ini ia memang tidak pernah mengenal orang tuanya, hanya saja secercah harapan itu muncul seiring dengan kedatangan Mbok Asih, ia tadinya berharap Mbok Asih datang untuk menjemputnya....

...“Maafin si Mbok ya Non” ucap Mbok Asih lagi, tangannya kemudian menggengam erat jemari Vira...

...“Iya Mbok, tidak apa - apa.. terima kasih Mbok sudah datang kesini dan memberitahu Vira soal ini” ucap Vira pada wanita itu dengan lembut dan sopan...

...“Mbok, apa boleh kalau Vira melihat makam Ayah dan Ibu? Mbok bisa antar Vira ke makam mereka” tanya Vira penuh harap...

...“Bisa Non.. bisa, si Mbok bakalan anterin Non ke makam Kanjeng Raden dan Raden Ayu” jawab Mbok Siti sambil mengangguk - angguk ...

Kanjeng Raden? Raden Ayu? Itu artinya.. ah sudah lah apa pentingnya kelar kebangsawanan itu sekarang, toh orang tuanya pun sudah tiada.. batin Vira

...“Ya sudah, Vira nunggu suami Vira pulang dulu ya Mbok.. suami dan mertua Vira pasti lega banget karena akhirnya Vira tahu bagaimana kondisi orang tua Vira” ucap Vira ...

Mbok Asih lantas memberikan No. ponselnya pada Vira, sebelum ia kemudian pamit pulang mengingat hari sudah menginjak sore, ia takut tidak dapat kereta untuk pulang ke kampungnya.

Selepas kepergian Mbok Asih, Vira pun pamit pada Bu Citra seraya mengucapkan terima kasihnya karena sudah mempertemukannya dengan Mbok Asih.

1
Arye Ghad'iz BinAngun
bagus
Maria Mebanua
Luar biasa
Fitri Yani
alex itu plin plan
Fitri Yani
ceritanya bagus, tapi koc nulisnya kex gini ya,aq kn jadi pusing
SR.Yuni
satu kata buat Alex....begoooooo.....maaf ya Thor jangan marah✌️✌️
SR.Yuni
Jangan sampai mereka mati dengan mudah ya .....
SR.Yuni
Ya ampun tiap baca satu part iklan....lama.pula iklannya....😭😭
Tania Franny
Luar biasa
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
mksh thor sehat n sukses selalu love sekebon
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
tor cinta terlarang beda kasta... lnjut apa stop nih
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
alvier nama belkng mu berat bngettt..... versi emak tuh beraty melebihi ciciln rumah... motor. mobil
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
kontan ya
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
mati jd abu vicky
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
tinggal balikin aja omongan maryam jangan sakiti wanita..... mkn tuh.. sakiti jg yg gimn dulu peaaaa
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
emng ada laki kaya gitu hamble ke cewek laen. ngk mau nyakitin tapi tanpa sadar dah nyakitin bini sendiri... vira trauma lah sama viky dulu
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
mampos kau
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
masih bego aja diah
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
dasar dajal y gitu dah tau anky salah tetep weh d bela.. gaya nya mau bikin ulah awas aja lo tor.....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
pea setelah kehilngn vira..... adeh vicky
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
enak bnget diah ngomng.. ngk ada yg mau nerima vira seperti diri ye
hei hei hei bu ningrat...... ngk semua mertua bego kaya lo kena hasutan orang....lngsng lo bls budi. koplak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!