NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bingung

Perjalanan pulang terasa hening. Tidak ada percakapan sama sekali.

Mobil hitam milik Elvano Ardhana melaju membelah jalan raya yang mulai lengang. Di kursi samping kemudi, Nara duduk diam sambil memandang keluar jendela. Pemandangan kota yang biasanya begitu akrab kini terasa asing.

Beberapa menit yang lalu, dia menyaksikan pemakaman untuk dirinya sendiri. Entahlah, itu terasa aneh.

Dia melihat ibunya menangis, juga ayahnya yang berusaha tegar hingga akhirnya dia kembali menitikkan air mata.

Dia bahkan melihat Tasya memeluk foto dirinya sambil terus mengulang satu kalimat. Ah, dia pasti merindukan sahabatnya itu.

"Aku belum sempat mengucapkan selamat tinggal." gumamnya lirih, dia memejamkan matanya sejenak hingga dadanya kembali terasa sesak.

Tanpa dia sadari, air matanya kembali menetes membasahi pipinya.

Bruk...

Sebuah sapu tangan putih terlempar ke arahnya.

"Usap air matamu." ucap Elvano yang terdengar datar, tetapi tidak sedingin biasanya.

Nara menoleh. Pria itu bahkan tidak menatapnya. Tatapannya fokus menyetir dan tatapannya lurus ke depan.

"Terima kasih." gumam Nara lirih. Karena rasa sedihnya, dia tidak berkomentar saat pria itu memberikan sapu tangan itu dengan cara di lempar.

Elvano mengerutkan keningnya heran. Biasanya Bianca tidak akan sudi mengucapakan kata terimakasih atau sekedar menjawab ucapannya.

Tapi hari ini...

Istrinya terlihat berbeda. Apa benturan keras itu membuat kepribadian istrinya berubah?.

....

Sesampainya di mansion keluarga Ardhana, Nara perlahan turun dari mobil itu.

Dia sedikit Dejavu melihat rumah megah itu, masih terlihat sama seperti saat sore tadi, saat dia datang sebagai karyawan yang menyerahkan berkas pada istri bosnya.

Namun kini...

Rumah itu adalah tempat yang harus dia tinggali, dia harus hidup sebagai Bianca.

"Bianca."

Langkah Nara terhenti. Elvano berdiri beberapa meter di belakangnya.

"Kondisimu belum pulih. Istirahatlah."

Nara mengangguk kecil. "Iya."

Jawaban singkat itu kembali membuat Elvano terdiam.

Kalau biasanya Bianca akan membalas dengan ketus atau bahkan mengabaikannya, kali ini wanita itu justru menurut tanpa membantah.

Ada yang aneh.

Sangat aneh.

....

Nara dengan ragu memasuki kamar utama sambil di tuntun oleh seorang pelayan.

Lagi-lagi dia terperangah. Ruangan ini sangat luas, di dominasi warna abu-abu dan putih. Di salah satu sisi terdapat foto pernikahan Elvano dan Bianca yang terpajang besar di dinding.

Tatapan Nara berhenti pada foto itu.

Mereka tampak sangat bahagia. Senyum Bianca begitu lebar, sementara Elvano menatap istrinya dengan sorot mata penuh cinta.

Sulit dipercaya bahwa sekarang dia akan hidup sebagai Bianca. Apakah dia mampu?.

"Bu Bu bu..."

Terdengar suara kecil memecah keheningan saat ini.

Nara menoleh. Seorang pengasuh berdiri di depan pintu sambil menggendong seorang balita perempuan.

"Elora ingin bertemu Mama."

Jantung Nara langsung berdebar. Balita itu memiliki pipi chubby dan mata bulat yang sangat menggemaskan.

Begitu melihat Nara, kedua tangan mungilnya langsung terulur.

"Mama."

Suara polos itu membuat napas Nara tercekat.

Dia bukan mama anak itu. Namun entah kenapa, mendengar panggilan itu membuat hatinya menghangat sekaligus nyeri.

Dengan ragu, Nara mengulurkan tangan. Elora dengan cepat langsung memeluk lehernya erat.

"Mama, jangan sakit lagi ya."

Kalimat sederhana itu membuat mata Nara berkaca-kaca. Tanpa sadar, dia membalas pelukan anak itu dengan hati-hati.

"Iya. Mama sudah sembuh." ucapnya sedikit kaku.

Begitu kata-kata itu keluar, Nara langsung membeku.

Apa yang baru saja ia ucapkan?

....

Dari balik pintu yang sedikit terbuka, Elvano menyaksikan semua itu.

Tatapannya jadi bingung.

Bianca...

Memeluk Elora?

Bahkan selama beberapa bulan terakhir, Bianca lebih sering menyerahkan putri mereka kepada pengasuh. wanita itu selalu beralasan sibuk. Dan bahkan pergi seenaknya tanpa memikirkan putri mereka yang butuh sosok mama nya.

Namun sekarang...

Wanita itu justru terlihat enggan melepaskan pelukan Elora.

"Pak?"

Suara Raka, asisten pribadinya, membuat Elvano menoleh. "Ada yang ingin saya laporkan."

Elvano mengangguk dan keluar dari kamar. "Ada apa?"

Raka menyerahkan sebuah ponsel yang ditemukan di lokasi kecelakaan. "Ini ponsel Bu Nara."

Elvano menerimanya dengan bingung. "Lalu?"

"Keluarganya mengatakan semua barang pribadi almarhum sudah diterima, kecuali ponsel ini karena ditemukan terakhir."

Elvano mengangguk pelan. "Nanti kirimkan."

"Baik, Pak."

Sebelum pergi, Raka sempat berkata pelan. "Pak. Maaf saya mungkin sedikit lancang."

"Tapi menurut saya. Bu Bianca terlihat berbeda." sambung pria itu yang membuat Elvano terdiam lagi. Bahkan bukan hanya dirinya yang merasa Bianca sedikit berbeda.

"Ternyata bukan hanya aku yang menyadarinya."

...

Malam hari.

Nara tidak bisa tidur. Dia merasa asing dengan kamar ini, jadi dia memilih berdiri di balkon sambil memandangi langit.

Angin malam berembus pelan menerpa wajahnya.

"Apa yang harus kulakukan sekarang?"

Dia bahkan tidak tahu bagaimana menjadi Bianca. Bagaimana jika suatu hari ada orang yang menyadari dirinya berbeda?. yang paling dia takutkan. Bagaimana jika Elvano mengetahui semuanya?.

Apakah dia akan di usir?.

"Kamu belum tidur?" Suara Elvano membuat Nara tersentak.

Pria itu berdiri di ambang pintu balkon dengan segelas susu hangat di tangan.

"Dokter bilang kamu harus banyak istirahat."

Nara mengangguk.

"Aku hanya belum mengantuk." ucap Nara sedikit kaku. Dia tidak terbiasa bicara santai dengan bosnya.

Elvano kembali heran. Bianca tidak pernah membalas ucapannya dengan nada selembut itu.

Dia berjalan mendekat. Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan, mereka berdiri begitu dekat.

Elvano memperhatikan wajah istrinya lekat-lekat.

"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Nara gugup.

"Aku merasa..." Elvano menggantung kalimatnya.

"Apa?" Nara menatap bosnya dengan ekspresi kaku. Dia takut ketahuan.

"Kamu berubah."

Deg....

Jantung Nara seolah berhenti berdetak. "Berubah?" tanya Nara lirih.

"Iya, kamu jadi lebih tenang dan lembut."

"Kamu tidak lagi menatapku dengan kebencian." mata Nara terbelalak mendengar itu.

Apa katanya?. Menatap Elvano dengan tatapan kebencian. Seingatnya, hubungan bos dan istrinya baik-baik saja, atau sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka sedang bertengkar?.

Entahlah, Nara malas menebaknya.

"Aku hanya lelah." ujar Nara yang mencoba lepas dari pertanyaan Elvano.

Tapi.....

"Ada satu hal lagi yang ingin ku tanyakan." ucap Elvano yang menatap lekat Bianca.

Nara mengangguk kaku. Dia mencoba menghindari tatapan pria itu.

"Kamu tadi menangis di rumah duka Nara, dan bagaimana bisa kamu dan Nara kecelakaan bersama?"

Mampus.....

"Itu... Emmm." Nara bingung bagaimana cara menjawab pertanyaan Elvano ini. Masalahnya dia tidak tahu tujuan Bianca tadi.

Dia hanya di minta mengantar wanita itu ke sebuah tempat. Sayangnya saat belum sampai, mereka malah kecelakaan. Dan anehnya, kenapa dia bisa masuk di dalam raga Bianca.

Dan juga pesan terakhir Bianca.

Nara terdiam.

Elvano menghela nafas saat melihat wanita itu malah melamun.

"Besok saja menjelaskannya, sekarang tidurlah." ucap pria itu sebelum pergi. Nara akhirnya bisa bernafas lega.

....

*Jangan lupa like dan votenya sebelum lanjut bab berikutnya 🥰

1
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
Wawasan Ilmu NgertiYuk
wahhhh cerita baruuuuu💪
Dinda Putri
up
waya520: siappp
total 1 replies
Dinda Putri
lanjut💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!