The Strongest Mr. Max Kendrick!
Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
Bersumpah akan membalaskan dendam kepada mereka yang telah membunuh kedua orang tuanya.
Rasa sakit, kesedihan, kehancuran akan Max berikan 100x lipat untuk mereka. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dia miliki, Max siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi nya menjadi debu!
Dengan membentuk Geng bernama The Strongest Warriors, Max akan membuat dunia bertekuk lutut dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Max, Ajax & Cleon
Max berjalan keluar dari dalam Gedung tua. Pandangan matanya menatap Ajax yang sedang bersantai duduk di atas mobil Ferrari berwarna merah miliknya.
Ajax yang melihat kedatangan Max segera turun dari atas mobil.
"Tuan Max, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Ajax yang sebelumnya mendengar suara teriakan Cleon.
"Aku akan menjelaskan nanti. Untuk saat ini, segera perintahkan TSM Group memenangkan proyek besar maupun kecil." Ucap Max dengan tenang.
Ajax mengerutkan keningnya. Dia cukup merasa bingung dengan perintah Max.
Max yang mengerti kebingungan Ajax kemudian menjelaskan. "Aku hanya ingin melihat bagaimana reaksi mereka saat mengetahui TSM Group bergerak sangat liar pada setiap kesempatan dan peluang yang ada. Dengan menguasai banyak proyek yang ada, akan memancing mereka untuk keluar."
"Tapi tuan Max, itu semua akan membuat perusahaan kecil mengalami kerugian secara besar-besaran. Jika hal itu benar-benar terjadi, sudah di pastikan sekitar 78% perusahaan yang ada akan di nyatakan bangkrut." Ucap Ajax menjelaskan.
Max hanya tersenyum menanggapi ucapan Ajax. "Berapa persen yang bisa kita bantu dari 78% perusahaan yang ada?"
Ajax terdiam beberapa saat, lalu kembali menatap ke arah Max. "TSM Group bisa saja membantu mereka semua, hanya saja..."
"Katakan." Ucap cepat Max saat melihat Ajax ragu untuk melanjutkan ucapannya.
Ajax menarik nafasnya dalam-dalam sebelum kembali melanjutkan.
"TSM Group akan mengalami masalah besar, bukan hanya dalam keuangan. Yang aku takutkan perusahaan lain yang selalu menganggap TSM Group sebagai rivalnya akan memanfaatkan kesempatan ini." Ajax menatap Max dengan serius.
"Semua proyek akan kita ambil, itu semua membutuhkan dana yang cukup tinggi sedangkan keuntungan yang akan kita peroleh masih harus menunggu waktu hingga proyek benar-benar berjalan. Belum lagi kita harus membantu perusahaan lain yang di ambang kebangkrutan." Lanjut Ajax.
Max tersenyum tipis mendengar ucapan Ajax. Meski Max tidak pernah belajar dan merasakan apa itu bangku sekolah, namun kepintaran dan IQ yang di miliki Max cukup tinggi.
"Tidak perlu terlalu cemas. Perintahkan mereka untuk segera melakukannya."
Ajax menghela nafas panjang, lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Dengan segera Ajax memberikan perintah orang-orang kepercayaannya di TSM Group untuk melakukan rencana Max.
Beberapa menit kemudian, Cleon berjalan keluar dari dalam Gedung tua. Wajah dan auranya terlihat berbeda dari sebelumnya.
Dengan tatapan penuh hormat, Cleon berjalan ke arah Max dan Ajax.
Ajax sendiri yang melihat perubahan pada Cleon hanya diam dengan mata membulat.
"Apa yang sebenarnya di lakukan tuan Max." Batin Ajax dengan penasaran.
"Tuan, saya sudah siap." Ucap Cleon dengan tersenyum.
"Baik, kita akan segera pergi. Apa kau memiliki saran kemana kita harus pergi terlebih dulu?" Tanya Max kepada Cleon.
Cleon yang mendapatkan pertanyaan dari Max terlihat bingung, karena Cleon sendiri belum mengetahui rencana Max.
Max menatap Ajax, Ajax yang mendapatkan tatapan dari Max menganggukkan kepala. Lalu Ajax memberikan buku kecil berisi nama-nama anggota yang akan di rekrut.
Cleon membaca buku yang di berikan oleh Ajax. Hingga beberapa saat kemudian tersenyum.
"Jika sudah ada Cleon, maka sudah dipastikan tujuan selanjutnya adalah tangan kanannya." Ucap Cleon dengan tersenyum tipis.
"Kau cukup cerdas, aku hanya ingin menguji apa pilihan kita sama atau tidak. Di buku yang kau terima sudah tertulis nama-nama yang akan aku rekrut. Daftar nama itu sendiri sesuai dengan tujuanku selanjutnya." Ucap Max dengan santai.
Cleon tersenyum menanggapi ucapan Max.
"Bukan hanya kuat dan memiliki kemampuan yang tinggi, tuan juga memiliki kecerdasan dengan menargetkan diriku menjadi orang pertama. Hanya saja.." Cleon menghentikan kata-katanya.
"Hanya saja Rembrandt bukan?"
"Benar, dia adalah pemuda yang sulit untuk di taklukkan."
Max menggelengkan kepalanya. "Saat aku sudah mendapatkan kalian berdua, sudah seharusnya aku menargetkan Rembrandt. Meski dia sulit di taklukkan, tetapi aku sangat yakin dia mampu mengetahui keberadaan yang lainnya."
Cleon dan Ajax yang mendengar ucapan Max tersenyum. "Tuan benar-benar penuh perhitungan, bahkan aku tidak dapat memikirkan hal itu sedikit pun."
Max hanya tertawa kecil. Lalu meminta mereka untuk segera berangkat menuju tempat Swan.
Apa yang di katakan oleh Max sendiri membuat Cleon dan Ajax sangat takjub, di saat mereka tidak mengetahui keberadaan anggota yang lainnya, Max ternyata sudah memikirkan itu semua dengan matang.
Dengan adanya Rembrandt yang selalu berpindah-pindah tempat untuk melakukan kesenangan nya dalam membuat gravity di berbagai tempat, akan membuat Max lebih mudah mengetahui informasi mengenai keberadaan anggota selanjutnya yang akan dia rekrut.
Ajax sendiri yang sebelumnya sedang memikirkan masalah TSM Group setelah mendapatkan perintah dari Max, mulai terlihat santai. Dia yakin Max juga sudah memikirkan rencana yang sebelumnya dia katakan secara matang.
Mobil yang di kendarai oleh Ajax melaju dengan kecepatan tinggi, tujuannya kali ini menuju kota di mana Swan tinggal.
Di dalam mobil.
Max yang duduk di belakang menutup matanya, sedangkan Cleon duduk di samping Ajax yang sedang mengemudi.
Ajax sendiri bertanya-tanya di dalam hatinya, dia merasa bingung dengan kedatangan Max yang tiba-tiba sudah berada di Gedung tua.
Cleon sendiri sibuk melakukan aktivitas nya dengan menghisap dan mengeluarkan asap rokok.
"Pantas saja kau sangat percaya diri kawan." Ucap Cleon membuka obrolan.
Ajax tersenyum. "Jika aku tidak memiliki kepercayaan diri, akan sangat tidak pantas aku mendapatkan posisi ini."
"Kau benar, aku salah satu orang yang memiliki kepercayaan diri yang buruk. Dan itu semua membuat aku tidak pantas berada pada posisi itu."
Ajax menggelengkan kepalanya, lalu menatap Cleon beberapa saat.
"Saat ini kau mulai dapat memahami dirimu sendiri. Aku hanya ingin mengatakan padamu, mari kita tunjukan kepada mereka. Ah... tidak, tetapi pada dunia ini jika kita mampu berada di puncak sana."
"Mohon kerja samanya." Jawab Cleon dengan tersenyum senang. Dia merasa hidup nya kali ini lebih baik.
Max sendiri hanya diam menutup mata, terlihat senyum tipis dari wajahnya mendengar obrolan keduanya.
"Lampaui batas kemampuan kalian, gunakan kesempatan yang ada. Jangan bertindak bodoh dengan melakukan hal yang tidak mungkin bisa kau lakukan. Keserakahan akan membuat kalian terjatuh dalam kesengsaraan. Bunuh mereka yang pantas untuk di bunuh, hancurkan mereka yang menghalangi jalan kalian. Hidup dan mati seseorang memang bukan kita yang menentukan." Max membuka kedua matanya.
"Tetapi apa yang telah kalian lakukan, menentukan bagaimana kehidupan kalian. Jadi semua kembali pada diri kita masing-masing, jangan pernah menyalahkan tuhan tidak adil, tetapi salahkan dirimu yang terlalu bodoh dan naif!" Ucap Max melanjutkan dengan tatapan penuh ketenangan.
Cleon dan Ajax yang mendengar ucapan Max terdiam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hidup seperti Larry 🦞😁