NovelToon NovelToon
Sutra Naga Pembelah Surga

Sutra Naga Pembelah Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Pukulan Penghancur Kesombongan

​Keheningan yang mencekam di Alun-alun Pusat Kota Daun Gugur akhirnya pecah oleh suara gemeretak gigi Patriark Klan Wang.

​Ia berdiri dari kursinya dengan wajah merah padam, menghancurkan sandaran tangan kursi kayunya menjadi serbuk kayu. "Kecurangan! Ini pasti kecurangan! Sampah itu pasti menggunakan artefak terlarang atau racun iblis! Bagaimana mungkin orang tanpa Qi bisa menghancurkan senjata spiritual tingkat rendah dengan tangan kosong?!"

​Suara Patriark Wang yang menggelegar membuat para penonton ikut berteriak setuju. Bagi akal sehat mereka, apa yang baru saja terjadi adalah sesuatu yang mustahil.

​Namun, sebelum keributan semakin membesar, sebuah suara berat dan berwibawa menekan seluruh alun-alun, membuat napas setiap orang sesak.

​"Diam."

​Itu adalah Penguasa Kota Daun Gugur, seorang ahli di puncak Alam Pembentukan Fondasi. Ia melayang turun dari tribun utama dan mendarat di atas arena, mengamati serpihan gada besi milik Wang Hu dan kemudian menatap Ye Xuan dengan tatapan penuh selidik.

​Setelah beberapa saat, Penguasa Kota mengangguk perlahan. "Tidak ada fluktuasi Qi jahat, tidak ada racun, dan tidak ada jejak formasi artefak. Hanya murni... kekuatan fisik." Ia menoleh ke arah Patriark Wang. "Di arena ini, kekuatan fisik adalah bagian dari kemampuan bela diri. Pertandingan ini sah. Pemenangnya adalah Ye Xuan!"

​Pengumuman dari Penguasa Kota bagaikan palu godam yang menghantam dada semua orang.

​Di tribun Klan Su, Su Yan yang sebelumnya berdiri karena terkejut, kini kembali duduk perlahan. Wajah dinginnya kembali tenang, meski matanya memancarkan sedikit keraguan.

​"Hanya kekuatan fisik liar," gumam Su Yan dingin. "Dia pasti menemukan semacam tanaman spiritual secara kebetulan yang memperkuat tubuhnya setelah dantian-nya hancur. Tapi kekuatan murni ada batasnya. Tanpa Qi untuk mendukung teknik, ia hanya seonggok daging keras. Di depan Qi Elemen Es milikku, ia akan membeku sebelum bisa menyentuh ujung bajuku."

​Patriark Su mengelus jenggotnya dan mengangguk setuju. "Yan'er benar. Jangan biarkan insiden kecil ini mengganggumu. Mata kita tertuju pada sekte besar, bukan pertarungan preman jalanan semacam ini."

​Sementara itu, di tribun Klan Ye, wajah Ye Lang berkedut hebat.

​"Bagaimana mungkin? Tubuhnya sekuat itu?!" desis Ye Lang, tangannya mengepal erat hingga kuku-kukunya memutih.

​Penatua Pertama menepuk bahu Ye Lang, matanya menyipit penuh perhitungan. "Jangan panik. Tubuh yang kuat tanpa Qi ibarat pedang tanpa pegangan. Semakin sering ia menggunakan tenaga liarnya, tubuhnya akan semakin cepat terkuras. Kita lihat saja seberapa jauh ia bisa bertahan."

​Turnamen terus berlanjut. Babak penyisihan berlangsung cepat, menyingkirkan kultivator-kultivator lemah. Dan seperti yang diantisipasi banyak orang, nama Ye Xuan kembali dipanggil ke atas arena, bukan hanya sekali, melainkan tiga kali berturut-turut!

​Pertandingan Kedua: Melawan elit Klan Li (Tingkat 5). Ye Xuan memenangkan pertandingan hanya dengan satu tamparan ke wajah, membuat lawannya berputar di udara dan pingsan.

​Pertandingan Ketiga: Melawan pembudidaya pengembara (Tingkat 6). Lawan mencoba menggunakan teknik ilusi langkah. Ye Xuan hanya berdiri diam, menunggu lawannya mendekat, lalu menendang dadanya hingga terlempar keluar arena.

​Pertandingan Keempat: Melawan jenius lapis kedua Klan Ye (Tingkat 6). Lawan bahkan tidak berani menyerang dan langsung menyerah sambil gemetar saat Ye Xuan melangkah maju.

​Alun-alun yang awalnya dipenuhi cemoohan kini berubah menjadi lautan bisikan penuh ketakutan dan kekaguman. Si "Sampah" yang selama tiga tahun menjadi lelucon kota, kini menyapu bersih lawannya seolah mereka hanyalah daun kering yang tertiup angin!

​Matahari mulai condong ke barat, menandakan dimulainya putaran Babak Sepuluh Besar.

​Wasit melangkah ke tengah arena, suaranya terdengar sedikit bergetar karena antusiasme. "Pertandingan Babak Sepuluh Besar yang pertama! Wang Tian dari Klan Wang, melawan Ye Xuan dari Klan Ye!"

​Mendengar nama Wang Tian, sorak-sorai penonton kembali meledak.

​Wang Tian adalah kakak kandung dari Wang Hu. Ia adalah jenius nomor satu Klan Wang, kultivator di Alam Kondensasi Qi Tingkat 8! Di tangannya, sebilah pedang panjang berwarna perak memancarkan hawa dingin yang mengiris kulit.

​Wang Tian melompat ke atas arena, mendarat dengan ringan bagaikan burung layang-layang. Matanya menatap Ye Xuan dengan niat membunuh yang tak ditutup-tutupi.

​"Ye Xuan..." suara Wang Tian mendesis seperti ular berbisa. "Kau menghancurkan dada adikku hingga ia mungkin cacat seumur hidup. Hari ini, aku tidak peduli pada aturan Penguasa Kota. Aku akan memotong keempat anggota tubuhmu, lalu mencabut lidahmu!"

​Ye Xuan berdiri dengan tangan di belakang punggung. Jubah hitamnya berkibar tertiup angin sore. Ia menatap Wang Tian dengan tatapan datar yang sama seperti saat ia melihat Binatang Iblis kelas rendah di hutan.

​"Banyak anjing yang menggonggong hari ini," ucap Ye Xuan tenang. "Jika kau ingin membalas dendam, pastikan pedangmu lebih tajam dari mulutmu."

​"MATI KAU!"

​Wang Tian meraung. Seluruh Qi Tingkat 8 di tubuhnya meledak keluar, membentuk pusaran angin mini di sekelilingnya. Ia melesat ke depan, tubuhnya menyatu dengan pedangnya.

​Seni Pedang Angin Berdarah - Tebasan Bayangan Badai!

​Ini adalah teknik tingkat menengah puncak milik Klan Wang. Pedang perak di tangan Wang Tian berubah menjadi puluhan bayangan pedang yang mengurung Ye Xuan dari segala arah. Angin tajam berhembus, meninggalkan bekas sayatan di atas lantai batu arena.

​Penonton menahan napas. "Teknik Pembunuh! Wang Tian benar-benar berniat membunuhnya!"

​Bahkan Penguasa Kota bersiap untuk turun tangan jika keadaan menjadi tak terkendali.

​Namun, di tengah badai pedang mematikan itu, Ye Xuan hanya menghela napas pendek. "Kalian semua terus mengoceh tentang Qi... Jika itu yang kalian inginkan, akan kutunjukkan sedikit."

​Tiba-tiba, pusaran hitam di dalam dantian Ye Xuan berputar.

​BOOM!

​Sebuah pilar aura berwarna emas samar meledak dari tubuh Ye Xuan, menyapu ke segala penjuru dan menghancurkan tekanan angin milik Wang Tian seketika. Hawa panas yang buas dan arogan menyelimuti arena, membuat udara seolah mendidih.

​Mata Penguasa Kota terbelalak lebar. Patriark Klan Wang, Patriark Klan Ye, dan Penatua Pertama serentak berdiri dari kursi mereka, menjatuhkan cangkir teh mereka ke tanah. Wajah sedingin es milik Su Yan akhirnya hancur, digantikan oleh keterkejutan absolut.

​"F-fluktuasi Qi?! Dan tekanannya... ini adalah Alam Kondensasi Qi Tingkat 8 Puncak!!" teriak Penguasa Kota tak percaya.

​Bukan "Sampah" tanpa kultivasi. Bukan kekuatan fisik liar! Ye Xuan selama ini menyembunyikan kultivasinya yang jauh lebih mengerikan dari siapa pun di generasi muda Kota Daun Gugur!

​Di atas arena, Wang Tian terkesiap. Badai pedangnya hancur oleh aura Ye Xuan, menyisakan satu tebasan asli yang mengarah ke leher Ye Xuan. Ia mencoba menarik pedangnya, namun hawa panas dari tubuh Ye Xuan membuatnya seolah membeku karena teror.

​Ye Xuan mengangkat tangan kanannya. Kali ini, tangannya diselimuti oleh Qi emas yang padat, membentuk ilusi samar sebuah cakar naga raksasa.

​CLANK!

​Dua jari Ye Xuan menjepit bilah pedang spiritual tingkat menengah milik Wang Tian dengan santai. Pedang itu berhenti total di udara, bergetar hebat layaknya ikan yang meronta di jaring.

​"K-kau... kau bukan orang cacat..." Suara Wang Tian bergetar, wajahnya pucat pasi menyadari perbedaan kekuatan mereka yang bagaikan langit dan bumi.

​"Aku sudah memperingatkanmu," bisik Ye Xuan.

​KRAAK!

​Dengan putaran ringan dari dua jarinya, pedang perak kebanggaan Klan Wang patah menjadi dua bagian. Di saat Wang Tian masih syok melihat pedangnya hancur, Ye Xuan melangkah maju dan melayangkan tendangan telak ke perut pemuda itu.

​BAM!

​Suara ledakan tumpul terdengar. Tubuh Wang Tian melesat mundur dengan kecepatan peluru, darah menyembur dari mulutnya di udara, sebelum akhirnya menabrak pilar batu raksasa di tepi arena hingga pilar itu retak parah. Wang Tian jatuh ke tanah, tak sadarkan diri, menyusul nasib adiknya.

​Keheningan kembali menyelimuti alun-alun, namun kali ini seratus kali lipat lebih mencekam.

​Angin sore meniup debu di atas arena yang hancur. Ye Xuan berdiri tegak di tengah reruntuhan, memegang separuh bilah pedang Wang Tian yang patah. Ia memutar kepalanya, menatap tajam melewati lautan penonton yang membeku, langsung mengunci pandangannya ke arah tribun VIP Klan Ye.

​Matanya bertabrakan dengan mata Ye Lang yang kini bergetar penuh ketakutan.

​Ye Xuan mengangkat potongan pedang di tangannya, lalu mengarahkannya tepat ke wajah Ye Lang. Suaranya tidak keras, namun terbawa oleh Qi murni hingga terdengar di telinga semua orang layaknya guruh.

​"Ye Lang. Berhentilah bersembunyi di balik anjing-anjing peliharaanmu. Turunlah sekarang, dan bayar hutang darahmu."

1
Divka
bgus
Divka
bgus...smg ye xuan nnt mampu melindungi temen dan rekannya...berbuat baiklah sedikit🤣
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
keren cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!