Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.
Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puncak Hasil Perburuan
Gema dentangan gong perunggu menandai berakhirnya batas waktu Ujian Perburuan di Hutan Magma Kuno. Di lapangan utama Sekte Awan Langit, pusaran cahaya merah pada gerbang dimensi berputar makin lambat sebelum akhirnya meredup secara bertahap.
Ratusan murid keluar dari pusaran cahaya dengan kondisi memprihatinkan. Sebagian besar dari mereka mengenakan jubah yang koyak bercak darah, napas tersengal-sengal, dan wajah dipenuhi kelelahan berat. Di panggung penilaian, belasan meja giok telah disiapkan oleh para diaken sekte untuk mengukur dan mencatat hasil buruan—mulai dari rumput obat elemen api hingga inti kristal monster yang berhasil didapatkan.
Di tribun kehormatan, Tetua Zhao Cang dari Faksi Utama Klan Zhao berdiri dengan tangan terlipat di balik punggung jubah merah darahnya. Matanya yang tajam bagaikan elang menyapu seluruh barisan murid yang baru saja keluar. Kerutan di dahinya makin dalam seiring berjalannya waktu.
Empat murid senior pilihannya—termasuk Zhao Feng—tidak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Apa yang terjadi di dalam sana? batin Tetua Zhao Cang gusar. Empat ahli Foundation Establishment tahap pertengahan seharusnya sanggup menghabisi bocah bertopeng itu dalam beberapa menit pertama. Mengapa aura jimat komunikasi mereka terputus total sejak dua hari lalu?
Tepat saat kecemasan Tetua Zhao Cang mencapai puncaknya, Xie Yanfeng melangkah keluar dari gerbang dimensi. Meskipun gaun putihnya masih memperlihatkan bekas noda jelaga yang dibersihkan secara tergesa-gesa, kondisinya jauh lebih stabil berkat pengaruh obat dari botol giok pemberian Zhao Gou. Kehadirannya seketika menarik perhatian para murid dan tetua.
"Nona Xie berhasil membawa kembali tiga tangkai Rumput Api Ilahi dan dua Inti Monster tingkat dua!" teriak diaken penilai, mencatat hasil tersebut dengan nada kagum.
Namun, Xie Yanfeng sama sekali tidak menunjukkan rasa bangga. Wajah cantiknya tetap dingin, dan matanya langsung tertuju pada pusaran cahaya gerbang dimensi yang hampir padam.
Srettt
Detik terakhir sebelum gerbang dimensi tertutup rapat, sebuah bayangan hitam meluncur keluar secara tenang.
Zhao Gou—dengan jubah murid inti berwarna hitam yang rapi dan topeng kain yang menutupi separuh wajahnya—mendarat tanpa suara di atas lantai batu lapangan. Kehadirannya yang tetap utuh tanpa luka sedikit pun seketika membuat suasana di sekitar panggung penilaian menjadi hening sejenak.
Tetua Zhao Cang membelalakkan matanya tajam. Hawa membunuh yang amat pekat mendadak meledak dari dadanya saat melihat pemuda bertopeng itu berjalan santai menuju meja penilaian utama.
"Xiao Long!" panggil diaken penilai dengan nada tegang. "Tunjukkan hasil perburuanmu!"
Zhao Gou tidak membalas ucapan itu. Ia hanya menggerakkan tangan kirinya secara perlahan di atas meja giok penilaian.
Brak Brak Brak
Suara benturan batu kristal keras bergema beruntun di atas meja!
Puluhan Inti Monster Magma tingkat dua memancarkan pendaran cahaya merah menyala, memenuhi meja giok hingga melimpah ke lantai batu! Namun, kejutan sebenarnya baru saja dimulai. Dari dalam kantong spasialnya, Zhao Gou mengeluarkan sebuah kristal merah raksasa berukuran kepalan tangan yang memancarkan energi panas ekstrem bercampur aura keemasan murni.
Inti Monster Kadal Magma Bersisik Merah — Tingkat Tiga Tahap Akhir !
Bum
Seluruh lapangan utama sekte seketika pecah dalam histeria! Para murid terperanjat mundur dengan mata terbelalak lebar, sementara para tetua di tribun kehormatan melompat berdiri dari kursi mereka dengan raut wajah syok yang tak masuk akal.
"Inti Monster tingkat tiga tahap akhir?!"
"Astaga! Itu adalah inti dari penguasa batas barat Hutan Magma! Bagaimana mungkin seorang murid baru bisa membunuhnya sendirian?!"
Diaken penilai gemetaran hebat hingga kuas tinta di tangannya terlepas jatuh. Dengan suara bergetar tak terkontrol, ia berteriak mengumumkan, "Xiao Long... mengumpulkan satu Inti Monster tingkat tiga dan empat puluh Inti Monster tingkat dua! Resmi menjadi Pemenang Peringkat Pertama Ujian Perburuan!"
Sorak-sorai dan bisik-bisik kekaguman meledak di seluruh sudut lapangan. Di balik topeng kainnya, mata berwarna ungu keemasan milik Zhao Gou tetap tenang tanpa gelombang emosi sedikit pun.
Namun, sebelum diaken sempat menyerahkan lencana kemenangan, sebuah suara menggelegar sarat akan amarah meluncur deras dari panggung tribun!
"Tahan!"
Brak
Tetua Zhao Cang melompat turun dari tribun utama, mendarat di atas panggung penilaian dengan aura Qi berwarna merah darah yang meletup dahsyat! Tekanan aura seorang ahli tingkat Foundation Establishment Puncak menyapu seluruh lapangan, memaksa puluhan murid di sekitar panggung berlutut dan memuntahkan darah akibat tekanan yang tak tertahankan!
"Xiao Long!" bentak Tetua Zhao Cang dengan mata memerah penuh niat membunuh. "Empat murid senior yang memasuki hutan bersamamu sampai sekarang tidak kembali dan jimat nyawa mereka di aula sekte telah pecah! Katakan padaku, teknik terlarang dan racun apa yang kau gunakan untuk membantai empat murid senior sekte di dalam hutan?!"
Pertanyaan itu membuat seluruh lapangan mendadak sunyi mencekam. Para murid menahan napas mereka, menyadari bahwa salah satu tetua paling berpengaruh di sekte sedang menyudutkan murid baru nomor satu tersebut secara terang-terangan.
Xie Yanfeng yang berdiri di dekat panggung mengepalkan tangannya rapat-rapat. Ia tahu betul bahwa empat murid senior itu adalah pembunuh yang dikirim oleh klan utama untuk melenyapkan Zhao Gou, namun Tetua Zhao Cang justru memutarbalikkan fakta di hadapan publik.
Di hadapan gelombang tekanan aura yang sanggup meremukkan tulang manusia biasa, Zhao Gou tetap berdiri tegak bagaikan tiang baja yang menancap abadi di dalam bongkahan gunung. Jubah hitamnya melambai pelan terkena terpaan angin merah dari aura Tetua Zhao Cang, namun lututnya tidak membengkok walau semili pun.
"Tetua Zhao Cang," suara Zhao Gou meluncur pelan dari balik topengnya, begitu berat, dingin, dan penuh dengan rasa meremehkan yang amat sangat. "Ujian Perburuan di Hutan Magma adalah arena hidup dan mati. Jika empat murid seniormu yang berniat membunuh orang lain di dalam sana justru hancur menjadi abu karena ketidakmampuan mereka sendiri... apakah itu ada hubungannya denganku?"
"Keparat lancang!" raung Tetua Zhao Cang yang merasa harga dirinya diinjak-injak di hadapan ribuan murid. "Di hadapan Tetua Sekte kau masih berani bersilat lidah! Berlututlah!"
BUMMM
Tetua Zhao Cang menyalurkan sembilan puluh persen energi Qi puncak miliknya, menghentakkan telapak tangannya ke udara untuk memaksa Zhao Gou berlutut di atas panggung batu! Gelombang tekanan udara berwarna merah darah membumbung tinggi, menindih pundak Zhao Gou secara brutal!
Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat seluruh jiwa orang-orang di lapangan terlempar ke dasar ketidakpercayaan.
Zhao Gou tidak jatuh. Ia justru mendongakkan kepalanya sedikit.
Jauh di dalam tubuhnya, seluruh Tulang Naga Kuno bergetar keras, memancarkan raungan naga tak kasat mata yang bergema langsung di dalam dimensi spiritual! Energi Qi Naga di dalam Dantian-nya yang baru menembus tingkat Foundation Establishment meledak berlawanan arah, memantulkan balik seluruh gelombang tekanan aura milik Tetua Zhao Cang secara murni!
BOOM
Gelombang kejut transparan memantul hebat di udara!
"Ughhh!"
Tetua Zhao Cang membelalakkan matanya dengan rasa terkejut yang amat sangat gila! Tekanan auranya sendiri yang berbalik menghantam dadanya membuat seluruh pembuluh darah di tangannya menonjol hitam kaku.
Pria tua itu terlempar mundur tiga langkah di atas panggung, dan di hadapan puluhan ribu pasang mata murid serta para tetua sekte... Tetua Zhao Cang memuntahkan seteguk darah segar yang membakar tanah batu!
Sorak-sorai dan bisikan terkejut seketika membeku total !
Seorang Tetua Luar di tingkat puncak Foundation Establishment... dimuntahkan darahnya hanya karena pantulan aura dari seorang murid baru bertopeng!
Zhao Gou melangkah maju satu tindak, menyilangkan kedua tangannya di dalam lipatan jubah hitamnya. Mata berwarna ungu keemasan dari balik topeng kain itu menatap Tetua Zhao Cang yang memegang dadanya dengan raut wajah pucat pasi.
"Tetua Zhao Cang," bisik Zhao Gou pelan, suaranya terdengar jernih menembus keheningan lapangan. "Arammu terlalu rapuh untuk memaksaku berlutut."
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
ttp semangt...💪💪💪
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
adu taktik...bikan tiktok...