NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Keajaiban Salep Dewi Luo dan Pesta Para Serigala

​Pukul empat sore, di dalam Laboratorium Riset dan Pengembangan Grup Kosmetik Su.

​Su Yuhan menatap pantulan wajah seorang wanita paruh baya di cermin dengan mulut sedikit terbuka, nyaris tidak bisa mempercayai matanya sendiri.

​Wanita paruh baya itu adalah Bibi Wang, petugas kebersihan yang bekerja di lab. Selama puluhan tahun, Bibi Wang memiliki flek hitam tebal dan kerutan dalam di sekitar matanya karena sering bekerja di bawah sinar matahari pada masa mudanya.

​Namun, sepuluh menit yang lalu, Kepala Lab mengoleskan krim kental berwarna putih kehijauan ke separuh wajah Bibi Wang. Dan sekarang...

​"Ya Tuhan... Direktur Su, apakah ini sihir?!" Kepala Lab, seorang ahli kimia lulusan luar negeri, berteriak kegirangan sambil memegang kaca pembesar. "Flek hitamnya memudar hingga delapan puluh persen hanya dalam sepuluh menit! Kerutan di sudut matanya mengencang seolah dia baru saja disuntik botox dosis tinggi! Dan lihat tekstur kulitnya, selembut sutra!"

​Bibi Wang menyentuh wajahnya sendiri sambil menangis haru. Perbedaan antara sisi wajah kiri dan kanannya kini tampak seperti terpisahkan oleh usia sepuluh tahun.

​Su Yuhan mengambil napas panjang. Jantungnya berdetak kencang hingga nyaris melompat dari dadanya. Sebagai seorang pebisnis di industri kosmetik, ia tahu betul apa arti efek instan tanpa efek samping ini. Ini bukan sekadar produk baru. Ini adalah revolusi!

​"Kepala Lab, apakah ada efek samping kimia? Apakah ini aman?" tanya Yuhan dengan suara bergetar.

​"Sepenuhnya organik, Direktur! Seratus persen herbal! Saya sudah mengujinya dengan spektrometer. Sama sekali tidak ada bahan pengawet korosif atau steroid. Formula yang Anda berikan ini... ini adalah mahakarya tingkat dewa!"

​Yuhan berbalik, menatap pria yang sedang duduk santai di kursi sudut ruangan sambil membaca majalah otomotif.

​Ye Chen. Suaminya yang selama ini ia anggap tak berguna.

​"Bagaimana? Apakah hasilnya cukup untuk menggonggong balik di pesta malam ini?" Ye Chen menutup majalahnya dan tersenyum tipis.

​Yuhan melangkah mendekat, matanya berkaca-kaca. Ia tidak tahu dari mana Ye Chen mendapatkan resep legendaris ini, tapi ia tahu pria ini baru saja memberinya pedang paling tajam untuk melawan Keluarga Utama Su.

​"Bawa beberapa sampel ke dalam toples kaca kristal terbaik kita," perintah Yuhan kepada Kepala Lab. Ia menatap Ye Chen penuh tekad. "Ayo bersiap-siap. Malam ini, kita akan membuat mereka menyesal telah memboikot Grup Su."

​Pukul delapan malam. Hotel Grand Hyatt Jiangcheng.

​Malam Dana Tahunan ini adalah acara pergaulan elit terbesar di kota. Deretan mobil mewah dari Mercedes-Benz, Porsche, hingga Rolls-Royce memenuhi area lobi. Para taipan, pejabat kota, dan selebritas lokal berbaur di dalam ballroom raksasa yang dihiasi lampu kristal raksasa.

​Ketika pintu utama terbuka, riuh obrolan tiba-tiba mereda. Ratusan pasang mata menoleh ke arah pintu masuk.

​Su Yuhan melangkah masuk layaknya dewi es yang turun dari langit. Ia mengenakan gaun malam berwarna biru safir yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna dan kulit punggungnya yang seputih salju. Rambut panjangnya digelung elegan ke atas, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah cantiknya yang angkuh.

​"Itu Su Yuhan, CEO Grup Kosmetik Su. Astaga, dia benar-benar wanita tercantik di Jiangcheng," bisik seorang pengusaha muda dengan mata tak berkedip.

​"Sayang sekali, kudengar perusahaannya sedang di ambang kebangkrutan karena diboikot Keluarga Su dari Provinsi," sahut yang lain.

​Namun, tatapan memuja para pria itu seketika berubah menjadi jijik saat melihat siapa yang berjalan di samping Yuhan.

​Ye Chen mengenakan setelan jas hitam polos. Jas itu tidak jelek, bersih dan rapi, namun potongannya jelas bukan buatan desainer ternama. Di tengah lautan jas Armani dan Tom Ford, Ye Chen terlihat seperti seorang supir yang salah masuk ruangan.

​"Cih, dan itu pasti Ye Chen, si menantu sampah. Bagaimana bisa katak jelek seperti dia berdampingan dengan angsa putih?" ejek seorang wanita kaya sambil menutupi mulutnya dengan kipas.

​Ye Chen mengabaikan bisik-bisik itu. Pendengarannya yang tajam menangkap setiap hinaan, tapi baginya, ocehan mereka tak lebih dari dengungan lalat. Selama Yuhan menggandeng lengannya erat-erat, dunia boleh berkata apa saja.

​"Yuhan! Sepupuku yang cantik!"

​Sebuah suara pria yang sengaja dikeraskan memecah keheningan.

​Dari ujung ruangan, Su Wenyuan melangkah maju. Ia mengenakan jas putih tailor-made yang memancarkan aura bangsawan. Di belakangnya, Su Jian dan Su Ming mengekor layaknya dua anjing penjaga yang setia. Selain mereka, ada juga beberapa direktur perusahaan pemasok bahan baku kosmetik di Jiangcheng.

​Su Wenyuan berhenti tepat di depan Yuhan. Matanya menelanjangi Yuhan dari atas ke bawah tanpa sedikit pun rasa sungkan, memancarkan nafsu kepemilikan yang kotor. Saat tatapannya beralih ke Ye Chen, Su Wenyuan hanya mendengus meremehkan, seolah Ye Chen hanyalah udara kosong.

​"Tuan Muda Su Wenyuan," sapa Yuhan dingin, menarik lengannya sedikit lebih rapat ke tubuh Ye Chen.

​"Yuhan, kau terlihat sedikit pucat malam ini. Kudengar pabrikmu akan berhenti beroperasi minggu depan karena tidak ada satu pun pemasok yang mau mengirimkan bahan baku?" Su Wenyuan tersenyum sinis. Ia menoleh ke arah para pria di belakangnya. "Tuan-tuan, apakah ada di antara kalian yang berniat menyelamatkan Grup Su malam ini?"

​Presiden Zhao, pemasok bahan kimia terbesar di Jiangcheng, tertawa canggung dan menggeleng. "Maaf, Direktur Su. Kami semua menghormati Anda, tapi Keluarga Utama Su adalah pilar ekonomi provinsi. Kami tidak berani menyinggung Tuan Muda Wenyuan demi perusahaan Anda yang kecil."

​Su Ming terkekeh licik. "Kau dengar itu, Yuhan? Kau sudah tamat. Serahkan saja posisi CEO itu pada Ayahku, dan berlututlah pada Tuan Muda Wenyuan."

​Su Yuhan menggigit bibir bawahnya, kemarahan berkobar di matanya. Pesta ini memang sudah diseting untuk mempermalukannya di depan publik.

​Melihat Yuhan terdiam, Su Wenyuan melangkah selangkah lebih dekat, mengulurkan tangannya seolah ingin menyentuh pipi Yuhan.

​"Yuhan, aku bukanlah monster. Kita masih satu keluarga, bukan?" Su Wenyuan merendahkan suaranya, berpura-pura peduli. "Aku bisa mencabut boikot ini malam ini juga. Syaratnya sangat mudah. Serahkan delapan puluh persen saham perusahaanku ke Keluarga Utama, ceraikan sampah di sebelahmu ini, dan... temani aku minum di kamar presidential suite di lantai atas malam ini. Aku jamin, hidupmu akan—"

​Plak!

​Sebelum tangan Su Wenyuan menyentuh pipi Yuhan, sebuah tangan yang kokoh lebih dulu mencengkeram pergelangan tangannya.

​Cengkeraman itu begitu kuat layaknya tang besi. Wajah Su Wenyuan seketika meringis kesakitan.

​"Kau..." Su Wenyuan menatap tajam ke arah Ye Chen yang kini menahan tangannya. "Lepaskan tangan kotormu dariku, Anjing! Beraninya kau menyentuhku?!"

​Ye Chen menatap Su Wenyuan dengan mata yang begitu tenang, namun menyembunyikan badai pembantaian di dalamnya. Mengingat batas fisiknya, Ye Chen menahan diri untuk tidak mematahkan tangan pria ini detik itu juga.

​"Tuan Muda Su dari Provinsi," ucap Ye Chen santai, menghempaskan tangan Wenyuan dengan kasar hingga pria itu terhuyung mundur. "Istriku bukan barang dagangan yang bisa kau tawar. Jika kau hanya ingin pamer uang saku dari bapakmu, lebih baik kau pulang dan minum susu."

​Kerumunan tersentak. Menantu sampah ini berani membentak pewaris Keluarga Su dari Provinsi di depan umum?!

​"Kau cari mati!" Su Wenyuan mengaum, wajahnya memerah karena malu. Ia memberi isyarat, dan empat pengawal elit bertubuh besar berbaju hitam segera melangkah maju, siap menyerang Ye Chen.

​"Berhenti!"

​Tiba-tiba, suara tepuk tangan pelan namun berwibawa menghentikan ketegangan itu.

​Dari arah VIP lounge, seorang wanita paruh baya berusia lima puluhan berjalan keluar, didampingi beberapa pengawal. Ia mengenakan gaun sutra mahal. Semua orang di ruangan itu, termasuk Su Wenyuan, seketika menundukkan kepala.

​Itu adalah Nyonya Besar Song, istri dari Walikota Jiangcheng sekaligus ketua yayasan amal yang menyelenggarakan pesta malam ini.

​"Ini adalah Malam Dana Amal. Jika kalian ingin berkelahi, silakan keluar dari gedung ini," ucap Nyonya Song dengan nada dingin dan penuh otoritas. Namun, yang menarik perhatian semua orang adalah sebuah kerudung jaring hitam yang menutupi separuh wajah sebelah kirinya.

​Semua kalangan atas tahu, Nyonya Song pernah mengalami kecelakaan kebakaran beberapa tahun lalu, meninggalkan bekas luka bakar mengerikan di separuh wajahnya. Ia telah berobat ke luar negeri, menghabiskan jutaan dolar, namun luka itu tidak pernah bisa dihilangkan.

​Melihat Nyonya Song, Su Wenyuan segera meredam amarahnya dan memasang senyum paling sopan. "Nyonya Song, mohon maaf atas keributan ini. Pemuda ini hanyalah orang gila yang menyusup ke pesta."

​Nyonya Song menatap Ye Chen dan Yuhan sekilas, lalu beralih ke Su Wenyuan. "Kudengar kau memboikot pasokan bahan baku Grup Su, Tuan Muda Wenyuan. Walau itu urusan bisnismu, tapi menekan pengusaha lokal di kotaku... itu tidak pantas."

​"Nyonya Song, Grup Su memproduksi kosmetik abal-abal yang merugikan masyarakat. Kami dari Keluarga Utama hanya sedang 'membersihkan' pasar," kilah Su Ming cepat, mencoba mencari simpati. "Tanpa bahan baku kami, mereka tidak bisa membuat satu pun produk yang layak."

​"Oh? Begitukah?" suara Ye Chen tiba-tiba memotong.

​Ye Chen merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah toples kristal kecil yang elegan, berukuran sebesar kepalan tangan.

​"Siapa bilang kami tidak punya produk?" Ye Chen mengangkat toples itu tinggi-tinggi. "Faktanya, Grup Su telah menghentikan penggunaan bahan kimia sampah dari pemasok kalian sejak lama. Karena mulai hari ini, kami meluncurkan produk herbal murni kelas dunia... Salep Kecantikan Dewi Luo."

​Su Wenyuan tertawa terbahak-bahak, diikuti tawa cemooh dari Su Jian dan Su Ming.

​"Produk baru? Herbal? Hahaha! Kau pikir meramu dedaunan bisa laku dijual di era modern ini? Dasar orang desa!" ejek Su Wenyuan.

​Ye Chen mengabaikan tawa mereka. Ia menatap langsung ke arah Nyonya Besar Song yang berdiri di dekatnya.

​"Nyonya Song, saya perhatikan Anda selalu mengenakan kerudung jaring di wajah Anda," ucap Ye Chen tenang, membuat seluruh ruangan mendadak hening. Menyinggung luka di wajah Istri Walikota adalah hal tabu yang paling dilarang di kota ini!

​"Ye Chen! Jaga ucapanmu!" desis Yuhan panik.

​Wajah Nyonya Song seketika menggelap. "Anak muda, keberanianmu patut dipuji, tapi ketidaksopananmu sudah melewati batas."

​"Saya tidak bermaksud tidak sopan," Ye Chen berjalan mendekat, menyodorkan toples kristal itu ke hadapan Nyonya Song. "Sebagai permintaan maaf, saya ingin menghadiahkan sampel pertama dari Salep Dewi Luo ini untuk Anda. Saya jamin, dalam waktu lima belas menit setelah Anda mengoleskannya... bekas luka bakar menahun di wajah Anda akan memudar sepenuhnya, dan sel kulit mati akan beregenerasi menjadi kulit bayi."

​Boom!

​Ucapan Ye Chen bagaikan bom atom yang dijatuhkan di tengah ruangan.

​Menghilangkan luka bakar permanen? Dalam lima belas menit?! Bahkan operasi plastik paling canggih di dunia pun tidak bisa melakukan itu!

​"Hahaha! Orang ini benar-benar sudah gila!" teriak Su Ming menunjuk Ye Chen. "Nyonya Song, jangan dengarkan penipu ini! Salep murahan itu pasti beracun! Dia berniat merusak wajah Anda lebih parah lagi!"

​Su Wenyuan menyeringai penuh kemenangan. Ye Chen baru saja menggali kuburannya sendiri. Jika salep itu gagal atau membuat kulit Nyonya Song iritasi, kemarahan Walikota akan memenjarakan Ye Chen dan Yuhan selamanya.

​Nyonya Song menatap toples kristal itu, lalu menatap mata Ye Chen. Anehnya, ia tidak melihat ada keraguan atau ketakutan sedikit pun di mata pemuda itu. Hanya ada keyakinan yang tak tergoyahkan.

​"Kau tahu apa hukuman menipu keluarga Walikota?" ancam Nyonya Song pelan.

​"Saya mempertaruhkan nyawa saya," jawab Ye Chen lugas. "Jika dalam lima belas menit tidak ada perubahan, Nyonya boleh memotong kedua tangan saya di sini juga."

​Keberanian Ye Chen membuat kerumunan menahan napas. Su Yuhan mencengkeram ujung gaunnya dengan tangan berkeringat dingin. Ye Chen... kau benar-benar bertaruh dengan nyawamu!

​"Baiklah," Nyonya Song membuka kerudung jaringnya, memperlihatkan bekas luka bakar merah gelap yang mengerikan. Ia memanggil asistennya. "Oleskan."

​Asisten itu dengan tangan gemetar mengambil sedikit salep berwarna putih kehijauan dari toples dan mengoleskannya ke separuh wajah Nyonya Song.

​Aroma herbal yang sangat menyegarkan dan menenangkan seketika menguar, menutupi bau alkohol dan parfum di ruangan itu.

​Detik demi detik berlalu. Semua orang berkumpul mengelilingi Nyonya Song dengan tatapan tegang. Su Wenyuan bersedekap dada sambil tersenyum sinis, menunggu momen kehancuran Ye Chen.

​Satu menit... lima menit... sepuluh menit.

​"Nyonya... N-Nyonya Song... Wajah Anda..." Asisten wanita itu tiba-tiba menjerit tertahan, menunjuk ke wajah majikannya dengan tangan bergetar hebat.

​Nyonya Song yang sejak tadi menutup mata merasakan sensasi dingin dan sejuk di kulitnya yang biasanya terasa tegang dan panas. Mendengar jeritan asistennya, ia segera meminta cermin.

​Saat Nyonya Song menatap cermin di tangannya, cermin itu nyaris terlepas dan jatuh ke lantai.

​Air mata menetes dari mata wanita paruh baya itu.

​Di depan mata ratusan elit Jiangcheng, mukjizat medis terjadi. Bekas luka bakar merah gelap itu telah memudar dengan kecepatan kasat mata. Kulit mati yang kasar mengelupas perlahan, digantikan oleh lapisan kulit baru yang halus, putih, dan kencang. Meski belum sembuh 100%, setidaknya delapan puluh persen bekas lukanya lenyap!

​"Ini... ini mustahil..." Presiden Zhao, sang pemasok bahan kimia, berlutut lemas melihat kejadian itu.

​Su Wenyuan terbelalak lebar, wajah aragonnya hancur berantakan. "T-tidak mungkin... Sihir apa ini?! Itu pasti trik kamera! Atau kosmetik kamuflase tebal!"

​Nyonya Song mengambil selembar tisu basah dan mengusap wajahnya kuat-kuat di depan semua orang untuk membuktikan bahwa itu bukan riasan kamuflase tebal. Tisu itu tetap bersih, dan kulitnya tetap mulus!

​"Mukjizat... Ini benar-benar mukjizat!" Nyonya Song menangis tersedu-sedu, kehilangan seluruh citra dinginnya. Ia berbalik, melangkah mendekati Ye Chen dan Su Yuhan, lalu meraih kedua tangan Yuhan dengan penuh rasa syukur.

​"Direktur Su... Tuan Ye... Kalian telah mengembalikan hidupku!" seru Nyonya Song. Ia berbalik menatap seluruh pengusaha di ruangan itu dengan aura yang tak terbantahkan.

​"Mulai detik ini, Yayasan Song dan seluruh jaringan distribusi ritel Pemerintah Kota Jiangcheng akan menandatangani kontrak eksklusif dengan Grup Kosmetik Su!" Nyonya Song mengumumkan dengan suara lantang.

​Ia menatap tajam ke arah Su Wenyuan dan para pemasok yang memboikot. "Dan bagi siapa pun yang berani mencoba menghentikan produksi Salep Dewi Luo ini... berarti kalian adalah musuh Keluarga Song dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Jiangcheng!"

​Wajah Su Wenyuan seketika berubah menjadi abu-abu. Su Jian dan Su Ming nyaris pingsan berdiri.

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!