NovelToon NovelToon
Dokter Rona And Hot Daddy

Dokter Rona And Hot Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Dokter / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Senja Merona

Seorang dokter lulusan luar negeri, terjebak dalam hubungan tanpa cinta dan status pernikahan.

Berawal dari sebuah pengkhianatan, hingga membawanya pada kesalahan cinta satu malam dengan seorang sugar daddy yang berprofesi seorang dosen sekaligus pemilik Rumah Sakit tempatnya bekerja dan menjadikan dia seorang wanita simpanan.

Novel ini rate 21 ya. Isi ceritanya banyak adegan dewasa. Jadi untuk yang masih di bawah umur, bijaklah untuk memilih bacaan.

Salam,

Senja Merona

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Merona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Visual

Sedikit visual tokoh Novel Dokter Rona

• Dokter Rona

Seorang dokter anak yang energic, murah senyum, mudah dekat dengan anak-anak. Mampu hidup mandiri meski jauh dari orang tua. Pertamakali jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seorang pria, namun malah dikhianati. Berakhir dengan hilangnya kehormatan karena sebuah kesalahan satu malam.

• Edward Liam

Seorang "Hot Daddy" yang memiliki satu anak laki-laki. Sang istri meninggal karena kecelakaan tunggal yang terjadi atas kelalaiannya, mengendarai mobil dalam keadaan mengantuk. Kecelakaan itu telah merenggut nyawa sang istri. Sementara sang anak direbut dari tangannya oleh kakek dan neneknya.

Di balik sikapnya yang dingin, dia menyimpan banyak rasa sakit dan kesedihan. Selepas kepergian istrinya, dia berjanji untuk tidak pernah lagi jatuh cinta pada wanita manapun. Hubungannya dengan beberapa wanita hanya sekedar "Having Fun" alias bersenang-senang. Tapi apakah hatinya akan kuat setelah bertemu dengan Rona si gadis pemilik mata berbinar?

• Feliks Kyler

Pesona asisten yang satu ini, tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketampanannya mampu menyihir para wanita untuk mendekat dan merapat. Memiliki sikap yang menyenangkan dan terkadang suka asal bicara. Namun dibalik itu semua, dia seorang yang loyal. Setia pada sang bos, meski arogan dan menyebalkan.

• Dokter Leona Liam

Adik kandung Edward namun beda ibu (Kenapa kandung? karena masih satu ayah). Dokter kecantikan yang ramah dan cerewet. Meski Edward tidak menyukai ibunya, namun dia menyayangi sang adik. Karena sifat baiknya menurun dari sang ayah, menjadikan dia mudah disayangi siapapun.

• Claire

Sahabat dan teman satu profesi dengan Rona. Manis namun sedikit galak. Sahabat sejati dan setia, selalu ada untuk Rona. Dia juga sebagai pelindung Rona dari godaan para buaya kelaparan karena memiliki keahlian taekwondo.

• Nath Lucano

Pesona laki-laki yang satu ini bisa dibilang pesona seorang pecinta wanita. Karena ketampanan dan wajah menggemaskannya menjadikan dia terkenal sebagai seorang "buaya". Padahal para wanita lah yang lebih dulu mengejar-ngejarnya, bukan dia.

Sahabat terbaik Rona selain Claire. Sangat perhatian pada Rona, membuat orang lain sering salah paham menganggap dia menyukai Rona. Padahal dia memiliki wanita idaman sendiri yang sulit untuk didapatkan.

.

.

.

Klinik Lantana Camara

"Du- du- duduh..." Edward meringis saat dokter Leona membersihkan luka yang lumayan dalam di kepalanya.

"Kenapa Kakakku bisa seperti ini Kak Feliks?" tanya Leona pada laki-laki yang sedang asyik membaca berita dari ponselnya.

"Hah, ya apa?" Feliks balik bertanya.

"Hah ... kenapa tidak dipecat saja sih Kak asisten yang bisanya cuman planga-plongo ini?" tanya Leona yang masih mengobati luka di kepala Edward.

"Tahan sedikit ya Kak, ini agak sedikit sakit soalnya luka Kakak harus dijahit!"

"Ja- jahit? Kamu kan tahu Kakak takut sama jarum suntik!" ungkap Edward yang langsung berdiri.

"Dih, gayanya saja sok bengis, padahal sama jarum suntik saja takut. Dasar payah!"

"Saya bisa mendengarnya Feliks. Telinga saya bisa mendengar suara hati kamu!" tegur Edward.

Leona tertawa kecil mendengar celotehan kakaknya, tidak tahu mengapa dia terlihat sangat menarik saat ini. Feliks memandangnya tanpa jenuh dan sejumput simpul senyuman terukir tanpa tersadar.

"Jaga mata kamu, Feliks. Kalau tidak, saya akan mencongkelnya hingga terlepas!" tegur Edward yang menyadari kalau sang asisten tengah menatap adik kesayangannya.

Leona kembali tertawa dan menggelengkan kepala. "Sudah-sudah, ayo Kak duduk lagi. Buktikan sama Kak Feliks kalau Kakak itu terbaik dari segalanya!"

Akhirnya, karena rasa gengsi yang tinggi, Edward memberanikan diri kepalanya disentuh oleh jarum dan jarum suntik. Matanya menyipit saat lembaran benang tertanam di atas kepala.

"Sudah selesai," ucap Leona. "Ini diminum obatnya Kak. Dihabiskan biar tidak infeksi!" titah Leona.

Edward meraih beberapa obat yang diberikan Leona lalu membolak-balikkan obat tersebut dan pura-pura membaca tulisan yang tertera di atas kemasan.

Melihat pria di hadapannya masih saja berdiam diri, Leona kembali berbicara. "Sudah sana pulang Kak, lalu istirahat!" suruh Leona.

Edward masih saja tidak beranjak dari tempat yang dia duduki, memaksa Feliks untuk bersuara pada akhirnya.

"Kakakmu ke sini itu tujuan utamanya mau perawatan, takut ada keriput di muka katanya," cibir Feliks.

"Seriusan?" tanya Leona pada sang Kakak.

Edward mengangguk dan tersenyum, wajahnya saat ini terlihat konyol.

"Astaga... Kakakku yang tampan sedunia, baru juga dua hari yang lalu perawatan, masa mau perawatan lagi! Lagi pula kepala Kakak kan terluka, susah buat dipakai terlentang!" tukas Leona yang membuat Edward merengut.

"Baiklah-baiklah Kakak pulang, kamu jaga diri baik-baik ya," pinta Edward sembari mengacak-ngacak rambut adiknya.

"Kapan Kakak pulang ke rumah? Mom and Pap, setiap hari menanyakan Kakak," ungkap Leona sembari merapikan jarum yang telah digunakan.

"Nanti kalau sudah waktunya pulang, Kakak pasti pulang," jawab Edward memberi harapan.

Leona mengangguk dan membisikkan sedikit pesan pada Feliks dengan tangan yang diangkat sebelah menutupi pergerakan mulutnya dari pandangan Edward. "Titip Kakakku ya Kak. Dia kelihatannya saja garang padahal hatinya seperti Hello Kitty!"

Edward yang tahu sedang digunjingkan oleh adiknya, dia menatap gadis itu dengan mata yang menyala. Namun, dibalas Leona dengan acungan jari telunjuk dan jari tengah secara bersamaan.

"Peace...!" ucapnya dengan memperlihatkan deretan gigi rapinya.

Edward tidak menjawab perkataan Leona, dia berjalan meninggalkan dua orang dengan suasana canggung di dalam ruangan.

"Em ... Kak Feliks?" panggil Leona.

"Iya Leo?" sahut Feliks.

"Leona masih penasaran kenapa kepala kak Edward bisa terluka seperti itu, kalau Kakak tidak keberatan beri tahu Leona ya. Nanti malam sepulang dari klinik, Leona mampir ke apartemen Kakak."

Feliks hanya menganggukan kepala, dia seakan tersihir dengan perkataan wanita cantik di depannya. Ke apartemennya? Wow itu bagai sebuah mimpi.

"Kak Feliks, hallo Kak?" tanya Leona dengan mengibas-ngibaskan pergelangan tangan di depan wajah Feliks.

"Ah, iya-iya. Aku tunggu kamu di apartemen. Kabari saja kalau sudah di parkiran, nanti aku turun untuk menjemput. Sampai jumpa nanti malam Leona," ucap Feliks sembari berjalan ke luar ruangan.

Feliks sangat girang, dia bersorak-sorai meski hanya mulutnya saja yang bergerak dengan tangan yang diayunkan dari atas ke bawah, sebagai simbol kesuksesan atau kemenangan. Namun, rasa senangnya tiba-tiba pudar saat suara bariton menegurnya.

"Jangan macam-macam dengan adik saya!" ancam seorang pria yang keluar dari balik pilar.

"Eh, Bos mengagetkan saja!" jawab Feliks. "Tenang Bos, mana berani saya bersikap kurang ajar sama adik Bos. Bisa mati terkencing-kencing saya!" jawabnya lagi.

Edward memperlihatkan wajah bengis padahal dia menahan tawa sekuat tenaga. Dia yang tahu bagaimana baiknya laki-laki yang selalu setia mendampingi, tidak keberatan kalau Leona berhubungan dengan Feliks. Tapi dia tidak mau mengatur masalah percintaan sang adik, dia lebih memilih membiarkan cinta tumbuh dengan sendirinya. Seperti benih-benih cinta yang akan tumbuh di hatinya, cepat atau lambat.

.

.

.

...***...

...Mohon maaf, Author masih belum sehat. Jadi belum bisa maksimal menulis....

...Untuk teman-teman Author, maaf juga belum bisa memberi dukungan....

...Terimakasih untuk yang setia dan selalu memberi dukungan, semoga keberkahan dan kesuksesan selalu menyertai....

...With Love,...

...Senja Merona...

1
Kundriah
ceritax ckp bgs... bisa lebih hot lagi Thor....😀♥️
Si Memeh
Luar biasa
Nadine Ayunda
roland itu bukannya pacar rona yg dulu selingkuh sama musuh bebuyutan ya,
Bundana Irpan Sareng Faizal
kasihan rona😢
elf
visualnya keceeeee badai.. tp aq lbh suka Leona ama nath... cantik segerrrr... nath,,, gemesin paraaahhh... 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Martias
Luar biasa
Febri Ana
lanjuuttt
Roro Sri hastuti
kompak banget pasangan ini suka ngadon dan diadon 🤣🤣🤣🤣
Arifin
jangan lupa mampir kak
Arifin
kak saling dukung
Eva Octriana
leona kan diperkosa nathan, knp leona gak kena HIV, sdgkan amber mamanya kena jg
Cecilia Ceci
cerita nya bagus,seru dan tidak bertele tele
Endang Werdiningsih
richad pria lemah yg tdk bisa tegas dgn istri...memalukan sdh dieslingkuhi lg
Endang Werdiningsih
edward spt pria kaya pada umum'a.... mengandalkan kekayaan hanya untk memuaskan diri dan cenderung punya hati jahat...tdk merasa menyesal setelah memperkosa seorang gadis yg dianggapja peremopuan penjaja tubuh...
Arogan msh jahat pula...
Endang Werdiningsih
alur'a msh enak untuk dibaca dan tdk menbosankan,,, dan smoga tokoh Rona sbg perempuan yg kuat dan baik,,,smoga spt ini trus part part kedepan...
semangat kaka' author....
Neng Aulia
ikut dong ke klinik kecantikan, babang Edward... wkwkwkwk
Yulia Apriawanti
Kecewa
Senja Merona🍂
💕💕💕💕💕
Umi Nabila
jgn mau Feliks
Umi Nabila
😂😂😂😂kasian bgt lu mber
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!