NovelToon NovelToon
SANG PENUAI NYAWA

SANG PENUAI NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Dibuang dan dicap sebagai ancaman oleh militer korup karena membangkitkan Morthas—Malaikat Maut Kelas Misterius yang arogan dan ditakuti sejarah—Kael Ardyn diselamatkannya oleh guild terlarang di luar dinding peradaban. Bersama tiga jiwa abnormal lainnya, Kael harus melatih ranah jiwanya di Lapisan Kedua yang mematikan. Ini adalah kisah persekutuan empat jiwa yang siap mengguncang hukum dunia yang korup!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGORBANAN DAN KEPUTUSAN KAEL

BAB 20: PENGORBANAN DAN KEPUTUSAN KAEL

​Sang Jenderal—yang tidak lain bernama Veron—benar-benar telah berada di ambang batas kemampuannya.

​Napasnya memburu berat, sementara sepasang matanya memerah menatap pilu ke arah ratusan jasad prajuritnya yang bergelimpangan di atas tanah berdebu.

​Di hadapan gempuran gelombang Beast yang tak ada habisnya, Veron menyadari bahwa garis pertahanan benteng ini tidak akan sanggup bertahan lebih lama lagi.

​Dengan sisa-sisa wibawa kepemimpinannya, Jenderal Veron mengambil keputusan terakhimya.

​"Prajurit, dengarkan perintahku!" teriak Jenderal Veron melantang, suaranya memotong deru benturan senjata.

​"Evakuasi seluruh warga ke arah utara! Amankan mereka di dekat dinding yang agak jauh dari pintu gerbang ini! Pastikan tidak ada satu pun warga sipil yang tertinggal!"

​Salah satu prajurit yang berdarah-darah menatap sang komandan dengan mata terbelalak panik.

​"Tapi, Jenderal...!"

​Jenderal Veron menoleh, melempar tatapan tajam yang tak terbantahkan.

​"Tidak ada tapi! Ini perintah!" potong Jenderal Veron seraya mengibaskan pedang besarnya, memotong cakar dua Beast yang mencoba menerjangnya.

​Para prajurit yang tersisa membisu.

​Rasa lelah yang teramat sangat dan bayang-bayang kematian bergetar di dada mereka. Namun dalam benak masing-masing, mereka paham betul apa arti perintah tersebut: Jenderal Veron berniat mengorbankan nyawanya sendirian demi mengulur waktu bagi evakuasi warga.

​Akan tetapi, bukannya berbalik mundur, puluhan prajurit Ranah Perunggu dan Perak di barisan depan justru melangkah maju.

​Mereka berbaris rapat tepat di belakang punggung sang Jenderal.

​Tanpa ada rasa takut, pendaran Anima para prajurit itu justru membara makin beringas. Gelombang aura mereka meluap, menantang maut yang kian mendekat.

​Jenderal Veron tersentak, menatap pasukannya dengan raut tak percaya.

​"Kalian ini... kenapa masih di sini?!"

​Seorang prajurit muda berumur belasan tahun melangkah keluar.

​Meski Ranah Jiwanya baru berada di tingkat Perunggu dan zirahnya telah retak, senyuman mantap terukir di wajahnya yang ternoda darah.

​"Jenderal... di saat seperti ini, izinkan kami terus mengikutimu sampai detik terakhir!" seru prajurit muda itu tegas.

​Jenderal Veron merapatkan giginya, tertekan oleh rasa haru yang menusuk dadanya.

​"Baiklah... jika itu memang keinginan kalian!" ucap Jenderal Veron parau.

​Ia lalu memalingkan wajahnya ke arah prajurit sisanya.

​"Tapi bagi yang ingin terus hidup sampai bantuan Scar Horizon datang, pergi sekarang! Evakuasikan seluruh warga!"

​Hanya sebagian kecil prajurit yang akhirnya berbalik, berlari menembus dinding benteng yang telah retak demi menyelamatkan warga sipil.

​Sementara itu, mayoritas prajurit veteran bersama Jenderal Veron mengeratkan genggaman senjata, siap menumpahkan darah terakhir mereka di tanah kelahiran.

​Sementara itu, di jalur lintasan timur, rombongan Scar Horizon terus melaju dengan kecepatan penuh.

​Namun, perjalanan mereka tidak berjalan tanpa halangan.

​ROOOOOOARRRRR!

​Dari balik celah bebatuan raksasa di tepi jalan, seekor Beast Peringkat Menengah berukuran masif melompat keluar, memotong jalur melaju mereka dengan ayunan cakar mematikan.

​Kapten Gareth sedikit tersentak, menahan ritme langkahnya.

​"Bagaimana mungkin ada Beast Peringkat Menengah berkeliaran jauh di luar celah?!" seru Kapten Gareth terkejut.

​"Bagi tim!" peritah sang Kapten cepat.

​Sebelum Kapten Gareth sempat menunjuk siapa yang harus bertahan, Kael melangkah maju mendahului barisan.

​"Kapten, teruslah maju!" seru Kael tegas seraya menghunus pedangnya.

​"Kerajaan Volcania butuh kekuatan Ranah Emas Anda sekarang juga! Biarkan aku dan Ren yang membereskan Beast ini di sini!"

​Ren yang mendengar namanya disebut mendadak merasakan aliran darahnya mendidih membara.

​Gairah bertarungnya yang sempat terendam usai babak belur di pertempuran sebelumnya kembali meluap hebat. Ini adalah panggung yang ia tunggu-tunggu!

​Kapten Gareth menatap Kael dengan raut ragu yang mendalam.

​"Tapi, Kael..."

​"Percayalah pada kami, Kapten!" potong Kael, menatap lurus mata sang veteran dengan sorot dingin penuh keyakinan.

​"Ini hanya seekor Beast Peringkat Menengah. Jangan biarkan hal kecil seperti ini menghambat laju bantuan utama!"

​Menatap binar tekad yang tak tergoyahkan di mata Kael, Kapten Gareth akhirnya mengangguk mantap.

​"Baik! Serahkan area ini pada kalian!" seru Kapten Gareth.

​Wush! Wush! Wush!

​Kapten Gareth, Hugo, dan Suna melesat kembali menembus kabut, meninggalkan lokasi penghadangan.

​Namun sebelum melesat pergi, Elena sempat menghentikan kepakan sayap apinya di udara.

​Gadis itu menoleh ke arah Kael dan Ren dengan tatapan galak dan mata merah yang menyala-nyala.

​"Dengar baik-baik, Kael! Ren!" bentak Elena, suaranya melengking tajam.

​"Pastikan kalian berdua menyusul kami dalam keadaan hidup! Kalau sampai kalian mati di sini... aku sendiri yang akan membakar kalian hidup-hidup!"

​Sreggg!

​Ren seketika merinding hebat mendengar ancaman tersebut.

​Bagi pemuda maniak duel seperti Ren, bertarung melawan Beast Peringkat Tinggi sekalipun jauh lebih ia sukai daripada harus berhadapan dengan murka gadis berapi itu.

​Sementara Kael hanya menatap kepergian Elena dengan senyum tipis yang samar.

​Ia paham betul, di balik umpatan kasar dan ancaman membakar itu, Elena sangat mengkhawatirkan keselamatan mereka berdua.

​Beast Peringkat Menengah di hadapan mereka tidak memberi jeda waktu sedikit pun.

​Dengan raungan nyaring, makhluk berzirah tebal itu melesat menyerang.

​"Ren, dengarkan aku!" seru Kael cepat seraya memutar tubuhnya.

​"Jika gaya bertarungmu masih serampangan seperti biasa, kau hanya akan mati lebih cepat!"

​Kael mulai menarik aliran energinya ke dalam ranah batin, memanggil manifestasi kekuatan Morthas.

​Ia tidak memanggil wujud penuh Sang Penuai Nyawa, melainkan hanya menyerap porsi kecil dari daya konseptual Morthas yang sanggup ditampung oleh wadah jiwanya tanpa memicu keretakan internal.

​Anehnya, Ren yang biasanya keras kepala langsung mengangguk tanpa membantah.

​Insting bertarungnya mengatakan bahwa setiap instruksi dari otak analitis Kael adalah jalan menuju kemenangan.

​"Baiklah! Kali ini aku akan mendengarkanmu, Kael!" sahut Ren bersemangat.

​BOOOOOOM!

​Cakar raksasa Beast itu menghantam tanah tempat mereka berdiri, memicu ledakan kerikil dan gelombang kejut yang kuat.

​Dengan refleks yang sangat presisi, Kael dan Ren melompat ke arah berlawanan, menghindar secara bersamaan.

​"Ren! Gunakan tentakel Kraken milikmu!" perintah Kael dari sisi kanan.

​"Serang dia secara membabi buta dari jarak jauh memanfaatkan bongkahan batu di sekitarmu!"

​"Siap!"

​WUSS! WUSS!

​Manifestasi Anima Kelas Mitologi Kraken Rin milik Ren merekah seketika di belakang bahunya.

​Empat tentakel kinetik raksasa melilit bongkahan-bongkahan batu besar berbobot puluhan kilogram di atas tanah.

​WHUUUUSSHH! WHUUUUSSHH!

​Batu-batu gunung itu meluncur deras di udara bagai peluru meriam, menghantam raga sang Beast secara bertubi-tubi!

​BOOM! BOOM! BOOM!

​Di saat perhatian sang Beast terdistraksi sepenuhnya oleh gempuran batu Ren, Kael melesat dari sisi berlawanan.

​Pendaran cahaya hitam-merah berkedip cepat di lengan kakinya.

​Dalam sekejap mata, Sabit Penuai Nyawa bermaterialisasi di dalam genggaman jemarinya.

​BOOOOM!

​Bilah sabit merah itu menghantam telak di bagian perut Beast Peringkat Menengah tersebut.

​Namun, kulit tebal bertanduk milik sang Beast ternyata teramat keras. Tebasan konseptual Kael hanya mampu menggores lapisan luar zirahnya dan belum menciptakan luka fatal.

​Masih belum cukup... kulitnya terlalu tebal! batin Kael dingin.

​"Jangan berhenti, Ren! Terus serang tanpa jeda!" teriak Kael melantang.

​Meskipun di dalam hatinya Ren sedikit kesal karena hanya ditugaskan menjadi "tukang lempar batu", pemuda berambut merah itu tetap menjalankan taktik Kael tanpa ragu.

​Ia terus melemparkan batu-batu raksasa untuk mengunci ruang gerak musuh.

​ROOOOOOARRRRR!

​Merasakan kulit kerasnya tergores oleh hawa kematian Sabit Morthas, Beast itu murka.

​Makhluk itu memutar tubuhnya secepat kilat, melepaskan sabetan cakar tajamnya lurus ke arah leher Kael!

​BOOOOOOAMM!

​Kael menahan tebasan cakar raksasa itu menggunakan gagang besi Sabit Morthas.

​Beban berat dan daya tekan masif dari Beast Peringkat Menengah tersebut menghantam raga Kael secara langsung.

​Kael merapatkan giginya kuat-kuat. Tekanan dahsyat itu memaksa kedua kaki Kael terdorong melesat mundur, hingga sendi lututnya berderit menahan beban fisik yang luar biasa!

1
Aegis
punya kekuatan op, punya guru op😎
Aegis
buat selamat, masih harus bergantung pada orang lain🥴
Crimson
Gas pol
Crimson
ku vote ya /Good/
Kausafiksi.id: terimakasih abang kuh
total 1 replies
Crimson
Udah kyk adu pokemon aja /Grin/
Kausafiksi.id: 🤣🙏 siap abang kuh, tiba tiba dapat 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 3 replies
Anonim
cerita yang sangat menarik tidak pasaran
Anonim
cerita sangat menarik dan gak pasaran👍
Kausafiksi.id: terimasih nantikan kelanjutan nya
total 1 replies
WER
semangat kak membuat novel ya 😆👍👍👍
Kausafiksi.id: terimakasih 😁🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
updete sehari 2 kali ya teman teman.
Day Chuk
lanjut thor
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Dian Meilani
ceritanya menarik baru bab pertama, nanti kalo senggang aku mampir lagi ya kk.
Dian Meilani: yaa 👍
total 2 replies
Day Chuk
sangat menegangkan
Kausafiksi.id: iyakan 😁
total 1 replies
Day Chuk
chura apa thor
Kausafiksi.id: typo bang
total 1 replies
Day Chuk
di tunggu kelanjutan cerita nya ya
Kausafiksi.id: di usahain bang 🙏 terimaksih
total 1 replies
Day Chuk
kaya nya elena ada persaan salam kael nih 🫢
helena
lanjut thoomr✈️✈️
Kausafiksi.id: 🙏👍 siap kaka
total 1 replies
WER
semangat kak dan novel nya sukses Aamiin
Kausafiksi.id: sama sama suksek kak, aamiin
total 1 replies
WER
Thor apakah ada benih cinta di antara El dan kael pasti seru /CoolGuy/
Kausafiksi.id: Bisa kelihatan sih, sudah ada debar debar kaya nya si el
total 3 replies
WER
sabar El sabar orang sabar di sayang Tuhan 👍😆
Day Chuk: 🤣 galak amat ya cewe nya
total 2 replies
Muhammad Nur Septyawan
keren bang gua suka alur nya lumayan pas dan tidak basa basi👍
Kausafiksi.id: terimakasih bang, di bab 12 kesana baru baku hantam nya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!