Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur
" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia
Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Mobil mewah Arthur telah tiba di depan rumah mewah milik kedua orang tua Arthur.betapa terpana nya mata setiap orang yang melihat rumah mewah itu.
" Ayo turun." ajak Arthur setelah Frans membukakan pintu mobil untuk mereka berdua keluar.
" Tap-tapi apa tidak sebaiknya kita undur saja pernikahan ini?"
" Apa kau bilang jangan pernah permainkanku." Arthur megambil dagu Zeline lalu menghempaskannya dengan kasar.
" Kalau kau tidak menyukaiku kenapa kau menikahiku." ucapan Zeline sedikit bergetar karena takut.
" Ini semua terjadi karenamu,ingat karenamu,karena menolong nyawamu calon istriku kini telah tiada dan itu semua karena dirimu,akupun sebenarnya tidak ingin menikah dengan dirimu tapi permintaan dari Thalia lah yang menyuruhku untuk menikahimu. Aku sebenarnya ingin menolak tetapi aku tidak ingin wanitaku bersedih di sana karena aku tidak menepati janji nya." tutut Arthur lugas seraya memincingkan kedua bola mata nya.
Zeline mulai mencerna ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Arthur memang semua ini salah dirinya salah Zeline. Tetapi Zeline tidak bisa menyalahkan takdir begitu saja dan inilah takdir Zelin sekarang.
Menikah dengan pria asing yang dulu pernah mempermalukannya.Dan kini pria asing ini akan menjadi suaminya dalam waktu dekat. Mungkin inilah takdir untuk Arthur dan Zeline mereka di persatukan walaupun dalam keadaan tidak saling mencintai.
'Zeline kenapa kau berkata seperti itu,tidak..tidak kau harus menepati janjimu walaupun Arthur tidak menyukaimu kau harus belajar untuk menerima Arthur sebentar lagi di akan menjadi suamimu.' Zeline mengingatkan diri nya sendiri.
" Kenapa kau diam..hah." Arthur megangkat dagu Zeline kembali.
" Ma-maaf." Zeline menundukan kepala nya ia tak berani untuk menatap Arthur.
" Jangan mempermalukanku di depan keluargaku." Arthur menghapus air mata yang membasahi pipi Zeline,lalu menarik dagu nya kembali.
" Perankan peranmu dengan baik Nona Zeline yang terhormat." Arthur menekankan kata Nona,lalu menghempaskan kembali dagu Zeline dengan kasar.
Mereka berdua pun turun dari dalam mobil sedangkan Frans seperti biasa berjalan di belakang Arthur dan Zeline.
Sebenarnya Frans kasihan melihat Zeline yang di perlakukan buruk oleh Tuan nya.Tapi Frans tidak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan yang terbaik untuk Zeline. Agar wanita itu selalu baik-baik saja dan kuat menghadapi sikap Arthur yang memperlakukan nya dengan tidak baik.
Frans membukakan pintu untuk Tuan dan calon Nyonya muda nya,mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah yang bak istana itu.
-
Anggota keluarga Arthur yang melihat kedatangan Arthur dengan seorang wanita pun tersenyum,menyambut kedatangan mereka berdua dengan hangat.
"Ma..Pa ini Zeline wanita pilihan Thalia." suara Arthur begitu datar kala mengingat Thalia yang kini sudah jauh lebih bahagia di alam sana.
Keluarga Arthur tersenyum melihat Zeline,ternyata wanita ini tak kalah cantik dari Thalia.
" Tante,Om saya Zeline." Zeline memperkenalkan dirinya saat Arrhur menyikut tangan kanan nya.
" Sayang jangan panggil kami dengan sebutan seperti itu,panggil kami Mama dan Papa karena sebentar lagi kamu pun akan menjadi anak kami." Leta yang antusias dengan kedatangan Zeline,ia menghampiri Zeline lalu membelai rambut Zeline dengan lembut.
" Iya Kakak Ipar." sambung Angelina yang tak kalah antusias dari Leta.
" Ayo silahkan duduk.." ucap Savero.
Mereka semua pun duduk di atas sofa,perasaan Zeline benar-benar gugup ia takut salah berbicara.
" Jadi kapan kalian akan menikah?"
" Tiga hari lagi kami akan menikah Pah.." jawab Arthur lugas.
Kini penampilan Arthur mulai kembali terurus dan rapih berkat Mama nya yang selalu menyemangati Arthur. Agar ikhlas untuk melepaskan Thalia.
Walaupun Arthur sepenuhnya belum ikhlas dengan kepergian Thalia. Tetapi Arthur mau belajar untuk itu walaupun itu semua sulit untuk Arthur lakukan.
" Baguslah lebih cepat lebih baik." timpal sang Mama.
" Zeline sayang apa kau sudah memberitahukan orang tuamu tentang pernikahan ini?"
Zeline menggelengkan kepala ia sedih harus menikah tanpa di dampingi Ibu dan juga Ayahnya,tetapi Zeline tak memperlihatkan kesedihan itu. Zeline menutupinya dengan senyuman manis walaupun Leta tahu Zeline sedang merasakan sesuatu,ia tahu karena insting seorang Ibu itu kuat walaupun ia bukan anak kandung nya sendiri.
" Zeline..ada apa sayang?" tutur Leta lagi.
Zeline terhenyak dari lamunan nya saat Arthur menyikutnya lagi untuk yang kedua kali nya.
" Maaf Ma..Ibu dan juga Ayah Zeline telah tiada mereka sudah bahagia di sana." jawab Zeline dengan suara gemetar,pasalnya ini yang pertama kali nya untuk Zeline menyebut kata Mama pada Ibu orang lain.
" Maaf sayang Mama tidak tahu,kemarilah.." Leta menyuruh Angelina untuk bergeser lalu menepuk-nepuk sofa di sebelahnya yang telah kosong itu.
Zeline pun menurut ia pun duduk di sebelah Mama Leta calon Mama mertua nya yang Zeline rasa baik.
" Kalau begitu mintalah Arthur untuk mempercepat pernikahan kalian,agar kamu tidak merasakan kesepian."
" Mama ini jangan buru-buru. mempersiapkan pernikahan itu bukanlah hal yang sepele." ujar Papa Arthur,Savero seraya menyeruput kopi buatan istri nya itu.
" Ah Papa biarlah, Papa ini seperti tidak tahu anak kita saja."
" Ya Ma, akan segera Arthur percepat."
" Ah kau ini tidak sabaran rupa nya."
Bukannya aku tidak sabaran aku hanya tidak ingin wanitaku Thalia bersedih di sana,karena menungguku terlalu lama untuk menepati janjiku pada nya.
" Bukan begitu Ma.."
" Sudahlah Ma jangan menggoda Arthur,lihat lah pipi nya sudah begitu merah."
"Papa dan Mama sama saja,sekarang pipi Kakak Ipar Zeline yang memerah."
Ibu juga Ayah dan Angelina saling tertawa,terkecuali Arthur dan Zeline. Kehangat keluarga Arthur semakin terasa setelah hadirnya Zeline yang akan membuat suasana keluarga mereka menjadi lebih hangat.
🍁🍁🍁🍁
Di dalam mobil Arthur
Semua nya sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing, Arthur yang sibuk dengan ponselnya,Zeline yang sibuk dengan pikirannya dan juga Frans yang sibuk dengan mengemudi nya.
Hati Zeline tersentuh melihat perlakuan yang di berikan oleh keluarga Arthur.Mama,Papa dan juga adik Arthur mereka sangat baik pada Zeline.
Tetapi kenapa Arthur tidak bisa seperti itu. Seperti keluarga nya yang memperlakukan Zeline dengan baik.
Sudahlah Zeline jangan terlalu berharap lebih pada Arthur,sebaik nya kau buang jauh-jauh pikiranmu itu.peringat Zeline pada diri nya sendiri.
" Ku peringatkan kau jangan berharap lebih padaku ataupun keluargaku." suara Arthur begitu tegas namun terkesan sangat dingin.
Zeline hanya mampu untuk menundukan kepala nya,tanpa Arthur beritahu pun Zeline akan ingat posisi nya.
" Kenapa kau diam? apa suaraku kurang keras?"
" Ma-maaf aku dengar." jawab Zeline terbata-bata ia takut pada Arthur.
Arthur tersenyum sinis melihat Zeline yang ketaukan pada nya,itulah yang Arthur inginkan supaya Zeline tunduk terhadap semua perintah Arthur.
" Maaf mu tidak ada guna nya,dan jangan kau lupakan kau punya hutang kepadaku yang belum kau lunasi."
Hutang?hutang apa memang nya? Zeline merasa tidak memiliki hutang pada pria ini pikir Zeline.
" Mak-maksudmu,ahk maksudku Tuan."
" Jangan berlaga bodoh. Kau sudah merusak sepatu mahalku dan kau tau berapa harga sepatu itu hah."
Zeline menggelengkan kepala karena memang ia tidak tahu berapa harga sepatu yang di kenakan Arthur waktu itu.
" Frans beritahu dia berapa harga sepatuku."
" Harga sepatu Tuan muda Arthur bila di rupiahkan sekitar 23 juta,Nona Zeline." tutur Frans.
' Kenapa tidak kau saja Tuan,yang memberitahukan harga sepatumu itu. Kenapa harus aku.' gumam Frans.
Zeline tercengang bagaimana bisa ada sepatu mahal seperti itu. Iya sih mana ada seorang CEO anak orang kaya yang memakai pakaian kw seperri dirinya saat ini.
Zeline bingung bagaimana cara nya ia harus menganti sepatu mahal Arthur,untuk makan pun saja sudah susah apalagi untuk membeli sepatu mahal Arthur.
" Kenapa kau selalu diam?"
" Maaf tetapi uang sebanyak itu aku tidak punya,dari mana aku harus mencari uang sebanyak itu. Untuk aku makan pun sudah susah apalagi untuk meganti sepatu mahalmu."
" Aku tidak ingin tau cerita hidupmu dan aku tidak perduli dari mana kau mendapatkan uang itu,yang aku inginkan kau harus segera menganti sepatu mahalku itu."
" Iya baiklah akan aku usahakan,tapi beri aku waktu dulu untuk mencari uang sebanyak itu."
" Baikalah aku beri waktumu satu minggu untuk segera menganti sepatuku."
" Tap-" ucapan Zeline terpotong.
" Aku tidak suka di bantah,dan kalau kau tidak bisa melunasi kesalahanmu itu keluargamu akan menjadi taruhan nya. Akan aku buat keluargamu menjadi hancur sehancur hancur nya sama seperti dirimu."
Tidak Zeline tidak ingin itu terjadi bagaimanapun keluarga Zeline memperlakukan Zeline dengan tidak baik. Zeline tidak mau hanya karena kesalah kecil yang Zeline buat membuat keluarga nya menjadi hancur.
Seburuk-buruk nya keluarga tetaplah mereka adalah keluarga kita yang harus kita jaga hormati dan lindungi.
" Bagaimana?"
" Baiklah akan aku usahakan."
Arthur menatap Zeline lalu mendelikan bola mata nya,membuang muka ke sembarang arah.
Sedangkan Frans yang dari tadi geram dengan sikap Tuan nya, hanya bisa diam saja.Frans pun merasa heran kenapa Nona Thalia ia perlakukan begitu lembut.
Tetapi Nona Zeline yang sebentar lagi akan menajadi istri nya ia perlakukan dengan tidak baik.
Seberapa kesal dan marah mu Tuan ini semua akan terjadi,karena ini termasuk rencana Tuhan yang telah ia buat untuk melengakapi bagian hidupmu.
Walaupun tanpa menyelamatkan nyawa Nona Zeline,Nona Thalia pasti akan pergi karena semua ini hanyalah titipan kita harus siap untuk itu.
Kita harus siap di tinggalkan atau meninggalkan karena semua ini hanya milik nya.Kita datang dari nya dan pulang pun kembali kepada nya.
Keadaan mobilpun hening kembali mereka bertiga sibuk kembali dengan pikirannya masing-masing.
JIKA KALIAN MENYUKAI NOVEL INI BERIKAN DUKUNGAN UNTUK NOVEL INI DENGAN CARA MEMBERI :
LIKE
KOMEN
AND VOTE
AKU MINTA MAAF JIKA MASIH BANYAK KATA-KATA YANG KURANG PAS DALAM PENULISAN,ATAU TERDAPAT KATA-KATA YANG TYPO MOHON DI MAKLUMI.
maka dari itu aku tunggu kritikan kalian dengan cara memberikan komentar untuk Novel ini agar aku bisa membperbaiki setiap kesalahan dalam novel ini terimakasih☺☺😉
Semangat ya.