NovelToon NovelToon
Pembalasan Senyap Sang Istri Sah

Pembalasan Senyap Sang Istri Sah

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:668.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Selama ini Tania hidup dalam peran yang ia ciptakan sendiri: istri yang sempurna, pendamping yang setia, dan wanita yang selalu ada di belakang suaminya. Ia rela menepi dari sorot lampu demi kesuksesan Dika, mengubur mimpinya menjadi seorang desainer perhiasan terkenal, memilih hidup sederhana menemaninya dari nol hingga mencapai puncak kesuksesan.
Namun, kesuksesan Dika merenggut kesetiaannya. Dika memilih wanita lain dan menganggap Tania sebagai "relik" masa lalu. Dunia yang dibangun bersama selama lima tahun hancur dalam sekejap.
Dika meremehkan Tania, ia pikir Tania hanya tahu cara mencintai. Ia lupa bahwa wanita yang mampu membangun seorang pria dari nol, juga mampu membangun kembali dirinya sendiri menjadi lebih tangguh—dan lebih berbahaya.
Tania tidak menangis. Ia tidak marah. Sebaliknya, ia merencanakan pembalasan.

Ikuti kisah Tania yang kembali ke dunia lamanya, menggunakan kecerdasan dan bakat yang selama ini tersembunyi, untuk melancarkan "Balas Dendam yang Dingin."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Di luar pintu ruang kerja yang tertutup rapat, Farah masih belum menyerah untuk mencuri dengar. Dia berdiri gelisah, menempelkan telinganya ke kayu solid, meskipun nihil hasil.

Di dalam, Tania menutup laptopnya dengan gerakan cepat, pandangannya tajam menembus mata Luna. "Sebentar lagi, Luna. Sebentar lagi."

Tania dan Luna sudah selesai dengan urusan mereka. Tania berjalan ke arah pintu, memasukkan kunci ke lubang kunci, dan memutarnya.

Mendengar suara kunci berputar, Farah panik. "Sial!" Dia bergegas pergi, mencoba kabur sebelum ketahuan menguping. Namun, dalam ketergesaan dan kegugupannya, naasnya dia tersandung karpet di koridor.

Bersamaan dengan itu, Tania membuka pintu, memegang handle pintu. Dia dan Luna keluar tepat saat Farah tersandung dan terjatuh dengan bunyi keras.

Melihat kejadian tersebut, Tania dan Luna berusaha keras menahan tawa mereka, yang tersamar di balik ekspresi pura-pura terkejut.

Tania berpura-pura menghampiri Farah dengan ekspresi khawatir. "Ya ampun, Farah! Kenapa bisa jatuh sih? Sini biar saya bantu." Tania mengulurkan tangannya, isyarat kepedulian yang penuh kepalsuan.

Farah menepis tangan Tania yang hendak memegang kedua lengannya. Wajahnya memerah karena malu dan marah. Dia berdiri dengan sendirinya, menatap Tania dengan nada sinis. "Gak usah, saya bisa bangun sendiri, Kak Tania. Saya gak yakin dengan pertolongan kamu."

Tania tahu Farah mungkin mulai menyadari dan was-was terhadap dirinya. Tanpa ragu, Tania kembali melancarkan sandiwaranya. "Maksud kamu apa, Farah? Saya kan cuma mau nolongin kamu, kok kamu bicara seperti itu? Apa ada yang salah sama saya?" tanya Tania dengan nada polos yang dibuat-buat, penuh rasa tidak bersalah.

Farah berdiri tegak dan menjawab Tania dengan ketus, "Hanya kamu yang tahu jawabannya, Kak." Setelah itu, Farah pergi begitu saja dengan kekesalan dan rasa malunya yang memuncak.

Sementara Farah menjauh, Luna tersenyum sekaligus kagum melihat cara Tania mempermainkan selingkuhan suaminya sendiri. Luna menatap Tania, kekagumannya terhadap kecerdikan Tania semakin dalam.

Tania dan Luna berdiri di koridor, mengawasi kepergian Farah yang penuh amarah dan rasa malu. Begitu Farah menghilang dari pandangan, ketegangan di antara Tania dan Luna menguap, digantikan oleh tawa kecil.

Tania mengangkat bahu dengan sikap acuh tak acuh, kembali memasang topeng kepolosannya. "Di tolongin nggak mau, ya sudah."

Luna tersenyum, kemudian tawanya meledak. Dia menepuk lengan Tania dengan riang. "Kamu benar-benar ya, Tania!"

Luna menyeka air mata kecil di sudut matanya karena geli. "Aku yakin sih Farah pasti malu banget sekarang." Dia menatap Tania dengan ekspresi baru, penuh kekaguman. "Kamu benar-benar ngasih serangan psikologis yang paling tajam."

Tania hanya tersenyum tipis, matanya bersinar penuh arti. "Ini baru permulaan, Lun. Masih banyak 'hukuman' lain yang menunggu."

Keduanya kembali ke ruang kerja, dengan semangat baru dan senyum yang penuh rencana. Aliansi mereka kini semakin kuat, siap menghadapi permainan yang baru saja dimulai.

...----------------...

Farah berlari masuk ke dalam kamar, rasa malu dan amarah memuncak di dadanya setelah insiden di koridor tadi. Dia langsung masuk ke kamar tamu, menutup pintu dengan keras hingga menimbulkan bunyi "Brak!" yang memekakkan telinga.

Dengan tangan gemetar, Farah meraih ponselnya dari atas nakas. Dia mencari nama "Mas Dika Sayang" dan segera menekannya. Sambungan terhubung, dan Dika menjawab dengan suara santai.

📞 "Halo, Sayang? Kenapa nelpon siang-siang begini?"

Farah tidak membalas sapaan itu. Napasnya memburu, suaranya dipenuhi amarah yang tertahan.

📞 "Mas, aku mau bilang! Wanita itu, Tania! Dia itu licik, Mas!" adu Farah, langsung ke inti masalah.

📞 (Suara Dika terdengar bingung) "Farah? Ada apa lagi sih, Sayang? Kamu ini kenapa? Ngomong yang jelas!"

📞 "Tadi dia sengaja bikin aku jatuh di depan kamar kerjanya! Terus dia pura-pura nolongin aku! Aku yakin dia ngerencanain sesuatu sama teman wanitanya yang datang tadi!" jelas Farah, emosinya meluap.

📞 (Dika menghela napas panjang, terdengar jengkel) "Farah... Farah... dengerin aku. Tania itu wanita baik-baik, polos, dan nggak tahu apa-apa. Kamu jangan terlalu parno gara-gara cemburu nggak jelas gini."

📞 "Nggak parno gimana?! Kamu nggak lihat tatapan matanya tadi, Mas! Dia senyum licik! Dia itu pura-pura polos!" bantah Farah, berapi-api.

📞 "Mungkin kamu yang salah lihat, Sayang. Sudahlah, tenang dulu, ya. Aku lagi banyak kerjaan nih di kantor," ujar Dika, meremehkan aduan Farah.

📞 "Kamu selalu begitu! Nggak pernah mau dengerin aku! Kamu yang bodoh, Mas, karena terlalu meremehkan istrimu itu!" teriak Farah, amarahnya sudah di ubun-ubun.

Tuut... tuut... tuut...

Farah memutuskan sambungan teleponnya begitu saja, kekesalannya memuncak karena Dika lagi-lagi tidak percaya padanya. Dia melempar ponselnya ke kasur dengan keras.

Farah berdiri di tengah kamar, mengepalkan kedua tangannya.

"Dika itu bodoh karena dibutakan oleh cinta palsunya," gumam Farah pada dirinya sendiri, tatapan matanya penuh tekad. "Aku nggak akan terlambat dan akhirnya aku yang merugi sendiri!"

Farah menyeringai, otaknya mulai menyusun rencana. Dia tidak akan menunggu Dika sadar. Dia akan membuka mata Dika sendiri, dengan caranya.

......................

Di kantornya yang sibuk, Dika menatap ponselnya yang sudah mati dengan ekspresi bingung dan kesal. Napasnya masih sedikit memburu setelah dibentak oleh Farah.

"Kenapa lagi sih anak itu?" gerutu Dika pelan, meletakkan ponselnya dengan kasar di atas meja.

Dika menyandarkan punggungnya ke kursi kantor, memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Pikirannya dipenuhi aduan Farah yang terdengar histeris. Tania licik? Tania merencanakan sesuatu?

Dika menghela napas panjang. Dia mencoba mengingat kembali interaksinya dengan Tania. Tania selalu tampak tenang dan fokus pada urusan keluarga. Apakah mungkin ada sisi lain dari Tania yang tidak dia ketahui?

Namun, di sisi lain, nada suara Farah yang penuh kekhawatiran tadi sulit diabaikan. Ada sesuatu yang terasa lebih dalam dari sekadar kecemburuan biasa.

Dika menjadi bingung harus bagaimana menanggapi aduan Farah. Dia tidak bisa menyinggung perasaan Tania, meskipun hanya sebatas kecurigaan. Itu akan berbahaya, pikirnya. Perjanjian pra-nikah itu membayangi setiap tindakannya, ancaman kehilangan semua asetnya jika Tania sampai curiga dan menemukan bukti perselingkuhan mereka.

Dika menatap tumpukan berkas di depannya, pekerjaannya terbengkalai. Drama di rumah kini mulai mengganggu konsentrasinya di kantor.

"Apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu?" tanya Dika dalam hati. "Tania... Farah... mereka membuat pikiranku kacau."

Dika meraih ponselnya lagi, namun ragu harus menghubungi siapa. Dia harus tetap bersikap normal di depan Tania. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencoba fokus pada pekerjaannya, berharap dia bisa mendapatkan sedikit kejelasan ketika nanti malam dia kembali ke rumah tanpa harus membahayakan posisinya.

"Fokus Dika, Farah pasti hanya cemburu," gumam Dika.

Bersambung...

1
Punkpunk 234
jangan² c Farah nantinya tinggal serumah sama Dika nd Tania.. 😡
chacha aca
infoin cara buat abis baca tuh di geser gue gk bisa ini, pemula bett gua
Dewa Nara
makanya Thor, bukan makannya
Dhira: hehehe iya bener...makasih buat koreksiannya kak..kalo makannya mah lagi makan yaa kak.hehehehe🙏
total 1 replies
M3 Man
baru pernah baca novel yg ceo nya kyak ga guna.. maaf stuck d sni boring klo lanjut🙏🙏🙏
Anonim
Dika benar "parah
Anonim
Ya ampun ..... Dika ....
Kau bawa ke rumahmu selingkuhanmu
dan ibuu juga tahu ....
berani sekali dika
Anonim
Tania mantapkan langkahmu
Mungkin suamimu saat ini sedang menduakan posisimu sebagai istri
Anonim
Salut
Anonim
Dika bahagia mana yang masih kau cari
sedang hidup yang kau jalani bersama istrimu sudah tertata
Anonim
Masih awal Min baru baca karysmu
Anonim
Kayaknya seru nih
Suka tenangnya Tania dalam menghadapi suami yg selingkuh 👍
Dhira: hehehe...makasih kak...masih panjang perjalanan Tania kak wkwkwk...semoga gak bosen di tengah jalan🤭
total 1 replies
Atjeh ponsel
alur ceritanya sangat menarik
Dhira: makasih kak🙏
total 1 replies
Mu Shofihin
ceritanya agak monoton menurutQ terus kebanyakan masalah meskipun penyelesaiannya langsung sat set ga tunda" c semangat terus thor
Dhira: hehehe iyaaa makasih kak🙏
total 1 replies
echa purin
👍👍
Detie Kurniawati
ceritanya sangat setu karena bintang utamanya sangat cerdik author pintar ceritanya bikin banyak ketawa dan terharu 👍😍
Dhira: makasih kak...
total 1 replies
Puji Wati
kok lama si gak segera bertindak Tania,,

udah gak sabar oengen baca kehancuran Dika...
Dhira: hehehe...masih panjang babnya kak hihihi...dbikin slow biar bisa memenuhi target bab hehehe
total 1 replies
Mama Gezkara
gaun mandi itu gimana ya kak
Dhira: ituloh kak baju mandi yg kaya dhotel2 😄
total 1 replies
Hariyanti
ceritanya bagus dan menarik 🥰🥰🥰
Dhira: Makasih kak...❤️
total 1 replies
Thewie
tamat🙏🤭 baru aja aku bahagia thor🤭
Dhira: blm loh kak hehehe..masih 42 bab lagi kak...ayo semangat hihihi...makasih yaaa
total 1 replies
Thewie
kasihan tuh pelakor.. makan hati sendiri wkwkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!